
Happy Reading
***
Sudah hampir sebulan Cassandra menjadi pelayan pribadi Nathan. Ia tak pernah mendapat tindakan kasar dari Nathan lagi. Ia bersyukur Nathan tidak jahat kepadanya namun semua sirna setelah Nathan tiba tiba pulang dari luar negri dan langsung menampar pipi Cassandra disana Cassandra langsung terkejut. Apa salahnya itu yang ia pikirkan. Saat itu Nathan kembali kasar jika Cassandra melakukan kesalahan walau pun itu masalah sepele. Saat ini Cassandra dihukum karena ia lalai ada debu di dekat jendela ruangan kerja Nathan. Ia harus berdiri dihalaman belakang dari sehari penuh. Dengan tangan diangkat dan tanpa alas kaki ia juga tak diberi makan. Dihalaman belakang sepi tak ada siapa siapa. Saat disiang hari matahari sangat panas dan dimalamnya hujan deras turun. Ia kedinginan tapi ia tahan. Tangannya masih terangkat keatas. Petir terdengar keras. Cassandra takut petir sebesar apa pun keberaniannya ia punya banyak hal yang ditakuti.
Yang pertama ia takut dibentak, petir, hujan. Ia takut ketiga hal itu karena masa lalunya. Ia sejauh mungkin menjauhi ketiga hal itu. Maka dari itu orang tuanya tak pernah membentaknya secara langsung. Dan jika Ia di takut takuti dengan ketiga hal itu ia akan hilang kendali.
"Masih ada beberapa jam lagi Cassandra " kata Cassandra menyemangati dirinya. 4 jam lagi hukumannya berakhir. Badannya sangat lemah sekarang ia sudah tak teratur makan dan istirahat. Luka memenuhu tubuhnya. Padahal dulu Nathan mengobatinya saat ia terluka. Namun kenapa ia berubah.
Saat itu adalah hari ke 28 ia berkerja dirumah Nathan. Ia sedang menunggu Nathan di ruang tamu ia sudah memasak makanan yang enak untuk Nathan namun hal terduga terjadi tiba tiba Nathan datang dan langsung menampar Cassandra dan menyeret Cassandra kegudang dan mengurung Cassandra selama 3 hari tanpa makandan minum.
Sejak hari itu Nathan berubah dan ia menjadi lebih hati hati. Kini badannya sangat kurus. Beda dengan dulunya yang dulunya tubuhnya sangat bagus dan ideal. Sekarang seperti orang yang tak pernah diberikan makan kurus sekali. Cassandra hanya bisa makan jika dibolehkan dan jika tidak ia akan memakan vitamin yang sudah beli banyak dari temannya Leo.
Ia menahan matanya yang sudah tak sangup terbuka. Pintu didepannya tak kunjung terbuka. Ia hanya berharap ada yang berbelas kasihan pada dirinya. Namun itu hanya harapan. Kakinya sakit karena sering dicambuk oleh Nathan.
__ADS_1
"Kapan selesai" gumannya. Hujan mengguyur dirinya.
4 jam berlalu Cassandra tersenyum tipis jam nya ditangannya menunjukan hukumannya sudah selesai. Pintu tiba tiba terbuka matanya mulam memburam ia tak melihat siapa yang datang. Saat ia mau menurunkan tangannya ia terjatuh pingsan.
'Ah, setidaknya hukumanku sudah selesai' batinnya sebelum kesadarannya hilang sepenuhnya.
***
Nathan Pov
'Aku hanya bisa mengatakan maaf dengan surat ini'
Itu isinya aku tersenyum membaca surat itu aku pergi berjalan meninggalkan gadis yang kusuka. Ia berkata sambil memegang tanganku sebelum aku beejalan jauh.
"Kuharap kau memaafkan. Aku berjanji suatu saat kita akan bermain bersama" katanya.
__ADS_1
Aku meninggalkan dia dan mencari tempat yang sepi. Aku mengira dia gadis bail tapi salah. Ia selalu menanggapi ejekan yang diberikan kepadaku. Ia juga ikut menjelek jelekanku. Mulai saat itu aku membencinya. Cinta pertamaku sunggu tidak baik.
Setwlah bertahun tahun aku pindah dari kota itu. Aku kembali kesana dengan tampilan yang berbeda. Saat itu aku mendapat sebuah berita ternyata gadis itu anak musuhku yaitu Cassandra mulai daei situ aku membencinya dan aku juga mendapatkan berita yang mengagetkan kalau dia pembunuh adikku.
Aku marah dan membenci dirinya. Aku mulai mencari tau tentang musuhku. Saat itu aku mulai semuanya aku membuat perusahaaku dan geng mafiaku sendiri.
Semua berjalan dengan baik walau tak cuma sekali aku jatuh kebawah dan sesekali aku merasa putus asa. Sekarang semua sudah ditanganku. Cassandra menjadi tawananku. Dan keluarga bergantung kepadaku. Aku akan menjadi yang no 1 dari semuanya. Bukankah ini adil dulu mereka yang diatasku sekaranv aku berada diatas mereka. Cassandra hanya bisa bergantung padaki lagi pula ia sayang keluarganya. Aku memperlakukan dengan baik Cassandra selama sebulan kemarin adan aku memperlakukan dengan kasar dia setelah itu. Ada dua hal yang menjelaskan itu. Yang pertama supaya ia merasa apa yang kurasakan dulu dan aku ingin membalas apa yang telah kakaknya lakukan kepadaku. Saat aku sedang ada urusan di London aku beetemu Darren dan Rachelia disana. Mereka menatapku dengan tajam. Mereka menjelek jelekkanku iidepan banyak orang. Dan aku tak akan membelas itu kepada Darren melainkan. Cassandra. Lagi pula itu adalah salah satu kesenangan bagiku.
Aku memperhatikan Cassandra yang sedang ku hukum. Aku menghukumnya berdiri dihalaman belakang. Tangan yang diangkat keatas dan kaki tanpa alas dan juga ia tak kuberi makan. Aku sudah tak merasa kasihan kepada Cassandra lagi. Ia berusaha menahan tanganya supaya tak turun kebawah ia tak pernah melawan perintahku atau melanggar apa yang kubilang tapi entah kenapa melihat ia panik, cemas dan kesakitan membuatku senang. Ia beulang kali menahan matanya supaya tidak tertutup. Beberapa kali badannya mau terjatuh aku ingin tertawa melihat itu. Wajahnya pucat dan penuh luka. Dia tak secantik dulu. Dia tak bisa sombong lagi kepadaku. Dia tak bisa dibandingkan lagi denganku.
Aku memperhatikan dia dari lantai dua aku meliaht dia dari jendela. Beberapa kalia ia terkejut mendengar suara petir kadang tangannya hampir kebawah untuk menutup telingannya. Sekarang hukumannya sidah hampis selesai. Aku berjalan kebawah. Aku sudah mendapatkan alasan untuk menghukum dirinya lagi. Aku senabg dia menderita. Aku membuka pintu kulihat ia tersenyum walau tipis sekali. Saat tangannya mau ia turunkan tuuhnya terjatuh. Aku terkejut melihat itu aku mengambil payung didekatku. Aku berjalan mendekati Cassandra. Aku mengangkat tubuhnya dan membawanya kekamarnya. Saat kusenguh dahinya sangat panas. Apa dia sakit tanyaku dalam hati. Aku ingin memanggil dokter tapi aku urungkan untuk apa buang buang duit batinku. Dulu aku juga pernah seperti itu aku sakit demam tak ada yang merawatku namu esoknya aku sembuh. Jadi aku meninggalkan dia dan menunggunya sembuh.
Nathan Pov End
TBC
__ADS_1