Lyandra Is Fake Nerd

Lyandra Is Fake Nerd
S2 ~ Bab 8


__ADS_3

Happy Reading


***


Cassandra telah sampai dirumah sakit dimana Rachelia dirawat. Ia langsung berlari menuju kamar Rachelia. Ia melihat teman temannya dan orang tuanya ada disana. Cassandra masuk kedalam.


"Lia, gimana keadaan lo" kata Cassandra.


"Udah baik kok" kata Rachelia.


"Lo dari mana, Ca" tanya Samuel.


"Maen" jawab Cassandra.


"Cassandra udah beberapa kali Daddy bilang jangan pernah ikutan" kata Darren.


"Mommy aja bisa masa Caca gak bisa" kata Cassandra.


"Boleh kok" kata Lyandra.


"Sinta gimana jadinya" tanya Derick.


Cassandra menunjukan sebuah foto saat Sunta digantung terbalik setelah ia siksa. Semua disana hanya menahan perut mereka yang mual melihat foto keadaan Sinta.


"Gak lo bajuin dulu apa mata gue udah kotor" kata Devano.


"Nyape nyapein kalo di bajuin dulu" kata Cassandra.


"Emang ia sih" kata Devano.


"Ca, bukannya lo masih sakit ya" kata Diana.


"Gak kok udah sembuh" kata Cassandra.


"Lo kok bisa pingsan di wc lagi" kata Tiara.


"Dia manusia ya bisa pingsan donk" kata Samuel.


"Ia, kenapa bisa pingsan Ca" tanya Lyandra


"Tadi Caca liat kecoa kan kaget jadi pingsan deh" kata Cassandra ia berbohong tentang hal itu.


"Ca, gak usah bohong Caca gak pernah takut sama serangga dan lagi pula itu kamar mandi baru dibersihin dan gak ada kecoa sama sekali" kata Devano


"Kan tadi ada anak laki laki bawa kecoa nah dilepasin dikamar mandi" kata Cassandra ia berusaha supaya semuanya percaya.


"Oh, siapa laki laki itu Ca" tanya Samuel.


"Ya. Mana aku tau" kata Cassandra.


"Aku mau ganti baju dulu, Bye" kata Cassandra.


Ia pergi mengganti bajunya dikamar mandi dengan baju yang ia bawa. Dan kembali ke kamar Rachelia.


"Liburan yuk" ajak Cassandra.


"Caca" Derick menatap tajam Cassandra.


"Kan dendam Rachelia udah selesai tu. Liburan donk tenang sekolah entar Caca yang urus" kata Cassandra.

__ADS_1


"Ok" kata Rachelia.


"Yey. Akhirnya bisa liburan" kata Cassandra.


***


Setelah beberapa hari Rachelia keluar dari rumah sakit. Semuanya akhirnya berlibur atau lebih tepatnya Cassandra dkk saja. Mereka nanti akan pergi ke jogja mengunjungi candi candi dan tempat wisata lainnya. Sekarang mereka baru saja sampai penginapan. Satu kamar berisi dua orang. Semua sudah masuk kekamar masing masing.


"Ca" panggil Rachelia.


Mereka berdua satu kamar dan kamar mereka bersebalahan dengan kamar milik Derick dan Devano.


"Eh. Apa" jawab Cassandra yang baru tersadar dari lamunannya.


"Apa ada yang menggangu pikiranmu, Ca" tanya Rachelia.


"Gak ada kok" kata Cassandra ia kembali membereskan pakaiannya.


"Habis ini kita bakal makan malam diluar jadi cepet beres beres terus mandi" kata Rachelia ia membawa handuknya dan masuk kedalam kamar mandi.


Setelah Rachelia masuk kedalam kamar mandi Cassandra dengan cepat membereskan barang barangnya dan bergantian dengan Rachelai untuk mandi.


***


Kini mereka telah sampai direstoran. Mereka memesan banyak makanan khas disana. Cassandra makan dengan lahap begitu dengan yang lain juga.


"Besok kita bakal kemana aja" kata Samuel.


"Tenang semha udah gue siapkan" kata Cassandra. Ia mengerahkan selembar kertas yang sudah ia tulis semua tempat yang bakal mereka kunjungi.


"Semua biaya gue yang bayar" kata Cassandra


"Ya enak lah kan gratis" guman Cassandra


"Gue udah selesai nih balik yuk" kata Tiara.


"Sabar napa belom selesai ni gue makannya" kata Devano.


"Serah" kata Tiara.


"Rick, lo ngapain" tanya Cassandra ia melihat kakaknya sedang sibuk main hp.


"Daddy nanya kabar" kata Derick.


"Perasaan baru beberapa jam pergi udah nanya kabar" kata Cassandra


"Om Derick orangnya baik ya" kata Tiara.


"Banget" tambah Rachelia.


"Beda sama tante Lyandra" kata Tiara.


"Galak" kata Cassandra.


"Banget" tambah Devano yang dibalas anggukan dari Derick.


"Galak. Perasaan Tante Lyandra gak galak deh" kata Rachelia.


"Gak galak gimana masa gara gara gue gak sengaja nyengol pot bunga doang dimarahin" kata Devano.

__ADS_1


"Itu tanaman langka ya marah donk gimana kalau rusak" kata Diana.


"Segalak galaknya tante Lyandra gak pernah mukul anaknya" kata Rachelia.


"Kalau bunuh iya" tambah Rachelia.


"Lebih parah" guman Cassandra.


Cassandra mengedarkan pandangannya. Ia melihat ada seorang laki laki berjaket putih dan celana panjang hitam ia menggunakan masker dan duduk didekatnya.


Tak lama setelah Cassandra memperhatikan orang itu. Orang itu langsung pergi. Cassandra menatap kepergian orang itu.


"Kok pergi sih" guman Cassandra.


"Pergi. Siapa yang pergi, Ca" tanya Derick.


"Gak ada kok kak" kata Cassandra.


***


Sudah beberapa jari mereka ada disana. Kini hari terakhir mereka ada disana. Mereka banyak mengunjungi tempat tempat disana. Hari sudah malam besok pagi mereka akan langsung pulang. Cassandra menatap langit langit kamarnya. Ia tak bisa tidur. Sesuatu menggangu pikirannya. Beberapa hari ini ia merasakan ada tang mengikutinya. Banyak yang mengirimi atau memberi dirinya bunga mawar putih. Bunga kesukaannya. Ia merasa risih dengan hal itu. Ia membuang semua bunga bunga itu. Cassandra memejamkan matanya. Tapi tetap tak bisa tidur. Ia mengambil obatnya dan meminumnya. Tapi tak terjadi apa apa. Sekarang masih jam sepulum malam. Cassandra melirik Rachelia yang sudah tertidur.


"Lia, Lia" kata Lia sambil menggoncang goncangkan tubuh Rachelia.


"Ehmm, apa" tanya Rachelia.


"Lia, aku pergi keluar dulu ya" kata Cassandra saat Rachelia terbangun. Ia membereskan barang barangnya. Ia memasukan obatnya kesaku celananya dengan hati hari supaya tak ada yang tau. Dan membawa tas kecilnya ikut bersama ponsel dan dompetnya.


"Mau kemana, Ca" tanya Rachelia.


"Pergi sebentar kok" kata Cassandra ia membuka pintu.


"Jangan lama lama dan jangan jauh jauh" kata Rachelia.


"Dan jangan lupa kalau ada apa apa langsung telpon nomor darurat" kata Rachelia.


"Ok, bos" kata Cassandra. Ia menutup pintu. Ia berjalan keluar daei penginapan.


Penginapannya berada didekat pantai. Cassandra duduk disebuah kursi ia menatap pantai didepannya. Sejuk itu yang ia rasakan.


"Sudah lama aku gak merasakan ini" guman Cassandra.


"Hidup penuk penekanan" gumannya.


"Banyak saingan" gumannya lagi.


"Kapan aku terbebas dari itu" gumannya. Ia menatap langit diatasnya lalu menutup matanya.


'Langit yang dipenuhi bintang bintang sungguh indah' batin Cassandra tapi aku tak bisa menikmati itu dalam jangka waktu lama.


"Cassandra bukankah itu namamu" kata seseorang. Cassandra yang mendengar itu hanya menganguk tanpa mengalihkan pandangannya.


"Kau tau aku sudah menunggu ini sejak lama" kata orang itu.


"Oh, benarkah" guman Cassandra. Ia menatap orang itu seketika matanya membulat. Orang yang menguntitnya ada didepannya. Dibelakang orang itu ada banyak orang yang sudah tewas sekarang suasana terasa mencekam. Ternyata dari tadi ada pembunuhan dan tak ada yang tau pantas saja tercium bau darah yang menyengat. Ia pikir ia salah mencium. Orang didepannya tertawa jahat lalu membekap Cassandra dengan kain yang sudah disemprot obat bius membuat Cassandra jatuh pingsan.


"Aku mendapatkanmu Caca sayangku" kata orang itu.


TBC

__ADS_1


__ADS_2