Lyandra Is Fake Nerd

Lyandra Is Fake Nerd
Bab 53


__ADS_3

Happy Reading


***


Lyandra dan teman temannya sudah sampai di Zoo mini milik Lyandra. Mereka masuk kedalam Zoo mini itu. Lyandra berjalan memberi arahan kepada tamunya tentang hewan hewan yang ada disana. Lyandra menjelaskan dengan detail semua binatang mulai dari yang jinak sampai yang liar. Sampai 3 mereka selesai dan tugasnya pun sudah. Lyandra mengajak mereka ke sebuah rumah kecil namun mewah. Lyandra .embuat beberapa jus dan membawa beberapa makanan ringan. Lyandra duduk sambil memainkan laptopnya.


"Kau sedang apa, Ra" tanya Zio.


"Mencari orangtuaku" kata Lyandra


"Apa kau punya sesuatu untuk mencari orang tuamu" tanya Zio.


"Orang tuaku pasti kaya dan orang bule" kata Lyandra.


"Dari mana kau bisa menyimpulkan itu" tanya Zio sambil tertawa mendengar kata kata Lyandra.


"Aku bukan orang indonesia dan liontin ini sangat mahal" kata Lyandra sambil menunjukan liontin yang ia pakai.


Zio mengamati liontin milik Lyandra. Ia langsung terkejut melihat liontin itu.


"Lyandra bisakah kita bicara berdua nanti malam" kata Zio.


"Sekarang juga bisa" kata Lyandra.


"Gak nanti malam aja" kata Zio.


"Aku jemput mau ngomong dimana" tanya Lyandra.


"Adalah nanti kamu datang ke kediaman Vonderenty aja" kata Zio.


"Baru kali ini cewek yang jemput" kata Danzel.


"Masalah" tanya Lyandra


"Gak hanya aneh saja" kata Danzel.


"Aku pulang duluan" kata Danzel ia mengambil kunci mobilnya di meja lalu pergi.


"Kalian makan aja" kata Lyandra.


"Makasih, Ra" kata Nelsya yang merupakan salah satu teman Zio.


***


Malam sudah tiba Lyandra sudah sampai di kediaman Vonderenty. Lyandra berjalan menuju pintu rumah itu. Lyandra mengetuk pintu sebanyak tiga kali.


Seorang wanita paruh baya yang cantik keluar. Ia tersenyum kepada Lyandra.


"Hai Lyandra. Kita ketemu lagi" kata wanita itu.


"Hai tante Maudy. Sehat" tanya Lyandra dengan senyum manisnya.


"Tante sehat kok. Ayo masuk" kata Maudy.


"Ok tante" kata Lyandra


Mereka pun masuk ke dalam rumah. Lyandra dipersilahkan duduk bersama keluarga besar itu.

__ADS_1


Mereka saling berbicara sambil menunggu Zio datang.


"Kau sangat cantik" kata Lucas.


"Terima kasih, Paman" kata Lyandra.


"Kau hampir mirip dengaku" kata Lucas.


"Oh ya paman" kata Lyandra.


"Hidung mata dan bentuk wajahmu sama denganku dan rambutmu sama dengan istriku" kata Lucas


"Kau seperti anak perempuanku dulu" kata Lucas.


"Oh ya mungkin itu hanya kebetulan" kata Lyandra.


"Tapi bisa saja itu benar" kata Lucas.


"Oh ya bagaimana dengan keadaan orangtuamu" tanya Nenek Jasmin


"Orang tauku tidak ada" kata Lyandra dengan wajah sedih.


"Maaf, kami turut berduka cita" kata Nenek Jasmin.


"Tidak aku masih belum tau siapa dan dimana orang tuaku yang ku tau mereka tak ada di dekatku sekarang" kata Lyandra.


"Apa maksudnya" tanya Lucas.


"Dia tak pernah bertemu dengan orang tuanya dari ia kecil" kata Zio tiba tiba membuat semua orang melihat ke arahnya.


"Jadi kau belum bertemu dengan orang tuamu" kata Lucas.


"Sudah sudah Lyandra lebih baik kita cepat berangkat supaya cepat selesai" kata Zio sambil menarik tangan Lyandra.


"Sampai jumpa Paman, Tante, Kakek, Nenek, Oma, Opa dan Ken" kata Lyandra sambil melambaikan tangannya.


Lyandra dan Zio menaiki mobil Lyandra. Tapi kali ini Zio yang mengendarai mobilnya.


"Kita mau kemana, Kak" tanya Lyandra.


"Ke suatu tempat, Dik" kata Zio sambil mengelus pelam kepala Lyandra membuat hati Lyandra senang.


"Tapi gak lamakan" tanya Zio.


"Gak lama kok" kata Zio


Zio mempercepat kecepatan mobil yang ia bawa sampai akhirnya mereka sampai kesebuah rumah sakit atau bisa di sebut klinik.


"Kita mau apa, Kak" tanya Lyandra saat mereka sudah di dalam dan di dalam tidak ada siapa siapa.


"Kita akan melakukan tes DNA" kata Zio saat sudah berada di depan ruangan.


"Untuk apa, Kak" kata Lyandra.


"Hai teman lama" kata seseorang berpakaian putih khas seorang dokter.


"Hai cantik" kata orang itu.

__ADS_1


"Apakah dia Lily kita" tanya orang itu.


"Kita lakukan tes DNA dulu" kata Zio.


"Apa maksudnya ini, Kak" tanya Lyandra.


"Kita coba yes DNA apa kamu be era. adik aku yang hilang atau bukan" kata Zio.


"Maksudnya gimana, Kak. Emangnya kakak dulu pernah punya adek cewe" tanya Lyandra


"Dulu saat kakak umur 1 tahun mama ngelahirin 2 anak kembar cewek dan cowok nah saat umur kakak 3 tahun adik cewek kakak hilang di culik sama oramg selama 14 tahun semua nyari dia tapi gak pernah ketemu dan dia pake gelang kaki dan liontin yang sama sama kamu" kata Zio


"Maksud kakak aku adik kakak" kata Lyandra ia kaget ternyata keluarga kandungnya selama ini ada didekatnya.


"Kita hanya perlu tes DNA buat ngebuktiin kalau kamu benar benar adik kakak" kata Zio.


"Kak tapi kalo bukan gimana apa kakak bakal pergi" tanya Lyandra.


"Kakak gak bakal pergi" kata Zio


"Yaudah ayo" kata Lyandra


Beberapa jam berlalu mereka semua sudah selesai melakukan tes DNA dari tadi sekaramg Lyandra sedang berada diklinik rumah sakit yang sudah sepi. Mereka sebenarnya sudah di perbolehkan pulang tapi Lyandra sedang malas dan memilih makan dikantin.


"Kak, menurut kakak aku adik kandung kakak gak" tanya Lyandra.


"Aku sih yakin dari wajah kamu yang mirip sama aku, gelang kaki, liontin dan nama yang sama" kata Zio.


"Kita pulang yuk aku udah cape" kata Lyandra.


"Hasilnya akan keluar beberapa hari lagi" kata Zio.


"Jangan kasih tau om Lucas sama tante Maudy ya kak" kata Lyandra


"Semoga kamu beneran adik kakak" kata Zio.


"Semoga ya, Kak" kata Lyandra.


Mereka segera pulang Lyandra mengantarkan Zio pulang kerumah. Lyandra tidak ikut masuk kedalam ia mengantar sampai gerbang saja.


'Semoga mereka keluarga kandungku' batin Lyandra.


Lyandra langsung berangkat menuju rumahnya. Ia langsung berlari kekamarnya. Ia langsung menidurkan badannya. Lyandra menangis ia berharap segera bertemu dengan keluarganya. Karena mungkin ia tak akan hidup lebih lama.


Tak lama setelah Lyandra menutup matanya ada seseorang yang mengawasinya di dekat kamarnya. Lyandea tak menyadari itu karena sudah sangat lelah ia pun tertidur.


"Sampai jumpa sayangku" kata orang itu.


Oarang itu berloncatan dari pohon dan atap rumah Lyandra dengan sangat hati hati bahkan para bodyguard Lyandra pun tak ada yang melihat orang itu maupun bayangannya.


Orang itu telah keluar dari rumah Lyandra. Orang itu langsung berbicara dengan beberapa anggotanya.


"Kau awasi terus wanitaku jangan sampai terluka sedikit pun walau ia adalah musuhku tapi ia tetap wanitaku" kata Orang itu.


"Baik bos" kata anggotanya.


"Aku akan mendapatkanmu" kata orang itu.

__ADS_1


***


__ADS_2