
Happy Reading
***
Lyandra sampai di markasnya. Lyandra langsung berjalan menuju dimana Arthur berada. Lyandra melihat Arthur sedang tidur.
Lyandra tersenyum jahat. Lyandra merencanakan sesuatu.
Tapi saat ingin melakukannya ada yang lebih dulu meneriaki namanya. Lyandra berdecak kesal. Ia menatap anggotanya yang berteriak dan menggagunya.
"Apa" tanya Lyandra dengan wajah datarnya.
"Maaf nona kami hanya ingin memberitahu kalau Tuan Arthur sedang tidur" kata anggotanya.
Lyandra menatap anggotanya dengan wajah kesal. Ternyata anggotanya meneriaki namanya hanya karena ingin memberitahu kalau Arthur tidur.
"Pergi" teriak Lyandra
Orang itu langsung berlari mendengar teriakan dari Lyandra. Dan Arthur ia langsung terbangun dan melihat Lyandra ia langsung menundukan kepalanya.
"Baru bangun rupanya" kata Lyandra
"Maaf" kata Arthur
"Bagaimana mimpimu" tanya Lyandra ia duduk di sebelah Arthur.
"Baik" jawab Arhur ia masih saja menundukan kepalanya.
"Kau sedang kosong ya sampai bisa tidur nyenyak" kata Lyandra
"Perusahaan dan msemua markas sedang aman hanya beberapa hari yang lalu markas di London di serang dan semua masalah sudah selesai" kata Arthur.
"Kerja bagus" kata Lyandra
"Tolong carikan aku sekretaris baru" kata Lyandra
"Jessy kemana" tanya Arthur.
"Dia mengundurkan diri" kata Lyandra
"Kenapa" tanya Arthur
"Gak kenapa napa" kata Lyandra berusaha menutupi masalahnya.
"Kau bisa berlibur dan menikmati hidupmu tapi setelah kau bisa menyelesaikan masalah ini" kata Lyandra lagi
"Benarkah" tanya Arthur wajahnya langsung senang.
"Kau ini seperti aku tak pernah memberimu libur sampai kau senang begitu" kata Lyandra sambil menepuk punggung Arthur.
__ADS_1
"Kau bisa selidiki dari mana foto ini dan siapa sebenarnya yang ada di dalam foto ini" kata Lyandra sambil menyerahkan sebuah foto.
Mata Arthur langsung membulat dan wajahnya terkejut melihat foto itu. Foto itu menjelaskan kalau Lyandra berhubungan badan dengan seseorang.
"Kau tau aku tak mungkin melakukan itu" kata Lyandra
"Aku tau ini bukan dirimu dan kau tak mempunyai tanda lahir di telapak kakimu" kata Arthur
Arthur pernah melihat di telapak kaki kiri Lyandra tak ada sebuah bulatan yang agak besar berwarna hitam. Dan di foto memperlihatkan kaki si wanita dan mempunyai ada bulatan hitam itu. Dan dilihat di foto itu perempuan itu memakai gelang kaki.
"Aku tau itu pasti Bella" kata Lyandra
"Bagaimana kau yakin" tanya Arthur. Ia menatap Lyandra penuh tanda tanya.
"Aku tak mempunyai tanda lahir dan gelangvkai itu punyaku yang dulu pernah diambil oleh Bella" kata Lyandra.
"Selidiki lebih lanjut aku ingin berlibur aku terlalu capek untuk memikirkan hidupku aku ingin berlibur ke Bali setelah kau menemukan bukti bahwa pelakunya Bella langsung telepon aku" kata Lyandra
"Ok" kata Arthur
"Bye" kata Lyandra
Lyandra berjalan keluar meninggalkan Arthur. Selama ia berjalan keluar semua anggotanya menunduk memberi hormat kepada Lyandra. Lyandra yang melihat itu hanya bisa berdecak kesal sudah beberapa kali Lyandra bilang tak usah menunduk tapi semua tetap tak mau melakukan perintahnya.
Lyandra akhirnya sampai di mobilnya. Ia melajukan menuju mansionnya. Ia membereskan baju bajunya. Lalu kembali ke mobilnya dan segera berangkat menuju bandara bersama supirnya.
'Kebahagiaan yang hanya sesaat lagi' batin Lyandra
"Neng teh kenapa" tanya si supir yang bernama joko
"Gak apa apa" kata Lyandra.
"Neng kalo sedih cerita aja sama mang Joko" kata Joko.
"Mang, kalau sahabat mang Joko gak percaya sama mang Joko karena suatu hal dan malah percaya sama sebuah foto yang ternyata salah dan mang Joka udah buktiin kalau mang Joko gak bersalah dan mereka minta maaf apa mang Joko bakal maafin mereka atau enggak" tanya Lyandra kepada supirnya.
"Kalau saya mah neng bakal maafin mereka karena mereka teh sahabat saya neng tapi semua orang itu berbeda jadi pendapatnya juga berbeda jadi sesuai kata hati eneng aja tapi lebih baik memaafkan dari pada menyimpan dendam" kata mang Joko.
"Gitu ya mang" kata Lyandra
"Jadi eneng harus punya pendapat sendiri mau maafin atau enggak" kata mang Joko.
"Makasih mang" kata Lyandra
"Buat apa" tanya mang Joko
"Buat segalanya" kata Lyandra
Akhirnya mereka sampai di bandra. Lyandra turun dan mengeluarkan kopernya. Lyandra langsung pergi dan memesan tiket.
__ADS_1
***
Lyandra sampai di Bali. Lyandra memesan taksi untuk pergi ke hotel. Lyandra memesan kamar dan setelah selesai ia langsung masuk ke dalam kamarnya. Sekarang Lyandra sudah sampai dikamarnya. Kamar mewah dan elegan yang ia pesan. Lyandra loncat ke kasur setelaelempar kopernya dengan asal asalan.
Lyandra tertidur. Mungkin karena kecapean Lyandra akhirnya tertidur. Ia memimpika sesuatu.
Lyandra bermimpi. Dimana ia ada di sebuah gudang yang begitu kotor disana ada seorang laki laki, wanita dan seorang bayi. Si wanita itu tertawa jahat.
"Kita apa kan bayi ini" kata wanita.
"Aku sebenarnya ingin sekali membunuh bayi itu" kata si laki laki.
"Kita beri dia siksaan sedikit itu tak akan kenapa kenapa kan" kata si wanita
Si wanita menggoreskan silet ke pipi si bayi. Si bayi yang merasa pipinya tergores dan berdarah langsung menangis kencang. Si wanita yang merasa terganggu dengan tangis si bayi langsung memarahi si bayi. Laki laki itu memukuli kaki si bayi dengan agak kencang si bayi bukan diam malah tangisnya menjadi jadi. Si wanita yang sudah sangat marah ia berjalan menuju tasnya dan mengeluarkan pisau dari tasnya itu dan hendak menusuk perut si bayi.
"Dadah bayi kecil jumpai nenekmu sekarang" kata wanita itu.
Ia berjalan mendekati si bayi. Ia mengangkat pisau itu dan.
Lyandra bangun dari tidurnya nafasnya terengah engah dan keringatnya bercucuran. Lyandra tidak bisa melihat jelas semua wajah yang ada di mimpinya ia hanya melihat sebuah gelang kaki dan liontin.
Liontin dan gelang kaki itu mirip dengan punyanya.
'*Apakah itu aku?' batin Lyandra bertanya.
'Kenapa aku sangat yakin itu adalah aku' batin Lyandra
'Tapi siapa mereka' batin Lyandra*
Lyandra berjalan menuju kamar mandi. Ia mencuci mukanya supaya dapat melupakan mimpi mimpinya tapi semua sudah terekam jelas di memorinya.
Lyandra memilih membersihkan badannya. Ia mengganti pakaiannya menjadu gaun berwarna hitam selutut dan sneakers putih ia memakai tas putihnya.
Ia berjalan keluar dari kamarnya ia membawa tas selempang berwarna hitam. Ia mencari taksi untuk pergi ke club malam untuk menghilangkan bebannya kali ini.
**AUTHOR :
HAI SEMUANYA 👋
GIMANA CERITANYA KALI INI ????
MENARIK GAK SIH ???
SUKA GAK ???
JANGAN LUPA KOMEN, LIKE, DAN VOTE SEMUANYA !!!!!
KARENA DUKUNGAN KALIAN SEMANGAT AUTHOR.
__ADS_1
BABAY 👋👋
TBC**