Lyandra Is Fake Nerd

Lyandra Is Fake Nerd
S2 ~ Bab 32


__ADS_3

Happy Reading


***


Ia matikan laptopnya lalu berjalan menuju meja itu. Ia membuka makanan itu. Ternyata makanan kesukaannya. Ia memakan makanan itu dengan lahap.


Tiba tiba dibawahnya ada secarik kertas. Ia membuka kertas itu lalu membacanya.


'Jaga dirimu baik baik !!!


Jangan lupa makan, minum, mandi, tidur apa lagi bernapas.


Aku akan pergi dengan keluargaku jadi baik baik disana.


Sampai jumpa


*


*


*


Dari : DRIK. '


"Ternyata darinya" guman Angel


"Selamat tinggal Kakak" kata Angel.


***


Angel menatap 3 buah foto didepannya. Satu foto Alvaro, satu foto Nathan dan satu lagi foto anaknya. Ia membandingkan satu persatu foto didepannya.


Alvaro memiliki rambut berwarna hitam, bola mata yang berwarna hitam pekat, hidung mancung, kulit putih. Sifat Alvaro menurut Angel baik, ramah, penyayang dan juga sedikit sombong tapi sepanjang penelitian Angel tak ada yang aneh dari Alvaro selain wajahnya yang mirip dengan Chris.


Nathan memiliki rambut berwarna coklat, bola mata berwarna coklat, lesung pipi di bagian pipi kanannya, hidung yang tidak mancung dan juga pesek dan kulit yang sedikit kecoklatan. Sifatnya pemarah, licik, sombong, kasar dan kejam menurut Angel.


Chris ia memiliki semua yang ada di Alvaro. Wajah yang bentuknya sama begitu juga warna bola mata, bentuk hidung, sifat, dan cara berbicara Chris sama seperti Alvaro.


"Ayahnya siapa sih" kata Angel


"Bukankah malam itu Nathan" teriak Angel ia menarik narik rambutnya. Untung ruangannya kedap suara jika tidak mungkin semua orang akan berlari keruangannya.


"Pusing gue" kata Angel.


"Ahhkkk"


'Tok...tok...tok...'


Angel membalikan badannya ia tau suaranya berasal dari belakangnya. Ia tak melihat seorang pun disana. Tapi ia melihat sebuah kotak kecil. Ia dengan hati hati berjalan ke sana ia dengan pelan pelan memegang kotak itu lalu membawanya masuk dan meanruhnya di meja kerjanya.


"Apa aku buka saja ya" kata Angel


"Buka aja ahhhh dari pada penasaran" kata Angel.


Membuka itu dengan hati hati. Ia penasaran dengan isi korak itu. Ia hati hati dan was was dalam membukanya. Saat terbuka ia terkejut melihat isinya ia melempar kotak itu.


"Apa apa an itu" gumannya


Disana ada fotonya dengan Chris dan Nathan yang dipenuhi darah dan di sana ditulis. Salah satu kalian harus mati. Ia membuat Angel cemas. Ia mengambil telepon yang ada didekat laptopnya. Ia menekan sebuah nomor seseorang.


"Perketat penjagaan Chris jika saat anakku pulang dan dua terluka sedikit saja ku pastikan kau mati ditanganku" kata Angel dengan cepat saat panggilan itu tersambung.


"Baik nona" kata orang disebrang sana. Orang itu sangat ketakutan saat terdebgar jekas saat menjawab tadi.


"Cepat lakukan" kata Angel.


Ia menyimpan kembaki telepon itu. Ia mengecek cctv dari laptopnya. Ia masih melihat seorang laki laki berpakaian tertutup dengan jaket dan masker hitam baru sja keluar dari lift.


"Cih, beraninya dia bermain denganku" kata Angel.


Ia memakai jaketnya. Lalu memasukan pistolnya kedalam jaket. Angel berlari menuju sebuah ruangan. Disana ada tiang yang sengaja ia buat. Ia menginjak sebuah besi ia menekan sebuah tombol pijakan yang ia pijak dengan cepat turun kebawah lebih cepat dari lift.


Ia sudah berada dilantai dasar ia keluar. Ia berlari mengejar orang itu dengan berlari. Laki laki itu sangat cepat. Bahkan Angel harus mengerahkan semua kekuatannya. Ia sudah lama tak berlatih tubuhnya sedikit kaku. Mereka melewati gang gang kecil semakin jauh mereka berlari msemakin sepi tempat itu. Angel tak menyerah mengerjar laki laki itu.


Sampai laki laki itu berhenti di jalan buntu. Ia denga santai duduk disalah satu kursi yang ada disana.


"Aku tau kau akan mengejarku" kata laki laki itu.


"Diamlah kau ******** gila. Emang gak ada otak kau" kata Angel dengan kesal menatap laki laki itu


"Dikira gak cape apa ngejarnya" kata Angel.


"Mengapa kau mengejarku kalau kau mudah cape" kata laki laki itu sambil berjalan mendekat kearah Angel tapi tak melepas masker dan atau jaket yang ia pakai untuk menutupi tubuhnya.


"Apa maksud mu tentang foto itu" kata Angel sambil berteriak ia matap tajam laki lakinya.


Mata abu abunya selalu mancarakna kedinginan. Tapi laki laki itu malah tertawa. Tawa yang sangat menyeramkan untuk di dengar menurut Angel.


"Aku hanya memberimu hadiah bukankah menarik. Aku baik bukan" kata laki laki itu diakhiri tawanya.


"Jawab pertanyaanku atau kau mati" teriak Angel tanganya terkepal.


"Kamu mau bertarung nona" kata orang itu.

__ADS_1


"Diamlah" kata Angel ia mulai menyerang laki laki itu.


Laki laki itu dengab capat menghindar serangan Angel. Angel mulai memukul, menendang, dan melakukan yang lainnya tapi tak satu pun ada yang mengenai. Laki laki itu tenaga Angel mulai terkuras. Ia bekum beristriahat dengan baik dan baru saja sembuh tenaganya belum pulih sempurna dan sekarang ia harus bertarung dengan laki laki yang mengganggunya.


Angel mulai menyerang lagi setelah ia beberapa detik mengumpulkan tenaga.


"Manis" kata laki laki itu.


Dengan kencang Angel melancarkan tinjunya namun hanya menyentuh sudut bibir laki kaii itu membuat sudur bibir laki laki itu berdarah yang terlihat dari masker yang ia pakai basah terkena darah walau hanya sedikit.


Laki laki itu tertawa laku berjalan mendekat kearah Angel. Angel yang merasa didekati pun mundur kebelakan. Laki itu maju selangkah demi selangkah begitu pun dengan Angel ia juga ikut mundur sampia ia membentur ketembok dan tak bisa mundur lagi. ia mengeluarkan pistolnya namun sudah direbut terlebih dulu oleh laki laki itu da. dibuangnya jauh. Laki laki itu menutup mata Angel dengan tangannya dengan rapat. Angel memberontak. Laki laki itu mengeluarkan sesuatu dari jaketnya. Ia menborgol tangan Angel dengan paksa kebelakang. Angel tak bisa memberoktak lagi tubuhnya tak sangup melawan laki laki kuat didepannya. Laki laki itu membuka maskernya lalu laki laki itu dengan cepat mencium Angel dan lama lama melu*atnya. Angel semakin berusaha memberontak lepas dari laki laki didepannya.


"Emmm, lepaskan aku" kata Angel sambil berusaha memberontak.


Laki laki itu menekan tubuh Angel kebelakang tanganya mulai masuk melalui bawah kaus Angel. Dia menyentuh bagian bagian sensitif Angel. Angel yang merasa tak enak semakin memberontak. Angel menggigit bibir laki laki itu tapi laki laki itu hanya berhenti sebentar saja kemudian melanjutkannya lagi. Amis itu yang ia rasakan. Ia merasakan darah yang ia buat. Ia menggigit bibir laki laki itu dan membuat nya berdarah.


Laki kaki i tu mulai seenaknya menyentuh tubuh Angel. Angek mulai lemas. Ia tak bisa memberontak. Tiba tiba laki laki itu mengeluarkan tangannya dan melepas borgol lalu masan maskernya dan membuka tangannya yang menutup kedua mata Angel. Lalu pergi dengan cepat.Kedua mata Angel masih belum bisa melihat dengan jelas karena terlalu lama ditutup. Angel melihat ke semua tempat tak ada siapa siapa.


Ia berjongkok sambil menyenderkan tubuhnya ke tembok. Ia matap langit biru diatasnya.


"Hosh... hosh... hosh..." Angel mengambil nafasnya. Ia sudah hampir mati kehabisan nafas.


"Laki laki brengsek" kata Angel.


Ia mengambil hpnya lalu menelpon anaknya karena hanya suara anaknya yang mampu menenangkannya.


"Hallo Mom" kata Chris di sebrang sana.


"Kapan kau pulang" tanya Angek dengan nada dibuat buat.


"Ah, mom aku juga ingin pulang Study tour ini sangat membosankan" kata Chris


"Selesai kan tour mu dan lomba mu. Iatu sanagt menyenangkan. Dasar Bodoh" kata Angel.


"Aku jenius mom kenapa mommy menyebutku bodoh" kata Chris.


"Ah, terserahmu" kata Angel.


"Mommy akan menemuimu 3 hari lagi" kata Angel.


"Kenapa Mommy datang kemari" tanya Chris dengan kesal.


"Hei aku pemilik yayasan itu tentu aku boleh ikut. Apa kau lupa sayang" kata Angel.


"Ah, terserah mommy saja" kata Chris


"Bye mommy aku harus pergi kami akan pergi kesuatu tempat" kata Chris.


"Bye, sayang" kata Angel


***


Angel baru saja sampai dikantornya ia memperbaiki penampilannya dulu. Detalh ity baru datang kekantor. Saat ingin masuk lift seorang resepsionis memanggil namanya.


"Nona Angel" panggil orang itu.


"Ia apa" tanya Angel.


" Hari ini nona ada jadwal beetemu seseorang" kata resepsionis itu.


"Kirim alamatnya kepadaku" kata Angel lalu ia bertanya lagi.


"Dimana Alex" tanya Angel.


"Tuan sedang ada urusan nona" kata resepsionis itu.


"Kirim cepat alamatnya aku ak pergi kesana sendiri" kata Angel ia masuk kedalam lift yang dari tadi terbuka.


***


Setelah mendapat berita tadi Abgel mennganti pakaiannya. Ia memakai pakaian formalnya. Ia memoleskan make up di wajahnya walau tipis.


Ia menatap di kaca. Ia kagum dengan wajahnya sendiri.


"Kau sangat cantik" kata Angel


Meriksa ponselnya Alamatnya sudah dikirim ia membawa perlengkapannya. Lalu segera berangkat dengan mobil yang ia punya. ia sampai disebuah restoran mewah. Angel masuk kedalam ia menanyakan kepad pelayan dimana ruangan yang dikirimkan oleh resepsionis nya itu.


Kini ia spai didepan ruangan itu. Angek amsuk kedalam ternyata kolega busnusnya itu dalah orang yang benci yaitu Nathan.


"Selamat sore nona Angel" kat Nathan denvan sopan ia mengulurkan tangannya.


Angel menerima ukuran tangan itu dengan baik dan penuh senyuaman. Detelah itu mereka membicarakan bisnis selama satu setengah jam. Angel harus profesional dalam berkerja.


Setelah itu mereka makan malam bersama. Nathan tiba tiba menanyakan pertanyaan aneh kepada Angel.


"Apa benar namamu Angel" tanya Nathan


"Ia memang kenapa?" tanya Angel.


"Ayah dari Chris siapa" tanya Nathan lagi bukannya manjawab pertanyaan Angel ia malah menanyakan lagi.


"Ayahnya sudah meninggal memang kenapa tuan Nathan" tanya Angel.

__ADS_1


"Aku hanya ingin tahu" kata Nathan sambil memalingkan wajahnya.


"Aku punya teman bernama Cassandra" kata Nathan tiba tiba.


"Ini mau curhat ceritanya" mata Angel


"Ia" jawab Nathan.


"Dia sangat cantik sama sepertimu tapi dia bermuka dua" kata Nathan sukses membuatnya tersedak dengan minumannya.


'Sialan nih. Nathan awas aja lo gu bejek bejek sampe jadi rujak. Enak banget ngomongin orang bermuka dua' batin Angel.


"Terus" kata Angel dengan wajah penasaran.


"Dia membunuh adikku" kata Nathan.


"Ah, kasihan sekali dirimu" kata Angel.


"Tapi aku cinta dia" kata Nathan yang sukses membuat Angel terkejut.


"Dia sudah membunuh adikmu" kata Angel.


"Dia cinta pertama ku" kata Nathan.


"Sekarang dimana dia sekarang" kata Angel ia membuat wajahnya seperti orang yang penasaran.


"Dia sudah tiada aku yang membuatnya tiada" kata Nathan. Air mta menetes dari matanya. Pipinya mulai basah. Angel menyerahkan sapu tangannya kepada Nathan.


"Sudah jangan menayalahkan dirimu" kata Angel.


"Kita tak bisa mengulang waktu tapi kita bisa merencanakan masa depan. Ya, walau pun Tuhan yang menentukannya" kata Angel.


"Aju pergi dulu ya. Aku punya banyak kerjaan" kata Angel ia membereskan barang barang nya dengan cepat lalu pergi.


"Apa apa an dia" kata Angel ia membuka mobilnya lalu masuk kedalam mobil itu.


"Apa dia pikir aku ini apa bisa dipakai dan da buang sesenaknya" kata Angel.


Dijalan ia jadi tidak fokus karena ia memikirkan kata kata Nathan dijalan yang sepi ia malah menabrak pohon karena tadi ia tak fokus. Ia keluar dari mobilnya. Ia mendanv mobilnya namun bukannya mobilnya yang yerkena tendangan ia malah terjatuh dan kakinya terkilir. Ia ingin menangis kakinya yang terkilir lebih sakit dari pada terkena peluru menurutnya.


"Butuh bantuan" tanya Seseorang.


Angek berbalik ia melihat Alvaro jalan mendekatinya.


"Apa kau tidak keberatan menolongku. Aku tak ingin disebut pelakor nanti" kata Angel.


"Tenang saja tak ada orang disini" kata Alvaro sambil melihat kekanan dan kekiri.


"Kau kenapa" tanya Alvaro.


"Aku tak sengaja menabrak pohon dan saat aku keluar aku terjatuh dan kakiku terkilir" kata Angel sambil memegangi kakinya.


"Apa yang harus kulakukan" tanya Alvaro kepada Angel.


"Tolong bantu aku berjalan kemobil aku akan menelpon Alex dan setelah itu kau bisa pergi" kata Angel


"Ok" kata Alvaro ia berjalan mendekat kearah Angel ia berjongkok dan bukannya membantu Angel berdiri. Alvaro malah memilih menggendong Angel dan membawanya kemobilnya bukan kemobil Angel. Alvaro meletakkan Angel disamping kursi kemudi.


"Hei aku bilang bantu aku berjalan bukan gendong aku dan juga kenapa kau membawaku kemobilmu" kata Angel ia menatap kesal Alvaro.


Alvaro berjalan menuju mobil Angel dan mengambil tas Angel lalu kembali kemobilnya.


"Akan lama menunggu Alex" kata Alvaro. Ia duduk disamping Angel dan langsung menjalankan mobilnya.


"Mobilmu akan dibawa oleh orangku" kata Alvaro.


"Tapi kenap harus kau. Aku bisa pulang dengan Alex tak apa menunggu lama" kata Angel.


"Kau mau kakimu semakin parah" kata Alvaro.


"Ya jelas tidak lah" kata Angel.


Mereka sampai disebuah rumah mewah yang cukup jauh dari kota karena dari tadi mereka melewati jalan yang sepi.


"Kau meu membawaku kemana Jangan macam macam ya" kata Angel ia menatap galak Alvaro.


"Kau pikir aku mau dengan janda sepertimu" kata Alvaro.


'Jlebb'


Entah kenapa kata kata Alvaro menusuk ke hati Angel. Ia merasa itu seperti hinaan. Ia tak pernah menikah dan karena itu ia terlihat seperti wanita murahan. Dulu saat ia berada di Inggris ada teman sekolah Chris yang menyebutnya wanita murahan dan membuat anaknya dikucilkan maka sejak itu Chris tak pernah mau berteman karena temannya selalu menghinanya dan Chris.


"Ya kau memang benar" kata Angel ia mengalihkan pandanganya keluar.


Air menetes dari atas tiba tiba hujan deras datang. Angel menutup matanya. Ia tak suka hujan dan petir sudah dijelaskan bukan.


Alvaro diam diam menatapnya lalu bertanya.


"Kau kenapa" tanya Alvaro.


***


Jangan lupa Komen, Like, Vote !!!!

__ADS_1


Bersambung~~


__ADS_2