Lovely Atreya

Lovely Atreya
terpaksa harus kembali


__ADS_3

Satria mencoba membujuk Casey, namun bocah itu sepertinya benar-benar merindukan sosok dirinya yang sudah lama tidak dijumpai sang bocah.


"pokoknya selama Mama dan Daddy belum kembali aku mau tinggal sama Om Sat aja." Ujar Casey tak mempan dengan bujuk rayu siapapun termasuk Lily dan juga William.


"Casey, tapi besok Mama sama Daddy akan pulang. kita tunggu dirumah yuk!! kita bikin kejutan untuk mereka." bujuk Lily.


Entah kenapa kali ini Casey sangat sulit dibujuk. William sudah menawarkan akan membelikan beberapa Lego kesukaannya pun ditolak. bahkan dengan es krim sekali pun bocah itu sudah tidak berminat.


"aku gak mau, grandma. aku cuma mau sama Om Sat." Rengek Casey.


Mendengar rengekan Casey membuat telinga Bella jengah. dia bingung dengan panggilan 'Om Sat' yang sering bocah itu lontarkan kepada lelaki yang terlihat sangat dekat dengan keponakannya itu.


"kamu siapa sih? kok bisa dekat banget dengan anaknya kak Matthew?", tanya Bella menatap sinis pada Satria.


Satria terdiam. Dia bingung harus bicara apa, apalagi didepan William, CEO NEOTECH. boss besar diperusahaan tempatnya dia bekerja. selama dia bekerja dikantor ini Satria belum pernah bertatap muka langsung dengan boss besarnya ini. hanya sesekali melihatnya itupun dari kejauhan. Tapi kali ini Satria diberi kesempatan bertemu dengannya sangat dekat bahkan tanpa jarak hanya karena kekonyolan Casey.


"Kamu orang yang direkomendasikan Matthew itu kan?" suara bariton William membuat Satria begitu terkesiap. "siapa namamu?" tanyanya lagi.


"Iya Tuan. nama saya Satria." Jawabnya sedikit gugup.


William tak perlu lagi merespon jawaban dari Satria. dari sana dia sudah tau siapa Satria yang sebenarnya. Dengan alasan tersebut, Matthew pernah merekomendasikan seorang pegawainya di neotech Indonesia yang memiliki kompetensi yang cukup baik untuk bergabung dikantor pusat. dan ternyata benar, setelah melalui beberapa tes, pemuda itu cukup piawai dibidangnya. William hanya mengetahui dari laporan-laporan yang diterima dari pejabat yang bersangkutan, tanpa mengenal atau harus bertemu dengan Satria secara langsung.


"kenapa kamu bisa begitu dekat dengan Casey?", giliran Bella bertanya. perempuan itu sudah dari tadi penasaran dengan jawabannya.


"hhmmm... saya tetangganya Casey waktu di Indonesia." jawab Satria ngelantur.


Bella langsung mengernyit. "lho, bukannya tadi kau bilang kalau Casey itu anak dari temanku?"


"hhmmm.." Satria malah jadi gugup. "Ya, ibunya teman masa kuliahku dan kebetulan rumah kami berdekatan." ujarnya.


"Oya?" Bella masih menatap sinis kepada pemuda dihadapannya itu.


"cukup-cukup!" William memutus pembicaraan tersebut. "sekarang kamu ikut kami kerumah!!" ucap William seraya telunjuknya menunjuk kearah Satria.


"maaf Tuan?", Satria mengernyit. dia tidak mengerti apa maksudnya William memintanya untuk ikut kerumah boss besarnya itu.


"ini perintah!! sepertinya Casey sangat dekat denganmu. jadi selama anak dan menantu ku belum kembali dari berbulan madu, ku harap kau mau tinggal bersama kami menemani Casey." ucap William penuh penekanan.


Satria hanya bisa diam tanpa menunjukkan ekspresi apapun dihadapan semuanya. namun jika saja ada yang melihat isi hatinya, pemuda itu begitu beringsut saat tau kedua orangtua dari bocah itu tengah pergi berbulan madu. jangan ditanya lagi jika saat ini dadanya terasa panas. Itu karena api cemburu yang sudah membakar hatinya.


*****


Sementara ditempat lain,

__ADS_1


Perempuan bermata biru yang tengah memejamkan mata sambil menggigit bibir bawahnya itu sedang menikmati cumbuan dari suaminya. Sedangkan Matthew yang tengah sibuk dengan tubuh sang istri membuatnya jadi berasa di awang-awang dan lupa untuk berpijak.


Atreya pun mulai menyukainya, Ia membiarkan lelaki itu menyentuhnya dengan lembut dan penuh hasrat. Matthew mengangkat kepalanya, menatap sang istri yang berada dibawah kungkungannya itu sejenak sebelum kembali fokus pada penyatuan mereka.


Setelah hampir satu jam akhirnya beberapa menit kemudian lenguhan keras terdengar dikeduanya. Matthew lalu berguling kesisi kanan ranjang yang mereka tempati. Dia berusaha menormalkan nafasnya lalu kembali mendekati atreya untuk menghujani beberapa kecupan diwajahnya.


"terima kasih untuk semuanya." Lirih Matthew seraya mengecup puncak kepala Atreya.


"Untuk apa?" Atreya mendongak agar bisa menatap wajah suaminya.


"karena sudah mau mencintaiku" ujar Matthew lirih dan semakin mengeratkan pelukannya.


Matthew berfikir bahkan dulu beberapa kali melakukannya dengan Alice tidak pernah seindah dan senikmat ini. mungkin karena dia melakukannya tidak dilandasi rasa cinta.


Atreya mengulum senyum, Matthew memang laki-laki pertama yang menyentuh miliknya. Dan akan menjadi yang terakhir bila Tuhan mengijinkannya.


*****


Bias sinar mentari pagi menyentuh wajah Atreya dan membuatnya terbangun. Perlahan Atreya memindahkan tangan Matthew yang melingkar dipinggangnya, dan saat akan turun dari ranjang Matthew pun malah ikut terbangun.


"mau kemana?" tanya Matthew seraya mengucek kedua matanya.


"badanku terasa lengket dan sakit semua. Aku ingin berendam air hangat." ujar Atreya perlahan beranjak.


Matthew segera turun dari tempat tidur, memutari setengah ranjang itu masih dengan tubuh polosnya. lalu menggendong Atreya ala bridal style ke kamar mandi dan memasukkan istrinya itu ke dalam bathtub.


"Maatt...kok ikut masuk?" pekik sang istri sambil menutup tubuh bagian depannya dengan menyilangkan kedua tangannya. "seharian kemarin dan semalam itu apa belum cukup?"


Matthew malah diam. Ia memeluk Atreya dari belakang, mencium leher jenjang istri cantiknya itu. "belum sayang." bisiknya tepat disamping telinga Atreya.


"Maatt...udah dong." Rengek Atreya manja.


"iyaa deh udaaah..." sahut Matthew memanjangkan kalimatnya. "Aku hanya ingin membantumu saja kok ini." Matthew menahan senyumnya, merasa gemas mendengar rengekan manja Atreya yang baru pertama kali didengarnya itu. Kemudian tangan Matthew mulai menggosok punggung sang istri dengan sabun beraroma lavender.


"Matthew ternyata baik juga, aku telah salah menilainya. Tolong jaga dia untuk ku dan casey, Tuhan." gumam Atreya dalam hati. Kali ini dia merasa sudah benar-benar bisa mencintai suaminya itu dengan sepenuh hati.


Tanpa disadari Atreya sedang tersenyum sendiri dengan wajah merona membayangkan kisah semalam yang ia lalui bersama sang suami. Matthew selalu memperlakukan dirinya dengan baik dan lembut, meski tak cukup sekali dua kali dalam sehari dan itu yang membuat tubuhnya terasa sakit dan pegal-pegal.


Setelah acara berendam bersama, mereka melanjutkan untuk makan bersama direstoran cepat saji yang ada diarea hotel tempat keduanya menginap. tak lupa juga mengajak Jhon untuk makan satu meja dengan mereka. awalnya Jhon menolak, namun Matthew tetap memaksa dan akhirnya Jhon pun mengiyakannya.


"gimana tidurmu semalam, Jhon. Nyenyak?" tanya Matthew basa basi.


"saya tidak tidur, tuan." sahutnya.

__ADS_1


"hah?" Sepasang suami-istri itu terlihat kaget.


"kenapa?" tanya Matthew seraya mengesap kopinya.


"menjaga tuan dan nona didepan pintu atas perintah tuan William." jawab Jhon sangat datar.


"terlalu berlebihan." ujar Matthew.


Tiba-tiba ponsel Matthew bergetar disaku celana pendeknya. ia segera merogoh untuk mengambilnya.


"panjang umur. tuan William mu menelpon ku." kata Matthew menunjukan layar ponselnya yang tertera nama 'Daddy William' kepada Jhon. lalu Matthew segera menyusap icon hijau untuk menjawab panggilannya tersebut.


"Ya Dad" sapa Matthew.


"bagaimana bulan madunya, sukses?" tanya William diseberang sana terkekeh.


"kami sangat menikmatinya. terimakasih untuk semuanya." sahut Matthew lalu tersenyum kearah Atreya yang duduk disampingnya. Entah kenapa wajah Atreya langsung merona melihat senyuman manis dari Matthew, seperti gadis yang tengah jatuh cinta saja.


"Matt, kemarin Casey bertemu dengan pemuda bernama Satria. anakmu itu tidak bisa lepas darinya. sampai akhirnya kami meminta pemuda itu untuk tinggal dirumah sampai kalian kembali." tutur William dan sukses membuat Matthew terlonjak kaget.


"apa?? kenapa mereka bisa bertemu sih dad?"


"kemarin terpaksa Casey kami bawa ke kantor karena ada pertemuan mendadak dengan klien saat kami sedang mengajaknya jalan-jalan." ujar William berusaha menjelaskan.


"shit!!" umpat Matthew lalu memutus panggilannya dengan William.


"ada apa, Matt?" Atreya bingung dengan raut wajah suaminya yang tiba-tiba saja berubah.


"cepat habiskan makannya, Rea. sepertinya kita harus pulang hari ini." ujar Matthew kemudian.


"lho, kenapa? bukannya baru besok kita kembali?" tanya Atreya mengerutkan keningnya.


Matthew tidak menjawab pertanyaan Atreya. dia hanya tidak ingin istrinya itu kembali teringat mantan kekasihnya. Matthew sebelumnya tidak memperhitungkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi selama dirinya, Atreya dan Casey berada di Berlin. padahal Dia tau kini mereka berada satu kota dengan Satria. Lelaki yang sangat dihindari Matthew untuk menjaga anak istrinya.


Karena sesungguhnya Matthew sangat takut kehilangan Atreya dan juga Casey.


.


.


.


.

__ADS_1


jangan lupa like and komen nya ya....


dukung terus author untuk ikutan contest dinovel ini ya 😁 🙏🤗


__ADS_2