Lyandra Is Fake Nerd

Lyandra Is Fake Nerd
S2 ~ Bab 1


__ADS_3

Happy Reading


***


Jangan lupa mampir ke karya author judulnya


My Name Is Lucy


***


Beberapa tahun kemudian


Cassandra dan kedua kakak laki lakinya berangkat kesekolah tentunya sekolah mereka adalah AHS sekolah milik Lyandra. Cassandra dan keluarga pindah ke indonesia saat Cassandra berumur 8 tahun. Mereka pindah kerena ada satu kejadian yang menimpa temannya. Cassandra dan Derick mengendarai mobil masing masing dan Devano memilih menaiki mobil sportnya.


Setelah sampai diparkiran mereka menjadi sorotan bagaimana tidak dengan mobil yang termasuk keluaran terbaru dan harganya sangat fantastis tentu membuat orang bertanya tanya siapa pemiliknya. Hari ini merupakan hari ajaran baru. Cassandra dan kakaknya sekarang sudah kelas 11 dan mereka tentunya satu kelas. Cassandra dan Derick menjadi saingan yang sangat berat kepintaran mereka hampir sama dan setiap ujian pasti selalu sama membuat guru bingun siapa yang mendapat juara pertama dan kedua. Tak ada yang tau kalau Derick dan Devano kembar dan tak ada yang tau kalau Derick, Devano dan Cassandra bersaudara. Semua di sembunyikan untuk menjaga keamanan masing masing. Cassandra dan kedua kakaknya turun dari mobilnya. Semua mata tertuju pada mereka.


"Ah, para fansku menunggu" kata Cassandra.


Tiba tiba seorang gadis berlari kearah Cassandra dan memeluk Cassandra.


"Adik kecilku" kata gadis itu yang merupakan anak dari Aurel dan Zio yang bernama Diana.


"Hai kak Samuel" kata Cassandra menyapa kakak laki laki Diana yang bernama Samuel.


"Hai, Ca" kata Samue ia menatap mobil Derick. Derick memang masih didalam mobil. Sedangkan Devano ia sedang merapikan rambutnya.


"Van" panggil Cassandra


"Hemm" balas Devano.


"Lo mau ngomong apa Caca sayang" kat Devano sambil merangkul Cassandra.


"Pacar lo entar marah ke gue" kata Cassandra ia melirik Tiara yang ada disamping Diana.


Tiara adalah anak dari Arthur dia anak kedua dan kakak laki lakinya sudah menjadi Artis seperti keinginannya dulu.


"Eh, ada bebeb Tia ayo kekelas" kata Devano ia langsung melepas rangkulannya dan menggandeng Tiara pergi.


"Gue baru aja di rangkul terus ditinggalin. Sakit hatiku bang" kata Cassandra.


"Udahlah, Ca" kata Diana ia memukul kepala Cassandra pelan.


"Kalian ke kelas duluan biar Derick gue yang urus" kata Cassandra.


"Ok, Bye" kata Diana dan Samuel.


Diana dan Samuel pergi menyusul Devano dan Tiara. Cassandra melirik mobil kakaknya yang tak kunjung terbuka. Ia mengetuk kaca mobil Derick.


"Kak" panggil Cassandra.


Pintu mobil tiba tiba terbuka. Derick keluar dengan wajah tampan dan coolnya itu. Cassandra kadang tergoda dengan ketampanan kakak laki lakinya ini.


"Ca, ayo" kata Derick ia menggandeng Cassandra.

__ADS_1


"Kak kalo lo bukan kakak gue udah gue jadiin pacar" kata Cassandra dengan jujur.


"Gue juga sama" kata Derick


Cassandra menatap kakaknya dengan tatapan tajam. Derick yang melihat itu hanya menghela nafas panjang.


"Dia tak tau kapan kembali" kata Derick ia berjalan cepat meninggalkan adiknya.


"Aku yakin kak. Dia pasti kembali" guman Cassandra ia menunduk menatap sebuah gelang yang melingkar ditangannya.


"Ca, ayo cepat. Lo mau dihukum" kata Derick sedikit berteriak.


Cassandra mempercepat langkahnya dan menyamakan langkahnya dengan Derick.


Mereka telah sampai dikelas mereka. Mereka langsung masuk. Cassandra duduk di sebelah Diana dan Derick duduk bersama Samuel.


"Sam" panggil Derick.


"Ya" kata Samuel sambil melirik Derick.


"Gak jadi" kata Derick tiba tiba ia lupa apa yang mau ia bicarakan.


"Sumpah gaje" guman Samuel.


Ia kesal baru pertama kalinya Derick mau memulai pembicaraan tapi sekaki bicara langsung gak jelas. Ingin rasanya Samuel memukul kepala Derick tapi ia urungkan karena Cassandra selalu melindungi kakaknya.


"Kalo mau marah sama adek gue aja" kata Derick.


"Gue gak marah" kata Samuel.


Pelajaran mulai berlangsung Cassandra Derick dan Devano memilih tidur. Ayolah mereka ini pintar pintar tak belajar pun bisa mengerjakan apa lagi sekolah ini milik orang tua mereka.


***


Bel sudah berbunyi. Semua berjalan kekantin tak luput Cassandra dkk juga. Cassandra memilih meja yang bisa muat sampai 8 orang lebih yang berada di sudut kantin.


Mereka sudah mulai makan. Namun saat sedang asik tiba tiba para pengganggu datang membuat Cassandra dan Derick tak nafsu makan dan lain lainnya juga.


"Sayang, Derick" kata Ratu drama sekolah yaitu Sinta.


"Menyingkirlah" bentak Derick.


"Ahk, sepertinya kekasihku tak suka kalau kau mengganggu dia Sinta" kata Cassandra sambil memeluk tangan Derick. Disekolah mereka berperan sebagai sepasang kekasih supaya mereka bisa dekat dengan bebas.


"Ja***g, menjauh dari Derickku" teriak Sinta ia mendorong Cassandra membuat Cassandra terbentur kemeja dan minuman yanv ada dimeja langsung tumpab kebajunya.


Derick langsung memberikan jaketnya kepada Cassandra. Cassandra memakai jaketnya lalu menatap tajam Sinta.


"Kau terlalu menganggap remeh diriku Sinta" kata Cassandra dengan penuh penekanan di setiap kata. Ia memainkan rambutnya lalu berjalan ke arah Sinta dengan seringaian.


"Kau akan segera mendapat balasan yang besar oleh seseorang" kata Cassandra. Ia berjalan menjauh lalu meninggalkan semuanya.


Ia mengambil ponselnya di kemejanya. Ia memencet sebuah nomer lalu meletakannya ditelingannya.

__ADS_1


"Kembalilah cepat. Aku tak bisa berperan seperti ini terus" kata Cassandra.


"Tunggulah" kata orang disebrang sana.


"Kau selalu menyuruh kamu menunggu" kata Cassandra sekarang ia meninggikan suaranya.


"Apa kau marah" tanya orang disebarng sana.


"Aku tak bisa marah kepadamu" kata Cassandra dengan wajah marahnya.


"Baguslah" kata orang disebrang sana.


"Jika kau tak segera kembali jangan harap dia tetap hidup" kata Cassandra ia hanya bisa sedikit mengancam orang disebrang sana.


"Kau membunuhnya sama saja kau membunuh dirimu" kata orang disebrang sana.


"Kapan aku bisa menbunuhmu" teriak Cassandra


"Tak akan pernah, Sayangku" kata orang disebrang sana.


Orang disebarang sana mematikan panggilan dari Cassandra secara sepihak.


Cassandra melempar hpnya. Ia tak bisa begini terus. Ia tak bisa dikendalikan oleh orang disebrang sana. Dan jika ia membunuh orang itu sama saja ia membu uh dirinya sendiri.


Yang bisa ia lakukan hanya bersabar dan menunggu sampai keajaiban datang walau ia tak tau kapan itu datang.


***


Sedangkan ditempat lain. Ada yang mendengarkan percakapan Cassandra dengan orang disebrang sana. Ia hanya tersenyum miris. Ia mengepalkan tangannya. Air matanya mulai menetes. Ia terlihat cengeng.


"Kapan kau kembali" guman Derick.


"Aku sudah lama menunggumu" guman Derick lagi.


"Jangan terlalu lama atau aku sendiri yang menjemputmu" guman Derick


***


Hai Reader's


Gimana menarik gak season 2 nya ???


Semoga suka ya !!!


Dan juga udah baca cerita yang judulnya


My Name Is Lucy


Kalau belum segera baca ya !!!


Dan jangan lupa komen, like, dan vote ya !!!!


Bye bye ✋✋

__ADS_1


TBC


__ADS_2