Lyandra Is Fake Nerd

Lyandra Is Fake Nerd
S2 ~ Bab 39


__ADS_3

Happy Reading


***


"Ah, Hallo tuan Alex. Mana bos mu. Jika menginginkan anaknya segera datang kepadaku" kata Orang disebrang sana. Alex menyalaka. loudspeakernya membuat semua yang ada disana mendengar.


"Mommy tolong" kata seorang anak kecil...


"Ahkkk" teriak Angel ia bangun dari tidurnya. Keringat membasahi tubuhnya ia menatap keluar lalu melihat ke jam. Dan sekarang sudah jam 17.45. Hampir satu hari ia tidur. Ia berjalan turun kebawah ia mengambil air minum. Ia meminum segelas air.


Ia kembali ke kamarnya lalu ia berjalan mrnuju kamar mandi. Ia menatap dirinya dikaca. Mimpi itu sangat nyata. Sangat sangat nyata. Ia seperti benar benar merasakan kejadian itu. Tubuhnya berkeringat dan air mata keluar dari sufut matanya. Jika itu memang benar dan akan terjadi kapan. Angel mencuci wajahnya berkali kali. Ia berusaha melupakan kejadian itu tapi tidak bisa. Ia membuka pakaiannya dan mandi dibawah pancuran air.


"Jika Itu memang benar itu tidak holeh terjadi" kata Angel ia memegang kepalanya.


"Apa memang benar semuanya akan terkuak. Apa memang benar akan terjedi seperti itu setelah mereka tau siapa aku" kata Angel.


"Tapi kenapa mereka sampai mengejar ngejar diriku hanya karena aku benar anak mereka" tanya Angel.


"Tak ada pentingnya sama sekali" kata Angel.


Ia menyenderkan tubuhnya ke tembok lalu memeluk lututnya. Ia menatap air yang jatuh dari atas.


"Apa mereka akan marah kalau aku benar benar masih hidup dan menyembunyikan segalanya." kata Angel.


"Aku rindu kehidupanku yang dulu" kata Angel.


"Aku hidup dengan baik tak ada masalah sama sekali. Aku menuruti semua permintaan orang tuaku tapi kenapa jadi seperti ini" kata Angel.


"Aku mohon tolong selesaikan semuanya" kata Angel.


"Aku hanya ingin bahagia dengan anakku apa itu salah. Dimana letak salahnya katakan" guman Angel.


"Jika harus merelakan semuanya aku akan berikan tapi tolong jangan ganggu aku lagi" kata Angel.


Ia menyudahi mandinya. Ia memakai pakaiannya. Lalu berjalan kedapur untuk makan. Ia memasak nasi goreng lalu mrmskannya didekat kolam renang. Ia menatap kolam renang didepannya.


"Ah, sudah lama tak renang. Kapan ya terakhir kali" tanya Angel pada dirinya.


"Ah, aku sudah mandi" kata Angel.


Ia sudah selesai makan ia berjalan ke dapir untuk menyimpan piringnya. Saat ia sudah didapur ada yang memencet bel rumahnya.


Ia berjalan menuju pintu saat ia membuka pintu. Ia melihat ada Alvaro dan seorang laki laki membawa kotak.


"Hai Angel" kata Alvaro.


"Oh, hai ada apa" tanya Angel ia melambaikan tangannya kepada Alvaro.


"Oh, hanya berkunjung apa aku boleh masuk" kata Alvaro.


"Boleh masuk aja" kayta Angel ia mempersilahkan Alvaro masuk.


"Selamat sore nona" kata laki laki itu.


"Ada kiriman paket" kata Laki laki ity sambil memberikan kotak itu.


"Tanda tangan disini ya" kata laki laki iti sambil menyerahkan pulpen.


Angel menandatangani kotak itu lalu membawa kotak itu masuk. Ia melihat Alvaro sedang duduk didalam.


"Kotak apa itu Angel" tanya Alvaro.


"Entah. Akhir akhir ini aku sering mendapatkan yang seperti ini" kata Angel.


"Apa isinya" tanya Alvaro.


"Hah, hanya barang yang tak berguna" kata Angel.


"Kenapa gak lapor polisi aja biar dir

__ADS_1


urus sama polisi" kata Alvaro.


"Nanti masalhanya makin ribet" kata Angel. Ia mengambil sebuah gunting lalu membuka kotak itu ada sebuah ponsel dan kertas.


'Angkat panggilanku jam 24.00 nanti'


Itu isi kertasnya tapi Angel hanya mengangguk. Bukan masalah besar hanya disuruh mengangkat panggilannya.


"Apa kau akan mengangkat panggilannya" tanya Alvaro


"Kenapa tidak. Siapa tau itu penting" kata Angel.


"Apa kau tidak takut dengan hal itu" tanya Alvaro.


"Aku sudah biasa" kata Nagel sambil tersenyum.


'Rasanya aku mau mati saja merasakan itu. Entah kapan aku bisa bahagia' batin Angel.


Alvaro tersenyum menanggapi kata kata Angel. Ia berjalan mrndekat kearah Angel dan duduk disebelah Angel.


"Tak semua orang benar benar peduli dan baik kepada kita. Kau tau banyak orang yang memakai topeng mereka masing masing baik dirumahnya atau diluarnya. Jika kau punya masalah juga jangan dipendam sendirian. Banyak orang yang bisa kau percaya. Tapi tak sedikit juga yang hanya ingin tau masalahmu" kata Alvaro.


"Jadi" tanya Angel.


"Kalau kau punya masalah kau bisa menceritakannya kepadaku" kata Alvaro.


"Ah, aku tak punya masalah" kata Angel.


"Ayolah kau tak perlu berbohong aku tau apa yang kau rasakan" kata Alvaro.


"Kau hanya harus menceritakan dan aku akan mendengarkan" kata Alvaro.


Angel menatap mata Alvaro. Ia seperti dihipnotis. Dan akhirnya ia menceritakam semuanya.


"Kau tau namaku sebenarnya adalah Cassandra Angelina Wilso. Aku anak dari Lyandra dan Darren. Aku punya kedua kakak bernama Devano dan Derick. Saat aku kecil mommy ku selalu mengawasiku dan mengajariku tentang bela diri. Aku menuruti semuanya. Tak pernah ada kata tidak yang ku ucapkan. Aku sayang mereka dan aku pikir mereka sayang kepadaku. Saat aku berumur 11 tahun aku punya seorang kekasih dan sahabat. Ya, mereka orang yang kusayang setelah Keluarga dan teman temanku. Tapi sebuah kenyataan mengubah semuanya. Kekasihku tau siapa aku sebenarnya dan kekasihku berpacaran dengan sahabatku dihari ulang tahunku aku mengetahui itu. Hatiku hancur. Kepercayaanku hancur. Mereka membuatku sangat kecewa. Dan dihari itu pula aku membunuh Sahabatku. Aku mulai menyadari apa yang kulakukan saat tenag malam dimana sedang dalam keadaan hujan deras dan berpetir. Aku takut hujan dan petir aku takut dengan mereka. Aku brlari menuju rumahku aku kehilangan kendali saat itu. Dan beberapa hari setelah itu aku pergi kesebuah rumah sakit dan membeli bebrapa botop obat penenang dan obat tidur. Karena beberapa hari itu aku tak bisa terkendali. Aku sering konsultasi kepada psikiater tapi semuanya tak berubah. Kebiasaan membunuhku pun makin tak bisa ku kendalikan. Dan saat aku berusia 16 tahun aku diculik dan ternyata penculiknya adalah kakak sahabatku. Aku disiksa olehnya. Dia berencana balas dendam kepada keluargaku. Aku malah dihamili olehnya. Aku benci dirinya. Saat aku dikurung olehnya diruangan dingin aku melancarkan sebuah rencanaku. Aku membuat diriku terlihat gila dan aku menjatuhkan diriku dari tangga. Aku tak berpikir bagaimana kandunganku nanti. Aku tak perduli. Aku tak mau membesarkan anak itu sendirian. Namun saat dirumah sakit aku bertemu dengan teman yang ku temui saat beberapa hari sebelum aku diculik. Aku melihatnya dalam keadaan yang cukup mengenaskan. Kata dokter ia tak bisa diselamatkan jadi dia bilang ingin membantuku menjalankan rencanaku. Kami menceritakan kisah kami kepada dokter dan akhirnya dokter pun membantu kami. Mereka membuat seolah oleh temaku itu adalah aku. Dan aku pergi bersama dokter ku dan teman ku yang juga seorang dokter. Ternyata dokterku seorang janda beranak satu. Kami berteman mulai saat itu juga. Teman ku dan doktek itu menjaga ku dengan baik. Dan kandunganku selamat hanya saja ia tak akan sehat saat lahir. Aku dan dokter itu pindah ke Inggris kami memulai hidup baru. Aku menganti namaku dan juga aku memakai nama belakang seorang musisi yang sudah kuanggap kakekku. Saat disana aku bertemu seseorang baik lagi dan kuangkat menjadi sekretarisku. Beberapa bulan kemudian aku melahirkan anakku. Walau anakku lahir dengan baik dan tak kurang satu pun. Anakku mempunayi penyakit ia tak boleh kecapean dan makan sembarangan. Setrlah itu aku hidup bahagia walau aku sering dikata katai oleh tetanggaku. Saat anakku berumur 3 tahun teman sekaligus dokterku pulang ke indonesia. Aku hidup bersama anakku. Saat usianya emm 6 tahun aku menemukan obat penyakitnya sudah disembuhkan. Setahun kemudian Aku harus kembali ke negara ini karena urusan perkerjaan. Semua berjalan baik sebelum aku bertemu dengan laki laki yang menghamiliku. Semua berubah tak hanya sekali dua kali masalah datang kepadaku. Hampir setiap hari. Dan ada seorang yang misterius mengirimiku benda benda aneh yang hampir setiap hari. Kadang benda itu pula yang menguak seseuatu. Sekarang aku sudah tahu kalau teman yang dulu kuanggap baik karena tekah mau membantuku ternyata wanita jahat yang mau merebut kebahagianaan keluargaku. Ahk, tak sampai disitu. Entah kenapa orang misterius itu menggangguku kadang tiba tiba ada didekatku tapi selalu tak ingin aku lihat. Entah apa masalahnya denganku. Aku melakukan kesalahan apa lagi aku tidak tau. Dan ada masalah lain sebelum itu. Aku tidak yakin kalau laki laki yang kubenci itu ayah dari anakku. Mereka sama sekali tak mirip. Jika bukan dia lalu siapa ayahnya. Aku selalu membohongi anakku supaya ia tak kecewa melihatku. Aku menutupi semuanya. Aku tak ingin terlihat sedih saat bersama anakku. Aku akan memberikan segalanya keinginan anakku. Jika aku bertemu ayah kandungnya pun kau tak mau bersamanya. Karena aku tak mau lagi menjalin hubungan" kata Angel ia menceritakan semuanya dan tak terasa air matanya menetes.


"Apa aku salah jika aku menginginkan kebahagian bersama anakku" tanya Angel.


"Tidak" jawab Alvaro.


"Tapi kenapa aku tak bisa mendapatkan itu" tanya Angel.


"Karena belum waktu nya" kata Angel.


"Lalu kapan " tanya Angel kepada Alvaro.


"Ah, sudah malam lebih baik kau pulang" kata Angel.


"Ah, ia sudah malam. Tadi aku mau mengatakan kepadamu kalau aku akan pergi ke Jepang beberapa bulan jadi jaga dirimu baik baik ya" kata Alvaro.


"Hati hati dijalan kalai begitu" kata Angel


Mereka berjalan menuju pintu. Angel mengantar Alvaro sampai kedepan pintu. Alvaro mengelus kepala Angel. Lalu berkata.


"Baik baik jangan ngelakuin hal aneh, Ok" kata Alvaro.


"Udah sana pulang" kata Angel.


Alvaro masuk kedalam mobilnya lalu membuka melambaikan tangan sebelum menutup pintunya dan lalu ia pergi.


"Apa katanya tadi belum waktunya" kata Angel.


"Lalu kapan waktunya. Apa tunggu aku mati dulu" kata Angel.


Ia berjalan menuju dapur lalu mengambil beberapa botol alkohol dan gelas dan membawanya ke ruang tamu. Ia melihat Handphone yang ada dimeja. Tak ada yang menarik. Handphone itu memang keluaran terbaru tapi Angel sudah punya. Ia menyalakan ponsel itu. Ia melihat walpapernya adalah fotonya bersama Chriss.


Angel tak ada nomor yang tersimpan disana dan juga tak ada aplikasi lainnya. Seperti baru dibeli. Tapi handphone itu sudah memiliki kartu yang sudah dipasang. Angel menuangkan minuman itu ke gelasnya sambil menonton televisi ia meminum minumannya. Ia menonton film kesukaannya saat kecil. Ia senang menonton itu ia tertawa melihat tingkah lucunya kartu yang ia tonton. Ia tak perduli dengan yang lain. Setelah menonton kartu ia berganti menonton film Action dan drama korea yang ada di tv nya. Ia sudah telalu banyak minum membuatnya sudah tak sadar. Sekarang sudah jam 24.00. Angel tak ingat kalau harus menjawab panhgilan seseorang. Ia tertidur disofa.


Ponsel yang ada dikotak itu berdering membuat ia terbangun.Dalam posisi tertidur ia mengangkat panggilan itu.

__ADS_1


"Hallo" kata orang disebrang sana.


"Apa kau buta sekarang sudah tengah malam dan kau masih menelpon seseorang" kata Angel.


"Kau lupa" kata orang disebrang sana.


"Ah, aku baru saja minum. Apa kau bisa menemaniku" kata Angel.


"Kau datang saja pintuku terbuka" kata Angel.


"Aku akan kesana" kata orang disebrang sana.


Angel menuangkan minuman dibotol itu kegelasnya setelah mengambil beberapa botol baru. Angel mulai meracau dan mengatakan hal hala aneh serta bernyanyi dengan tak jelas.


Tak lama ada seseorang yang berjalan menuju tempat dimana Angel duduk. Lalki laki itu duduk didepan Angel.


"Hai kau benar benar datang" kata Angel.


"Ah, hai aku Angel kau siapa" tanya Angel.


Saat laki laki itu ingin menjawab Angel malah memotong orang itu.


"Ah, tak usah memperkenalka. diri ini lebih bagus." kata Angel.


Ia mulai berkata kata aneh menceritakan apa yang ia tonton secara berantakan orang didepannya hanya memperhatikan Angel sambil sesekali minum minuman yang disediakan Angel.


"Apa aku boleh melihat wajahmu" tanya Angel.


"Tak boleh" kata laki laki itu.


"Ah, aku sama seperti laki laki aneh yang suka mengirim hadiah aneh itu" kata Angel.


"Cepat buka atau aku akan menangis" kata Angel.


"Menangislah" kata laki laki itu


"Hwwaaaaaa, hikss.... hiksss... mommy dia tak mau membuka maskernya" seketika tangis Angel terdengar. Ia menangis seperti dirinya waktu berumur 7 tahun ia selalu memanggil Mommy nya.


"Ah, cupp... cupp.. cupp" kata Laki laki itu.


"Kau tak boleh melihat maskerku tapi aku akan memberitahu satu hal" kata Laki laki itu.


"Apa" tanya Angel


"Kita adalah satu" kata laki laki itu lalu ia meninggalkan Angel sendirian memahami kata kata laki laki itu.


Angel menatap laki laki itu pergi lalu tersenyum.


***


"Kenapa jadi seperti ini" kata seorang laki laki sambil menatap rumah pujaan hatinya.


"Tujuanku datang sebelumnya buka. karena ini tapi kenapa malah kaya gini" kata laki laki itu ia melempar topinya.


"Kau sangat manis saat mabuk bahkan kau lebih cocon menjadi anak anak. Aku takut ada seseorang yang mengambil dirimu dariku" kata laki laki itu


"Tapi itu tak mungkin dan lagi pula aku sebentar lagi akan memiliki dirimu" kata laki laki itu lalu pergi.


AUTHOR :


HAI SEMUANYA👋👋


GIMANA CERITANYA ???


MAAF YA KALAU YANG BELUM NGERTI CERITANYA NANTI BAKAL DI JELASIN KOK. TAPI SABAR, JANGAN LUPA KOMEN, VOTE, LIKE UNTUK MENINGGALKAN JEJAK !!!


BACA TERUS LANJUTAN CERITA INI YA!!! BABAY 👋👋


BERSAMBUNG ~~~

__ADS_1


__ADS_2