Lovely Atreya

Lovely Atreya
hari itu tiba


__ADS_3

Hari itu pun tiba. Namun Matthew mengingkari perjanjiannya dengan Atreya. Ternyata pernikahannya digelar cukup mewah disebuah hotel berbintang. Tepatnya di hotel yang sama saat Atreya janjian dengan Satria. Prosesi pernikahannya diadakan pada siang hari, dilanjutkan dengan resepsi pernikahan dengan mengundang banyak rekan-rekan bisnis Matthew, ditambah dengan kolega-kolega Aaron yang ikut serta diundangnya.


Acara malam ini adalah acara terakhir dari seluruh rangkaian acara pernikahan mewah yang Atreya dan Matthew gelar.


Ingin sekali Atreya menyelesaikan acara terakhir tersebut.


Tubuhnya sudah terasa lelah dan pegal dibagian kaki, karena seharian ini harus terus berdiri menggunakan high heels sepuluh centi, guna menyambut para tamu undangan yang datang.


Belum lagi angin yang bertiup dari pendingin udara menerpa tubuh bagian atasnya yang terbuka. Atreya menjadi tidak nyaman dan menggigil.


Malam itu atreya bertemu dengan semua pegawai NEOTECH Indonesia yang sengaja Matthew undang tanpa membicarakannya terlebih dulu dengan Atreya. Mereka saling bersalaman dengan tatapan yang sulit diartikan ketika berjabat tangan dengan pengantin wanitanya.


"Selamat ya, Atreya. Eh, Ibu Atreya" ucap Alan meralat ucapannya dengan nada sedikit sinis.


Atreya ingat kalau Alan adalah teman dekat Satria dikantornya. Mungkin Alan kecewa dengan Atreya. Namun dia pun tak berani meluapkan rasa kecewanya dikarenakan ada sosok Matthew disebelahnya, lelaki yang sangat berpengaruh dipekerjaannya itu.


Ada juga beberapa wartawan bisnis yang tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dan mewawancarai Matthew yang notabene anak dari pengusaha yang terkenal itu.


"Kenapa ayah anda tidak hadir dipernikahan ini?" tanya salah satu wartawan bisnis tersebut.


Matthew tersenyum. "beliau tidak sempat datang kemari karena pernikahan kami yang mendadak. Tapi beliau sudah merestui kami."


"Dengar-dengar Anda ternyata sudah memiliki anak berusia lima tahun dari Mbak Atreya, apa betul? kenapa anda baru menikahinya sekarang?" tanya wartawan itu lagi memberondong banyak pertanyaan.


"Maaf ya, mas-mas semuanya, saya tidak bisa mengekspos kehidupan pribadi saya sama semua orang. Permisi." Matthew pun segera pergi dari kawanan yang haus berita tersebut. Dan menyerahkan semuanya kepada para bodyguardnya.


Setelah acara pelemparan buket bunga, Matthew diminta untuk menggendong Atreya hingga ke kamar pengantin yang sudah disiapkan oleh pihak hotel.


Atreya merasakan tubuhnya melayang ketika Matthew menggendong Atreya ala bridal style, kemudian masuk ke kamarnya.


"Turun kan aku! " protes Atreya saat pintu kamarnya sudah ditutup.


Matthew tak menghiraukan. Ia terus berjalan lalu menjatuhkan tubuh Atreya diatas ranjang king size berseprei putih, terdapat kelopak bunga mawar berbentuk love diatas sprei yang kini sudah berhamburan karena gaya gravitasi dari tubuh Atreya yang jatuh, disusul dengan gaya pegas dari per didalam kasur yang mendorong Atreya kembali ke udara.


Matthew ikut berbaring disamping istrinya. Nafasnya terdengar ngos-ngosan karena telah menggedong tubuh Atreya dari tempat resepsi menuju kamarnya.

__ADS_1


"Ini pernikahan yang aku impikan selama ini. Menikah dengan mu" ucap Matthew kemudian terkekeh dengan kedua mata menatap Atreya disampingnya.


Atreya tercengang, kedua bola matanya menerawang ke langit-langit kamar, entah kenapa ia tidak suka dengan kalimat yang baru saja Matthew ucapkan.


"Aku duluan mandi ya" tanpa menunggu jawaban, lelaki itu beranjak kembali dari ranjangnya, lalu masuk kedalam kamar mandi.


Setelah Matthew masuk kekamar mandi, Atreya pun bangun duduk didepan cermin rias. Memperhatikan dirinya yang kini sudah berstatus istri Matthew, bukan Satria yang selama ini diimpikannya.


Tak berapa lama Matthew keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk putih yang melilit dipinggangnya. Rambut yang basah dibiarkan menetes begitu saja ke bahunya.


Kini giliran Atreya yang masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Tak mau berendam terlalu lama, akhirnya Atreya menyudahi acara mandi malamnya. Atreya segera keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan kimono hotel dan rambut basah yang dililit handuk ke atas kepalanya.


Matthew tengah duduk ditepi ranjang sambil memainkan handphone dengan hanya menggunakan celana boxer dan bertelanjang dada.


Atreya memindai isi lemari yang ada dikamar presidential suite tersebut. Mencari baju dalam dan baju tidur untuk ganti, tapi ia tidak menemukannya di dalam sana. Hanya ada satu lingerie yang sangat seksi dan g-string yang tergantung disana.


Ia mengambilnya, beberapa saat membolak balikan lingerie itu. Tanpa sadar Atreya menipiskan bibir dengan ekpresi jijik, lalu menyimpannya kembali kedalam lemari.


Kini Atreya disibukkan mencari ponselnya. Lelah mencari, perempuan itu baru ingat jika ponselnya tadi dititipkan kinara.


"Kenapa?" tanya Matthew santai.


"Aku gak dikasih baju ganti, hanya ini..." Atreya memperlihatkan lingerie yang tergantung dilemari.


Lalu Matthew memperlihatkan sebuah pesan dari ponselnya yang beberapa menit lalu Kinara kirim ke nomor Matthew.


Maaf kami terlalu lelah. jadi Baju ganti kalian akan kami antar besok. Jangan pikirkan tentang casey. Karena dia sudah tidur nyenyak bersama kami. Selamat menikmati malam pertama 😘


"Shit! Trus gimana ini?" Atreya berdecak kesal.


"Ya pakai saja yang ada" jawab Matthew lalu berbaring ditempat tidur dengan menutup matanya.


Kepalanya bertumpu pada kedua lengan yang dilipat kebelakang yang menampilkan otot indah dilengannya.


"Matt..." panggil Atreya terdengar frustasi. Baru kali ini Atreya memanggil namanya dengan sedikit merengek dan manja seperti itu.

__ADS_1


"Ehhmm" Matthew hanya berdesis menanggapinya.


"Aku gak bisa pake baju model ginian" keluh Atreya dan sukses membuat Matthew menahan senyumnya untuk tidak keluar dari bibirnya.


Bagaimana tidak, satu kamar dengan seorang lelaki hanya memakai baju sangat kekurangan bahan seperti itu. Ya meskipun Atreya sadar, kini ia telah menikah dengan Matthew. Tapi jujur saja ia belum siap membuat lelaki itu merasa tergoda dengan penampilannya.


"Ada apa sih? Emang masalah? " sahut Matthew menyatukan alisnya.


"Ya gak sih, cuma---" Atreya tidak melanjutkan kalimatnya.


Akhirnya Atreya kembali ke kamar mandi sambil mengerucutkan bibirnya. Dengan berat hati ia memakai lingerie tersebut.


Untungnya lingerie itu satu stel dengan kimono, walau bahannya tipis dan tembus pandang, setidaknya jika dipakai bersamaan tidak akan terlalu menerawang.


Saat keluar dari kamar mandi, Atreya berpapasan dengan Matthew yang hendak mengambil minuman dilemari pendingin. Namun lelaki itu sama sekali tidak memperlihatkan ekspresi apa-apa. Sangat datar dan cuek. Dan itu membuat Atreya merasa nyaman daripada menjadi pusat perhatiannya.


Padahal pada kenyataannya, Matthew sedang berusaha setengah mati untuk tidak melirik tubuh seksi istrinya yang hanya berbalut lingerie sialan itu.


Pria itu tidak ingin membangunkan sesuatu hingga perempuan itu berakhir dibawah kungkungannya. Matthew hanya ingin melakukannya atas dasar suka sama suka, dan bukan karena dipaksakan.


Atreya segera naik keranjang lalu menarik selimut untuk menutupi tubuhnya hingga leher. Dan Matthew pun tak lama kemudian menyusulnya naik keatas ranjang dan berbaring disebelah Atreya.


"Selamat tidur, nyonya Matthew" ucap lelaki itu mendaratkan kecupannya dikening Atreya. Dan entah kenapa kali ini Atreya terlihat sedikit tenang, tanpa protes ataupun penolakan.


Akhirnya keduanya pun tertidur dengan posisi saling membelakangi.


.


.


.


.


Like dan komen kalian bikin author makin semangat lho... apalagi ditambahin vote poinnya untuk author nih 😁😁 dukung terus akunya ya 😘

__ADS_1


__ADS_2