
Happy Reading
***
Hari berlalu dengan cepat sudah 4 hari Lyandra berada di Bali kerjaannya hanya pulang dan pergi club. Di siang hari ia akan tidur karena kecapean dan malam hari ia akan pergi ke club sampai pagi dan kembali ke hotel untuk tidur.
Saat hendak pergi ke club hp milik Lyandea berbunyi. Lyandra langsung mengangkatnya.
"Hallo"
" "
"Baik, aku akan segera pulang"
" "
"Baik"
Lyandra mematikan hpnya. Ia berlari menuju kamarnya. Ia membereskan semua barang barangnya. Dengan tergesa gesa ia pergi ke bandara dan langsung memesan tiket menuju jakarta.
***
Lyandra sudah sampai di jakarta. Ia sudah menyuruh anggotanya membawakan mobil untuknya. Saat di parkiran ia melihat anggotanya. Tanpa menunggu anggotanya berbicara Lyandra mengambil kunci dan segera masuk kedalam mobil setelah memasukan kopernya.
Lyandra mengendarakan mobilnya dengan cepat menuju markasnya. Setelah sampai dimarkasnya ia langsung mencari Arthur yang menelponya tadi malam.
"Nona, saya sudah menemukan beberapa bukti kuat kalau bukan nona yang melakukan itu" kata Arthur sambi menyerahkan beberapa foto dan sebuah flashdish.
"Ok, aku percaya kepadamu" kata Lyandra
"Kalian bisa libur sebulan setelah masalah ini selesai dan liburan kalian akan di tanggung oleh perusahaanku biaya pulang perginya tapi bukan uang jajannya ya" kata Lyandra
"Baik, nona" kata semua yang ada di sana.
Semua senang karena bos mereka memberi libur yang lama dan tadi bosnya bilang kalau biaya pulang pergi akan ditanggung oleh perusahaan bosnya itu sangat cukup untuk mereka karena setiap bulan Lyandra akan memberi biaya lebih untuk keluarga masing masing yang Lyandra sengaja berikan untuk mereka karena jika mereka di beri liburan maka semua orang mempunyai biaya tabungan untuk Libur bersama keluarga mereka masing masing.
"Kalian bisa keluar aku ingin tidur" kata Lyandra semua keluar setelah mendengar perintah dari bos besar mereka.
Lyandra berjaln menuju kamarnya. Ia tersenyum jahat terus sampai di kasurnya ia langsung berguman.
"Aku akan membalas semuanya sekarang Bella" guman Lyandra
"Karena kau telah memilih lawan yang salah" guman Lyandra.
Lyandra menidurkan badannya di kasur empuk miliknya. Ia mengambil guling dan memeluknya.
__ADS_1
"Andai aku bisa bertemu keluargaku pasti aku akan sangat senang dan menjadi anak baik sekarang" kata Lyandra.
Lyandra tertidur dengan harapan ia akan mendapat mimpi indah.
***
Lyandra sudah berada di meja makan yang ada di ruang makan bersama yang lainnya dam yang di maksud adalah anggota anggotanya.
Lyandra melirik Arthur yang sibuk bermain hp. Lyandra berniat mengerjainya.
"Arthur" kata Lyandra
"Ada apa nona" tanya Arthur
"Kau tak boleh libur aku sedang banyak perkerjaan di kantor dan aku belum mendapat sekretatis" kata Lyandra
"Apa tidak ada yang lain nona padahal aku sudah berjanji kepada anakku dan istriku kalau aku akan pulang kerumah dan mengajak mereka libur beberapa hari untuk pergi ke jepang menikmati pohon sakura" kata Arthur dengan kecewa.
Semua yang ada di meja itu menatap sedih Arthur.
"Tapi kau tau aku sedang tak punya sekretaris untuk membantuku mengatur jadwal dan membantuku nanti" kata Lyandra ia memasang wajah serius.
"Tapi aku sudah janji apa tak bisa ada orang lain yang membantumu" kata Arthur.
"Tapi"
"Tak ada tapi tapi an kau tidak akan libur" kata Lyandra
Arthur pergi dari meja makan dengan wajah kecewa tapi baru beberapa langkah Lyandra langsung tertawa.
"Kau sangat bodoh" kata Lyandra sambil berusaha berhenti tertawa.
"Jika aku sudah bilang bahwa kau boleh libur maka aku tidak akan pernah tidak menepati janjiku" kata Lyandra
"Kau bisa libur bersama keluargamu karrma aku sudah mendapat sekretaris baru yaitu Dito" kata Lyandra
"Benarkah" kata Arthur dengan wajah senangnya.
"Ia" kata Lyandra
"Kalian bisa libur setelah masalah ini selesai tapi kalian harus tetap bisa menjaga keamanan markas dan perusahaan, ok" kata Lyandra
"Ok, nona" jawab mereka serempak.
"Baik kalau begitu aku akan pulang akan kuberitahun kalian rencananya besok" kata Lyandra
__ADS_1
"Baik, nona" kata mereka serempak.
Lyandra meletakan sendok makannya. Ia langsung pergi dari meja makan keluar dari ruang makan dan pergi kekamar untuk mengambil tasnya. Dan segera pergi dari markasnya. Ke sebuah mall besar. Ia memakai masker, jaket dan topi serba hitam. Ia takut bertemu Aurel atau yang lain di sana.
Lyandra berjalan menuju toko perhiasan. Lyandra membeli beberapa gelang kaki bermotif indah yang sudah ia pesan. Ia langsung berjalan mencari kalung ia tertari pada sebuah kalung ber abjad L dan D. Lyandra membeli kedua kalung itu.
Setelah membeli kalung ia berpindah membeli sebuah gelang. Ia malah tertarik dengan sebuah gelang yang memiliki sebuah bulan, bintang dan matahari. Ia langsung membeli 3 gelang itu.
Setelah selesai ia berjalan membeli sebuah cincin. Ia melihat sebuah cincin di hiasi sebuah berlian di sana. Lyandra langsung membeli itu untuk dia berikan kepada seseorang.
Setelah membeli perhiasan perhiasan dengan harga fantastis itu Lyandra langsung pergi menuju toko mainnan. Ia memesan beberap boneka berwarna putih dengan bentuk beruang 3 dan panda 1. Ia langsung membayar semuanya.
Setelah selesai ia menyuruh kepada pelayan toko untuk mengantarnya mansionnya. Lyandra berjalan menuju parkiran dimana ia memarkirkan mobilnya.
Dengan kecepatan diatas rata rata ia langsung menuju mansionnya. Setelah sampai ia menatap sebentar ke mansion keluarga Rio yang sudah sepi menurut berita yang ia baca kalau Rio dan keluarganya sudah pindah ke dekat kediaman milik keluarga Aurel.
Lyandra tersenyum miris ternyata Rio sampai pergi menjauh padahal Rio tau kalau jarang ke mansionnya. Lyandra langsung masuk kedalam setelah gerbang besar di depannya terbuka.
Lyandra berjalan dengan santai menuju ruang kerjanya. Ia melihat ternyata berkas berkas kantornya menumpuk. Dia tak sengaja melihat surat pengunduran diri dari Jessy. Ia tersenyum miris.
"Akan kubuat kalian menyesal" kata Lyandra
Ia berjalan dan menyimpan surat pengunduran diri milik Jessy. Ia sudah mempunyai sekretaris baru yang baik dan itu juga akan membantunya membuat orang yang tidak percaya kepadanya menyesal. Siapa suruh mereka tak percaya kepada Lyandra. Lyandra juga menyesal telah percaya kepada mereka dan memilih akan membuktikan semuanya agar mereka tutup mulut.
"Kalian sudah menganggap remeh Lyandra kalian ini" kata Lyandra ia duduk di meja kerjanya sambil melihat fotonya bersama sahabatnya.
"Jangan salahkan aku kalau kalian menderita nantinya" kata Lyandra
Ia melempar foto itu ke tong sampah. Lyandra mengambil hpnya. Banyak pesan ejekan dan hujattan dari teman teman sekolahnya kepada dirinya. Dan sekolah juga sebenarnya ingin mengeluarkan Lyandra tapi Lyandra kan pemilik sekolah dan pemilik sekolah tidak mungkin bisa di keluarkan tapi kalau Lyandra mau Lyandra bisa keluar sendiri.
"Kalian tunggu permainanku nanti teman teman" kata Lyandra ia tertawa jahat.
***
**AUTHOR :
HAI TEMAN TEMAN 👋
GIMANA CERITANYA ????
JANGAN LUPA KOMEN, LIKE, DAN VOTE YA !!!!
BABAY👋
TBC**
__ADS_1