Lovely Atreya

Lovely Atreya
EPILOG Part Ending


__ADS_3

Matthew menatap Atreya lekat. Istrinya itu terlihat sangat berbeda, seolah Atreya Gildea Mark O’Neill didepannya ini adalah sosok perempuan yang baru sekali ini Matthew temui.


Atreya memang jarang sekali berdandan. Sehari-harinya dia mungkin hanya memakai Cream wajah tipis agar kulitnya tidak terpapar sinar ultraviolet, ditambah lipstick berwarna natural agar bibirnya tidak terlihat pucat. Rambutnya pun hanya diurai seperti biasanya.


Walaupun tentu saja Matthew tidak pernah merasa harus berkeberatan dengan itu semua, kesederhanaan Atreya-lah yang menjadikan istrinya itu adalah Atreya.


Tapi penampilan Atreya malam ini memang membuat Matthew terpukau. Dress yang dikenakan Atreya saat ini adalah duplikasi emerald gown yang dipakai Emma Stone sebagai Mia Dolan di film La La land. Matthew tau Atreya sangat menyukai film tersebut dan mungkin sudah beberapa kali menonton ulang. Untuk itu, lelaki itu memberikan gaun itu kepada Atreya dengan pesanan khusus dari desainer ternama.


Matthew mengagumi potongan gaun selutut dengan kerutan dibagian dada yang tampak sederhana tapi indah itu, cocok dengan postur Atreya yang tidak terlalu gemuk dan tidak terlalu kurus. Kini perempuan itu pun berjalan pelan mendekati meja tempat Matthew duduk, lelaki itu tersenyum menatap perempuan yang telah menjadikannya seorang Daddy dari Casey dan Quinne.


Lalu ia pun berdiri untuk menarik kursi dan mempersilahkan Atreya duduk. “Have a seat, Mylove” bisik Matthew ditelinga Atreya, membuat Atreya sedikit geli karena hembusan napas dari Matthew yang terasa panas ditengkuknya. Atreya dengan sengaja mengerling nakal ke arah suaminya tersebut.


“Thank you, Matt” ujar Atreya seraya mencium pipi Matthew sekilas. Matthew benar-benar harus menahan diri untuk tidak segera ******* bibir Atreya atau melemparkan si gaun hijau itu dari tubuhnya sekarang juga.


Mendadak Matthew menyesal kenapa mereka harus makan malam ditempat umum seperti ini? Kenapa tidak dibalkon depan kamar mereka saja? Sehingga apa pun yang dia inginkan akan segera terjadi. Pikiran Matthew mulai ngaco padahal dia belum meneguk wine yang sudah ia pesan untuk makan mala mini.


“Ehem” Matthew berdehem, membersihkan tenggorokannya yang tiba-tiba saja tercekat, seraya berfikir keras, apa lagi yang harus dia ucapkan didepan Atreya. Astaga, kenapa aku jadi begini? Seperti baru pacaran saja? Rutuk Matthew dalam hati. “Rea”


“Ya?” Atreya mendongak dari buku menu yang sedang dibacanya, matanya yang biru menatap Matthew. “kamu mau makan apa, nih?”


“Makan kamu” jawab Matthew cepat.


Atreya tergelak kecil, kemudian menutup wajahnya dengan buku menu, membuat Matthew sedikit memaksa menurunkan buku itu dengan tangannya karena tidak ingin terhalangi menatap wajah Atreya.


“Gak usah lebay deh” ujar Atreya pelan.


Matthew mengernyit, “Lebay? Aku serius, sayang” ujar Matthew.


Atreya bergeming, tidak membalas ucapan Matthew, hanya menatap lelaki itu beberapa detik tanpa berkedip, lantas tersenyum lebar saat dia menemukan bayangannya sendiri dikedua bola mata coklat milik Matthew. Atreya terkadang masih belum bisa percaya sepenuhnya, bahwa lelaki dihadapannya ini telah membuatnya benar-benar jatuh cinta. Entah sejak kapan rasa itu muncul, tapi detik ini dan selamanya, Atreya hanya akan selalu mencintai Matthew.


Tak henti-hentinya Atreya mengucap syukur karena setelah kejadian satu bulan yang lalu itu ia bisa terbebas dari penyekapan yang didalangi Claire. Kini Claire harus menjalani sisa hidupnya di balik jeruji besi setelah ulahnya yang menghilangkan nyawa orang lain. Ya, Mike lah yang menjadi korbannya. Mike menarik tubuh Atreya dari dekapan Claire hingga perempuan itu semakin emosi. dia pun langsung menarik pelatuk pistol yang ada ditangannya itu dan langsung diarahkannya kepada Atreya, namun nahas malah mengenai leher Mike hingga sosok bertubuh kekar itu tumbang dengan bersimbah darah dilantai. Claire menyesali perbuatannya yang telah menghilangkan nyawa seseorang dengan tangannya sendiri, tapi penyesalan selalu datang diakhir. Biarlah ia merasakan akibat perbuatannya itu dibalik penjara.

__ADS_1


***


Satu tahun kemudian,…


Senja menjingga, matahari belum sepenuhnya hilang seperti juga malam yang belum seluruhnya datang. Ombak  yang menyapa pantai untuk sesaat menjadi satu-satunya suara yang ada, mengiringi semua orang yang tengah memanjatkan doa.


“Baiklah, semoga kedua mempelai bahagia selamanya” ujar sang pemimpin doa dan disambut ucapan Aamiin oleh semua orang yang hadir disana.


Satria dan Bella, pasangan itu tampak sedang berbahagia, mereka saling menatap sebelum berciuman disaksikan kerabat-kerabat terdekatnya. Pesta kecil itu begitu sederhana, tanpa kemewahan dan kemegahan apa pun, bahkan sepasang pengantin dan para tamu bertelanjang kaki, mengukir jejak pada pasir yang akan segera menghilang saat ombak membawa jejak itu ke lautan.


Perlu waktu setahun bagi Satria dan Bella untuk memantapkan hati menjadi sepasang suami-istri. Dan tak ada yang tau tentang keputusan mereka ini. Tapi hari itu terjadi juga, sore ini, di pantai indah ini, Satria-Bella mengikrarkan janji suci dihadapan keluarga inti dan sahabat-sahabat dekatnya.


“Aku tidak menyangka mereka memutuskan untuk menikah” ujar Atreya sedikit terisak, bahagia melihat Satria yang sudah dianggap sahabatnya itu bahagia.


“Kamu tidak cemburu, kan?” tanya Matthew seraya memeluk pinggang Atreya.


”Ya enggak lah, aku justru bahagia akhirnya Satria bisa mendapatkan Bella. Mereka sangatlah serasi, Bella yang jauh lebih muda, tapi dia gadis yang dewasa dan bijak. Sangat cocok sekali dengan Satria. Aku yakin mereka akan bahagia selamanya, seperti kita” ujar Atreya lalu menyandarkan kepalanya dibahu Matthew.


“Iya, semoga mereka bahagia selamanya, seperti kita” sahut Matthew tersenyum.


 


"Atreya, Tante minta maaf atas sikap Tante yang tidak mengenakkan selama ini" ujar Dewi, ibunya Satria.


Atreya dengan santun menyalami perempuan itu terlebih dulu, "iya, Tante. Saya juga minta maaf karena sudah mengecewakan Tante waktu itu" ujar Atreya tersenyum.


Mereka pun sejenak saling berpelukan, "terimakasih, Atreya"


"Mama... Mama..." panggil Quinne berlari-lari kecil menghampiri Atreya. Tak lama kemudian Casey, Aldrick dan Aleena pun datang.


"Hey, kalian dari mana?" sapa Atreya tertawa seraya menggendong Quinne.

__ADS_1


"Rea," Kinara menyapa, disusul Aaron, Matthew, juga Marshall. Tak lama kemudian sepasang pengantin baru, Satria dan Bella pun ikut bergabung merayakan kegembiraan ini.


Mereka adalah orang-orang yang kuat. Orang-orang yang telah melewati liku perjalanan yang tak terduga, yang membawa kaki mereka menapaki tempat indah sekarang, dipesta sederhana ini. Namun semesta telah membuka tabir baru. Tak ada lagi yang mengingat air mata, tragedy, kecemasan, masalah yang datang bertubi-tubi, maupun sosok-sosok yang sempat menoreh perih dihari-hari mereka. Kini hanya ada kehangatan dan ketulusan.


Sore itu semuanya merasa bahagia, seperti seharusnya, dan semoga untuk selamanya.


 


THE END


 


Terimakasih buat Reader yang sudah setia mengikuti alur cerita LOVELY ATREYA.


Sekarang waktunya kita move on dari rumah tangga Atreya dan Matthew yang berbahagia. Sudah saatnya kita menemukan orang-orang baru dan kisah yang baru. Yuk, kita jalan sama-sama lagi, bareng-bareng mengawali kisah dinovel baruku yang berjudul PESONA DOKTER STEVEN (kelanjutan dari novel ALEEYA) Menceritakan tentang seorang dokter yang mencari gadis kecil penyelamatnya dulu.


 


With love,


Tiny flavoi


Novel-novel karya ku :


- IN A BROKEN HEART TO FIND YOU


- ALEEYA (Berawal dari talak 3)


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2