Lovely Atreya

Lovely Atreya
restu sang kakak


__ADS_3

Benar saja, Aaron mendatangi ruang kerja Atreya. Ia sangat kesal dengan sikap adiknya yang tidak jadi datang ke acara seminar kemarin.


"Kemarin kamu kemana?" Aaron menatap tajam pada sang adik. Atreya yang sedang mencari berkas dilemari kabinet langsung terkesiap.


"Kak, Ar?"


Atreya menurunkan pandangannya karena tidak berani menatap kakaknya yang terlihat kesal itu. Ia bisa menduga Aaron pasti kecewa dengan sikapnya kemarin.


"Angkat kepalamu, Rea!! lama-lama kamu seperti Kinar ya, menunduk jika ada orang yang sedang bicara didepan mu. Tidak sopan sekali, ayo angkat!!"


Atreya pun menghela nafasnya, lalu mengangkat wajahnya untuk memandang wajah sang kakak yang terlihat geram itu.


"Katakan alasanmu apa? karena Naomi bilang, kemarin kamu dari kantor sudah pergi ke acara itu. tapi ternyata tidak ada."


"A...aku tiba-tiba gak enak badan, Kak. Jadi aku langsung pulang saja." ucap Atreya dusta.


"Kamu itu gak pandai bohong, Rea. Kalaupun benar, kenapa tidak menghubungiku? ayo katakan apa yang sebenarnya terjadi?"


Aaron menunggu Jawaban dari Atreya seraya melipat kedua lengan didadanya. Menyandarkan punggung dikursi meja kerja yang seharusnya diduduki Atreya.


"Itu benar, Kak. Kemarin aku sudah sampai di gedung itu. tapi tiba-tiba kepalaku pusing, bahkan aku hampir terjatuh. Untungnya ada petugas kebersihan yang menolongku. Kalau kakak gak percaya, tanya saja petugas kebersihan itu! dia pasti masih mengingatnya."


Atreya terpaksa berbohong terlalu jauh. Sialan, gara-gara pria brengsek itulah yang membuat dirinya jadi berani berbohong.


"Hah, untuk apa aku buang-buang waktu menanyakan hal yang gak penting begitu." Aaron beranjak dari tempat duduknya, hendak keluar dari ruangan Atreya.


"Lain kali konfirmasi dulu kalau mau membatalkan sesuatu." ucap Aaron tanpa menolehkan kembali wajahnya ke arah Atreya.


"Tunggu kak!!" sergah Atreya menghentikan langkah Aaron menuju pintu keluar.


"Satria mengajak aku dan Casey ke pantai Minggu depan. Jadi aku akan ijin tidak masuk bekerja untuk beberapa hari." ucap Atreya sebelum sang kakak benar-benar berlalu dari ruangannya.


"Dalam rangka apa nih, liburan?" Aaron melirik tajam.


"Di kantor tempat Satria bekerja mengadakan acara familly gathering ke pantai selama tiga hari. Satria mengajak ku dan Casey untuk ikut. Setiap karyawan dijatah membawa keluarganya 2 orang, jadi sayang kalau pergi sendiri." tutur Atreya.


" Itu familly gathering? memang kamu dan Casey keluarganya? bukan kan?"

__ADS_1


JLEBB!!


ucapan Aaron membuat Atreya tiba-tiba kesulitan menelan salivanya. Tak menyangka kalimat yang dilontarkan sang kakak membuat hatinya sakit.


Aaron kembali mendekati Atreya, memegang kedua pundaknya seraya menatap tajam wajah sang adik dihadapannya.


"Sampai kapan hubungan kalian ini akan terus seperti ini?" tanya Aaron dan sukses membuat kedua bola mata atreya terbelalak lebar.


"Kenapa kakak bertanya begitu?" Atreya malah balik bertanya.


"Aku bingung dengan hubungan kalian. Dulu Satria membatalkan pernikahan, tapi sampai saat ini kalian tetap dekat dan malah semakin dekat sejak ada Casey." ujar Aaron kembali mendekati Atreya.


"Dengar Rea, sekarang kamu sudah sangat dewasa. Aku tidak bisa mencampuri urusan mu lagi. Tapi saran ku, sebaiknya kamu bicarakan baik-baik dengan Satria. Akan dibawa kemana hubungan kalian selanjutnya? kalian tidak bisa seperti gini terus." tutur Aaron penuh penekanan.


Sejak sang Nenek meninggal dua tahun lalu, Aaron tidak serta merta melepas tanggung jawab seorang kakak begitu saja saat Atreya memutuskan untuk tinggal sendiri bersama anak semata wayangnya itu. Selama ini Aaron diam-diam menyewa seseorang untuk mengawasi rumah peninggalan sang nenek itu setiap saat. Dan dia sering menerima laporan bahwa Satria hampir setiap hari berkunjung kesana.


"Iya Kak, kemarin Satria melamar ku lagi. Ia ingin menikahi ku. Untuk resminya, Satria nanti akan datang kerumah kakak untuk meminta ijin."


"Oya? memangnya keluarganya sudah kembali setuju?"


Aaron mengusap kasar wajahnya. jujur saja dia sangat kecewa dengan keluarga Satria yang menolak Atreya menjadi bagian dari keluarganya sejak incident itu. Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena itu hak mereka untuk membatalkannya. Keluarga Satria itu masih berada jauh dibawahnya. bahkan Ayah Satria dulu seorang manager HRD dikantornya sebelum beliau lumpuh akibat kecelakaan dan mengundurkan diri. Aaron bisa saja membalas penghinaan keluarga Satria dengan menghancurkannya dalam sekejap. Tapi hal seperti itu tidak ia lakukan, karena Kinara, sang istri melarangnya. Balas dendam terbaik adalah hanya dengan memperbaiki diri sendiri.


*****


3 hari kemudian.


Satria menepati janjinya untuk datang kerumah Aaron hendak melamar Atreya yang kedua kalinya. Namun lamaran kali ini tidak semeriah dulu yang membawa serta kedua orangtuanya dan beberapa kerabat jauhnya.


Kini ia hanya datang seorang diri dengan berbekal sekotak cincin emas dan kekuatan cinta untuk melamar kekasih hatinya tersebut.


"Kamu yakin bisa membahagiakan Atreya? liat saja dirimu, Sat! terlalu banyak kekurangan" ucap Aaron memandang sinis Satria saat ia mengatakan ingin segera menikahi Atreya.


"Ar! kok bicaranya begitu sih?" Kinara menyikut lengan suaminya sambil berbisik.


Namun Aaron hanya diam, dia masih menunggu jawaban dari pria yang kini dihadapannya.


"Aku memang tidak punya apa-apa saat ini untuk membahagiakan Atreya dan Casey dari segi materi. Tapi aku akan kerja keras untuk memenuhi kebutuhan Mereka, Kak" ucap Satria.

__ADS_1


"Oya? baiklah, katakanlah aku percaya dengan kata-kata mu itu. Tapi bagaimana dengan keluargamu yang masih belum merestui hubungan mu dengan Rea? apa kamu akan tiba-tiba membatalkan pernikahan lagi dan membuat kami malu?" Aaron menaikkan sebelah alisnya. Memandangi Satria begitu sinis.


"Dulu aku memang salah, dan maaf telah membuat keluarga besar kak Aaron malu. Tapi kali ini aku janji tidak akan melakukan hal itu. Aku sangat mencintai Rea. Aku ingin bersamanya hingga kami menua nanti. Tolong ijinkan kami menikah!!"


Ucap Satria dengan nada sedikit memohon, dan sukses membuat air mata Atreya yang duduk disamping Satria tiba-tiba menetes begitu saja membasahi pipinya. Ia begitu terharu dengan kata-kata pria disampingnya itu. Atreya berharap Tuhan akan mengabulkan doanya tersebut. Karena ia pun punya harapan yang sama. Menikah dengan Satria, saling menyayangi dan mencintai, bersamanya hingga menua nanti dan akhirnya menutup mata.


"Oke, jadi kapan kalian menikah?" ucap Aaron membuat Atreya dan Satria tercekat kaget. Raut wajah mereka yang sebelumnya tegang kini mulai berseri ragu.


"Jadi kakak merestui kami?" Atreya meyakinkan kata-kata sang kakak barusan.


"Iya. Aku merestui kalian. Tapi dengan syarat pernikahannya harus segera dilangsungkan. Aku tidak mau menunggu lama. Bisa-bisa nanti kamu membatalkannya lagi, Sat. Aku mau awal bulan depan kalian menikah" ucap Aaron


"Apa? bulan depan?" Atreya terbelalak. Baginya bulan depan adalah waktu yang sangat singkat untuk mempersiapkan sebuah pernikahan.


"Yang penting kalian sah dulu. Masalah pesta kan bisa kapan saja" jawab Aaron.


"Aku setuju. Tadinya aku juga berfikir seperti itu. Tapi takut kak Aaron tidak menyetujui nya." tukas Satria dan malah mendapat tendangan dikaki oleh Aaron.


"Ah, itu sih maunya kamu saja, Sat. Ngebet kawin." sahut Aaron terkekeh.


Satria malah cengengesan seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sementara Atreya berusaha menyembunyikan pipinya yang sudah merah merona karena malu.


Tak lama kemudian Satria pun menyematkan cincin emas kejari manis Atreya. Anggap aja itu sebagai tanda jadi dirinya yang serius ingin menikahi gadis pujaan hatinya. Momen yang sangat sederhana, namun sangat berarti buat Atreya.


"Selamat ya buat kalian berdua. Semoga acaranya nanti berjalan dengan lancar" ucap Kinara tersenyum bahagia.


Atreya dan Satria hanya tersenyum dan mengamininya.


.


.


.


.


bagaimana menurut para Readers, kalian setuju Atreya menikah dengan Satria, apa dengan Matthew aja yang merupakan ayah biologisnya Casey ????

__ADS_1


__ADS_2