Lyandra Is Fake Nerd

Lyandra Is Fake Nerd
S2 ~ Bab 15


__ADS_3

Happy Reading


***


Cassandra tak sadarkan diri selama ada disana. Nathan turun memeriksa Cassandra setelah 3 jam Cassandra pingsan karena Kekasihnya Siren ada urusan maka dari itu Siren tak jadi menginap dirumah Nathan dan Nathan juga akhirnya memeriksa Cassandra. Nathan membuka pintu itu. Ia sangat terkejut mekiha Cassandra yang pingsan. Bibir yang sudah membiru dan wajah pucat. Dengan cepat ia menggendong Cassandra menuju kamarnya karena kamarnya yang paling dekat.


Ia mengganti pakaian Cassandra dengan pakaiannya yang lebih tebal. Ia mengganti baju Cassandra dengan cepat ia melihat banyak luka ditubuh Cassandra. Ia tak memikirkan itu. Ia langsung menelpo dokternya. Selagi menunggu ia memeluk Cassandra dengan erat untuk menyalurkan kehangatan. Ia mematikan AC yang ada dikamarnya ia juga menyelimuti Cassanra dengan selimut yang tebal.


"To..long Ca..ca ta..kut" guman Cassandra ia menangis. Matanya masih tertutup.


"Ca..ca mau ma..ti a..ja. To..long men..jauh..lah" Guman Cassandra. Ia mengeluarkan keringat dingin. Air matanya semakin menderas. Matanya sedikit terbuka saat Nathan mengeratkan pelukangannya.


Ia menatap Nathan. Ia mendorong tubuh Nathan ia mundur menjauhi Nathan. Air matanya mengalir deras. Badannya masih kedinginan dan ia tak sengaja membentur pinggiran meja tapi tak terasa apa apa seperti mati rasa.


"Jangan beri aku harapan" kata Cassandra ia terjatuh dari kasur. Ia mundur sampai membentur tembok. Ia memegangi rambutnya dengan keras.


"Jangan, jangan, jangan lagi. Cukup semua itu. Aku sudah tak sanggup" kata Cassandra ia menunduk sambil menariki rambutnya.


"Caca ingin mati. Bukan yang lain kenapa begitu sulit" Kata Cassandra ia memukuli dadanya.


"Caca memang pembunuh tapi apa tidak berhak bahagia" teriak Cassandra seketika teriakan olok olokan dari teman teman masalalunya teringat. Memang tak ada yang tau kalau Cassandra anak Lyandra si ratu mafia tapi semua tau kalau Cassandra pembunuh namun itu hanya berjalan selama 2 tahun sebelum mengenal pacarnya dulu. Dulu ia sedikit takut mendengar itu. Keluarganya memang terasa seperti dikutuk. Kehidupan orang tuanya dulu memang tak bahagia, begitu juga hidupnya.


"Pembunuh"


"Pembunuh"


"Psycohat"


"Iblis jahat"


"Pembunuh"


Itulah suara yang terngiang ngiang ditelinga Cassandra.


"Caca bukan pembunuh"


"Bukan Caca"


"Maaf, bukan Caca"

__ADS_1


"Caca bukan Psychopat'"


"Caca Bukan pembunuh"


Kata kata itu selalu dikatakan oleh Cassandra berulang kali seperti membaca mantra.


"Caca takut. Maafin Caca" kata Cassabdra ia memekuk lututnya.


"Maaf, maaf, maaf, maaf. Hiks, hiks hiks, maafin Caca, maaf, maaf, maaf hiks, maaf, Caca minta maaf" guman Cassandra.


Kepalamya terasa sakit. Ia membenturkan kepalanya ketembok. Berkali kali.


"Ahk, sakit"


Nathan yang dari tadi hanya memperhatikan Cassandra kini berlari ke arah Cassandra. Ia memeluk Cassandra namun malah disorong oleh Cassandra.


"Hiks, hiks, ha..ha..ha, hikss, ha..ha..ha, hiks hiks, ha..ha..ha.ha..ha.." Cassandar yertawa dan menngis tak jelas. Nathan yang melihatnya tambah khawatir.


"Kau tau gadis gila bernama Caca" kata Cassandra


"Dia mati dengan bodoh. Hahaha, tapi aku sedih dia sudah mati. Hahaha, hiks hiks aku sedih tapi aku rasanya ingin tertawa" Cassandra sepeeti orang gila kadang tertawa kadang menangis. Ia tiba tiba berlari membuat Nathan ikut mengejar Cassandra. Cassandra berlari menuju kamarnya. Ia langsung mengambil semua obatnya dan menelan semua pil obatnya itu. Nathan yang melihat itu terkejut. Ia menarik tangan Cassandra ia membuka mulut Cassandra semua pilnya sudah tertelan setelah Cassandra meminum air. Cassandra melepas tangan Nathan lalu berlari kearah tangga.


'Cassandra sudah tidak bisa diselamatkan' batin Nathan.


Ia berlari menghampiri Cassandra. Ia menngendong Cassandra dan membawanya kemobilnya ia membawa Cassandra menuju rumah sakit. Ia dimasukan keruang UGD. Nathan menunggu sampai pintu terbuka.


"Gimana dok" tanya Nathan


Dokter itu keluar dengan wajah yang sedih dan bersalah. Dokter itu menghampiri Nathan dengab hati hati.


"Kenapa dok" tanya Nathan.


"Apa anda keluarga dari pasien" tanya Dokter.


"Bukan, Dok. Saya temannya" kata Nathan


"Kami sudah berusaha sebaik mungkin tapi Tuhan berkehendak lain. Luka ditubuhnya dan karena terlalu banyak makan obat ia tak bisa diselamatkan" tanya Dokter itu.


"Dokter bohongkan" kata Nathan sambil menggoyang goyangkan tubuh dokter itu.

__ADS_1


"Maaf tapi pasien sudah tak bisa diselamatkan lagi" kata Dokter itu.


"Saya permisi" kata Dokter itu.


Nathan segera berlari memasuki ruang UGD itu. Nathan membuka kain yang menutupi tubuh Cassandra. Wajah Cassandra yang pucat dan tak bernyawa yang ia lihat. Air mata Nathan menetes. Entah kenapa ia bisa mengangis. Padahal dia sendiri yang menyiksa Cassandra. Ia memeluk tubuh Cassandra.


"Maafkan aku" kata Nathan dengan pelan.


"Aku tak bisa menjadi orang yang baik. Karena aku adikku menderita begitu juga dirimu" kata Nathan. Ia menutup kembali penutup wajah Cassadra dengan kain itu.


"Selamat tinggal Cassandra semoga kau bisa bahagia disana" kata Nathan. Ia berjalan pergi.


***


1 minggu kemudian


Pemakaman Cassandra sudah selesai. Beberapa tamu sudah berpergian. Tinggal Nathan sensiri yang disana. Disamping gundukan tanah itu Nathan menangis. Air matanya ikut membasahi gundukan tanah itu.


"Kau meninggalkanku Cassandra" kata Nathan.


"Kau pernah berjanji akan bermain bersamaku tapi kau melanggar janji itu" guman Nathan.


"Tapi ini salahku. Aku membuat hidupmu tertekan, aku juga yang menyiksamu" kata Nathan.


"Apa kau bahagia disana" tanya Nathan.


"Kenapa kau tak mengajakku juga. Sia tau kita bisa bersama disana dengan adikku juga" kata Nathan.


"Aku yang salah. Aku terlalu terobsesi kepadamu. Aku sudah merelakan kematian adikku dan kepergian Rachelia. Tapi aku tak rela kau bersama orang lain. Kau cinta pertamaku. Tapi aku sendiri yang telah menbunuhmu. Aku ingin membuatmu cemburu tapi kau malah tidak peduli dan menuruti semua keinginanku. Kenapa kau baik kepada orang lain sedangkan kepadaku kau acuh tak acuh. Kau tertawa bersama para bawahanku tapi kau seperti mayat hidup jika didekatku" kata Nathan.


"Apa yang kurang dariku" tanya Nathan.


"Aku akan pergi. Aku akan sering berkunjung kemari. Berbahagia lah disana" kata Nathan ia berdiri ia meletakan bunga kesukaan Cassandta disana. Lalu pergi dari sana. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata rata. Ia sampai dikediamannya. Ia berlari menuju kesebuah ruangan. Ruangan itu adalah ruangan antara dirinya dan Cassandra. Beberapa minggu yang lalu ia merenggut kesucian Cassandra. Ia tau ia yang slah ia pulang dengan keadaan yang tak baik ia terlalu banyak meminum minuman dan ia telat mengetahui kalau minuman itu telah dicampur obat perangsang oleh kolega bisninsnya supaya ia menidiri anak kolega bisnisnya. Ia saat itu langsung pulang kerumahnya dab saat ia pulang ia melihat Cassandra akibat obat itu ia meniduri Cassandra sebagai pelampiasannya. Paginya Cassandra tak ada disampingnya. Nathan berjalan menuju kamar Cassandra. Ia mendengar suara tangisan dan beberapa bemda pecah. Ia tau Cassandra sedang menangis. Keesokan harinya semuanya berubah sempurna. Biasanya Cassandra akan bertanya dan berbicara tapi setelah itu Cassandra sama sekali tak berbicara apa apa. Semua sudah selesai. Nathan menyesali semua perbuatannya. Dan ia belajar dari pengalaman itu. Ia tak akan lagi seperti itu.


***


Jangan Lupa Komen, Like, dan Vote ya !!!!


TBC

__ADS_1


__ADS_2