Lovely Atreya

Lovely Atreya
siapa ayah Casey


__ADS_3

Sudah hampir satu jam Matthew menunggu seseorang disebuah coffee shop yang mengusung konsep cafe dengan gaya minimalis modern. Namun batang hidung orang yang sudah janjian dengannya tersebut belum muncul juga.


Sesekali ia melirik ke arah jam tangan mahal yang melilit ditangan kirinya. Menghembuskan nafasnya dengan kasar memberi isyarat dirinya sudah lelah menunggu. Kopi esspreso dalam cangkirnya pun sudah hampir kosong. Ia lalu membuka-buka MacBooknya agar tidak terlihat mati gaya, sekalian membuka beberapa laporan pekerjaan yang belum sempat dicek sebelumnya.


"Matt, sori nih nunggu lama."


Akhirnya orang yang ditunggu-tunggu itu pun menepuk bahunya dari belakang, lalu menjatuhkan tubuhnya dikursi tanpa dipersilahkan lebih dulu.


"Minum apa?" tanpa basa-basi Matthew langsung menawarkan kopi jenis apa yang ingin dipesan kawannya itu.


Aaron pun melirik kopi milik Matthew yang hampir habis. "Esspreso?"


"Oke." sahut Matthew dan langsung meminta salah satu barista itu membuatkan esspreso satu lagi.


Mereka pun berbincang ringan, membicarakan tentang perkembangan web milik perusahaan Aaron yang sedang dikerjakan Matthew dan Satria.


Tak lama kemudian perbincangan mereka terhenti karena kopi pesanan Aaron pun datang.


"Ini kopinya ya pak" seorang pelayan menyodorkan kopi tersebut ke atas meja.


"terimakasih" ucap Aaron, dan pelayan itu hanya tersenyum seraya mengangguk sebelum akhirnya berbalik pergi.


"Lho Matt, bukannya hari ini masih ada acara familly gathering dikantormu?"


Aaron ingat kalau Satria juga bekerja di perusahaan Matthew, dan kemarin ia minta ijin membawa Atreya dan Casey untuk ikut.


"Iya, tapi itu acara buat karyawan saja. Aku hanya memfasilitasi" jawab Matthew santai lalu menutup MacBook nya.


"Oya, kau sudah bertemu adikku? Satria mengajaknya dan juga Casey. Tapi sampai sekarang mereka lupa diri belum mengabari ku, Sialan!"


"Mereka baik-baik saja. Tadi pagi aku sempat bertemu keduanya." ucap Matthew.


"Syukurlah. Aku hanya khawatir dengan Casey, bocah itu ngotot minta naik bis. Kalau tidak diikuti bisa ngamuk besar dia" tutur Aaron yang mengingat bagaimana Casey kalau sudah ngamuk minta sesuatu. Dia sendiri sampai kewalahan mengatasinya.

__ADS_1


"Seperti nya kau sayang sekali dengan Casey. Memang ayahnya dimana?" pancing Matthew tepat sasaran. Namun pertanyaannya itu malah membuat Aaron geram.


"Jangan pernah tanya tentang siapa ayah kandung Casey !!" jawab Aaron mengeratkan rahangnya seolah tidak suka jika ada yang bertanya tentang itu.


"Kenapa memang?" Matthew mengernyit heran. Dia semakin penasaran untuk terus menggali info tentang perempuan incarannya itu.


"Ini sebenarnya aib keluarga" ucap Aaron lalu menyeruput kopinya sebelum melanjutkan ucapannya. "Aku malas bercerita padamu, Matt. cukup keluargaku saja yang tau."


Aaron enggan menceritakan tentang asal muasal Casey terlahir kedunia ini. Bukannya malu untuk bercerita, baginya jaman sekarang sudah tidak aneh lagi hamil diluar nikah. Tapi bila mengingat kejadian itu malah membuat Aaron kembali emosi, karena ulah seseorang yang telah membuat adiknya bertahun-tahun menderita sendirian.


"It's oke, Ar. Aku bisa mengerti, tapi kau jangan sungkan padaku. Kau sudah ku anggap saudara sendiri karena di sini aku tidak punya siapa-siapa."


ucap Matthew seraya menepuk bahu Aaron. Namun dikepalanya Matthew terus berfikir, bagaimana agar kawannya itu bisa terbuka dan mau menceritakan lebih detail tentang kehidupan Atreya.


"Kapan Satria dan adikmu itu menikah? sepertinya mereka sudah dekat sekali." tanya Matthew lagi berusaha terus mencari tau


"Mungkin bulan depan."


"Bulan depan? cepat sekali. Memangnya mereka sudah berhubungan lama?" Matthew semakin kepo, tapi Aaron tidak menaruh curiga sedikitpun.


"Sebenarnya mereka sudah hampir menikah 6 tahun lalu. Tapi adikku hamil, dan keluarga Satria membatalkannya" tutur Aaron dan sukses membuat kedua mata Matthew terbelalak seraya menautkan kedua alis tebalnya.


"Adikmu hamil kenapa malah dibatalkan? aneh. Justru seharusnya dipercepat, bukan diundur hingga selama itu." tanya Matthew sambil menyeruput kopi terakhir dalam cangkirnya hingga kosong.


"Masalahnya bayi yang dikandungnya itu bukan anak Satria. Saat adikku berada di Dublin, dia dijebak orang hingga mabuk dan dimanfaatkan laki-laki sialan itu hingga hadirlah Casey."


Uhuk...uhuk...uhukk!!


Seketika Matthew tersedak minumannya sendiri. Wajahnya menjadi merah, serta kedua mata yang mulai berair akibat menahan tenggorokannya yang tercekat. Aaron langsung meminta air mineral pada pelayan. Matthew pun segera menenggak air mineral yang diberikan Aaron dalam botol kecil itu secara perlahan-lahan.


"Kau baik-baik saja kan, Matt?" Aaron menepuk-nepuk bahu Matthew yang masih tercekat. perlahan tenggorokan Matthew mulai kembali normal setelah air jernih itu mengalirinya melalui mulutnya. kini ia kembali mengatur nafasnya yang sedikit tersengal-sengal.


"Kau ini seperti Casey saja yang sering tersedak air minumnya hingga seperti orang menangis seperti itu." Aaron terkekeh melihat kedua mata Matthew yang terlihat sudah penuh, dan sudah dipastikan dengan sekali kedipan saja air mata itu akan tumpah.

__ADS_1


"Sialan" Matthew segera menyusap kasar kedua matanya dengan tangan. Hati dan pikiran berkecamuk setelah mengetahui sebuah fakta yang sebenarnya, yang secara tidak langsung telah menjawab semua kegundahan hatinya sejak pertama kali bertemu dengan bocah menggemaskan bernama Casey.


Tiba-tiba ponsel Aaron pun berbunyi. Suami dari Kinara itu langsung merogoh ponsel didalam jas kerja yang masih membaluti tubuh kekarnya.


"My wife"


Aaron memperlihatkan layar ponsel yang dipenuhi foto Kinara kehadapan Matthew, lalu ia beranjak menjauh dari tempat duduknya seraya memberi isyarat untuk mengangkat panggilan selulernya terlebih dulu.


Matthew pun hanya mengangguk santai seraya meneguk kembali air mineral dalam botol itu. Belum ada lima menit, Aaron pun kembali mendekat dan duduk kembali, lalu meneguk sisa kopinya yang mulai dingin.


"Sorry, Matt. Aleena demam, aku harus balik sekarang" ucap Aaron tenang. Namun masih bisa terlihat raut kekhawatiran diwajah tampannya itu.


Matthew begitu terkesiap mendengarnya.


"Oh, oke. sebaiknya kau cepat pulang, Ar. Mereka membutuhkan mu. kalau ada apa-apa jangan sungkan menghubungi ku."


"Thanks, Matt" Aaron menepuk bahu Matthew lalu bergegas keluar dari coffee shop itu menuju kerumahnya.


Sementara Matthew pun sepertinya bersiap-siap untuk pergi juga. Setelah melakukan pembayaran, ia bergegas keluar menuju mobilnya terparkir. Didalam mobil, ia tidak segera menyalakan mesinnya. Matthew malah menurunkan kaca pintu mobil, lalu mengambil sekotak rokok dari dalam laci dashboard mobil tersebut.


Gila, jadi Casey itu anakku?


Matthew menggelengkan kepalanya. Dia menyeringai sendiri seraya menyulut sebatang rokok dimulutnya untuk ia hisap. Pria blesteran Inggris-Jerman itu masih tidak percaya dengan Kenyataan ini. Tapi kini ia bisa memanfaatkan keadaan untuk membuat Satria dan Atreya batal menikah lagi.


Sorry, Satria. Sepertinya pernikahan mu akan batal lagi. Aku tidak akan melepaskan Atreya kedua kalinya. Dia hanya akan menjadi milikku.


.


.


.


.

__ADS_1


maaf ya slow update nih, author nya lagi persiapan bikin kue lebaran 😀😀


jangan lupa tinggalkan jejak dan votenya ya gaess.... 🙏🙏🤗


__ADS_2