
Happy Reading
***
Ia segera berjongkok ia mengambil sebuah benda yang ada didalam jaket yang laki laki itu pakai.
Sebuah pistol ada didalam jaket laki laki itu.
"Siapa dia" tanya Alvaro.
"Aku tidak tau tapi mereka menculik Chris dan Lia" kata Angel membuat semua terkejut.
"Seharusnya aku tak membunuh orang ini" kata Angel.
Ia melihat ada sesuatu yang bergetar. Ia segera mengambil benda itu.
"Hallo Angel" kata orang disebrang sana.
"Dimana anakku dan kakakku" kata Angel.
"Ck, ck, ck. Apa kau tak bisa bersantai" kata orang di sebrang sana.
"Katakan cepat aku tak mau mendengar ocehanmu" kata Angel.
"Anakmu dan kakakmu aman bersama ku." kata orang disebrang sana.
"Cepat lepaskan kakakku" kata Angel.
"Tapi kau harus menjadi istriku" kata orang disrbrang sana.
"Cepat lepaskan mereka. Dan asal kau tau aku tak akan menikah denganmu" teriak Angel.
"Oh, sepertinya kau sangat ingin mereka tersiksa ya" kata orang itu.
"Jangan kau sentuh mereka" teriak Angel.
"Apa mau mu cepat katakan aku akan melakukan itu tapi jika kau menyuruhku menikah denganmu jangan pernah berharap itu" kata Angel
"Tapi aku hanya ingin menikah denganmu" kata orang itu.
"Aku tak pernah mau dengan orang sepertimu" kata Angel.
"Baiklah aku beri kau waktu 24 jam jika kau memilih mereka selamat maka menikahlah denganku dan jika kau tak peduli mereka aku tetap akan mendapatkanmu dan mereka segera mati di tanganku" kata orang itu lalu mematikan panggilan secara sepihak.
"******** kau" teriak Angel.
***
Angel mengepalkan tangannya saat sampai dirumahnya. Ia sangat kesal kenapa selalu saja ada yang tidak suka kepadanya.
"Kau tau siapa laki laki itu" tanya Darren.
"Aku tau siapa dia" kata Angel.
"Siapa dia" tanya Derick.
"Apa kau tak bisa menebaknya, kak" tanya Angel dengan wajah tak percayanya.
"Apa yang kau maksud Nathan" tanya Lyandra.
"Ya mom. Memang mommy yang lebih pintar" kata Angel.
"Apa kau sudah melacak kebaradaan mereka Al" tanya Angel.
__ADS_1
"Sebentar lagi dicari" kata Alvaro.
"Hmm, yang cepat" kata Angel.
"Ia" kata Alvaro
Setelah beberapa menit kemudian Alvaro sudah menemukan keberadaan Nathan. Angel mengepalkan tangannya karena tempat yang ditempati oleh Nathan adalah tempat yang ia tau.
'Kenapa dia ada disana' batin Angel.
"Apa kita akan langsung pergi" tanya Alvaro.
"Kita harus punya rencana" kata Devano.
"Aku sudah puya tencana tenang saja" kata Angel.
"Kami akan ikut membantu" kata Lyandra.
"kau tak perlu ikut mom" kata Derick.
"Doakan saja kami" kata Angel.
"Huh, karena aku sudah tua bukan berarti kami tak bisa ikut" kata Lyandra.
"Aku tau mommy kuat tapi kami tam ingin mommy terluka" kata Devano.
"Kami akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian" kata Darren.
"Kalian pergilah. Cepat bawa kembali Chris dan Lia" kata Darren.
"Ok, Dad" kata Angel.
Angel segera pamit kepada Ayah dan ibunya. Ia sudah berada diatas motor sport milik Alvaro. Kini mereka sedang menuju yang dimaksud Alvaro.
Angel memeluk erat Alvaro. Ia tak berpikir akan memeluk Alvaro. Ia hanya memikirkan anaknya dan kakak perempuannya.
***
"Awas saja kau nanti Nathan" gumannya.
"Sekarang apa rencananya" tanya Derick.
Angel menjelaskan rencana yang dimaksud olehnya. Setelah beberapa saat mereka semua mengerti rencana yang dimaksud Angel. Semua ketempat masing masing. Angel membawa pasukan miliknya dan Alvaro membawa pasukannya sendiri begitu juga dengan Derick dan Devano. Walau pasukan milik mereka tak banyak tapi mampu menandingin pasukan milik Nathan.
"Ayo kita mulai" gumannya.
Angel dan Alvaro berjalan bersama mereka berencana mengepung dari belakang sekolah. Angel dan Alvaro pun sudah ada dibelakang sekolah.
"Kau sudah siap" tanya Alvaro.
"Ayolah suamiku kapan aku tidak siap" tanya Angel. Ia kini memanggil Alvaro dengan kata Suamiku untuk memanas manasi Nathan.
"Aku tau itu istriku" kata Alvaro ia mengecup pipi Angel.
"Jangan sampai terluka." kata Alvaro.
"Ah, ok" kata Angel.
"Kau bisa memanjat tembok itu." Tanya Alvaro.
"Dulu aku sering memanjat ini" kata Angel. Ia mundur beberapa langkah lalu berlari dengan cepat lalo melompat dan ia sekarang berada diatas tembok yang tinggi.
Giliran Alvaro ia juga melakukan hal yang sama seperti Angel. Kini mereka berdua berada diatas tembok.
__ADS_1
Saat mereka ada diatas tembok ada salah satu orang Nathan yang melewat. Angel segera menembak orang itu untung pistol yang ia gunakan tak menimbulkan suara yang keras.
"Ayo turun" ajak Alvaro.
Alvaro turun terlebihbdahulu lalu kemudian disusul oleh Angel.
"Ayo kita masuk" kata Alvaro. Mereka berjalan sambil bergandengan.
Setiap mereka melihat ada pernjahat mereka segera menembak orang itu. Angel dan Alvaro sudah menghabisia banyak orang dari setiap ruangan ada lebih 30 orang. Angel berjalam sambil mencari keberadaan Chris dan Lia.
"Menurutmu mereka ada dimana" tanya Angel.
"Mereka pasti berada diruangan yang sama dengan Nathan dan ruangan yang kau bilang bisa jadi ruangan kelasmu dulu atau lapangan" kata Alvaro.
"Kalau benar dilapangan akan sangat sulit. Kemungkinan besar akan lebih banyak orang disana" kata Angel.
"Ayo kita coba aku yakin Nathan tak akan melukaimu" kata Alvaro
"Benar juga" kata Angel.
Angel dan Alvaro berjalan lebih jauh. Mereka saat ini masih dibagian belakang sekolah. Kini mereka ada dibagian kantin sekolah. Angel duduk sebentar di kantin. Ia jadi ingat saat saat ia bercanda bersama teman temannya.
"Aku lapar" kata Alvaro.
"Aku lapar plus capek. Baru aja pulang dari acara langsung perang" kata Angel.
"Seharusnya kita ada dikamar ya" kata Alvaro.
"Ia bobo dikasur empuk" kata Angel.
"Ayo cepat jalan lagi biar cepat pulang" kata Alvaro
Setelah beberapa saat mereka kini sudah berada didekat lapangan sekolah. Dan benar kata Alvaro. Nathan dan yang lain ada disana. Angel dan Alvaro dapat melihat Chris dan Lia yang sedang diikat. Mereka juga dapat melihat Devano dan Derick yang sama seperti mereka yaitu sedang mengamati Nathan dari jauh.
"Apa kita akan segera menyerang" tanya Angel.
"Tunggu sampai saatnya" kata Alvaro.
"Kapan" tanya Angel.
"Saat ia menyadari keberadaan kita" kata Alvaro.
Setelah beberapa saat menunggu Angel dan yang lain dikagetkan dengan teriakan Nathan yang meneriaki nama Angel.
"Angel" teriak Nathan.
"Aku tau kau disana" teriak Nathan.
"Kemarilah juka kau ingin anakmu selamat" kata Nathan.
****
AUTHOR :
HAI SEMUANYA 👋👋
GIMANA CERITANYA ?
MAAF JIKA CERITANYA SEMAKIN TIDAK MENARIK LAGI YA !!!
MOHON MAAF JUGA JIKA ADA KESALAHAN, YA!!!
JANGAN LUPA KOMEN LIKE AND VOTE, OK
__ADS_1
DADAH BYE BYE SEMUANYA 👋👋
TBC