
Happy Reading
***
Keesokan harinya Cassandra masih belum sadar dari pingsannya. Laki laki itu menyiram Cassandra dengan air garam membuat ia terbangun dan tubuh yang terasa perih. Cassandra meringis dan berusaha menahan rasa sakit ditubuhnya. Sedangkan orang didepan Cassandra hanya tertawa. Ia bertepuk tangan sambil tertawa.
"Kau pikir kau sedang ada dihotel dan kau bisa tidur sesukamu" bentak laki laki itu.
"Kau lihat ini" kata laki laki itu.
Ia menunjukan sebuah video yang dimana disana menunjukan bahwa Derick kakak laki lakinya disiksa. Cassandra langsung terkejut dan marah.
"Kenapa dia juga kau siksa" teriak Cassandra.
Laki laki itu menarik rambut Cassandra dengan kuat.
"Siapa kau berani membentakku" kata orang itu dengan penuh penekanan.
"Ah, aku sudah tak peduli mau aku mati atau kau siksa. Tapi aku tak akan diam kalau kau menggangu keluargaku" teriak Cassandra
"Kau memang bisa apa" tanya laki laki itu sambil tersenyum remeh menatap Cassandra.
"Jika bukan karena tubuhku diikat oleh mu aku sudah membunuhmu kau tau itu" teriak Cassandra.
"Laki laki macam apa kau yang menyiksa seorang perempuan yang sedang tak berdaya" kata Cassandra sambil tersenyum sinis.
"Rachelia pun tak mau bersamamu" kata Cassandra sambil tertawa.
'Plakk'
Orang itu menampar pipi Cassandra. Ia menatap tajam Cassandra. Tangannya langsung mencekik Cassandra.
"Kau tau aku tak akan membiarkan dirimu langsung mati dengan mudah. Aku sudah membiarkan Rachelia bersama Derick kakak laki lakimu itu tapi aku tak pernah terima adikku Amora mati ditanganmu dan kau tak mendapatkan hukuman apa apa" kata laki laki itu. Ia memperkuat cekikkannya membuat wajah Cassandra membiru.
"Jika kau tak mengiakan permintaan ku keluargamu akan ku buat menderita dan ditangaku sekarang ada perusahaan keluargamu dan kakak laki lakimu itu" kata orang itu.
__ADS_1
Cassandra hanya bisa mengganguk ia sudah berjanji melakukan apa saja. Ia menuruti laki laki itu karena ia tak ingin keluarganya menderita hanya itu saja.
Laki laki itu melepaskan cekikannya. Lalu ia memotong tali yang mengikat kedua tangan Cassandra dan seketika tubuh Cassandra ambruk kelantai. Ia kehilangan kesadarannya. Sudah beberapa hari Cassandra tak minum dan makan apa lagi ia punya sedikit masalah dengan tubuhnya dan baru saja sembuh.
Cassandra biasanya meminum vitamin dan obat penenang setiap hari saat ia merasa marah yang berlebihan dan sedih yang berlebihan juga. Ia tak pernah memberi tahu keluarganya. Ia mememulai minum obat itu saat ia berusia 12 tahun saat dihari ulang tahunnya ia harus menghadapi sebuah kenyataan sahabatnya mati ditangannya. Kenapa? Karena saat itu Cassandra sedang marah kepada sahabatnya yang ternyata menikungnya. Sahabatnya menyukai orang yang ia suka. Entah apa yang merasukinya dimalam yang dingin karena cuaca sedang hujan. Ia membunuh sahabatnya. Dengan memberikan penyiksaan yang sangat menyakitkan kepada sahabatnya. Saat itu ia merutuki dirinya yang ternyata sama dengan ibunya.
Flashback On
Hari itu Cassandra sedang berjalan jalan didekat sebuah taman sendirian sekarang hari ulang tahunnya. Tadi siang acara ulang tahun yang meriah diadakan. Cassandra sangat senang. Dan sekarang ia sedang berjalan jalan didekat taman. Ia melihat dua orang yang ia kenal sedang berpelukan. Mereka berdua adalah pacar dan sahabat Cassandra.
Cassandra yang melihat itu marah ia mendekati mereka berdua dan langsung menampar sahabatnya.
"Kau dasar pengkhianat" teriak Cassandra.
"Cassandra kenapa kau menampar Amora" teriak Pacarnya.
Ya, sahabatnya adalah Amora.
"Kalian berdua kenapa mengkhianatiku" teriak Cassandra.
"Maafkan aku Cassandra" kata Amora.
"Aku tak suka keluargamu. Karena keluargamu adalah pembunuh" teriak Pacarnya untung disekitar mereka tak ada siapa siapa. Cassandr terkejut mendengan pacarnya mengatakan itu.
"Ha ha ha. Kau sudah tau itu" kata Cassandra.
Laki laki itu mendorong Cassandra. Lalu menarik tangan Amora meninggalkan Cassandra.
"Dihari ulang tahunku ternyata dia memberikanku kado yang sangat besar yang akan ku ingat sampai aku mati" kata Cassandra. Ia marah sekaligus sedih mendengar kenyataan itu.
Sudah beberapa jam setelah kejadian itu. Cassandra membuntuti Amora yang berjalam menuju rumahnya. Ia membekap Amora dari belakang an membawanya ke sebuah rumah kosong dimana ia biasa menyiksa orang. Ia membawa Amora dengan mobil yang disetir oleh tangan kanannya yang paling ia percaya. Ia bipang kalau amora pingsan. Untung rumah yang biasa Cassandra kunjungi saat sedih marah didekat rumah kosong itu atau bisa dibilang bersebelajhan apa lagi rumah itu lumayan jauh dari rumah rumah warga.
Cassandra mengikat Amora disebuah kursi. Cassandra menyiram Amora dengan Air. Amora terbangun dan langsung melihat Cassandra yang menyeringai. Suasana makin terasa menyeramkan saat diluar sedang hujan deras dan tempat yang mereka tempati sangat gelap dan hanya ada penerang pun cuma satu lilin.
"Cassandra lepaskan aku" pinta Amira sambil memelas.
__ADS_1
"Untuk apa" tanya Cassandra.
"Kita adalah sahabat" kata Amora.
"Kau merebut Larry dariku" kata Cassandra.
"Maafkan aku" kata Amora.
Cassandra tak mendengarkan itu ia mulai menyiksa amora dan bahkan ada beberapa tubuh Amora yang sudah tak ditempatnya. Cassandra sadar saat sudah tengah malam. Cassandra menatap pisau bedah yang ada ditangannya. Pisau bedah yang penuh dengan darah. Didepannya sahabatnya sudah mati mengenaskan. Cassandra mundur beberapa langkah. Ia memegangi kepalanya. Ia marah sedih kepada dirinya sendiri. Kenapa ia menjadi bodoh karena itu. Cassandra berlari kedalam rumahnya satu lagi ia membanting barang didekatnya. Ia sudah hilang kendali hanya karena diputuskan kekasihnya
Beberapa hari kemudian Cassanda mengembalikan tubuh Amora kekeluarganya dengan dimasukan kedalam sebuah peti lalu dikiramkan ke keluarganya tanpa nama pengirim.
Setelah itu Cassandra pergi ke rumah sakit kerena ia sering bermimpi dan hilang kendali tiba tiba. Ia sudah berkonsultasi ke psikolog namun tak berhasil ia pun membeli sebuah obat penenang dan obat tidur berdosis tinggi untuk meredakannya. Ia tau resikonya dan ia tak peduli. Maka dari sejak itu Cassandra selalu mengkonsumsi itu.
Flashback Off
Keesokan harinya Cassandra terbangun ia berada disebuah kamar. Ia tidur disebuah kasur kecil didekatnya ada sebuah meja kecil dan ada teko berisi air minum dan tas kecil yang ia bawa saat ia mau diculik, di sampingnya lagi ada lemari dan disudut ruangan ada meja berisi buku buku dan ada kursinya yang ia bawa saat ia keluar dan ditangkap oleh penjahat itu.
"Ah" erang ku. Rasa sakit menyerang tubuhku Aku menatap diriku dikaca. Penampilanku sanagt berbeda dengan biasanya. Sekaranv aku sangat memprihatinkan. Luka ada dimana mana. Cassandra meraih tasnya Ia mengambil sebuah botol berisi vitamin. Disana ada tiga botol pil penenang, vitamin, dan obat tidur.
Cassandra memperharikan sekitar dengan sangat hati hati ia menyembunyikan 3 botol obatnya dibawah kasur. Ia tau tak mungkin ada seorang penjahat membiarkan tawanannya bebas melakukan sesuatu.
***
Cassandra telah membersihkan tubuhnya setelah ada seorang pelayan yang memberitahunya kalau ia bisa memakai pakaian yang ada dilemari.
Cassandra mengambil obat yang diberikan oleh seorang pelayan dengan sangat hati hati ia mengolesi obat itu. Sebenarnya pelayan itu tak boleh memberikan obat itu kepada Cassandra kerena memang tak disuruh. Tapi ia berjanji tak akan memberitahukan itu.
Punggungnya sudah tak semulus dulu. Sekarang terasa kasar dan penuh luka. Ia bertanya tanya siapa laki laki itu. Kenapa mengagunya. Ia tak pernah mendengar namanya.
Cassandra menidurkan badannya.Sekarang sudah malam dan hari ini ia tak menemui laki laki gila itu. Cassandra menatap langit malam yang sama sekali tak ada bintang dari sebuah celah kecil yang hanya seukuran buku tulis kecil. Tak ada jendela lain lagi.
Hujan mulai turun. Sangat dingin sekaranv tubuhnya hanya dibalus sebuah selimut tipis dan baju tipisnya. Ia tak punya yang lain. Ia kedinginan beberapa tetes air masuj kedalam karena itu membuat badan Cassandra terkena cipratan air. Cassandra meringkuk didalam selimut. Ia ingat dimana masa masa ia pernah diculik dan saat itu hujan juga. Entah kenapa hujam membawa masalh untuk dia saat ia merasa sedih pasti hujan turun.
Ia menutup matanya. Ia tak bisa tidur. Ia mencari sesiatu dibawah kasur yaitu obat tidur. Ia mengambil 1 pil obat tidur dan tak lama ia akhirnya tertidur sambil meringkuk.
__ADS_1
Jangan lupa komen dan votenya ya!!!!!
TBC