Lyandra Is Fake Nerd

Lyandra Is Fake Nerd
S2 ~ Bab 9


__ADS_3

Happy Reading


***


'Aku mendapatkanmu Caca sayangku' kata orang itu.


***


'Byurrr'


Air tersiram ketubuh Cassandra membuat ia tersadar dari pingsannya. Ia menatap dirinya diikat disebuah tiang. Kakinya diikat dengan tali dan kedua tangannya diikat keatas. Ia dikurung diruangan yang cukup besar dan gelap. disana ia melihat satu pintu berwarna coklat. Ia mencoba melepaskan tangan dan kakinya namun tak bisa. Ia menatap tajam 2 orang didepannya. disana hanya ada penerang lilin saja. Membuat Cassandra tak bisa melihat jelas orang itu.


"Lepaskan aku" teriak Cassandra.


"Siapa kalian cepat lepaskan aku" Cassandra berteriak lebih keras membuat laki laki didepannya marah.


"Hendrik kau keluar" kata laki laki itu. Laki laki yang bernama Hendrik keluar seketika lampu menyala.


Cassandra menutup matanya karena merasa silau. Pintu itu terkunci. Ia menatap sekelilin tak ada cara lain untuk kabur hanya ada pintu.


Laki laki didepan Cassandra tertawa. Cassandra hanya menundukan kepala. Jujur ia merasa takut rasa traumanya saat diculik masih terasa walau ia sering konsultasi ke psikiater. Ia hanya bisa menunduk.


"Ayolah, bukannya kau gadis pemberani" kata orang itu. Ia mengangkat dagu Cassandra membuat Cassandra menatap laki laki itu.


"Dulu kau sering bersikap sombong keman itu semua, huh" teriak orang itu.


"Siapa kau dan lepaskan aku" teriak Cassandra.


"Aku tak bisa melepaskanmu dengan mudah. Dn juga bukankah kau suka bermain" kata orang itu.


Laki laki itu mengambil sebuah cambuk. Ia mencambuki tubuh Cassandra. Cassandra hanya menggiit bibirnya menahan sakit dan supaya tak ada teriakan atau ringisan yang keluar.


"Kenapa kau tak berteriak hah" kata orang itu. Cambukan dilakukan kembali berkali kali. Tubuh Cassandra melemas. Ia sudah tak memiliki tenaga. Laki laki itu menheluarkan sebuah pisau. Lalu menyayat pipi Cassanda. Darah menetes bahkan ada yang masuk kedalam mulut Cassandra. Air yang tadinya bekas menyiram dirinya bercampur dengan darah. Bekas cambukan juga membuat banyak luka ditubuhnya. Kini pakaiannya sangat kacau. Sobek dimana mana. Dan juga luka ditubuhnya.


Laki laki itu hanya tertawa.Ia menampar pipi Cassandra dengan kuat. Cassandra meringis membuat Laki laki itu tersenyum sinis.


"Apa salahku" tanya Cassandra dengan pelan. Ia sudah tak bisa berteriak. Air mata mulai mengalir.


"Kenapa kau melakukan ini" tanya Cassandra lagi.


"Hahahahaha, kau lupa denganku" tanya Laki laki itu.


"Kau siapa" tanya Cassandra.


"Kau ingat laki laki gendut bernama Nathan" kata Laki laki itu.

__ADS_1


Cassandra menggeleng pelan. Ia tak ingat laki laki bernama Nathan.


"Kauemang orang yang sombong" kata Laki laki itu.


"Kau dan Kakakmu sama" kata orang itu.


"Kau membuat adikkumati dan Kakakmu itu merebut kekasihku" kata laki laki itu. Ia kembali mencambuk tubuh Cassandra.


"Aku tak punya urusan dengan adikmu" kata Cassandra.


"Apa kau lupa dengan gadis yang pernah kau siksa dan bully yang bernama Amora" jata laki laki itu sontak membuat Cassandra menegang.


"Kau ingat rupanya" kata laki laki itu.


Laki laki itu mencengkram dagu Cassandra dengan kuat. Laki laki itu menatap wajah Cassandra yang mulai menakut.


"Kau tau dia siapa" teriaknya.


"Dia itu adalah adikku. Keluargaku satusatunya dan kau membuahtnya bunuh diri didepanku" kata Laki laki itu.


"Seharusnya kua saja yang mati. Dan Kakak laki lakimu Derick dia merebut Rachelia kekasihku dari ku" teriak laki laki itu.


"Kalian berdua telah merebut sesuatu yang berharga dariku" kata laki laki itu.


"Kau tau aku bisa membuat keluargamu terutama kakak laki laki yang kau cintai menderita" kata laki laki itu.


Cassandra tau betul siapa kakaknya. Dan semua kata kata laki laki itu adalah benar. Cassandra hanya diam dan memikirkan cara.


"Kau jadi budakku dan kakakmu bebas" kata laki laki itu.


Cassandra menggeleng dengan cepat. Ia tak mau jadi bawahan siapa pun. Ia tak mau seperti itu.


"Kau pikir dengan itu kau mau" Cassandra mencoba teriak ia menggerak gerakan tanganya.


'Plak'


Tamparan keras ke pipi Cassandra. Laki laki itu semakin marah melihat Cassandra memberontak.


"Kau pikir aku tak segan melukai kau dan keluargamu, hah" kata orang itu.


Orang itu mengambil ponselnya. Lalu menelpon seseorang.


"Cepat cabut semua saham yang kita tanam di Wilson Company" kata orang itu.


"Hei kau mau berbuat apa" teriak Cassandra.

__ADS_1


"Sahamku yang ada diperusahaan ayah mu cukup banyak dan jika ku cabut maka keluaragamu akan rugi besar" kata laki laki itu.


Cassandra tersenyum sinis. Cassandra berpikir kalau laki laki didepannya adalah laki laki paling bodoh. Orang tuanya punya banyak perusahan apa lagi ibunya.


"Ibumu juga sedamg kesusahan" kata laki laki itu.


Laki laji itu menunjukan ponselnya. Disana tertulis perusahan milik ibunya menurun drastis. Karena beberapa masalah. Ia kaget melihat itu. Ibunya tak pernah memberitahunya.


"Jika ku sebar berita itu mungkin akan membuat keluargamu hancur dalam seketika. Dan aku akan menjadi yang no satu. Dan masa kejayaan Ibu dan Ayahmu sudah habis" kata laki laki itu.


"Kau tau bukan tentang hal itu" kata laki laki itu


Tubuh Cassandra makin melemas. Keluarganya tak boleh menderita cukup dirinya saja. Ia akan berjuang sampai mati demi keluarganya tapi apakah harus seperti ini.


"Semua kesalahan kekuargamu kepadaku akan terbalas dengan kau menjadi budakku" kata laki laki itu.


Cassandra menutup matanya. Apakah kebahagiaan yang ia jalani kemarin adalah akhir kebahagiannya. Kemarin ia tertawa dengan keras sekarang untuk tersenyum tipis sungguh susah. Ia sekarang meyakini bahwa hidup itu seperti roda. Keatas lalu kebawah dan seterusnya.


"Itu slah keluargamu yang seperti itu dan terlebih dirimu yang membunuh adikku" kata laki laki itu.


"Aku akan kembali nanti" kata laki laki itu saat tiba tiba ponselnya berdering.


***


Cassandra menangis setelah kepergian laki laki itu. Ternyata hidupnya tak sepeti yang ia pikirkan. Sebentar lagi keluarganya hancur. Ia berpikir apa yang sekarang keluarganya lakukan apakah mereka mencarinya atau memikirkan perusahaan.


Ia tak pernah menyangka kalau kematian Amora akan berdampak seperti ini dan juga Rachelia ternyata memiliki seoranv menggemar.


"Apa diakan melepaskanku setelah aku memberikan Rachelia" guman Cassandra.


"Semua akan kulalukan demi keluargaku" guman Cassandra.


"Kakak kapan kau datang" guman Cassandra ia kemvbali tak sadarkan diri setelah lelah menangis.


***


Dilain tempat semua sibuk mencari keberadaan Cassandra yang menghilang tak ada jejak. Dan juga Perusahaan yang tiba tiba hancur. Dan datangnya sebuah pesan misterius. Membuat semua orang makin panik.


Author :


Hai semuanya !!!!


Jangan Lupa Vote, Komen, dan like ya !!


Karena itu semua dukungan kalian buat Author!!!

__ADS_1


Jika ada kesalahan atau kekurangan jangan lupa komen dibawah ya !!!!


TBC


__ADS_2