
Happy Reading
***
"Aku sudah punya permainan yang lebih seru Danzel" kata Lyandra.
Lyandra kembali menyeret Bella yang tengah menangisi kaki dan punggungnya yang terluka sangat parah. Lyandra membawa Bella ke sebuah ruangab yang sangat gelap. Ia mengunci Bella disana.
***
Hari hari sudah berlalu. Kini acara pemakaman jasad Glend sidah di kuburkan. Semua sekarang sedang dalam keadaan berkabung. Lyandra sudah menyiapkan sebuah rencara untuk Bella. Esoknya mereka semua pergi ke kediaman Lyandra dan Darren. Lyandra membawa mereka ketempat dimana Bella dikurung.
Lyandra menekan sebuah benda dan lampu menyala memperlihatkan Bella yang sudah sangat memperhatinkan.
"Bella bagaimana keadaanmu" tanya Lyandra.
"Maafkan aku Lyandra" kata Bella ia tak bisa bergerak tubuh dan kakinya sudah sakit semua.
"Ahk, kenapa dari kemarin kau tak minta maaf aku akan memaafkanmu kalau kau minta maaf kemarin tapi sekarang tidak" kata Lyandra ia mengeluarkan pisau bedahnya.
"Kemarilah aku akan mengobati lukamu" kata Lyandra ia berjalan menuju Bella. Ia berjongkok lalu berkata.
"Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu" kata Lyandra.
Tiba tiba 2 orang laki laki datang. Salah satunya adalah Zein dan satunya lagi adalah.
"Ayah" teriak Bella melihat laki laki yang sama sepertinya keadaannya sangat memperhatinkan.
Zein melempar Rendra ayah dari Bella ke hadapan Bella.
"Hai tuan Rendra bagaimana kabarmu" tanya Lyandra.
"Diam lah kau iblis lepaskan kami" teriak Rendra.
"Ah, kau ini sudah terpojok masih saja melawan" kata Lyandra
"Diamlah kau pikir aku takut denganmu. Cih, kau hanya berani karena banyak orang didekatmu" teriak Rendra sambik meludah di depan Lyandra.
Lyandra sudah marah ia melayangkan tinjunya ke wajah Rendra. Rendra tersungkur kebelakang dengan sigap Bella langsung berlari ke ayahnya. Ia memeluk ayahnya. Ia menghapus darah yang keluar dari mulut dan hidung ayahnya.
Ia menatap tajam Lyandea yang sekarang sedang kesal. Ia mengambil sebuah balok kayu lalu berjalan ke arah Lyandra tapi bukan Lyandra namanya jika ia tak bisa melawan gadis lemah seperti Bella. Ia menendang peurt Bella membuat Bella terbentur ketembok. Lyandra mengeluarkan pisaunya ia langsung menusukan pisaunya ke perut Bella.
'Jlebb'
Tusukan pertama Lyandra buat di perut Bella.
"Ahk"
Erangan Bella terdengar membuat Lyandra semakin bersemangat.
'Jlebb'
__ADS_1
Tusukan kedua di kaki Bella. Lyandra memotong kaki Bella.
"Ahk"
Erangan kembali terdengar. Lyandra semakin bersemangat tapi ia harus cepat menyelesaikan ini.
'Jlebb'
Tusukan ketiga di leher Bella. Ia tak sia sia ia langsung memotong leher Bella membuat kepalanya sudah tak di tempat. Semua yang ada disana mual mual melihat apa lagi Ayah Bella yaitu Rendra dengan perlahan ia memungut kepala Bella mencoba menyatukannya namun tak bisa. Ia menangis sambil memeluk kepala anaknya.
"Maafkan ayah. Aku tidak bisa menjaga kalian dari iblis jahat itu. Maafkan aku" kata Rendra.
Ia merebut pisau Lyandra lalu mencodongkan ke leher Lyandra. Lyandra langsung menendang tangan Rendra membuat pisau terlempar jauh. Rendra tak bisa apa apa sekarang. Ia sadar ia sedang menantang dewi kematian. Lyandra mengambil pistolnya ia langsung menghabiskan semua peluru dengan menembakan ke dada Rendra. Semua musuhnya telah tiada. Ia sangat senang.
Jika kalian bertanya bagaimana bisa ada Rendra. Rendra ayah Bella yang kabur saat anaknya Rangga sudah di habisi oleh Lyandra di depan teman teman sekolahnya. Lyandra membiarkan itu. Selama ia di kurung oleh Darren pun ia tak pernah terpikir mencari Rendra namun saat Lyandra tau Bella tak berubah dan hanya berpura pura ia langsung mengerahkan semua anggotanya mencari Rendra dan Rendra di temukan di Amerika dan seorang penjudi disana. Ia menyiksa Rendra sebelum ia akan menguak segalanya. Dan sekarang semua telah tiada. Lyandra tertawa. Sekarang semua adil baginya. Yang jahat ia brantas walau ia sendiri jahat. Darren menghampiri Lyandra ia memeluk istrinya.
"Semua sudah selesai bukan" tanya Darren.
"Sudah" kata Lyandra
"Kenapa kau tak menyisahkan ku" tanya Danzel sambil menghampiri Lyandra.
"Selamat atas keberhasilanmu" kata Danzel sambil mengulurkan tangannya tak luput senyum manisnya selelu terpangpang.
"Jangan berani mendekati istriku" kata Darren sambil menepis tangan Danzel.
"Maafkan aku paman" kata Danzel sambil tersenyum sinis.
"Oh ya" kata Danzel.
Ia berjalan sedikit menjauh lalu.
"Gaya mu seperti om om" teriak Danzel. lalu berlari. Darren pun berlari mengejar Danzel.
Lyandra menatap Zio, Ken, Zein dan Raymod yang ada di sana. Wajah mereka masih sedikit pucat. Bahkan saat Lyandra mendekat mereka tanpa sadar berjalan mundur. Lyandra melempar pistolnya.
"Kak Zio" kata Lyandra ia memeluk Zio. Zio membalas pelukan adiknya.
"Sweet but Psycho" kata Zio.
"Ahk, aku bukan seorang psychopat" kata Lyandra.
"Oh ya kenapa kau bersemangat saat mendengar teriakan Bella" kata Zio ia menatap adiknya dengan tatapan tajam.
"Jangan pernah membunuh lagi kau seorang wanita yang harusnya anggun, sopan, manis, dan ramah" kata Zio.
"Apa aku bukan orang yang anggun, sopan, manis, dan ramah" tanya Lyandra.
"Semua sudah kau lakukan jadi kau tinggal membuang sifat psychopatmu itu" kata Zio.
"Baiklah" kata Lyandra.
__ADS_1
"Kak Ken kenapa kau pucat" tanya Lyandra. ia melebarkan tangannya dan memeluk Kakaknya.
"Aku lega sekarang" kata Lyandra.
"Baguslah itu. Lain kali kau ajarkan aku ya" kata Ken.
"Hmm" kata Lyandra
"Hai tuan Raymond" kata Lyandra.
"Panggil aku Ayah" kata Raymond sambil memeluk Lyandra dan mengelus kepala Lyandra dengan lembut. Lyandra sedikit tersentak merasakan itu. Pelukan penuh kehangatan dan kasih sayang ia rasakan.
"Ayah" kata Lyandra tak terasa air matanya mulai terjatuh Raymod yang melihat itu menghapus air mata Lyandra.
"Kau akan menjadi putriku sekarang. Kau bisa datang ke rumahku setiap saat karena kau putriku" kata Raymond.
"Apa kau yakin tuan Raymond" tanya Lyandra.
"Naya yang meminta" kata Raymond sambil mengelus kepala Lyandra.
"Dia akan datang kesini jadi kita harus bersiap" kata Raymond.
"Baiklah" jata Lyandra.
"Zein kau kuburkan mayat mayat itu" kata Lyandra.
"Baik nona" kata Zei sambil menunduk.
"Ayo kita berih bersih badaumu bau amis" kata Ken
"Ok" kata Lyandra.
Lyandra segera membersihkan badannya. Ia mengganti semua pakaiannya. Tak mungkin ia memakai pakaian kotor penuh darah dan bau amis itu. Ia memakai sebuah gaun berwarna Biru muda dan hells berwarna senada. Lyandra mengikat setengah rambutnya. Dengan make up tipisnya. Ia melirik Darren yang memakai jas hitam, kemeja putih, dan celana hitam, di tanganya jam tangan mewah terlilit dengan indah. Semua pakaian mereka dari baramg branded yang hanya sedikit di jual.
"Aku tau aku tampan" kata Darren membuat Lyandra menatap sinis Darren.
"Terserahmu" kata Lyandra.
"Aku akan pergi dengan Danzel" kata Lyandra.
"Hei kau ini bikin marah aja bisanya" kata Darren.
"Hmm" balas Lyandra
Acara yang mereka hadiri adalah acara ulang tahun perusahaan Darren sendiri dan ia juga akan mengenalkan Lyandra dan anak anaknya pada dunia ia tak mungkin akan menyembunyikan itu terus selamanya.
Mereka akhirnya sampai di hotel acar itu di selenggarakan. Lyandra turun dengan anggun di sampingnya Darren berjalan penuh karisma. Dibelakang mereka babysitternya mendorong kereta bayi yang disana ada Derick dan Devano.
***
TBC
__ADS_1