
Happy Reading
***
"Ah, kami sedang merencanakan peenikahan kami hadi kami melihat beberapa pakaian pernikahan" kata Alvaro dengan santai.
"Kau akan menikah" kata Rachelia lalu memeluk Angel.
"Ia aku akan menikah" kata Angel dengan terpaksa Ia tak sanggup melihat raut wajah bahagia keluarganya hilang.
"Kapan kalian akan melangsungkan pernikahan" tanya Devano.
"Bulan depan" kata Alvaro.
"Lebih cepat lebih baik" kata Devano
'Cih, dasar manusia aneh. Lihat saja nanti' batin Angel.
"Kalian apa tidak pulang sudah malam" kata Angel.
"Ah, ia kami akan pulang" kata Lyandra.
"Nanti Alex dan Kak Derick yang akan mengantar kalian" kata Angel.
"Chris kamu ikut sama nenek ya" kata Angel.
"Ok, mom" kata Chris.
Lalu semuanya pergi menyisakan Angel dan Alvaro. Angel langsung memukul wajah Derick.
"Cih, dasar brengsek. kau bilang kita akan menikah" kata Angel.
"Kau sudah menyutujuinya dan tak mungkin kau akan membatalkannya" kata Alvaro.
"Lagi pula kita saling menyukai bukan" kata Alvaro.
"Menyukai dari mana" kata Angel.
"Oh, aku tak punya bukti tapi aku sudah membuat kamera tersembunyi ditempat ini." kata Alvaro.
Ia mengambil kamera itu dengan cepat ia kirim ke ponselnya. Angel segera berlari mengamvil kamera itu namun apa daya tinggi badan Angel dan Alvaro sangat jauh membuat Angel tak bisa mengapainya dan Alvaro sudah mengirimnya.
"Videonya sudah ku kirim dan jika kau membatalkan apa yang kau ucapkan itu akan membuat keluargamu mendapat banyak cemooh" kata Alvaro.
"Dasar laki laki jahat" kata Angel ia berlari lalu membaringkan badannya dan menutup semua bagian tubuhnya dengan selimut.
"Sudah jangan marah itu tak akan ada gunanya" kata Alvaro.
"Bagaimana kita rayakan. Hari ini dengan minum alkohol" kata Alvaro.
"Aku sedang sakit" kata Angel
"Ya, sudah kapan kapan saja" kata Alvaro.Ia naik keatas tempat tidur Angel dan memekuk Angel dengan erat.
"Ayo kita tidur" kata Alvaro.
"Hei menyingkir ini tempatku" kata Angel ia memberontak dan berusaha supaya lepas dari Alvaro.
"Hei, ini rumah sakit jangan membuatku bertindak lebih jauh" kata Alvaro membuat Angel seketika diam.
"Kau tutup matamu dan segera tidur" kata Alvaro.
Angel menuruti kata kata Alvaro dan akhirnya tertidur.
***
Paginya Angel terbangun setelah mendengar teriakan. Entah teriakan siapa itu tapi itu sangat mengganggu Angel.
Ia membuka matanya dan melihat Alvaro ada didepannya. Dan disana banyak sekali orang yang memperhatikan mereka atau bisa dibilang semua hampir semua keluarga dan teman Angel ada disana. Membuat Angel reflek mendorong Alvaro membuat Alvaro terjatuh dan kepalanya terbentur meja walah tak luka tapi sangat sakit.
"Awww" ringis Alvaro.
"Angel" teriak semuanya.
"Maaf" kata Angel
Angel turun dari tempat ia tidur dan membantu Alvaro berdiri.
__ADS_1
"Aku akan panggil dokter" kata Derick.
"Sakit" kata Alvaro.
"Ya, maap" kata Angel.
"Lagi pula kenapa kau tidur di sebelahku" kata Angel.
"Apa kau tak apa apa, Dad" tanya Chris.
"Hanya sakit sedikit" kata Alvaro.
"Ya, iyalah orang cuma jatuh doank kok bisa sakit" kata Angel.
"Tapi itu memang sakit mom. Gimana kalau nanti Daddy hilang ingatan" kata Chris.
"Malah bagus donk" jawab Angel dengan spontan. Membuat semua menatapnya aneh.
"Ah, tidak kalau Alvaro hilang ingatan itu akan buruk dan pernikahan kami bisa di batalkan bukan" kata Angel.
"Aku tidak hilang ingatan" kata Alvaro.
"Yah" Angel sedikit kecewa.
"Oh, ia, Ngel katanya kamu udah boleh pulang" kata Rachelia.
"Bukannya aku harus dirawat seminggu" kata Angel
"Tidak dokter bilang kau sudah bisa pulang dan lagi pula kalian harus mengurus pernikahan kalian" kata Lyandra.
"Pernikahan" guman Angel.
Tiba tiba Derick datanga dengan Leo.
"Yo, periksa tuh Alvaro" kata Derick
"Udah gak apa apa kok" kata Alvaro.
"Kalian pulang lah kami akan menyusul" kata Angel.
"Ok, kami akan pulang" kata Devano.
"Ok kami habya membereskan beberapa barang saja" kata Angel.
"Bye Angel" kata Lyandra dan Rachelia.
Setelah semua pergi meninggalkan Derick dan Angel. Derick segera menarik tangan Angel membuat tubuh Angel terjatuh di tubuh Alvaro. Alvaro segera memeluk Angel dengan erat.
"Kau sepertinya sangat senang saat aku kesakitan" kata Alvaro.
"Kata siapa" tanya Angel.
"Tadi kau sangat kecewa saat tau akau tidak hilang ingatan" kata Alvaro.
"Ah, masa" kata Angel.
"Bagaimana kalau kita percepat saja" kata Alvaro.
"Apanya" tanya Angel.
"Pernikahan mu denganku" kata Alvaro.
"Hei, kay masih bertunangan dengan siapa nama wanita itu aku lupa" kata Angel.
"Oh, Adelia" kata Alvaro.
"Kau cemburu dengannya" tanya Alvaro.
"Hah, cemburu dengan wanita sepertinya. Aku bahkan jauh kebih baik dariny apa yang perlu ke cemburui darinya" tanya Angel.
"Oh, ya. Dia zangat hebat di atas ranjang apa kau bisa mengalahkannya" kata Alvaro.
"Cih, menjijikan sana pergi" teriak Angel.
"Ayo kita harus cepat pulang" kata Alvaro ia mengecup pipi Angel.
Akhirnya mereka memberekan semua barang barang Angel. Alvaro membantu Angel walau tak banyak.
__ADS_1
***.
Kini Angel dan Alvaro sudah sampai didepan rumah Angel. Angel masuk duluan di ikuti oleh Alvaro yang menyeret koper milik Angel.
"Angel" panggil Alvaro.
"Apa kuta tidak bertunangan" tanya Alvaro.
"Untuk apa" tanya Angel.
"Itu menyebalkan " kata Angel lagi.
"Ok, lusa kita akan mencari cincin dan menyiapkan yang lain" kata Angel
"Apa tak berlebihan ya pakai saja yang ada" kata Angel.
"Hei pernikahan hanya sekali" teriak Alvaro sambil menatap kepergian Angel.
"Terserah mu" guman Angel.
Angel berlari menghampiri mommynya dan memeluknya. Lyandra membalas pelukan Angel.
"Kenapa lama sekali" tanya Lyandra.
"Ah, tadi ada sedikit masalah" kata Angel.
"Kemana calon suamimu" tanya Lyandra.
"Dia ada diluar" kata Angel.
"Tadi aku baru ingat dia masih bertungan dengan Adelia" kata Darren .
"Ah, Adelia ya. Alvaro akan membatalkan pertunangannya dengan Adelia" kata Angel.
"Kau yakin" tanya Darren.
"Kalau ia tak membatalkannya aku akan membatalkan pernikahan ini" kata Angel.
"Aku sudah membatalkan pertunaganku dengan Adelia" kata Alvaro.
"Hah"
"Aku sudah menelponnya dan aku langsung membatalkan pertunangan ku dengan Adelia" kata Alvaro.
"Itu lebih bagus" kata Darren.
"Ayo kita makan sudah siang" kata Rachelia.
"Kalian masak apa" tanya Angel.
"Makanan kesukaanmu" kata Rachelia.
"Aku jadi tidak sabar" kata Angel sambil berlari.
"Hei Angel hati hati" kata Alvaro.
Mereka semua duduk dikursi yang masing masing. Untung meja makan milik Angel sangat panjang. Semua duduk dengan rapi sambil makan mereka bercerita. Angel menceritakan saat saat ia merawat Chris dan menceritakan saat saat kuliahnya dan ia menitipkan Chris pada temannya.
Mulai dari sana kebahagian Angel tercipta. Angel sangat senang bahkam semua bisa melihatnya dengan jelas dan ikut tersentum melihat Angel.
Tapi akankah semua selalu seperti itu atau ada masalah lagi yang datang menghampiri Angel.
***
AUTHOR :
HAI SEMUANYA 👋👋
GIMANA CERITANYA ?
MAAF JIKA CERITANYA SEMAKIN TIDAK MENARIK LAGI YA !!!
MOHON MAAF JUGA JIKA ADA KESALAHAN, YA!!!
JANGAN LUPA KOMEN LIKE AND VOTE, OK
DADAH BYE BYE SEMUANYA 👋👋
__ADS_1
TBC