
Happy Reading
***
Semua yang ada di sana menangisi kepergian Lyandra. Semua merasa kehilangan dan juga bersalah karena mereka tak dapat menolong Lyandra. Padahal Lyandra sering membantu mereka.
"Kenapa kita tak pernah bisa membantu Lyandra" Tanya Jessy wajahnya sudah merah karena kelamaan nangis.
"Ini semua salah kita seharusnya kita larang dia" kata Zio
"Yang salah di sini lo" kata Rio kepada Zio.
"Demi ngelindungin lo, Lyandra ngorbanin dirinya" kata Rio ia memegang kerah baju Zio.
"Kenapa lo nyalahin gue, hah" bentak Zio ia mendorong badan Rio menjauh.
"Kalo dia gak nolongin lo mungkin dia gak bakal mati" kata Rio
"Lo jangan nyalahin kakak gue, donk. Walaupun gue rada gak suka ke kakak gue dia gak bakal biarin Lyandra mati. Dan lo pikir cuma lo yang kehilangan gue juga semua yang ada di sini sedih bukan cuma lo aja" kata Ken
__ADS_1
"Maksud lo apa jelas jelas Lyandra sengaja ngebawa bom itu jauh jauh dari Zio" teriak Rio
"Lyandra bukan membawa jauh bom itu dari Zio tapi dari kita" kata Ken
" Kalian bisa diem gak sih di sini kita semua sedih. Gak ada yang bisa di salahin. Semua sudah takdir dan kita harus mencoba ikhlasin Lyandra. Mungkin itu cara kita buat belas semua kebaikan Lyandra kepada kita" kata Jessy
"Gue gak bisa ikhlas lo tau Lyandra udah berapa kali nolongin gue" kata Rio
"Lo pikir cuma lo aja yang pernah di bantu Lyandra. Lo ingat dulu sewaktu abang gue lagi susah karena di fitnah dan karirnya hancur dan perusahaan bokap gue hampir bangkrut. Siapa yang nolongin keluarga gue dan jawabannya Lyandra dia selalu ada buat kita gue tau banyak pengorbanan yang sering Lyandra lakukan dan lo pikir dengan cara lo gak mencoba ikhlasin Lyandra. Lyandra bakal tenang disana" tanya Chely
"Semua terpukul akan kepergian Lyandra tapi kita gak boleh terpuruk" kata Aurel
"Kalian juga harus bisa ikhlasin Lyandra karena dia gak suka melihat kalian sedih dan satu lagi Lyandra pernah bilang jangan sesekali mencari masalah atau hendak balas dendam jika dia mati nanti" kata Dion lagi dia menghapus air matanya dengan sapu tangannya. Ia merapikan jas nya.
"Semua sudah selesai bahkan aku belum mengucapkan apa apa kepada Lyandra tentang perasaanku"kata Danzel ia menatap kosong kearah papan tulis. Ia tak pernah sesedih itu.
"Kita harus kuat dan semangat"kata Jessy
"Kenapa kalian secepat itu melupakan Lyandra" tanya Ken
__ADS_1
"Karena Lyandra selalu bilang" kata Aurel
"Jika ingin sesuatu yang lebih baik maka harus mengorbankan sesuatu yang baik karena itu kami tak akan terpuruk terlalu lama" lanjut Chely air mata masih mengalir tapi ia akan mencoba kuat menghadapi kenyataan. Dari pada membuat pengharapan yang tak pasti lebih baik jujur dan menghadapinya.
"Kita semua memang boleh bersedih tapi tak kalian boleh menjadikan Lyandra sebagai alasan untuk tidak bertahan hidup" kata Ken
"Mungkin yang kalian bilang benar kita harus kuat dan semangat Lyandra sudah berkorban banyak untuk kita jika dia tak berkorban mungkin sekarang kita semua sudah mati" kata Rio
***
**AUTHOR
GIMANA CERITANYA SERU GAK????
JANGAN LUPA KOMEN, LIKE, DAN VOTE TEMAN TEMAN!!!
BYE👋👋
TBC**
__ADS_1