Lovely Atreya

Lovely Atreya
efek dinner semalam


__ADS_3

Mobil yang Satria kendarai sudah berhenti didepan gedung apartemen yang Bella tinggali. Lelaki itu melirik ke arah Bella yang tengah tertidur lelap. Rasa-rasanya Bella tidak mungkin dipaksakan untuk bangun, namun lelaki itu tetap mencobanya.


“Bella, bangun!! katakan padaku dilantai mana apartemen mu?” Satria berusaha membangunkan Bella dengan sedikit memberikan guncangan dibahu gadis yang tengah mabuk itu.


“Hmm. Mmmm!!” Bella meracau merasa tidurnya terganggu.


Satria tak tahan menahan tawanya melihat sikap Bella yang meracau. Dasar gadis mabuk.


“Ayo katakan, Bell?”


Zzzzz Zzzzz Zzzzz!!


Bella tidak menjawab dan malah tidur semakin dalam.


Satria menghembuskan nafasnya. Lalu ia inisiatif mengambil ponselnya untuk menelpon Matthew, hendak menanyakan letak apartemen Bella secara rinci. Namun ponsel Matthew malah tidak aktif, begitu pula ponsel Atreya. Sialan!! Satria mengeram frustasi. Dia merutuki dirinya sendiri kenapa sebelumnya tidak menanyakan terlebih dulu secara detail. Selama ini Satria belum pernah ke apartemennya Bella, paling hanya mengantarnya sampai didepan gedung pencakar langit apartemen itu saja jika kebetulan pulang bersama.


Lantas tak sampai disitu, Satria juga memikirkan kalaupun ia tau apartemen Bella dilantai mananya, tapi apa dirinya tau kode password pintu masuk apartemen Bella? Sementara kondisi pemiliknya seperti ini, mabuk berat dan tidak sadarkan diri.


Lagi-lagi Satria menghembuskan nafasnya dengan berat.


Oke kalau begitu, jangan salahkan aku bila membawamu ke hotel, Bella. Aku tidak mungkin membawa seorang gadis ke apartemenku.


Satria mengangkat bahunya sambil menatap Bella yang tertidur lelap. Lalu memasukkan porseneling mobil dan,


Whuuuzzz!!


Satria lebih memilih pergi dari tempat itu membawa kembali Bella yang masih tenang dalam tidurnya.


*****


“Emmm, hhmm” Bella mengigau. Tubuhnya merasa nyaman berbaring. Tangannya menelungkup dan digerakkan melingkar, menelusuri sprei lembut dan sangat nyaman.


Pikiran bella sudah terbangun dari tidur lelapnya, tapi tidak dengan tubuhnya. Meski kesadaran perlahan mulai muncul mengusai dirinya, namun Bella masih malas untuk membuka matanya. Ia masih ingin tidur, rasanya ingin tetap berbaring ditempatnya kini.


Tangan Bella lalu meraba-raba mencari sesuatu. Ya, Boneka beruang besar pemberian ayahnya yang selama ini selalu menemani tidur lelapnya. Kok tidak ada?


“Tunggu, ini bukan kasurku?” ucap Bella langsung menyadari. seketika matanya terbuka lebar. Bella meremas selimut yang melindungi tubuhnya sampai ke dada.


Bella menatap langit-langit kamar itu. Lampu Kristal dan design yang mewah menghiasi plafon kamar itu.


Inikan di hotel? Kenapa aku bisa berada disini?


Bella mengerjap bingung seraya mengingat-ingat tentang semalam.


“Akhirnya kau bangun juga.”


 Terdengar suara yang sangat dikenali bergema dari arah sebelah kanannya.


Bella langsung mengerjap dan melihat ke arah sumber suara tersebut.

__ADS_1


“Satria????” Bella membelalakan matanya dan berteriak. “Aaaahh!!” ia langsung menarik selimutnya sampai ke leher. Bella merubah dirinya ke posisi duduk lalu mendorong tubuhnya ke belakang sampai terhenti pada sandaran kasur. Bella menarik kakinya menekuk, seakan sedang melindungi diri.


“Sejak kapan kamu disitu?” ucap Bella mengerutkan dahi seraya meremas erat-erat selimut didadanya.


Satria bersandar, dengan posisi setengah duduk diatas nakas yang terletak di samping tempat tidur. Pakaiannya sudah rapi dengan celana dan kemejanya.


“Ck!! Sejak kapan aku disini?”


 “Apa yang lakukan padaku, Sat?”


 Satria kembali tersenyum miring. Entah kenapa tiba-tiba ia ingin menjahili gadis dihadapannya kini. “Apa yang kulakukan padamu? Apa kamu tidak ingat apa pun, Bell?”


Bella mengernyit, mencoba mengingat apa yang terjadi semalam.


 Satria menunggu diposisinya sambil memasukkan tangan ke dalam kantong celananya. Kakinya disilangkan dengan posisi yang nyaman. Kedua matanya tak lepas menatap Bella dengan penuh kejahilan.


 Bella mengerucutkan bibirnya. Ia perlahan-lahan memeriksa tubuhnya dibalik selimut.


 Melihat tingkah bella, Satria hanya menunduk terkekeh seraya memegang dahinya.


gadis bodoh!!


 Bella sampai pada ujung persiapan diri. Ia mengangkat selimutnya dengan cepat dan langsung memandang tubuhnya.


 Fiiuuhhh!!


Bella mengeluarkan nafas lega. Pakaiannya masih lengkap sempurna. Hanya sedikit kusut karena dipakai tidur. Tak merasa puas dengan bukti pertama, Bella memejamkan mata. Meningkatkan indera perabanya, ia mencoba mendeteksi bila mana ada sisa-sisa rasa sakit atas aktivitas yang dicurigainya. Bella memfokuskan pikiran disetiap bagian-bagian sensitive tubuhnya. Nihil, Bella tidak merasakan apa-apa selain pusing dikepalanya.


“Hah?” Bella mengangkat alisnya, menunjukkan wajah bingungnya.


“Ck!!” Satria berdecak, menatap Bella menggelengkan kepalanya. “Apa kamu pikir aku menidurimu saat kau mabuk?” ujarnya.


“Eh?"


Satria tersenyum miring dan mendekat ke arah Bella. Tangannya menopang dan berada dikedua sisi kaki Bella. Satria maju perlahan. Dia semakin berniat untuk mengerjai Bella.


Lelaki itu lalu mengurung Bella dalam penjara tangannya. Mata Satria menatap lurus ke wajah Bella. Bella terdiam dan semakin mundur. Satria terus maju mendekati wajahnya. Gadis itu mengerjap tak bisa mundur lagi. Tubuhnya mentok, terhenti dengan sandaran tempat tidur. Mata bella membulat melihat wajah Satria yang berjarak kurang dari lima belas senti dari wajahnya.


Bella malah menutup matanya. Ia mengira Satria akan menciumnya. Satria terus maju sampai ke samping telinga Bella. Dia mulai berbisik lembut, namun penuh dengan godaan. Nafasnya yang tenang terasa hangat ditelinga dan sebagian terasa dileher Bella.


“Aku bukan tipe pria yang seperti itu, Bella. Pantang bagiku meniduri wanita mabuk sepertimu tadi malam.” Bisik Satria.


Seketika badan Bella merinding, bulu kuduknya berdiri hingga mampu membuat Bella bergidik.


Satria melepaskan Bella dari intimidasinya. Ia menarik tubuhnya menjauh. Menyisakan Bella yang masih bernafas tidak karuan.


“Apa kamu hanya akan diam disitu? Sebentar lagi aku akan menjemput Matthew untuk ke kantor.”


Bella melempar pandangannya ke arah Satria. Ia segera menyibak selimutnya, merapatkan kaki lalu menurunkannya dari atas kasur. “tidak, Sat!! aku ikut denganmu. Tapi beri aku waktu untuk membersihkan diri terlebih dulu”  pinta Bella, dan Satria pun akhirnya menyetujuinya.

__ADS_1


*****


Sambil menunggu Bella yang tengah mandi, Satria membuat panggilan ke nomer Matthew untuk memberitahukan bahwa dirinya akan sedikit telat menjemput laki-laki tersebut, karena akan mengantar Bella terlebih dulu ke apartemennya.


“Hallo, Matt?” sapa Satria saat sambungan telponnya terangkat.


 “Satria!! Bisa segera kemari? Aku butuh bantuanmu.”


 “Atreya?” Satria terbelalak saat yang menjawab telponnya itu ternyata Atreya dan bukan Matthew.


“Matthew demam tinggi dan mimisan lagi”  ujar Atreya terdengar sangat panik dan cemas.


“Apa? Bukannya semalam kalian pulang ke rumah Tuan William kan?”


“Kami tidak jadi menginap disana karena Matthew diperjalanan merasa pusing. Akhirnya kami memutuskan untuk pulang saja. Tapi tadi pagi dia tiba-tiba menggigil dan demam tinggi disertai mimisan lagi. Aku tidak tau Matthew sakit apa, Sat. Sungguh, aku benar-benar khawatir saat ini.” Jelas Atreya panjang lebar.


“Oke, kamu tenang dulu, Re. aku akan segera kesana sekarang.”


“Tolong cepat ya, Sat!!”


“Iya, Rea.”


Panggilan telpon pun berakhir. Satria bergegas mengambil dompet serta kunci mobil, lalu segera keluar dari kamar hotel itu untuk menuju ke tempat Matthew. Tak sadar, lelaki itu telah melupakan Bella yang tengah membersihkan diri dikamar hotel tersebut. Pikirannya tengah kalut, dia hanya tidak ingin membuat Atreya lebih lama lagi menunggu kedatangannya.


.


.


.


Berikan like, komen dan vote nya untuk author ya, biar tambah semangat nih. heheheh... Terima kasih sudah mampir untuk membaca. Oiya disini ada yang sudah membaca karyaku yang lainnya? kalau belum, bisa mampir disini ya...




IN A BROKEN HEART TO FIND YOU (Tamat)




A WOUND IN YOUR LOVE (Tamat)




ALEEYA 24 WEEKS (On going)

__ADS_1




__ADS_2