Lyandra Is Fake Nerd

Lyandra Is Fake Nerd
S2 ~ Bab 12


__ADS_3

Happy Reading


***


Hari hari berlalu Cassandra sudah pulih. Sekarang adalah hari pertamanya menjadi pelayan dari laki laki yang menculiknya dan juga pertama kalinya keluar dari tempat yang seperti penjara baginya. Mansion milik Nathan tak jauh dari tempat yang ia tinggali.


Sekarang Cassandra sedang memberaskan pakaiannya kelemari. Kamarnya lebih luas dari kemarin. Kamarnya hampir mirip dengan kamarmya dulu.


"Aku tak percaya menjadi seorang pelayan" guman Cassandra.


"Dulu aku seorang anak konglomerat sekarang seorang pelayan" gumannya.


Ia duduk dikursi. Ia yang tak boleh terlambat ia harus menyiapkan makanan untuk Nathan. Ia segera mandi. Dan setelah berpakaian ia segera berlari menuju Dapur. Di mansion yang besar itu tak ada pelayan lain selain Cassandra dan yang diluar Mansion hanya ada para pengawal yang berpatroli menjaga supaya Cassandra tidak kabur.


Selama setengah jam semua makanan sudah tersedia. Jangan salah Cassandra memiliki hobi memasak. Diapartemennya ia selalu masak dia tidak makan makanan cepat saji.


Tak lama Nathan turun dengan asistennya sambil membicarakan tentang mafia yang bernama Gold blood. Asistennya menjelaskan hanya sedikit tentang geng mafia itu.


Cassandra hanya menjadi pendengar yang ingin sekali tertawa keras.


"Pfft" Cassandra menahan tawa.


Nathan dan asistennya menatap tajam Cassandra membuat Cassandra diam.


"Gold blood benarkan. Geng mafia yang setiap mau diserang pasti tak pernah terlihat. Sangat misteius bukan. Tapi kalian salah mereka adalah mafia paling bodoh dan lucu menurutku" kata Cassandra.


"Apa yang kau tau" tanya Nathan.


"Apa bayarannya" tanya Cassandra.


"Maksudmu" tanya Nathan.


"Tak ada yang gratis tuan kau tau itu bukan" kata Cassandra.


"Apapun yang kau mau" kata Nathan.


"Aku berteman dengan mereka" kata Cassandra.


"Kau berteman" tanya Nathan dengan wajah tak percaya.


"Hmm" kata Cassandra


"Mereka sangat baik" kata Cassandra


"Bukankah mereka musuhmu" tanya asisten Nathan yang bernama Hendrik.


"Kan sudah ku bilang mereka bodoh dan lucu. Tak mungkin aku membunuh mereka" kata Cassandra


"Di Mansion mereka ada ruang tersembunyi. Kau masuk kedalam hutan dibelakang Mansion mereka. Jalan sejauh 1kilo meter. Ada sebuah pohon yang sangat tinggi. Panjatlah pohon itu nanti tekan sebuah simbol berbentuk hati. Nanti akan ada sebuah tangga rahasia. Kalian jalan lah sejauh 500 kilo meter ke dalam dan kalian akan menemukan 3 pintu pilih pintu dengan lambang hati. Masukan lah kata sandinya adalah One for all. Kalian akan langsung menemukan tempat persembunyian mereka. Tak ada cctv sepanjang lorong mereka tak akan ada yang mengetahui kalau kalian sudah mulai masuk ke dalam tak ada jalan keluar selain pintu yang kalian pakai. Dan jangan pernah bilang aku yang memberitahunya ok" kata Cassandra.


"Kau hapal dengan hal itu" kata Nathan.


"Aku selalu kesana saat aku kesal. Mereka akan menghiburku dengan tarian dan gurauan merek dan Juga aku suka dengan sikap mereka. Mereka bukan pengkhianat. Seperti motto hidup mereka satu untuk semua" Kata Cassandra dengan senyumnya mengingat saat saatnya bersama mereka semua itu


"Apa kita bisa mempercayai omongannya." tanya Hendrik.


"Jika dia berbohong keluarganyakan ada ditanganku" kata Nathan.


"Hmmm, terserah mau percaya atau enggak" kata Cassandra.


Ia sudah selesai membersihkan dapur.


"Kau tak ikut makan" tanya Nathan.


"Kerjaanku belum selesai" kata Cassandra.


"Hendrik segera kabari mereka kita akan segera menyerang malam ini" kata Nathan. Hedrik langsung pergi setelah mendengar perkataan atasannya.


Nathan menarik tangan Cassandra yang berada didekatnya untuk duduk didekatnya. Ia mulai menyuapi Cassandra dengan paksa. Setelah habis. Ia langsung bertanya.


"Apa mau mu" tanya Nathan


"Keluar dari sini" kata Cassandra. Wajah Nathan langsung berubah menjadi dingin.


"Aku mau kau membiarkanku keluar saat hari sabtu untuk kerumahku" kata Cassandra.


"Rumah yang dimana" tanya Nathan.

__ADS_1


"Aku punya rumah sendiri yang baru beberapa tahun lalu kubangun" kata Cassandra.


"Hmm, tapi tetap saja kau harus kukawal" kata Nathan.


"Aku tak akan kabur percayalah" kata Cassandra.


"Aku masih belum bisa percaya" kata Nathan


"Hmmm, aku mengerti" kata Cassandra


"Apa aku boleh memiliki ponsel" tanya Cassandra.


"Maaf itu tidak boleh" kata Nathan


"Apa yang boleh" tanya Cassandra.


"Kau bisa membaca buku, menonton tv dan yang lain. Aku memanggil guru pribadi untukmu" kata Nathan.


"IQ ku diatas rata rata dan juga aku sudah lulus dan mendapat gelar S2 setahun yang lalu. Aku sudah berkerja diperusahaan salah tau punya ibuku sebagai CEO. Aku tak perlu belajar. Aku juga mahir 24 bahasa" kata Cassandra.


"Menakjubkan" kata Nathan sambil tersenyum.


"Benarkah" tanya Cassandra.


Lyandra tak pernah memujinya. Lyandra selalu inigin lebih. Tapi berbeda dengan Devano dan Derick Lyandra selalu menyanjung mereka. Cassandra selalu tersenyum dan sangat bahagia kalau Lyandea memujinya didepan semua orang walau sangat jarang.


"Menakjubkan. Aku saja hanya mahir 20 bahasa. Dan aku sudah S3" kata Nathan


"Apa nama perusahaanmu" tanya Cassandra.


"NTH'Grup" kata Nathan.


"Oh, aku punya teman yang kerja disana.


"Siapa" tanya Nathan.


"Dela" jawab Cassandra.


"Oh, gadis yang berdandan seperti jal**g itu" guman Nathan.


"Maksudmu apa" tanya Cassandra


"Dia berpakaian terbuka jika datang keruanganku" kata Nathan


"Dulu dia tak pernah seperti itu" kata Cassandra.


"Kau selalu salah menilai orang" kata Nathan


"Lagi pula aku sudah lama tak bertemu dengannya" kata Cassandra.


"Kau tak rindu keluargamu" tanya Nathan memenga sejak ia keluar ia tak pernah bertanya tentang keluarganya.


Cassandra menggeleng pelan. Entah kenapa ia tidak rindu kepada keluarganya. Ia hanya ingin sendiri saja. Ia sekarang terima kalau ia harus sendiri.


"Aku mungkin akan pulang sore ini dan akan pergi untuk menyerang orang itu apa kau au ikut" tanya Nathan.


"Aku akan berjaga diluar saja" kata Cassandra.


"Sisakan aku satu orang itu bernama Dani" kata Cassandra.


"Ok" kata Nathan. Tuba tiba Nathan mencium pipinya. Cassandra terkejut. Nathan mengelus kepalanya.


"Baik baiklah selagi aku pergi" kata Nathan. Cassandra membalas ucapan Nathan dengan anggukan kecil.


***


Cassandra melanjutkan semua perkerjaannya. Ia telah menyiapka makan malam. Ia juga sudah membersihkan semua. Cape itu yang ia rasakan baru pertama kali ia berkerja keras seperti itu. Dulu ia tak pernah melakukan apapun selain memasak.


Ia melirik jam sudah jam 7 malam. Cassandra berjalan kekamarnya. Ia membersihkan dirinya. Memang ia diberikan pakaian pakaian yang bagus dan mahal. Namun itu tak berguna. Karena ia juga akan tetap memakai celemek. Tak ada untungnya ia memakai semua yang diberikan Nathan. Ia mengambil Celana pendek diatas lutut berwarna hitam dan kaus putih. Ia memakai makeup menutupi wajah pucatnya. Ia sudah memesan beberapa obat secara sembunyi sembunyi dari Nathan kepada Leo temannya. Dan tadi siang Leo datang sambil membawa obat itu.


Bel berbunyi Cassandra berlari kebawah membuka pintu.


"Ayo kita berangkat" kata Nathan


"Tidak makan dulu" kata Cassandra


"Nanti saja" kata Nathan

__ADS_1


"Hmm" mereka berjalan menuju garasi. Disana ada berjejeran mobil dan motor merah.


"Kita naik apa" tanya Nathan.


"Motor sportmu bagus" kata Cassandra.


"Kau bisa menaikinya" tanya Nathan.


"Kau meragukanku" kata Cassandra.


Nathan melempar kunci motor itu yang ada disebuah kotak.


"Aku yang bonceng" kata Cassandra.


Nathan naik dibelakang Cassandra. Hendrik dimotor satu lagi.


"Kita lomba" kata Cassandra kepada Hendrik.


"Yang kalah traktir makan" kata Hendrik.


"Boleh" kata Cassanda ia memakai helmnya.


"Memang kau punya duit" tanya Hendrik tersenyum meremehkan.


"Walaupun aku ditawan aku masih punya banyaj duit. Motor yang kau pakai hasil dari persahaanku" kata Cassandra. Tiba tiba ia menjalankan Motarnya dengankecepwtan diatas rata rata dan meninggalkan Hendrik yang belum memakai helm. Cassandra tersenyum menatap lawannya belum apa apa.


Setelah beberapa menit mereka sampai di depan mansion milik Gold Blood. Cassandra menatap Hendrik yang baru saja sampai.


"Aku sedang ingin makan masakan jepang" kata Cassandra.


"Kau tak akan pernah bisa mengalahkanku dalam berkendara" kata Cassandra.


"Kalian masuk saja. Dan tak usah sisakan untukku aku akan menjaga diluar ada yang mau kulakukan" kata Cassandra


"Kau tak akan kabur kan" kata Nathan.


"Tidak ada yang lebih bagus dari pada kabur" kata Cassandra


"Apa" tanya Nathan.


"Aku tak akanmemberitahumu karena itu merugikanku" guman Cassandra.


"Aku duluan ya" kata Cassandra.


Ia berlari masuk kedalam.


"Dia tak membawa apa apa bukan" kata Hendrik.


***


Cassandra masuk kedalam semua sepi pasti mereka sudah tau akan diserang. Cassandra berjalan menuju ruang dimana siketua mafia bersantai. Ia mengambil suaray pemindahan aset yang dulu pernah ia simpan hanya butu datu tanda tangan atau sidik jari Ketua mafia itu. Semua perusahaan dan aset aset lainnya akan menjadi miliknya. Cassandra harus menyelinao supaya tak tertangkap cctv karea saat semua orang bersembunyi ruang ketua yang paling banyak cctvnya yang dinyalakan. Akhirnya ia sampai diruangan itu. Disana tak ada cctv. Ia berjalan menuju sofa ia tidur sebentar disana. Tiba tiba hpnya bergetar setelah setengah jam ia tidur. Ia menekan sebuah tombol semua cctv mati. Dengan cepat ia berlari menuju tempat persembunyian mereka semua. Ia telh sampa dan melihat Nathan hampir menebas kepala ketua itu.


"Tunggu" teriak Cassandra


Semua mata tertuju padanya. Cassandra membawa berkas itu sambil membawa pulpen dan stempel.


"Cepat tanda tangan" kata Cassandra ketua itu menandatangani surat itu. Lalu Cassandra menekan jempol si ketua dari stempel ke kertas itu. Setelah itu Cassandra meloncat senang. Ia merebut pedang lalu menebas kepala laki laki itu.


"Apa itu" tanya Hendrik


"Surat pemindahan aset aset" kata Cassandra


"Aku kaya" kata Cassandra kekayaannya akhirnya bisa disamakan dengan kedua orang tuanya.


"Kau tak pernah menginginkan harta dari laki laki itu bukan" tanya Cassandra


Nathan mengeleng. Ia berjalan pergi. Cassandra dan Hendrik mengikuti Nathan.


***


Author:


Hai semuanya✋✋


Jangan lupa tinggalkan Like dan komennya tapi jangan lupa votenya juga!!!!


TBC

__ADS_1


__ADS_2