
Hai semuanya maaf mengganggu!!
Mampir ya kecerita teman aku!!!
Dia penulis baru.
Judulnya 'Fake Nerd is Mafia'
Cek profil : Mrisssa_01 ya
Yang Cover ceritanya kaya diatas ya !!!!
Prolog
Selamat Membaca
_______
Seorang gadis duduk disebuah kursi kejayaan milik lawannya. Ia tampak membersihkan pedang ditangannya dengan sebuah kain putih bersih yang kini berubah menjadi warna merah karena sudah terkena banyak darah.
Gadis itu menatap semua yang ada didepannya. Didepannya masih terjadi perkelahian. Ia sedikit mengangkat sudut bibirnya membentuk sebuah lengkungan.
"Salam Lady" kata seorang laki laki tampan yang merupakan tangan kanannya sambil membungkuk memberi hormat.
"Hmm"
"Hampir semua yang ada disini sudah kami habisi hanya saja kami tak menemui ketua mereka" kata laki laki itu.
"Tak perlu kau cari dimana ketuanya" kata gadis itu sambil mengeluarkan senyum jahatnya.
"Apa Lady sudah tau siapa ketuanya" tanya laki laki itu.
"Hemmm"
Gadis itu berdiri lalu mengambil sebuah pistol didekatnya ia berjalan kedepan bersama tangab kanannya. Kini mereka sampai didepan sebuah lemari tua yang sangat besar.
"Untuk apa kita kemari Lady" tanya laki laki itu.
"Untuk berburu" kata gadis itu.
Ia berjalan ia mengelus pelan lemari didepannya lalu seketika ia menendang dengan kuat lemari itu dan membuat lemari itu hancur rusak. Kini didepan mereka bukan lemari melainkan pintu. Gadis itu mengeluarkan sebuah kunci dari sakunya lalu membuka pintu itu.
"Hahahaha" tawa gadis itu menggelegar.
Ia menatap sekelilingnya. Ada beberapa laki laki tua yang sedang minum dengan wanita cantik yang tak memakai sehelai benang pun. Semua menatapnya. Gadis itu berjalan dengan anggun ke sebuah kursi kosong dan duduk.
"Padahal pertarungan besar terjadi di luar tapi kalian malah asik bermain disini sungguh hebat" kata gadis itu.
"Tapi itu penghinaan bagiku" kata gadis itu lalu ia mengambil sebuah botol yang belum dibuka. Ia membuka botol itu lalu meneguk habis isinya.
"Emmm, itu bisa mengantikannya" kata gadis itu sambil menunjuk botol minuman yang barusan ia minum.
Ia mengangkat keatas botol minuman yang ia pegang dan langsung meleparkan botol itu ke kepala salah satu laki laki tua di ruangan itu membuat kepala laki laki itu mengeluarkan darah yang banyak dan akhirnya meninggal.
__ADS_1
"Dari pada menunggu lama lebih baik kita bermain" kata gadis itu.
Ia mengangkat pedangnya. Laki laki tua yng ada disana tak terima dengan itu dan akhirnya terjadi peperangan di ruangan itu. Gadis itu segera meju mengerang seorang laki laki tua yang sudah menjadi musuhnya sejak kecil. Ia membenci laki laki itu tak ada yang bisa membuat rasa benci gadis itu akan laki laki tua itu berkurang. Ia sudah berusaha menerima tapi ia tak bisa.
'Sring'
'Bugh'
'Srek'
'Bugh'
'Bugh'
Berbagai serangan gadis itu berikan kepada laki laki tua di depannya. Ia tak akan membiarkan laki laki itu selamat taka akan pernah. Laki laki itu pun tak bisa melawan gadis didepannya karena gadis itu sangat hebat dalam berpedang dan beladiri.
"Kenapa kau tidur tiduran disana ayo maju" kata gadis itu menatap laki laki yang sudah tergeletak di depannya.
"Laki laki lemah ingin bertarung denganku jangan pernah berharap menang" kata Gadis itu.
Ia mengambil pedang di tangannya. Ia menodongkan pedang itu kepada laki laki itu.
"Kau telah membunuh ayah dan ibuku. Kau mengahncurkan hidupku. Kau yang membuatku seperti ini. Aku tak akan pernah memaafkanmu. Kau membuatku selalu rindu akan sentuhan ibuku. Kau membuatku selalu rindu ajaran ayahku. Dangan tega kau membunuh ibuku didepanku" kata gadis itu ia tak sadar meneteskan air matanya. Ia menatap tajam laki laki didepannya. Ia tak habis pikir dengan jalan pikiran laki laki didepannya.
"Aku akan menghukummu sama seperti kau membunuh orang tua ku" kata gadis itu.
Ia menarik kaki laki laki itu lalu mengikatnya dengan tali yang ia bawa. Lalu ia menyeret laki laki itu.
"Kau urus mereka" mata gadis itu.
"Baik Lady" kata laki laki itu.
Setelah laki laki itu basah karena bensin gadis itu menyeret lagi laki laki itu ke atas. Bau bensin tercium.
Ia memanggil beberapa orangnya untuk mengangkat laki laki tua tadi dan menggantungnya disalah satu pohon disana. Setelah laki laki itu digantung gadis itu mengambil korek api dan menyalakannya. Api itu membakar tubuh laki laki itu. Gadis itu hanya tersenyum. Ia mengingat dulu kematian keluarganya lebih parah dari itu. Tapi ia tak akan membalas sama seperti laki laki itu karena ia sudah membalas dengan sepadan ia sudah menghancurkan kehidupan anak anak laki laki itu dan semua anak laki laki itu sudah mati setelah di hancur kan kehidupannya oleh gadis gadis itu.
Laki laki itu kini telah hangus terbakar. Para bawahannya sudah berkumpul didekatnya. Semua membungkuk hormat didepan gadis itu.
"Apa semua sudah selesai" tanya gadis itu kepada tangan kanannya.
"Semua sudah dihabisi Lady" kata tangan kanannya.
Tiba tiba databg sorang laki laki berlari menghampiri gadis itu. Gadis itu menatap bingung orang itu.
"Maaf mengganggu Lady. Ada panggilan dari dokter yang merawat tuan besar" kata laki laki itu.
Dengan cepat gadis itu mengambil ponselnya yang ada ditangan laki laki itu.
"Hallo" kata gadis itu.
". "
"Apa kakek saya" kata gadis itu ia tak kuasa menahan tangisnya. Ponsel ditangannya terjatuh.
Ia segera berlari menuju mobilnya. Air mata mengalir deras dipipinya.
__ADS_1
"Kakek kenapa kau meninggalkanku" guman gadis itu.
Ia segera mengandarai mobilnya dengan cepat menuju mansionnya. Jalan raya masih ramai banyak yang mengumpati dirinya dengan kata kasar saat gadis itu menyelip kendaraan mereka. Gadis itu akhirnya sampai dimansionnya ia tak peduli keadaannya. Ia segera berlari kekamar kakeknya ia melihat disana masih ada beberapa orang yabg tengan mengurus jasad kakeknya. Gadis itu segera berlari ia memeluk jasad kakeknya. Ia menangis dengan keras.
"kakek kenapa kau tega meninggalkanku" teriak gadis itu.
"Kau begitu jahat dengan meninggalkanku" kata gadis itu.
" Aku baru saja membalaskan dendamku tapi kenapa kau malah pergi" kata gadis itu.
"Kita belum merayakan apa apa" kata gadis itu.
"Kau jahat kakek" lanjutnya.
"Kita harus sabar, Ra" kata dokter yang merawat kakeknya.
"Tapi kenapa kakek meninggallkanku" kata gadis itu sambil memeluk laki laki disampingnya.
"Semua kehendak Tuhan, Ra" kata laki laki itu sambil mengelus pungung gadis yang sudah ia anggap adiknya.
"Kita harus segera mengurus jasad kakek" mata laki laki itu dan gadis itu pun mengangguk.
Akhirnya semua mengurus pemakaman kakek dari gadis itu. Tak banyak yang datang. Yang datang hanya orang terdekat kakek dan beberapa rekan bisnis. Gadis itu selalu memakai topeng menutupi wajahnya. Ia tak ingin ada yang tau wajahnya karena jika ada yang mengenalinya itu akan menjadi bahaya baginya.
***
Satu minggu kemudian. Gadis yang baru berdika itu mencoba untuk tersenyum menyapa semua yang ada di mansionnya. Ia mebgurung diri selama seminggu. Ia berjalan mengambil minum didapur. Ia menyapa asisten rumah tangganya.
"Makan apa hari ini, nek" tanya gadis itu.
Ia selalu memanggil semua orang sesuai umurnya. Jika lebih tua ia akan memanggil dengan sebutan kakak, om, tante, bibi, nenek atau kakek tapi kalau di bawahnya atau sepantaran ia akan memanggilnya dengan nama. Ia sangat sopan kepada orang yang sudah dekat dengannya.
"Hari ini kita makan nasi goreng aja ya, non. Soalnya nenek belum belanja" kata wanita tua itu.
"Ah, gak apa apa kok nek" kata gadis itu ia mengambil piring dan mengambil makanannya.
Tak lama ada ada seorang laki laki berjalan sambil membawa sebuah amplop berwarna merah.
"Ra, ini dari kakak" kata laki laki itu yang merupakan tangan kanannya.
Memang sudah diberitahu jika dirumah atau diluar semua bisa memanggilnya dengan nama tapi jika di tempat kerja atau ditempat khusus panggilan akan berubah.
"Surat apa" tanya gadis itu.
"Baca aja sendiri" kata laki laki itu.
Gadis itu mulai membaca surat yang ditinggalkan kakeknya. Ia sedikit terkejut membaca surat itu.
"Apa isinya" tanya laki laki itu
"Rahasia" kata gadis itu sambil tersenyum.
______
Jangan lupa mampir ya!!!
__ADS_1
Tinggalkan Komen, Vote dan Like ya untuk teman Author!!!
Babay 👋👋👋👋