Lyandra Is Fake Nerd

Lyandra Is Fake Nerd
Bab 54


__ADS_3

Happy Reading


***


Lyandra terbangun dari tidurnya. Lyandra langsung berjalan menuju dapur untuk mengambil minum. Lyandra duduk di kursi yang ada disana tiba tiba ada seorang pelayan yang datang dan menunduk kepada Lyandra.


"Apa" tanya Lyandra.


"Nona tadi malam ada seseorang yang sepertinya menyelinap ke mansion tapi itu masih dugaan nona" kata pelayan itu sambip menundukan kepalanya.


"Apa ada yang celaka" tanya Lyandra sambil berjalan mengambil minumnya lagi.


"Tidak ada nona" kata pelayan itu


"Kalau gitu kau boleh pergi" kata Lyandra


Pelayan itu segera pergi menjauh. Lyandra ia duduk langsung menyeringai.


"Sepertinya dia sudah mulai bertindak" guman Lyandra.


Lyandra langsung mengerjakan semua tugasnya besok adalah hari dimana ia tau siapa keluarganya karena Zio sudah mengabarinya kalau besok surat itu datang. Dan jika mereka bukan keluarganya ia tak akan apa apa mungkin ia akan berhenti mencari keluarganya dan mencari kebahagiaan baru dengan orang baru.


***


Pagi sudah datang hari begitu cerah seperti mewakili perasaan Lyandra tadi malam ia bermimpi kalau Zio adalah keluarganya dan kakak kandungnya. Ia merasa senang akan hal itu. Lyandra berangkat dengan sentumannya ia memakai pakaiannya tidak dengan model nerdnya. Lyandra mengendarai mobilnya ia tak berhenti tersenyum ia menyapa semua yang ia kenal tak terkecuali musuh musuhnya. Ia berjalan menuju kelasnya. Tak lama guru datang dan mulai mengajar semua murid. Lyandra dengan antusias menjawab semua soal yang ditanyakan kepadanya.


Sampai jam istirahat ia berjalan menghampiri Ken dan Danzel.


"Kak Zio kemana" tanya Lyandra dengan manis senyuman tetap setia ada diwajahnya.


"Hari ini dia gak sekolah katanya ada sesuatu" jawab Ken ia menatap Lyandra yang beda hari ini.


"Ada apa, Ra" tanya Danzel terlebih dahulu dari Ken.


"Gak kenapa napa" kata Lyandra sambil tersenyum.


"Masa" tanya Danzel


"Ia" jawab Lyandra.


Istirahat sudah berlalu. Kini mereka sedang belajar pelajaran Matematika dari tadi ia menantikan kabar dari Zio. Sampai seorang siswa datang membawa panggilan untuk Lyandra.


"Maaf, pak. Lyandra, Ken sama Danzel di panggil ke kantor kepala sekolah" kata orang itu.


"Ok Danzel, Lyandra dan Ken kalian bisa ke ruang kepala sekolah" kata guru matematika itu.


"Baik pak" kata Lyandra, Ken dan Danzel.


Mereka langsung pergi ke ruang kepala sekolah. Lyandra bingun kenapa ia dipanggil apa ada masalah atau ini ada hubungannya dengan Zio.


Saat masuk kedalam ruang kepala sekolah ia disambut pelukan hangat dari tante Maudy dan om Lucas.


"Kak Zio, ini ada apa kak"tanya Lyandra ia menatap bingung Zio.


" Kau makin cantik ADIKKU" kata Zio dengan penekanan di akhir kata.


"Maksudnya" tanya Lyandra ia masih belum mengerti.


"Kau adalah anak kami yang hilang" kata tante Maudy.


"Aku anak kalian" tanya Lyandra dibalas anggukan dari Zio.


"Aku tidak mimpi bukan" kata Lyandra sambil memukuli pipinya air mata kesenangannya mulai menetes.


"Tidak semua bukan mimpi kau memang anakku" kata tante Maudy sambil mengelus kepala Lyandra ia mencium pipi dan kening Lyandra terus menerus sambil memeluk Lyandra dengan perasaan yang hangat.


"Kau panggil aku mama sama seperti Zio dan Ken" kata Maudy.


"Dan aku akan menjadi Ayahmu" kata Lucas.


"Selamat datang kembali tuan putriku" kata Lucas sambil memeluk putri kecilnya.


"Kita menjadi saudara Lyandra" kata Ken.


"Aku sekarang menjadi kakak kandungmu" kata Zio.


" Kita kembaran" kata Ken ia mengecup pipi Lyandra.


"Sudah jangan menangis kapan kita rayakan kebahagiaan ini" tanya Zio.

__ADS_1


"Party di mansion gue jam 7 undang semau kalian" kata Lyandra ia langsung tersenyum.


"Akhirnya gue bisa party" ucap Dion sambil loncat locat di sofa.


"Apakah aku tidak pernah memberi kau libur paman" tanya Lyandra dengan tatapan tajamnya.


"Maksudnya aku tak pernah party denganmu" kata Dion sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Cocktail, wisky, wine apa saja kalian tinggal bilang semua ada di mansionku" kata Lyandra.


"Anak gadis sepertimu tidak minum seperti itu" kata Maudy sambil menjewer telingan Lyandra.


"Mama,dia sering pergi ke bar apa lagi sampe minum 10 botol cocktail" kata Ken


"Kapan aku pernah sampai 10 botol aku sampai 5 atau 6 botol saja" kata Lyandra.


"Itu juga banyak" kata Maudy sambil menguatkan jewerannya.


"Aku sepertinya tidak ada fungsi disini" kata Danzel.


"Memang lebih baik kau pergi" kata Lyandra.


Dengan wajah masamnya ia pergi. Lyandra tertawa ia langsung berlari dan memeluk Danzel.


"Terimakasih" kata Lyandra.


"Untuk" tanya Danzel.


"Kau ada di saat aku sedih dan ingin mengakhiri hidupku" kata Lyandra.


"Sama sama" kata Danzel.


Ia melepaskan tangan Lyandra yang ada dipinggannya ia menatap Lyandra dengan lekat.


"Apapun akan kulakukan untuk wanitaku" kata Danzel


"Kau serius" tanya Lyandra.


"Hmmm" balas Danzel.


"Kalau gitu kau mati saja" kata Lyandra.


"Tidak aku belum menikmati waktu bersamamu" kata Danzel.


"Tapi kau harus janji kepadaku kalau kau tidak akan pergi dariku" kata Danzel.


"Kau pikir kau aku akan kemana aku akan selalu ada di hatimu" kata Lyandra.


"Maaf disini masih ada yang jomblo" kata Ken dan Zio.


"Oh aku lupa" kata Danzel.


Ia berjongkok didepan Lyandra ia membuka kotak merah yang ada disakunya lalu menatap Lyandra.


"Will you marry me" tanya Danzel.


Lyandra terkejut. Umurnya masih 15 tauh dan sebentar lagi 16 tak mungkin ia menikah.


Melihat wajah bingung Lyandra Danzel tau kalau Lyandra sedang memikirkan apa.


"Kita akan menikah setelah kita lulus SMA" kata Danzel.


"Aku sudah S3" jawab Lyandra.


"Setelah aku lulus SMA" kata Danzel


"Yes. I will" jawab Lyandra


Danzel dengan senyum lebarnya memasang cicin di jari manis Lyandra.


"Anak ayah sudah besar" kata Lucas.


"Bahkan lebih besar dari ayahnya" kata Maudy.


"Hai adik ipar" kata Ken dan Zio.


"Eh kakak ipar" balas Danzel.


"Bos, maaf mengganggu ada telepon untukmu" kata Dion.

__ADS_1


"Untukku, Ok" kata Lyandra.


Lyandra berjalan menuju kursi milik Dion dan mengambil gagang teleponnya. Ia langsung mendengar suara sekretaris barunya.


"Ok, baik aku akan kesana" kata Lyandra ia menutup panggilan itu.


"Aku pergi sebentar" kata Lyandra.


"Kemana" tanya Zio.


"Ada koruptor di perusahaanku" kata Lyandra.


"Berapa banyak yang ia gelapkan" tanya Ken.


"30 miliar" jawab Lyandra.


Lyandra berjalan kesebuah rak buku ia mengambil sebuah buku. Lalu menekan sebuah tombol dan sebuah pintu muncul. Ia menaiki tangga sampai disana Lyandra ia mengambil pakaian formalnya dan menggantinya lalu berjalan kembali turun ke bawah.


"Tunggu aku tak akan lama disana" kata Lyandra.


Lyandra berjalan menuju dimana mobilnya diparkir. Lalu berangkat kekantornya. Di kantornya banyak yang menunduk tanda hormat kepada Bossnya.


"Dimana dia" tanya Lyandra


"Diruang kematian, Nona" kata Dito.


"Bawakan aku keperluannya" kata Lyandra.


Lyandra berjalan menuju ruang yang diberi nama Ruang kematian. Dimana semua pengkhianat dan penyusup di habisi oleh Lyandra.


Lyandra melihat tawanannya sedang dicambuki ia berteriak.


"Berhenti" kata Lyandra.


Oarang itu menghentikan kegiatannya. Lalu memberi salam kepada Lyandra.


"Kalian bisa keluar" kata Lyandra.


Semua langsung keluar.Lyandra mengambil cambuk yang ada dimeja. Ia mulai mencambuk tawanannya.


"Siapa yang menyuruhmu gadis manis" tabya Lyandra kepada deorang gadis didepannya.


"Oh aku lupa aku bukan gadis melainkan wanita jal**g" kata Lyandra.


"Siapa yang menyuruhmu wanita jal**ng" tanya Lyandra.


". "


Tak ada jawaban.


"Jawab" teriak Lyandra.


Lyandra menaru beberapa benda ke dada sang gadis.


"Siapa yang menyuruhmu" teriak Lyandra.


"Tidak ada" kata gadis itu tapi benda disampin Lyandra berkata lain.


Ya, yang dipasangnya ada alat mendeteksi kebohongan.


"Namaku Lyandra aku tidak bodoh cepat katakan atanu nyawamu dan keluargamu yang akan menjadi bayarannya" kata Lyandra.


Membuat dadis didepan Lyandra gemetar.


"Cepat jawab" kata Lyandra.


Dengan cepat gadis itu menjawab.


"Tuan W" kata wanita itu.


"Aku memaafkanmu" kata Lyandra membuat wanita itu tersenyum senang.


"Tapi jiaka kau jujur dari awal" kata Lyandra ia menebas kepala dengan pedang disampingnya.


Kepala kini terpisah dari tibuhnya.


Tiba tiba sebuah panggilan masuk ke hpnya.


"Datanglah kesekolah" kata orang itu.

__ADS_1


Lyandra langsung berlari menuju parkiran dan pergi kesekolah.


TBC


__ADS_2