Lyandra Is Fake Nerd

Lyandra Is Fake Nerd
S2 ~ Bab 64


__ADS_3

Happy Reading


***


Angel memalingkan wajahnya yang sudah merah, jantungnya masih berdetak cepat kerena baginya Alvaro terlalu dekat.


"Kita akan kemana" tanya Angel.


"Kita harus mencari cincin" kata Alvaro.


"Aku yang memilih" kata Angel dengan cepat.


"Lalu aku" tanya Alvaro.


"Apa aku tak boleh berpendapat" tanya Alvaro.


"Hanya berpendapat aku yang memelih" kata Angel.


Mereka sampai di toko perhiasan terbesar selama setenagh jam Angel mencari akhirnya ia dapat yang cocok menurutnya. Ia mengambil cincin yang sederhana tapi harga nya sangat fantastis membuat Angel kaget sendiri ia pikir harganya tak akan mahal ternyata sangat mahal.


"Apa kau sudah bangkrut kalau sudah aku saja yang bayar" kata Alvaro.


"Aku belum bangkrut tapi hanya saja aku terkejut cincin sesederhana itu harganya sangat mahal" kata Angel.


"Aku saja yang bayar" kata Alvaro.


"Tak usah kita cari cincin lain saja yang lebih murah" kata Angel.


"Aku saja yang mencari cincin kita makan dulu saja aku sudah lapar" kata Alvaro.


"Kau mencari cincin" kata Angel.


"Ya, kita akan memakai cincin yang di pakai orang tua ku saja" kata Alvaro.


"Apa tidak apa apa" tanya Angel.


"Ibuku pernah bilang. Saat aku besar dan sudah waktunya menikah ia kan memberikan cincin yang ia pakai kepada menantunya untuk dipakai menantunya" kata Alvaro.


"Ibumu sangat baik" kata Angel. Ia mengambil sebuah kalung yang memiliki inisial namanya yang sekarang yaitu A.


"Kalung yang bagus beli saja aitu" kata Alvaro.


"Oh, apa kah benar" kata Angel.


"Aku mau dua kalung yang sama" kata Angel kepada seorang wanita yang dari tadi memperhatikan mereka sambil menujukan barang yang ia jual sambil menyerahkan kartu kreditnya.


"Baik, nona" kata wanita itu lalu tak lama wanita itu datang lagi. Dan menyerahkan barang yang di beli oleh Angel dan mengembalikan kartu milik Angel.


"Ayo kita cari makanan" kata Angel sa.bil berjalan keluar.


"Ayo" kata Alvaro


***


Angel dan Alvaro sudah membeli makan mereka kambali kerumah tapi bukan mansion Angel yang dimaksud tapi rumah yang dulu waktu kecil mereka buat menjadi tempat bermain.


"Apa pernikahan ini akan baik baik saja" tanya Angel sambil mengoyangkan kakinya. Ia sedang duduk diatas ayunan yang di dorong oleh Alvaro.


"Kau khawatir" tanya Alvaro.


"Hmmm, perasaanku tak enak" kata Angel.


"Tak akan terjadi apa apa" kata Alvaro.


"Kalau pun ada aku akan melindungimu" kata Alvaro.


Angel sedikit kaget mendengar itu entah kenapa ia senang mendengar itu.


"Tak peelu mengkhawatirkanku" kata Angel.


"Bagaimana pun kau akan menjadi istriku" kata Alvaro.


"Hanya cuma karena Chris tak lebih" kata Angel.


"Ah, terserah dirimu" kata Alvaro. Ia mengerakan ayunan yang diduduki oleh Angel.


"Jika kau disuruh memilih kau akan memilih aku atau Nathan" tanya Alvaro tiba tiba membuat Angel kaget.


"Untuk apa aku memilih" tanya Angel.

__ADS_1


"Ah jawab saja" kata Alvaro.


"Hemm" Angel berpikir siapa yang akan ia pilih. Dua duanya buruk ia jadi bingung harus memilih siapa diantara keduanya.


"Aku akan memilih kau" kata Angel.


"Aku, kenapa" tany Alvaro.


"Kau lebih baik dari Nathan dia sangat jahat" kata Angel.


"Oh, ya" kata Alvaro


"Ia dia sudah menyakiti hatiku" kata Angel.


"Lalu aku tidak" tanya Alvaro.


"Kau tidak terlalu menyakiti hariku" kata Angel


"Kau juga membantu ku" kata Angel.


"Lalu apa kau sudah menerimaku" tanya Alvaro.


"Aku baru mau mempertimbangkan apa aku mau menerimamu" kata Angel


"Semoga kau mau menerimaku" kata Alvaro.


"Kalau aku tidak menerimamu apa kau akan peegi" tanya Angel.


"Aku tak akan pergi darimu walau kau mengusirku" kata Alvaro


"Kau terlalu baik untukku" kata Angel.


"Kau yang terlalu baik untukku" kata Alvaro


"Kau" kata Angel


"Kau" balas Alvaro.


"Apa hubungan ini akan terjalin lama" tanya Angel.


"Apa kau berniat cerai setelah kita menikah" tanya Alvaro.


"Ah, aku pikir kau akan menceraikanku" kata Alvaro.


"Aku hanya bertanya berapa lama kita akan hidup bersama setelah menikah" tanya Angel.


"Sampai kita mati" kata Alvaro.


"Itu terlalu lama" kata Angel.


"Sampai aku menceraikanmu" kata Alvaro.


"Itu cukup mustahil" kata Angel.


"Sampai kau benar muak dengan hubungan kita" kata Alvaro.


"Ok" kata Angel.


"Kau tak banyak maunya ya" kata Angel.


"Ya, karena aku hanya mau kamu" kata Alvaro.


"Hah"


"Sudah aku sudah lapar ayo makan" kata Angel.


"Kau baru saja makan" kata Alvaro.


"Aku lapar lagi" kata Angel.


Ia berlari menuju dapur. Ia mengambil pirin dan menuang makanan yang ia beli kepiring. Ia memakan dengan lahap makanan yang ia pesan sambil menonton tv. Sedangkan Alvaro ia sibuk dengan ponselnya sambil duduk disamping Angel.


"Ngel" panggil Alvaro.


"Apa" tanya Angel.


"Nanti bulan madu kemana" tanya Alvaro membhat Angel yang tengah makan tersedak. Alvaro segera memberikan Angel air minum.


Angel menatap tajam Alvaro. Hampir saja Angel dibuat mati tersedak oleh Alvaro.

__ADS_1


"Kau ingin aku mati, huh" teriak Angel.


"Bukan itu maksudku. Aku hanya ingin bertanya kau mau kita bulan madu dimana" kata Alvaro.


"Tak ada bulan madu" kata Angel.


"Kakakmu dan Chrislah yang meminta untuk kita bulan madu" kata Alvaro.


"Mereka cari mati rupannya" guman Angel.


"Apa kau punya pulau pribadi" tanya Angel.


"Ah, aku punya" kata Alvaro.


"Huh, bagus kita akan bulan madu disana" kata Angel.


"Itu akan membuat mereka tak tau kita ada dimana" kata Angel.


"Jangan beritahu siapa pun tentang itu" kata Angel.


"Kenapa tidak boleh kan kuta bisa menginap di hotel" kata Alvaro.


"Kakakku punya banyak orang yang menjagaku bahkan hampir ada diseluruh dunia ini" kata Angel.


"Dan pulau pribadimu harus jauh dan cukup terpencil ok" kata Angel


"Ok" kata Alvaro.


"Aku akan melanjutkan makanku dan jangab menggangguku ok" kata Angel


"Ok" kata Alvaro


"Aku tidak sabar menikah denganmu, Ngel" kata Alvaro.


"kau telalu berlebihan" kata Angel.


"Aku tidak berlebihan. Ini keinginannku sejak kecil" kata Alvaro.


"Oh, ya" kata Angel.


"Kau ternyata menyukaiku dari kecil ya" kata Angel.


"Hmm"


"Aku takjub dengan itu kau rela menjaga hatimu untukku" kata Angel.


"Andai aku mencintaimu juga mungkin kita berdua akan sangat bahagia" kata Angel.


"Belajarlah mencintaiku dan kau akan merasakan apa yang kurasakan" kata Alvaro.


"Ah, itu mustahil" kata Angel.


"Tak ada yang mustahil bisa saja detik ini kau mencintaiku" kata Alvaro.


"Hmm, Aku mencintaimu" kata Angel dengan wajah malasnya.


"Bukan yang seperti itu yang aku mau. Aku mau kata itu datang dari hatimu" kata Alvaro.


"Ok, tunggulah sampai aku benar benar mencintaimu. Aku akan katakan 'Aku mencintaimu' dengan keras" kata Angel.


"Aku akan menunggunya dengan sabar" kata Alvaro.


****


AUTHOR :


HAI SEMUANYA 👋👋


GIMANA CERITANYA ?


MAAF JIKA CERITANYA SEMAKIN TIDAK MENARIK LAGI YA !!!


MOHON MAAF JUGA JIKA ADA KESALAHAN, YA!!!


JANGAN LUPA KOMEN LIKE AND VOTE, OK


DADAH BYE BYE SEMUANYA 👋👋


TBC

__ADS_1


__ADS_2