
"Ini menu starter anda, Tuan dan Nyonya. Steak antelop with grapefruit, Avocado and bilini. Dan menu starter ke dua kami siapkan special herbed polenta caked with fresh pesto and orange butter milk creamsicle. Silahkan dinikmati" ucap pelayan restoran dengan fasih.
Mereka menyajikan hidangan pembuka tersebut dengan begitu elegan. Pelayan itu pun membuka botol wine, menatap Atreya sambil sedikit membungkuk. "Biar saya tuangkan anggur untuk anda nona" ucapnya meminta ijin.
Atreya mengangguk dan tersenyum memegang gelasnya. "Baiklah, terima kasih. Tolong tuangkan juga untuk suamiku. Walau hanya untuk bersulang, aku rasa kamu juga harus minum sedikit, Matt" Atreya menatap suaminya sambil tersenyum.
Pelayan itu pun mengangguk, lalu menuangkan wine selanjutnya ke gelas Matthew, Satria dan Bella secara bergiliran.
"Baiklah, tidak masalah jika hanya sedikit. Bukan begitu, Sat?" jawab Matthew sambil mengangkat sebelah alisnya kemudian melirik sekilas ke arah Satria.
Lalu Matthew tersenyum dan mengangkat gelas yang sudah dituangi anggur. Atreya, Satria dan Bella pun mengikutinya.
"Untuk double date ini", ucap Matthew sambil tersenyum mengangkat gelas, siap untuk bersulang.
Ting!!
Permukaan gelas itu bertemu, berdenting menghasilkan bunyi yang tajam namun indah.
Matthew dan Atreya meminum anggur yang ada ditangan mereka masing-masing sambil saling menatap. Begitu juga dengan Bella yang menatap Satria kagum. Namun pandangan Satria malah tak lepas menatap Atreya.
"Silahkan semuanya. Mari kita mulai makan!" ucap Matthew mempersilahkan semuanya.
Atreya mengambil lipatan serbet yang ada dihadapannya, dan ikut membentangkannya dalam pangkuan. Yang lain pun terlihat melakukan hal yang sama.
Mereka memulai makan malam tersebut bersama. Menu-menu full course dikeluarkan berurutan sesuai aturannya.
Matthew tampak menikmati makanannya. Mengunyah potongan-potongan kecil yang dimasukannya ke dalam mulut. Ia makan dengan rapi dan tenang, kilau cahaya lilin memantul lembut menunjukkan sisi-sisi wajahnya yang terlihat tampan dan mempesona khususnya bagi Atreya.
Satria melirik Matthew beberapa kali sambil memotong daging steak dipiringnya. Sungguh, pemuda itu sebetulnya sangat enggan dengan acara double date ini. Namun apalah daya, dia tidak bisa menolak ajakan dari seorang CEO NEOTECH tersebut. Tak ingin terperangkap dalam suasana hening tak berucap. Satria pun mulai berbicara.
"Matt, terkait masalah aplikasi yang bocor itu aku punya ide, bagaimana jika kita--"
Matthew mengangkat wajahnya seketika dan menatap dengan tatapan yang tidak mengenakkan.
"Sat, aku sedang tidak ingin membahas pekerjaan. Bagaimana kalau kita bahas masalah yang lain, hubungan kalian misalnya?" ujar Matthew menyela.
"Hah?" Matthew terbelalak. "Maksudnya apa?"
"Tentang hubungan kau dan Bella."
"Apa maksudmu, Kak Matt?" tanya Bella menyahutinya.
__ADS_1
"Kalian berpacaran?" tanya Matthew seraya menusukkan kembali potongan steak menggunakan garpu.
"Tidak!!" sahut Satria dan Bella secara bersamaan.
Matthew tertawa kecil, sementara Atreya hanya tertawa tipis.
"Tapi kelihatannya kalian cocok" kata Matthew seraya memandang Satria dan Bella secara bergantian.
Mendengar hal itu malah membuat Satria mendengus kesal. Dia merasa kalau Matthew sengaja menjodoh-jodohkan dirinya dan adik sepupunya tersebut.
Apa maksud lelaki ini? apa dia masih takut aku akan merebut kembali Atreya darinya?
"Anggurnya sangat nikmat. Tidak baik jika menyisakkannya, bukan? " ucap Satria segera mengganti topik pembicaraan.
"Ya, rasanya enak sekali anggur ini" Bella kompak mengalihkan pembicaraan dan kembali menuangkan anggur itu lagi ke dalam gelasnya dan sekaligus meneguknya.
Hingga Bella merasa ketagihan hingga terus menerus menuangkan anggur nikmat itu ke dalam gelasnya.
"Cukup, Bella!" Matthew meraih botol anggur di meja yang tinggal setengah.
Bella meraih botol tersebut. "Aku masih bisa menghabiskannya tanpa mabuk, Kak. Hukk!" Bella cegukan diujung kalimatnya. Nada suaranya sudah mulai mendayu.
"Sudah cukup, Bell! Kau bisa semakin mabuk nanti." giliran Satria kini yang menarik kembali botol anggur dan menjauhkannya dari Bella.
"Steve?" Matthew mengernyit.
"Dia mantan kekasih Bella" sahut Satria.
"Kelihatannya Bella benar-benar mabuk. Kita sudahi dan pulang saja." ujar Atreya memberi saran.
"Ayolah... berikan aku wine lagi!!" rengek Bella meminta kembali botol wine dari tangan Satria.
Melihat tingkah Bella, Matthew menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Sebaiknya Bella diantar ke apartemennya saja, Sat. Kalau dibawa pulang kerumah bisa bahaya, ibunya akan marah besar bisa melihat anaknya mabuk begini." saran Matthew, Ia takut Lily tidak akan terima jika Bella kembali kerumah dalam keadaan mabuk dan meracau. Bisa-bisa Matthew sendiri yang akan habis diomeli bibinya itu karena sudah mengajak dan mengundang Bella untuk dinner bersamanya.
"Kamu sih, Matt. Pake acara pesan-pesan wine mahal itu. Jadinya begini kan?" Atreya malah menyalahkan suaminya karena menurutnya ini adalah ide Matthew sendiri.
"Kenapa malah jadi menyalahkan ku? aku pesan wine itu untuk kamu, bukan untuk Bella."
"Apa?" bola mata Atreya terbelalak. "jadi kamu benar-benar ingin membuatku mabuk?"
__ADS_1
"Tidak begitu juga. Aku hanya ingin menghangatkan suasana saja. Seharian ini kamu terlihat tegang dan kaku, sayang." ujar Matthew terkekeh dan mendapat pukulan pelan dari sang istri di bahunya.
"Kamu tuh ya, salah sendiri pergi gak pamit. Bikin aku khawatir seharian saja, tau gak." sahut Atreya seraya mengerucutkan bibirnya manja.
Satria yang melihat tingkah Atreya dan Matthew seperti itu malah membuatnya jadi salah tingkah. Lelaki itu merasa risih dengan dada sedikit sesak dan menghangat melihat keduanya yang semakin romantis. Tak khayal selalu mengumbar kemesraan didepannya.
"Jadi bagaimana? apa perlu Bella ku antar ke apartemennya sekarang?" tanya Satria dan membuat sepasang suami istri itu mengalihkan pandangan ke arahnya.
"Iya, Sat. Sebaiknya segera kau antar Bella ke sana. Nanti aku yang akan bilang pada bibi Lily kalau Bella langsung pulang ke apartemen" sahut Matthew.
Satria mengangguk. "Oke. Kalau begitu aku akan antar Bella sekarang."
"Aku gak mau pulang ke apartemen, Sat. Aku mau pulang ke apartemen mu saja. Hukk!! bolehkan, Sat... Satria?" ujar Bella kembali meracau.
Atreya yang melihat tingkah Bella mabuk seperti itu jadi teringat masa lalunya dulu. Membayangkan saat dirinya dijebak Jessie hingga mabuk dan terus meracau memanggil-manggil nama Satria.
"Pastikan kamu membawa Bella ke apartemennya, Sat. Jangan dengarkan ucapannya!!" ucap Matthew mewanti-wanti seraya menatap tajam pada Satria.
"Menurutmu aku akan membawa Bella ke apartemen ku begitu? yang benar saja, Matt" sahut Satria mendecih.
aku bukan seperti kamu yang dulu memanfaatkan perempuan mabuk untuk ditiduri. Lagipula aku tidak pernah tertarik dengan Bella. Dia bukan seleraku.
Lirih Satria dalam hati lalu beranjak dari duduknya, memapah Bella hingga akhirnya naik ke atas mobil. Ia memasangkan sabuk pengaman ke tubuh Bella.
"Bella?" panggil Satria mencoba mendeteksi level kesadaran bella.
"Hhmm." Bella hanya bergumam dan menyandarkan kepalanya disandaran jok mobil.
Satria tertegun sambil menatap wajah Bella dari dekat. Senyuman miring tersungging dibibirnya.
"Kamu memang cantik dan baik, Bell. Tapi sayangnya kamu bukan kriteria gadis impianku. Kamu tidak selugu Atreya dulu." gumam Satria. Lalu menghidupkan mobilnya tersebut dan melesat pergi menuju apartemen Bella.
.
.
.
.
I love Monday 😘😘
__ADS_1
Jangan lupa like, komen and VOTE nya gaess 😁🙏