Lyandra Is Fake Nerd

Lyandra Is Fake Nerd
Bab 63


__ADS_3

Happy Reading


***


Hari berlalu dengan cepat. Lyandra sedang ada di ruang tamu bersama keluarga kecilnya. Darren pergi berkerja dan sebentar lagi akan pulang. Lyandra melihat anaknya sangat lucu. Ia tertawa melihat anaknya mulai menjail satu sama lain atau lebih tepatnya Devano menjahili Derick.


Ia tak menyangka akan punya anak secepat ini. Lyandra yang mendengar suara bel berbunyi secara tiba tiba langsung membuka pintu.


Lyandra membulatkan matanya ia melihat Darren membawa seorang wanita atau lebih tepatnya membopong seorang wanita.


"Bella kenapa, Ren" tanya Lyandra terkejut melihat Bella.


Ia melihat Bella sudah tak sadarkan diri ia melihat. Bella terlihat sedang mabuk.


"Aku menemukannya di tengah jalan dan sedang digoda oleh beberapa perampok aku tak mungkin membawanya kerumahnya itu karena itu akan membuat masalah bagi mereka jadi dia akan ada disini selama beberapa hari" kata Darren.


"Kau bawa dia ke kamar tamu aku akan membawa kan baju untuk dia" kata Lyandra.


Lyandra berlari kekamarnya untuk mengambil baju dan kembali ke kamar tamu. Lyandra terkejut melihat pemandangan yang tak seharusnya ia lihat.


"Darren" teriak Lyandra


Darren yang dari tadi menjauhi Bella langsung mendorongnya dengan kuat. Bella sengaja membuat Darren dan Lyandra berantam tapi Lyandra sudah tau tentang apa yang akan dilakukan Bella kepadanya itu dari awal.


'Kau bodoh Bella' batin Lyandra ia mengunci pintu dengan hati hati supaya tidak ketahuan.


Flashback on


Lyandra sedang memasak makanan untj suminya jika nanti pulang. Tiba tiba hpnya berdering ia langsung mengangkat panggilan itu.


"Apa, thur" tanya Lyandra


"Bella sedang merencanakan sesuatu nona. Ia akan membuat anda marah dengan cara membuat tuan Darren terlihat punya hubungan dengannya" jawab Arthur disebrang sana.


"Dia terlalu bodoh" kata Lyandra


"Dan kau terlalu baik nona" kata Arthur.


"Itu dulu dan sekarang beda" kata Lyandra


"Aku sudah beri dia beberapa hari bersikap baik didepanku karena itu adalah yang terakhir kalinya nanti" kata Lyandra lagi sambil menyeringai bahkan Arthur yang ada disebrang sana bisa merasakan aura yang keluar dari tubuh Lyandra.


"Kau akan melakukan apa nona" tanya Arthur.


"Adalah yang terpenting cari semua tentang Bella baik yang penting atau tidak dan semua yang bersangkut pautan dengannya juga ya" kata Lyandra


"Baik nona" kata Arthur.


Lyandra mematikan hp nya. Ia langsung mempersiapkan semuanya. Lyandra memilih menjaga anaknya dan tak lama ia mendengar bel berbunyi. Lyandra tau itu suaminya. Lyandra membuka pintu ia pura pura terkejut melihat itu.


"Bella kenapa, Ren" tanya Lyandra dengab pura pura terkejut.


Dalam hari ia menyeringai melihat Bella yang akan terjebak dengan rencananya sendiri.


"Aku melihatnya di pinggir jalan dan sedang digoda oleh beberapa perampok jadi aku tak mungkin membawanya kerumahnya itu karena itu akan membuat masalah bagi mereka jadi dia akan ada disini selama beberapa hari" kata Darren.


"kau bawa dia kekamar tamu aku akan membawa kan baju untuknya" kata Lyandra


Aku mengambil baju yang sudah aku siapakan. Berlari kekamar tamu saat aku membuka pintu aku melihat Darren mendorong dorong Bella supaya menjauh tapi Bella terus mendekati Darren.

__ADS_1


"Darren" teriak Lyandra pura pura marah.


Darren segera mendorong Bella dengan kuat membuat Bella terjatuh dan membentur ketembok.


'Kau bodoh Bella' kata Lyandra sambil mengunci pintu dengan hati hati supaya tidak ketahuan.


Flashback off


"Lyandra tolong aku Darren ingin memperkosaku" kata Bella dengan air mata buayanya.


"Darren, apa itu benar" tanya Lyandra.


"Tidak" jawab Darren dengan santai.


"Apa itu benar" tanya Lyandra sekali lagi.


"Tidak sayang aku hanya mencintaimu" kata Darren ia memeluk Lyandra berusaha untuk meyakinkan gadisnya.


"Maaf" kata Lyandra ia melepaskan pelukan Darren. Ia mendekati Bella yang sedang pura pura menangis. Ia menghapus air mata Bella dengan lembut tiba tiba ia menampar pipi Bella dengan sangat kuat.


'Plakk'


Lyandra tertawa melihat sudut bibir Bella bedarah. Ia menyeka darah Bella lalu menjilat tangannya.


"Darah mu sangat lezat aku ingin seklai melihat kau berlumur darah" kata Lyandra.


Bella menatap tajam Lyandra sedangkan Darren bingung dengan sikap Lyandra.


"Panggil semua kemari" kata Lyandra.


"Ok, sayang" kata Darren.


***


Semua menatap Lyandra bingung sebab melihat Bella dalam keadaan babak belur.


Danzel mendekati Lyandra dan menampar pipi Lyandra dengan kuat. Disudut bibirnya terdapat darah yang mulai mengalir. Tak ada erangan kesakitan keluar dari bibir Lyandra. Lyandra menatap sinis Danzel. Darren yang tak terima isribya ditampar ia langsung menonjok wajah Danzel.


"Kau tidak apa apa sayang" tanya Danzel.


"Kau mau membunuh anak dan istriku, huh" teriak Danzel.


Lyandra melihat wajah Raymond dan istrinya sudah merah padam.


"Bella sepertinya kau dengan cepat mengambil hati mereka" kata Lyandra.


"Jaga anakmu hati hati" kata Lyandra sambil mengelus perut Bella tiba tiba sebuah benda jatuh. Lyandra pura pura terkejut dan membulatkan matanya.


"Ini apa Bella" tanya Lyandra


Ia menunjukan benda itu kepada semuanya. Danzel langsung menatap tajam Bella dengan penuh pertanyaan. Perut yang tadi terlihat cukup membesar sekarang sudah hilang.


"Kau pura pura hamil" teriak mama dari Danzel dan istri tuan Raymond.


Wanita paruh baya itu langsung menghampiri Bella dan mengangkat wajah Bella yang tertunduk. Ia menatap wajah Bella dengan tatapan tajam.


"Dasar ******" teriak wanita itu sambil menampar Bella.


"Mama" teriak Glend ia menghampiri mamanya.

__ADS_1


"Aku bukan orang tua mu" kata Bella ia mendorong anak kecil itu.


Lyandra yang melihat itu langsung marah. Ia berlari memeluk anak laki laki yang menangis karena telah didorong oleh Bella.


"Kau gila" teriak Lyandra.


"Aku tau dia bukan anak kandungmu tapi dia anak kecil" teriak Lyandra ia mengendong anak kecil itu.


"Glend kamu jangan nangis ya" kata Lyandra.


"Dara" teriak Lyandra


Dara pun datang si babysitter itu langsung menghampiri nonanya.


"Ia, nona" kata Dara


"Bawa Glend bersama Darren dan Derick" kata Lyandra.


"Baik nona" kata Lyandra


Lyandra menyerahkan Glend.


Lyandra menatap sinis Bella. Ia mendekati Bella sambil tersenyum jahat.


"Kau sangat pandai berakting kakak" kata Lyandra.


"Kau merebut Kebahagiaanku, kau merebut Danzelku, kau sekarang mau merebut Darrenku" kata Lyandra ia menyeringai.


"Sungguh serakah" kata Lyandra.


"Kau membuat kebohongan palsu dengan mengatakan kalaua Glend anak kandungmu dan membuat kehamilan palsu" kata Lyandra.


"Aku sudah bilang kalau kau akan kalah dariku" kata Lyandra.


"Kau ingin melihat bagaimana semua teman seperjuanganmu nanti" tanya Lyandra.


Lyandra melempar beberapa foto kedepan Bella. Disana foto itu berisi foto dimana semua temannya sudah meninggal dengan keadaan mengerikan.


Reina yang kepalanya sudah tak ada dan perutnya yang bolong. Sherlya yang kakinya tak ada, Kaila yang mati dengan tubuh hitam dan keluar belatung, dan terakhir yang merupakan teman Bella juga yaitu adalah Jessy anggota badannya pun sudah tidak utuh.


Lyandra tertawa sinis melihat Bella yang sudah pucat dan gemetar.


"Kau mau yang seperti apa sayang hah" tanya Lyandra sambil memainkan pisau bedah yang ada di sakunya


"Aku bukan psikopat" kata Lyandra saat melihat Bella menggumankan kata kata psikopat.


"Bukankah kau dulu menanyakan siapa aku yang asli" kata Lyandra


"Kau sudah tau aku tapi pura pura tak tau" kata Lyandra.


Lyandra berjalan maju dan Bella mundur dengan terseok seok sebab kakinya sudah dicambuk beberapa kali oleh Lyandra.


"Run or Death" teriak Lyandra dengan tawa jahatnya.


Bella berdiri dan mulai berlari. Lyandra membiarkan Bella berlari sedikit jauh baru Lyandra berjalan mengejarnya.


"Bella kau ada dimana aku mencarimu. Ayo bermain denganku" kata Lyandra sambil berjalan ke belakang mansion megah itu. Di belakang sana ada hutan buatan yang cukup luas.


"Kemari kau Bella" kata Lyandra

__ADS_1


TBC


__ADS_2