Lovely Atreya

Lovely Atreya
perjalanan bisnis


__ADS_3

NEOTECH Indonesia.


"Semoga kedatangan saya tidak menggangu" kata seorang lelaki berkulit cokelat tua yang tiba-tiba masuk ke dalam ruang kerja Matthew.


"Selamat malam, Tiar. Ada apa?" Matthew menyapa Tiar lebih dulu.


Melihat beberapa lembar kertas yang berserakan di atas meja, Tiar bisa menebak jika Matthew sedang sibuk.


"Ini soal pertemuan dengan GEA company. Apa Pak Matthew bisa menghadirinya besok?" tanya Tiar dengan sopan.


Matthew melipat kedua tangannya di atas meja, menyugar rambutnya kebelakang, lalu menatap asisten pribadinya itu. Dengan tatapan bak serigala mengincar mangsa. "Saya kan sudah bilang, saya gak mau ikut campur dengan perusahaan itu."


"Maaf Pak. Tapi sebelumnya kita sudah terlanjur kerjasama dengannya, dan bagaimana pun juga Direktur GEA company itu kan, Pak Kyle. Saudara bapak sendiri" kata Tiar mengingatkan.


Matthew tersenyum sinis mendengarnya. Ya, memang benar Kyle itu adalah kakak kandung Matthew. Namun hubungan diantara mereka tidak pernah akur dari dulu. Kyle memiliki sifat iri dan dengki kepada sang adik yang selalu mendapatkan perhatian lebih dari sang Ayah. Masih jelas dalam ingatan Matthew bahwa Kyle lah dulu yang menyuruh Brian dan Jessie, kekasihnya untuk menjebak Atreya hingga mabuk, lalu memasukkannya ke karena hotel tempat Matthew menginap malam itu. Kyle bekerja sama dengan Claire untuk kepentingannya masing-masing. Kyle ingin menjatuhkan nama baik Matthew hancur, sedangkan Claire hanya untuk balas dendam masa lalu.


"Kamu saja yang menghadiri pertemuan itu!" balas Matthew acuh tak acuh.


"Tapi pak---" Tiar menggantungkan kalimatnya. dia mendesis malas karena sebenarnya dia tidak ingin pergi kalau Matthew tidak ikut serta. Karena posisinya hanya sekedar asistennya saja. Segala keputusan tetap berada ditangan Matthew.


"Oke, Tiar. Kamu menang" ucap Matthew dengan malas. "kita akan berangkat. Jam berapa saya harus tiba disana?" kata Matthew akhirnya.


"Besok pagi, Pak" akhirnya Tiar merasa lega.


"Apa?" bola mata Matthew terbelalak. "Berarti malam ini kita harus berangkat?" tanyanya lagi.


Tiar hanya membalasnya dengan anggukan.


Matthew mendecih, "Oke, kalau gitu kamu siapkan saja semuanya. Nanti malam kita bertemu di bandara" sahut Matthew malas.


"Siap, pak. Saya permisi pergi, saya akan mengurus semuanya dulu." Tiar pun hendak undur diri.


"Eh, tunggu Tiar!!" Matthew menahan asistennya tersebut yang sudah berjalan menuju pintu ruang kerjanya.


"Ya, Pak."


"Pastikan kita disana tidak lama. Karena weekend nanti saya harus bersiap-siap ke Berlin bersama Istri dan anak saya" ucap Matthew tegas.


"Baik, Pak. Setelah pertemuannya selesai, kita akan langsung kembali."


Matthew mengangguk sekali dan membiarkan Tiar pergi dari ruangannya.

__ADS_1


*****


Atreya pulang agak malam dari biasanya. Dia mendadak harus menemui klien dari Hongkong dan menggantikan Aaron yang berhalangan datang karena masih berada diluar kota bersama Marshall dan juga Sean.


Sesampainya di rumah, Atreya langsung menuju ke kamar karena dia sudah tau kalau Casey jam segini pasti sudah tidur.


Suasana rumah sudah sepi, padahal mobil Matthew sudah terparkir di garasi.


Mungkin Matthew sudah dikamar, pikir Atreya.


Setelah memutar kenop pintu, Atreya mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan kamar. Dilihatnya sang suami sedang membereskan pakaiannya kedalam koper.


"Mau kemana? bukannya kita ke Berlin masih beberapa hari lagi?" tanya Atreya mengernyit saat melihat suaminya itu tengah mengemasi pakaiannya ke dalam koper.


"Ada urusan bisnis beberapa hari di Sydney. Tapi ku pastikan akan kembali sebelum kita berangkat ke Berlin." jawab Matthew seraya memasukkan satu stel jas ke dalam koper.


"Oh, aku bantu ya..." Atreya lalu meletakkan tas kerjanya diatas meja hendak membantu sang suami menyiapkan keperluan selama perjalanan bisnisnya ke Sydney.


"Tidak perlu, Rea. Mending kamu mandi dan ganti baju sana!" tolak Matthew halus. "Oya, maaf tadi gak bisa menjemput karena harus bersiap-siap" ucap lelaki itu merasa tidak enak hati.


"Gak masalah itu, Matt. Aku gak apa-apa kok, lagipula kalau pulang malam gini ada pak Salim yang mengantarkan" sahut Atreya lalu memutar tubuhnya dan menjadikan kamar mandi tujuan langkahnya.


Setelah membersihkan tubuh dan mengganti pakaiannya, Atreya menyusul Matthew yang sudah berada dikamar Casey. Terlihat Matthew mengecup kening sang bocah sebelum dirinya hendak berangkat selama beberapa hari ke Sydney.


Atreya mengantar sang suami hingga ke halaman depan. Bi Ratna yang kebetulan belum tidur, juga satpam dirumahnya juga ikut mengantar Matthew.


"Bi, titip Istri dan anak saya ya. Makannya tolong diperhatikan!" pesan Matthew kepada Bi Ratna.


"Iya, Pak" jawab wanita paruh baya yang sudah bertahun-tahun bekerja dengan Atreya tersebut.


"Pak Edi, tolong jaga rumah selama saya pergi. pastikan setiap hari, siang dan malam yang jaga dua sampai tiga orang ya!" perintah Matthew kepada kepala security dirumahnya untuk memastikan keamanan istrinya dan anaknya.


"Siap, Pak" kepala security itu menjawab.


Setelah berpesan kepada satpam dan bi Ratna, Matthew pun masuk ke dalam mobil.


Belum mobilnya melaju, Matthew turun kembali lalu menghampiri Atreya.


Perempuan itu sempat mengernyit heran, pikirnya apa ada sesuatu yang tertinggal?


Tapi kemudian Atreya merasakan kecupan dikeningnya. Ternyata Matthew sedikit lupa memberikan kecupan perpisahan untuk sang istri.

__ADS_1


Matthew lalu melingkarkan tangannya dipundak Atreya. Memeluk erat dan menenggelamkan kepala sang istri ke dada bidangnya. Menahannya beberapa saat karena pelukan ini akan ia rindukan selama beberapa hari nanti.


Atreya pun akhirnya luluh. Perempuan yang mulai belajar mencintai suaminya itu balas memeluknya, melingkarkan tangannya di pinggang Matthew.


Bi Ratna dan Pak Edi menjadi salah tingkah saat menonton pertunjukan romantis kedua majikannya itu.


Secara tidak langsung mereka telah menjadi saksi tumbuhnya bening cinta dihati seorang Atreya.


"Kamu hati-hati ya." Atreya lalu mendongak menatap wajah Matthew.


"Iya sayang, jaga Casey untukku" ucap Matthew lembut. Kembali mencium kening istrinya lagi lalu mengurai pelukannya untuk kemudian masuk kedalam mobil.


Atreya tersenyum seraya melambaikan tangannya hingga mobil yang ditumpangi suaminya itu hilang dibalik pagar besi besar nan tinggi tersebut.


Setelah menarik nafas dalam dan menghembuskan perlahan, lalu menetralkan detak jantungnya yang entah sejak kapan berdegul kencang seperti sedang berlari diatas treadmill, Atreya pun memutuskan untuk kembali masuk ke dalam rumah.


Dia kembali ke kamarnya, lalu memandangi ranjang big size nya itu kosong. Dulu sewaktu awal menikah Atreya sulit sekali terpejam Karena tidak terbiasa ada orang lain satu ranjang dengannya selain Casey. tapi sekarang perempuan itu sudah terbiasa tidur bersama Matthew. Dan mulai malam ini hingga beberapa hari kedepan dia harus tidur tanpa dirinya. sungguh Atreya merasa sangat tidak nyaman.


Akhirnya Atreya pun beranjak keluar dari kamarnya dan menuju kamar Casey. Dia memilih akan tidur bersama anaknya selama Matthew belum kembali.


.


.


.


.


Jangan lupa like dan komentarnya ya, votenya juga. tanpa dukungan dari kalian aku tidak bisa apa-apa 😁


Author mau cuti lebaran dulu selama beberapa hari. Dan gak lupa mau ngucapin,


Selamat hari raya idul Fitri


minal aidzin walfaidzin,


mohon maaf lahir dan batin ya.


🙏🤗😘


Follow ig : tiny.flavio

__ADS_1


__ADS_2