
Happy Reading
***
Lyandra sudah sadar setelah beberapa jam pingsan. Ia melihat kesekelilingnya. Ternyata ia masih dikamarnya pikir Lyandra. Ia melihat Darren tidur kasurnya sambil memegang tanganya. Lyandra berjalan menuju kamar mandi saat sudah keluar ia melihat Darren sudah bangun.
"Lyandra bisakah kau memaafkanku" tanya Darren.
"Aku tau aku salah aku minta maaf, Ra" kata Darren sambil bersujud dikaki Lyandra. Lyandra tentu merasa risih.
"Berdirilah" kata Lyandra.
Darren berdiri ia manatap Lyandra.
"Aku memaafkanmu" kata Lyandra.
"Benarkah kalau gitu kita sudah baikan bukan" kata Darren
"Hmmm" balas Lyandra
"Kalau begitu jaga dia baik baik" kata Darren sambil mengelus perut Lyandra.
"Apa maksudnya? Dia siapa?" tanya Lyandra
"Kau sedang hamil, Ra" kata Darren
"Aku hamil" kata Lyandra ia memegang perutnya.
"Aku memaafkanmu Darren tapi aku belum siapa untuk bersamamu lagi kau terlalu banyak melakukan kesalahan" kata Lyandra.
"Aku mohon Lyandra kau jaga dia dan setelah dia lahir aku akan menerima semua keputusanmu" kata Darren dengan penuh harap.
"Aku akan menjaganya sampai ia lahir dan saat itu aku berhak memilih kemana dan apa yang mau aku lakukan" kata Lyandra.
"Kita akan merawatnya bersama" kata Darren.
"Kita? bukannya aku saja ya" tanya Lyandra
"Kita. Dia anakku juga" kata Darren
***
Beberapa bulan berlalu. Hari ini adalah hari dimana ia akan melahirkan anaknya. Darren menunggu Lyandra di depan ruangan persalinan. Darren mondar mandir di depan ruang persalinan.
Sampai terdengar suara bayi yang membuat Darren lega namun berapa menit lagi terdengar lagi suara tangis bayi.
Tak tunggu lama Darren la gsung menghampiri Lyandra dan mengecup dahi Lyandra yang sudah basah terkena keringat.
***
Setelah beberapa jam Lyandra menyusui satu persatu bayinya. Ya, dia melahirkan anak kembar walau wajah mereka tak sama. Ya, anaknya kembar tak identik tapi berjenis kelamin sama.
Anak pertama mereka diberi nama Derick sebastian Wilson dan anak kedua bernama Devano sebastian Wilson. Wajah mereka tidak mirip membuat Lyandra dan Darren mudah membedakan mereka.
"Lyandra sekarang apa pilihanmu" tanya Darren setelah melihat kedua anaknya tertidur.
"Aku akan tetap bersamamu" kata Lyandra membuat Darren terkejut.
"Kau serius Lyandra" tanya Darren.
"Aku serius" kata Lyandra.
"Aku tau bagaimana rasanya hidup tanpa orang tua. Sakit, sedih, dan sepi. Kau pikir aku akan rela melihat mereka seperti itu. Maka dari itu bantu aku mencintaimu kembali" kata Lyandra lagi.
"Ok, besok kita akan menikah" kata Darren
__ADS_1
"Kenapa secepat itu" tanya Lyandra.
"Anak kita sudah lahir itu akan baik" kata Darren.
"Hmm, terserahmu" kata Lyandra.
***
Hari hari berlalu Lyandra sudah menikah dengan Darren ia mulai merasa bahagia dengan keluarga kecilnya. Hari ini Lyandra dan keluarganya akan berlibur ke indonesia sambil mengikuti acara yang dibuat kakaknya Zio karena sebentar lagi hari ulang tahun anak laki lakinya yang bernama Glend Davidson Vonderenty. Anak itu hasil pernikahan Zio dan Aurel. Dan sekarang Lyandra sedang membereskan beberapa pakaiannya.
Tiba tiba tangan kekar Darren memeluk Lyandra dari belakang.
"Apa" tanya Lyandra kepada suaminya.
"Kau jangan genit" kata Darren.
"Kepada siapa" tanya Lyandra saat sudah membalikan badannya dan menatap suaminya.
"Danzel" kata Darren dengan ketus.
"Kau yang tertampan, baik, kaya, dan hebat. Lalu untuk apa aku lari darimu" tanya Lyandra
"Kau istri terbaik" kata Darren ia mencium pipi Lyandra lalu pergi berkaca.
"Ayo kita harus cepat berangkat" kata Darren.
"Hemm baiklah" kata Lyandra
***
Kini mereka sudah sampai di indonesia lebih tepatnya di jakarta. Lyandra menggendong Derick dan Darren menggendong Devano. Mereka memasuki rumah besar milik Darren. Darren sudah menyiapkan Kamar untuknya dan kedua anaknya. Lyandra mengentarkan kedua anaknya yang sekarang sudah tidur.
"Darren, besok aku akan berangkat kekantorku untuk memeriksa beberapa berkas berkas" kata Lyandra.
"Aku akan ikut" kata Darren.
"Aku takut ada yang menggodamu" kata Darren.
"Tak akan ada yang berani menggodaku" kata Lyandra.
"Baiklah, Ratuku" kata Darren
***
Keesokan harinya Lyandra sudah siap dengan pakaian formalnya. Ia sudah menyewa beberapa babysitter untuk menjaga anaknya saat ia tak ada dirumah.
Lyandra mengendarai mobilnya menuju kantornya. Saat ia masuk banyak yang terkejut melihat kehadirannya setelah 3 tahun lebih tak terlihat. Semua menunduk hormat apa lagi yang melihat Lyandra yang sangat berubah. Tak seperti dulu yang ramah sekarang ia tersenyum pun tak mau. Ia memasuki Ruangan milik Arthur. Arthur yang melihat Lyandra langsung bankit dari kursinya dan hormat kepada Lyandra.
Lyandra duduk di kursi yang di tempati Arthur.
"Bagaimana pemgembanganya" tanya Lyandra.
"Keuangan perusahaan kembali normal hanya tak sedikit yang mulai mengacau perusahaan dengan mengirim mata mata tapi tenang saja nona semuanya sudah di hukum dan di basmi" kata Arthur.
Arthur melihat nonanya sedang sibuk dengan laptopnya. Matanya tertuju pada jari manis nonanya. Ia melihat sebuah cincin mewah yang dihiasi berlian melinkar manis.
"Kau sudah menikah nona" tanya Arthur.
"Punya anak 2" kata Lyandra.
Arthur terkejut dengan nonanya. Ia langsung memngulurkan tanganya.
"Selamat" kata Arthur.
Lyandra membalas uluran tangan Arthur.
__ADS_1
"Panggil Dito keruanganku" kata Lyandra. Lyandra keluar dari ruangan Arthur.
"Baik nona" kata Arthur.
***
Lyandra menunggu Dito di ruanganya. Ia sedikit kesal karena Dito datang. Tak lama Dito datang keruangan Lyandra. Ia berlari dan memeluk Lyandra.
"Aku kangen sama kamu, Ra" kata Dito.
"Aku juga" kata Lyandra.
Dito menatap Lyandra dari atas sampai bawah matanya tertuju pada cincin dijari Lyandra.
"Kau sudah menikah? Dengan siapa? Apa dia tampan?" tanya Dito mengebu gebu.
"Ya, Tuan W, sangat tampan" kata Lyandra sukses membuat Dito terkejut.
"Apa kau menikah paksa dengan Tuan W" tanya Dito sambil menggoyang goyangkan badan Lyandra.
"Tidak aku mencintainya" kata Lyandra yang lagi lagi membuat Dito terkejut.
"Dia adalah teman semasa kecil dan cinta pertamaku" kata Lyandra.
"Waw seorang leader mafia bisa jatuh cinta juga" kata Dito.
"Aku juga manusia" kata Lyandra.
"Masa" goda Dito.
"Aku kesini bukan untuk bercanda tapi ingin memvicarakan sesuatu yang sangat penting" kata Lyandra.
"Apa yang ingin kau bicarakan mama muda" kata Dito.
"Sialan kau Dito" teriak Lyandra dengan aura membunuhnya.
Dito langsung takut saat merasakan aura Lyandra. Dito menatap Lyandra dengan mara memelas.
"Maafkan aku Lyandra" kata Dito.
"Untuk apa aku memaafkanmu lebih baik aku membunuhmu bukan" kata Lyandra
"Jangan lakukan itu Lyandra anakku dan Chely nanti bagaimana" kata Dito yang ingat anak perempuanya dan istrinya Chely.
"Apa urusanku lagi pula aku tidak suka dengan istrimu" kata Lyandra.
"Arthur" teriak Lyandra.
Arthur yang mendengar teriakan nonanya dari luar walau ruang Lyandra kedap suara langsung masuk kedalam.
"Ada apa nona" kata Arthur.
"Bunuh semua keluarga Dito" kata Lyandra sambil berkedip.
"Lyandra maafkan aku. Jangan bunuh mereka. Bunuh saja aku hiks hiks" kata Dito dengan isakan tangisnya membuat Arthur tertawa terbahak bahak sedangkan Lyandra tertawa pelan.
"Kenapa kalian tertawa" tanya Dito.
"Aku hanya bercanda" kata Lyandra.
Mendengar itu Dito geram dan menghapus air matanya dengan kasar.
"Dasar banci" kata Lyandra
"To the point saja, Ra" kata Dito.
__ADS_1
"Aku ingin mencari Jessy" kata Lyandra yang sukses membuat Arthur dan Dito terdiam dan menatap Lyandra bingung.
TBC