Lyandra Is Fake Nerd

Lyandra Is Fake Nerd
Bab 60


__ADS_3

Happy Reading


***


Hari sudah pagi Lyandra bangun ia melihat suaminya masih tidur. Ia berjalan kekamar mandi setelah membersihkan badannya. Setelah memakai bajunya yang sudah ia siapkan ia berjalan menuju dapur. Ia masak makanan untuk kakak kakak dan suaminya. Setengah jam semua masakan sudah tersedia ia langsung duduk memakan makanannya tanpa menunggu yang lain.


Saat sedang asik ternyata yang lain datang.


"Kenapa kau makan sendiri" tanya Ken.


"Aku tak mungkin menganggu kalian yang sedang asik tidur" kata Lyandra.


"Sudah lah aku sudah selesai, Bye" kata Lyandra.


"Lyandra beri suamimu ini makan" teriak Darren saat melihat istrinya menjauh.


"Kau sudah besar Tuan W untuk apa di layani" balas Lyandra yang ikut ikutan teriak.


***


Lyandra melihat anaknya yang masih tertidur. Dalam hatinya ia pikir ia akan repot mengurusi kedua anaknya ternyata tidak anaknya terlihat lebih pendiam apa lagi Derick yang jarang sekali menangis. Lyandra tersenyum melihat anaknya.


"Maafkan aku Lyandra" kata seseorang.


Lyandra membalikan badanya menatap orang yang meminta maaf yang ternyata Aurel.


"Ya kakak ipar" kata Lyandra.


"Aku sudah memaafkan kalian. Tapi jika sekali kau membuat kesalahan kepada keluargaku jangan pernah berharap kau bisa hidup dengan tenag" kata Lyandra sambil menyeringai membuat Aurel langsung tegang.


"Tak usah takut dengannya dia gak gigit kok" kata Darren yang datang tiba tiba.


"Eh, Darren" kata Aurel.


"Aku permisi" kata Aurel lalu pergi.


"Dia takut samamu" kata Darren


"Dia masih ingat kesalahannya" kata Lyandra


"Ayo bukankah kau ingin melihat anak kita" kata Darren.


"Ayo" kata Lyandra


***


Kini semua telah berkumpul di ruang keluarga kediaman Vonderenty. Disana Ada Dito, Chely, Bella, dan Danzel tentu mereka membawa anak mereka masing masing. Darren tiduran di paha Lyandra sambil memakan popcorn yang diberikan Lyandra. Mereka sedang menonton film horor.


"Apakah kau takut, Ra" tanya Darren


"Kau pikir aku takut. Hal itu sudah hampir setiap saat ku lihat" kata Lyandra.


"Menurutku ia tidak seru seharusnya pembunuhnya lebih kejam aku yang melihat tak ada rasa takut sedikit pun" kata Lyandra


"Ah sudah lah itu cuma film. Apa kau mau kita melakukan hal yang sama aku punya beberpa orang" tanya Darren


"Kau mau melakukan apa" tanya Darren


"Aku pertama tama akan membuat tawananku menderita dengan cara menyayat nyayat jarinya, lalu aku akan menyabut satu persatu kukunya, lalu memotong jari jarinya setelah itu aku ak"


Belum selesai menyelesaikan kata katanya Bella tiba tiba berteriak dan memotong ucapan Lyandra.


"Sudahlah Lyandra itu menjijikan kau tak liat aku sedang hamil jadi berhenti berbicara tentang hal menjijikan itu" teriak Bella sambil melempar bantal ke arah Lyandra.


Lyandra dan Darren malah tertawa bukan marah mendengar teriakan Bella.


"Sayang kau tak boleh seperti itu kasian dia" kata Darren


"Ya baiklah" kata Lyandra.


"Sejak kapan kalian menikah" tanya Danzel.


"Beberapa bulan yang lalu" jawab Lyandra


"Tapi anak kalian sudah lahir" tanya Ken.

__ADS_1


"Dia sudah hamil sebelum dia menikah denganku" kata Darren


"Maksud kalian Lyandra hamil diluar nikah" kata Aurel.


"Bisa dibilang seperti itu" kata Lyandra


"Aku tak tau kau bisa seperti itu, Ra" kata Zio


"Ini semua karena Darren" kata Lyandra


"Oh ya" kata Ken


"Ia" kata Lyandr


"Apa kalian tau dimana Jessy" tanya Lyandra


"Dia sudah menghilang sejak kau pergi" kata Ken.


"Apa dia pernah mengabari kalian" tanya Lyandra


"Dia pernah menelponku sekali dia berkata ingin meminjam uang setelah itu ia tak ada kabar" kata Bella


"Ok, dia mau bermain denganku. Ayo kita lihat sejauh dan selama apa dia lari dariku" kata Lyandra dengan seringainya.


"Berlarilah saja terus tapi kau tak akan pernah bisa berlari dan menjauh lebih lama dari sisiku" kata Lyandra.


"Baik sayang apa kita tak akan pulang sebentar lagi akan malam aku masih banyak kerjaan" kata Darren


"Baiklah ayo kita pulang" kata Lyandra


"Melani, Dara" teriak Lyandra


Melani dan Dara yang merupakan seorang babysitternya Derick dan Devano pun datang.


"Ia, nona" kata mereka.


"Ayo kita pulang" kata Lyandra


"Baik nona semua sudah di siapkan" kata Melani


Lyandra menggendong Derick dan Devano diberikan kepada Darren.


"Kami pulang, Kak" kata Lyandra


"Kau akan kemana" tanya Zio dengan wajah sedih ia belum siap kehilangan adiknya lagi.


"Aku hanya pulang kerumah tak jauh rumah kami ada di dekat kantor Zio" kata Lyandra


"Dekat donk" Kara Aurel


"Kalian bisa mampir" kata Lyandra


Ia menyodorkan sebuah kertas kepada Ken.


"Rumahku tebuka lebar untuk kalian" kata Lyandra.


"Ayo kita pulang aku sudah capek" kata Darren


"Ya sabar napa" kata Lyandra


***


Lyandra dan keluarganya telah sampai dirumah mereka. Tiba tiba Lyandra mendapat telepon dari Arthur. Dengan cepat Lyandra mengangkat teleponnya.


"Apa" tanya Lyandra


". "


"Baiklah, aku akan segera kesana. Awasi terus dia baik baik" kata Lyandra


". "


"Ok" kata Lyandra.


Lyandra mematikan ponselnya. Ia langsung berjalan ke lemarinya ia mengganti semua pakaiannya menjadi pakaian serba hitam.

__ADS_1


"Kau mau kemana" tanya Darren.


"Aku mau bertemu musuhku" kata Lyandra.


"Jangan pergi Lyandra" kata Darren


"Tenang saja Darren setelah ini kita akan hidup bahagia bersama dan tak ada yang akan mengganggu kita" kata Lyandra


"Aku akan ikut denganmu" kata Darren


"Boleh tapi kau harus memakai topeng supaya tidak ada yang tau kalau itu adalah kau" kata Lyandra


"Baikalah" kata Darren


***


Kini mereka sudah ada dimobil milik Lyandra. Lyandra mengisi semua peluru dan pelaratanya ia siapakan ia tak mungkin mengadakan perang tanpa perlawanan.


"Kau yakin kita akan menang" tanya Darren


"Kita berdua leader mafia Darren dan anggotaku sangat banyak dan tentunya hebat itu akan memudahkanku" kata Lyandra


"Lyandra jika aku tak selamat jaga anak kita baik baik ya" kata Darren


"Ok" kata Lyandra


"Oh iya kenapa aku tidak mengenalimu ya saat kau memakai topeng" kata Lyandra


"Tuan W yang sering menemuimu itu adalah Leonard bukan aku" kata Darren


"Kau jahat kau membunuh teman kita" kata Lyandra yang teringat Riko


"Kau pasti tau alasannya nanti" kata Darren


Mereka sudah sampai di markas musuhnya. Ya, musuhnya seorang mafia juga dan nama geng mereka adalah Red blood. Geng mafia terbesar sebelum milik Darren dan Lyandra.


Mereka mulai mengepung markas musuhnya. Sesuai perintah Lyandra setengah anggotanya mengepung dan setengah lagi ikut dengannya.


"Arthur apa kau sudah siapa" tanya Lyandra


"Sudah nona" kata Arthur yang sudah siapa dengan pedang dan pistolnya.


"Kau sudah siapa, Sayang" tanya Lyandra kepada Arthur.


"Siap, Honey" kata Darren


"Mari kita mulai" kata Lyandra


Pasuka pasukan Lyandra mulai melumpuhkan para penjaga dengan melemparkan gas beracun. Lyandra berlari dan meloncati satu persatu tembok tinggi. Lyandralangsung masuk kedalam bersama Arthur dan Darren.


"Siapa kalian" tanya Tangan kanan dari ketua mafia disana.


"Untuk apa kau tau yang perlu kau tau aku akan membunuhmu" kata Lyandra.


"Kau akan kalah gadis kecil" kata orang itu.


'Ting'


'Ting'


'Ting'


'Srekk'


Lyandra beradu pedang dengan orang itu namum karena Lyandra tak ingin membuang buang waktu Lyandra langsung menebas kepala orang itu.


Lyandra tertawa jahat. Ia melihat laki laki yang tadinya sok jago akhirnya kalah dengan beberapa serangannya.


"Ahk, ini terlalu mudah" kata Lyandra.


Tapi tiba tiba datang beberapa pasukan lawan. Darren dan Arthur mulai menyerang. Sedangkan Lyandra ia masuk kedalam sebuah ruangan.


Ia menendang pintu dan matanya langsung terbuka lebar melihat yang ada disana ternyata selama ini ia terlalu baik dengan orang lain.


TBC

__ADS_1


__ADS_2