
Happy Reading
***
"Wah, ada pelakor nih" kata seseorang.
Semua mata tertuju pada orang itu. Angel merasakan ada yang aneh wanuta yang mengatakan menatap dirinya dengan tajam.
"PELAKOR" kata wanita itu sambil menekan kata pelakor.
"What pelakor?" tanya Angel.
"Lo mau ngerebut tunangan gue ya" kata wanita itu.
"Oh, ia bukan kah wanita itu yang bersama Tuan Alvaro tadi" kata orang satu.
"Ia ia kalau tidak salah wanita itu pernah ada di pesta pernikahan Tuan Tomi" kata orang kedua.
"Dia kalau tidak salah sudah punya anak" kata orang ketiga.
"Jangan jangan dia seorang janda ya makanya nyari laki laki kaya buat hidupi dia" kata orang kedua.
"Ck, wanita kayak dia gak pantas hidup" kata orang kesatu.
"Pelakor" guman semua yang ada disana.
"Mendingan lo nya dar diri deh lo itu gak pantes ada disini" kata wanita itu.
"Hah, aku pelakor" tanya Angel.
"Adelia Emerson. Bukan kah itu namamu" tanya Angel.
"Ku pikir kau tak mengenalku jadi debaiknya kau bersujud dikakiku" kata Adelia. Ia menunjuk kakinya.
"Untuk apa aku melakukan itu" tanya Angel.
"Aku tak bisa melakukannya karena nanti akan ada seseorang yang mengamuk mendengar itu." kata Angel.
Wanita didepan Angel menarik tangannya lalu mendekatkan wajahnya dan berbisik.
"Bersujud atau kau mati ditangan ku nanti" kata Adelia itu.
"Tak pernah ada yang berani menyuruhku" kata Angel ia mundur dua langkah.
"Aku tak bisa melakukan itu karena anakku akan marah nanti" kata Angel.
"Dia tak suka aku diperlakukan seperti itu kau mengerti bukan " kata Angel ia mengambil segelas minuman.
"Orang seperti masih mementingkan martabat rupanya" kata Adelia.
"Ayah dan ibuku seorang penjabat negara sekaligus pengusaha dan aku seorang artis kau tak akan bisa mengalahkanku" kata Adelia.
"Kata siapa apa aku harus melemparmu dengan uang seperti wanita dipesta kemarin, hah. Apa itu bisa membuatmu diam" kata Angel ia mengeluarkan duitnya. Lalu melemparnya ke wajah Adelia.
'Aku tau aku juga keterlaluan tapi apa dia pikir hanya dia saja yang bisa berbuat seperti itu' batin Angel.
"Kau menghina ku" kata Adelia. Ia mendorong Angel dan membuat Angel terjatuh lalu wanita itu hendak menampar Angel namun di tepis oleh seseorang yang ternyata.
"Chriss" guman Angel.
"Kau menghina Mommy ku apa kau tak di ajarkan sopan santun oleh orang tuamu" teriak Chris matanya tersirat ia sedang sanvat marah.
Ia menarik tangan wanita itu dengan kuat membuat wanita itu terjatuh didepan Chriss. Chris mencengkam dagu Adelia lalu tersenyum sinis.
"Miris sekali hidup mu" kata Chris.
'Plakkk'
Chris menampar pipi wanita itu dengan kuat. Orang tua Adelia menghampiri Adelia.
"Mommy ku tak pernah mengajari untuk menghina orang lain tapi jika orang itu yang memulai lebih baik dilanjutkan" kata Chris. Ia berbalik ia menatap mommyny yang sudah terjatuh. Angel berdiri ia menatap anaknya bingung.
Erwin berlari kearah mereka bersama Alex. Mereka menunduk hormat didepan Angel.
"Maaf Nona kami terpaksa membawa Tuan muda Chris karena dia memaksaku" kata Erwin.
"Tak apa apa" kata Angel.
Alvaro berjalan kearah mereka bersama dengan Nathan dan istrinya.
"Kita sampai disini saja" kata Alvaro kepada Adelia ia melepaskan cincin ditangannya laku melemparnya ke arah Adelia.
"Tenang saja uangnya sudah ku kirim" kata Alvaro.
"Mohon maaf semua acaranya sudah selesai kalian bisa pulang sekarang" kata Nathan menggunakan mic dupaya semua mendengar.
Para tamu mulai berpulangan. Sekrang hanya tinggal Angel, Chris, Alvaro, Nathan, Diana, Alex, Erwin, Tomi dan Elise.
"Hai paman" sapa Chris kepada Alvaro.
"Kamu bertemu dia dimana" Angel.
"Kami bertemu saat aku kabur dari restoran lalu paman itu yang mengganti hp dan membelikanku es krim" kata Chris
"Apa" kata Angel.
" Maaf tuan Alvaro apa kau tak berlebihan menganti hp Chris padahal yang rusak sedikit lo" kata Angel. Ia memperhatikan Alvaro dan Chris dengan teliti.
"Ah, itu bukan benda yang mahal aku bahkan bisa membeli tokonya untuk anakmu" kata Alvaro.
'Apa apa an nih orang SKSD banget' batin Angel.
"Hmmm, mereka mirip" guman Angel.
__ADS_1
"Hai tampan siapa namamu" tanya Nathan kepada Chris.
"Namaku Christian Cassa" kata Chris sambil mengeluarkan sesesuatu.
Lencana khusus keluarga Cassa. Keluarga yang sangat berpengaruh dalam bisnis dan dunia musik.
"Kalian sudah tau kami saiap jadi levih baik menjauh terutama kamu Nona ELISE" kata Chris sambil menatap tajam Elise.
"Tak ada yang boleh mengganggu mommy dan merebut yanv mommyku punya atau inginkan" kata Chris ia menatap tajam Elise sambil mengepalkan tangannya.
"Aku sudah menyimpan baik baik lencana ini tapi kenapa bisa keluar sih" tanya Angel ia mengambil lencana itu.
"Selamat malam Tuan Nathan. Selamat atas acaramu malam ini" kata Chris sambil menatap tak suka Nathan.
"Tapi acaraku sudah hancur karena siapa rupanya" tanya Nathan kepada Chris.
"Karena teman Istrimu bukan" kata Chris ia merubah ekspresinya saat melihat Alvaro.
"Paman ayo kerumah kami disana kita bisa melakukan banyak hal" kata Chris
"Apa boleh nona Angel" tanya Alvaro.
"Hemm, boleh" kata Angel.
***
Angel menatal anaknya yang sedang bermain dengan Alvaro dari balkon kamarnya. Anaknya sedang bermain diteras belakang.
"Aku tadi serasa mau pingsan saat bertemu dengannya" kata Angel.
Ia menutup matanya bayangan Alvaro ada dibenak pikirannya. Alvaro selalu mengganggu pikirannya.
"Kenapa Chris tidak mirip dengan Nathan dan malah mirip dengan Alvaro" tanya Angel dalam hati.
"Chris memiliki mata dan bentuk wajah yang mirip dengan Alvaro dan juga kenapa aku merasa dekat dengan Alvaro." tanya Angel ia menatap Alvari dari jauh.
"Tapi dia sangar tampan" guman Angel ia menyenderkan badannya ke tembok.
"Ayo Angel ingat ingat ke jadian 8 tahun yang lalu apa kau melupakan sesuatu" kata Angel ia menutup matanya berusaha mengingat sessuatu.
Ia hanya mengingat saat saat ini.
FLASH BACK
Saat itu sudah malam Cassandra sudah selesai membersihkan barang barang yang ada disana. Ia menunggu kepulangan Nathan tapi saat pulang ia mendapati Nathan yang sedang mabuk Saat itu Natah menarik tangan Cassandra menuju kamar Nathan langsung melu**t bibir Cassandra. Cassandra tak tinggal diam ia memberontak pakainanya sudah hampir tercopot semua. Ia mendorong Nathan ia berlari menuju dapur saat itu ia kehausan ia meminum jus yang harusnya ia buat untuk Nathan. Tiba tiba Nathan datang ia menarik tangan Cassandra dan membawanya kekamar Nathan melempar Cassandra kekasur namun kepala Cassandra terbentur ke tembok membuat Cassandra tak sadarka. diri. Paginya Cassandra bangun ia menatap dirinya tak memakai apa pun. Banyak bekas merah merah di tubuhnya. Cassandra mulai menangis dengan perlahan ia berjalan menuju kamarnya ia memakai kemeja Nathan yang masih bagus. Dengan perlahan ia berjalan kekamarnya tubuhnya seakan mau remuk akibat semalam. Tapi ia tak ingat apa apa semalam. Tapi ia tau kalau kesucianannya sudah direnggut paksa oleh Nathan karea ia melihat bercak darah dan disampingnya Nathan tak memakai pakaian apa pun.
"Dia jahat jahat hikss hikss" kata Cassandra di barengi oleh tangisnya.
"Dia merenggut segalanya dariku" kata Cassandra.
FLASH BACK OFF
"Lalu siapa sebenarnya ayah Chriss" kata Angel.
Ia berbalik ia masuk kembali kekamarnya. Ia menganti pakaiannya. Ia memakai baju tidurnya.
Ia menutup matanya berusaha masuk kedalam alam mimpi namun suara ketukan menganggunya.
'Tok..tok..tok...'
"Apa an sih ganggu banget deh" kata Angel.
Ia berjalan menuju pintu ia membuka pintu menampilkan Alvaro yang hanya memakai handuk didepannya.
"Kyaaaaa. Apa yang kau lakukan dimana bajumu" teriak Angel ia menutup wajahnya yang sudah memerah karena malu.
'Tapi dia sempurna' batin Angel.
"Mana bajumu kenapa tak kau pakai Alvaro" teriak Angel.
"Baju ku sudah basah karena bermain air bersama anakmu Chris" kata Alvaro
"Kenapa kau tak pulang saja" kata Angel
"Dia ingi aku tidir bersamanya dan berangkat sekolah bersama besok" kata Alvaro.
"Tapi apa kau akan tidur dan hanya menggunakan handuk kan" kata Angel.
"Aku tak suka ada orang yang seperti itu dirumahku" kata Angel.
'Aku tak bisa mengatakan kalau aku tak suka' batin Angel.
"Tapi aku tak punya baju" kata Alvaro.
"Kau akan kedinginan kalau tak memakai baju" kata Angel ia masih menutup matanya.
"Bagaimana jika kau menghangatkan ku" kata Alvaro sambil tersenyum jahil berjalan mendekat kearah Angel. Angel yang melihat Alvaro yang mendekat melewati celah celah jarinya mulai berjalan mundur.
"Kyaaa, kamu mau apa" tanya Angel ia panik ia terus berjalan mundur sambil menutup matanya dan akhirnya ia terjatuh kekasur. Alvaro naik keatas kasur lalu mengunci tangan Angel.
"Kyaaa. Turun cepat" teriak Angel.
Angel menendang Alvaro membuat handuk yang ia pakai tercoplok dan lagi lagi Angel berteriak.
"Kyaaaaa" teriak Angel.
"Ada apa mom" tanya Chris ia melihat pemandangan yang seharusnya tak ia lihat. Alvaro memakai handuknya.
"Bukankah paman sedang meminta baju kenapa malah bermain" kata Chris.
"Mommymu tak mau memberi bajunya" kata Alvaro.
"Ayo aku tunjukan bajunya" kata Angel dengan cepat ia loncat turun ke bawah.
__ADS_1
Ia memimpin menuju kesebuah ruangan yang dipenuhi banyak pakaian dan aksesoris.
Angelina membawa mereka berdua menujh kamar pria banyak sepatu, jas, kemeja, dan celana panjang disana.
"Wah, banyak sekali apa ini punya suamimu" tanya Alvaro.
"Ia" kata Angel dengan cepat.
'Kapan punya suami nikah aja belum' batin Angel.
"Kau bisa pilih apa saja yang kau suka" kata Angel.
"Dan ruang gantinya ada disana" kata Angel sambil menunjukan sebuah ruangan.
"Ok" kata Alvaro.
Angel dan Chris menunggu diluar. Chris menatap Angel penuh tanya.
"Tadi ngapain hayo" tanya Chris
"Gak ngapa ngapain" kata Angel dengan cepat.
"Ah, atau jangan jangan mommy dan paman Alvaro memiliki hubungan yang spesial" kata Chris.
"Diamlah aku tak punya hubungan apapun dengannya. Sepertinya aku belu. pernah menghukummh saat sudah sampai kenegara ini" kata Angel.
"Pelajari bahasa Jerman dalam satu bulan harus sudah lancar" kata Angel.
"Jika belum kau tau kan apa akibatnya" kata Angel
"Kok, dihukum sih" kata Chriss.
"Udah lakuin aja gak usah banyak omong" kata Angel.
Tak lama Alvaro datang ia sudah memakai pakaiannya.
"Kalian segera tidur sana" kata Angel
"Dah malam mom" kata Chris ia berjalan menuju kamarnya bersama dengan Alvaro sedangkan Angel ia berjalan menuju taman didekat kolam renang tempat Alvaro dan Chris bermain.
****
Sudah lama aku tak bermain seperti itu ia duduk disebuah ayunan. Ia mengerak geraknan ayunan dengan kakinya. Ia mengambil sebuah kalung disakunya. Liontin berwarna biru yang ia ambil dari Nicho. Kalung itu punya peran penting dalam Hidup karena kalau tak ada kaling itu mungkin Angel tak bisa hidup.
Ia mengangkat kalung itu keatas kearah sinar bulan. Ia mengoyang goyangkan kalung itu setelah beberapa saat menyimpan kembali kalung itu. Tiba tiba ada yang mengerakan ayunan yang sebentar lagi berhenti. Angel berbalik menatap orang itu siapa. yang ternyata adalah Alvaro.
"Kau belum tidur" tanya Alvaro.
"Belum. Lalu kau belum mau tidur" tanya Angel sambil bergeser membiarkan Alvaro duduk disampingnya.
"Ah, aku belum mengantuk" kata Alvaro.
"Bagai mana menurutmu tentang cinta" tanya Alvaro.
"Menyakitkan dan penuh pengorbanan" kata Angel.
"Apa kau menyukai cinta" tanya Alvaro.
"Tidaka ku benci cinta. Cinta yang membuat ku seperti ini" kata Angel
"Ah, kau terlalu kasar tentang cinta" kata Alvaro
"Ah, kau kan bertanya pendapatku" kata Angel.
"Apa kau pernah jatuh cinta" tanya Angel tiba tiba.
"Pernah" kata Alvaro.
"Kepada siapa " tanya Angel ia sangat penasaran siapa wanita yang mau dengan laki laki cerewt nan mesum separti Alvaro.
"Ada seorang waniat yang sudah pernah kutemui 17 tahun yang lalu" kata Alvaro.
"Apa yang membuatmu tertarik kepadanya" tanya Angel.
"Dia manis, cantik, dan menggemaskan. Dulu dia tak tau apa apa sampai dijadikan boneka oleh orang yang ia sayang bahkan sekarang pun sama" kata Alvaro ia menatap kasihan kepada Angel.
"Ah, bodoh sekali wanita itu" kata Angel.
"Ia dia sangat bodoh sepertimu" kata Alvaro ia mengelus kepala Angel mebuah wajah Angel memerah.
"Wajah merah apa kau malu" kata Alvaro.
"Ah, tidak untuk apa aku terbawa perasaa n dengan orang sepertimu" kata Angel dengan cepat.
"Hoammm" Angel menguap. Alvaro menidurkan Angel dipahanya.
"Orang yang bodoh sepertinya seharusnya diberi pelajaran" kata Angel
"Ia benar juga. Katamu apa hukuman yang pantas untuk gadis itu" kata Alvaro.
"Hukuman yang pantas adalah melihat kalau tanpa orang orang yang ada disekitarnya dan mengangapnya boneka kalau tanpa mereka dunia akan terasa sanagt menyenangkan. Dan juaga buat ia menyesal karena menolakmu" kata Angel.
"Aku tak pernah bilang kalau aku ditolak" kata Alvaro.
"Oh, aku pikir kamu sudah menembaknya" kata Angel.
"Ngomong ngomong siapa nama wanita itu??" tanya Angel.
AUTHOR :
Jangan lupa Komen Like dan Vote ya !!!!
Kata kalian Angel atau Cassandra cocok sama siapa ????
__ADS_1
Alvaro or Nathan komen di bawah ya 👇
BERSAMBUNG