
Happy Reading
***
Lyandra berjalan menuju parkiran dan pergi kesekolah. Dengan kecepatan diatas rata rata Lyandra mengendarai mobil membelah jalan yang sedang ramai. Dan akhirnya Lyandra sampai di sekolah. Ia bingung melihat sekolahnya dari luar gerbang. Kenapa sepi, mana satpam yang menjaga, dan mana murid murid bukannya sekarang sudah jam istirahat ke 2.
Dengan banyak pertanyaan di kepalanya Lyandra berjalan masuk ke sekolah. Ia sudah mempersiapkan barang barangnya dimulai dari pistolnya di simpan di bawah rok dan lain lain.
Lyandra berjalan dengan hati hati dan pelan sampai ia di lapangan ia di kejutkan dengan pandangan yang cukup mengerikan. Orang tua dan teman temannya di ikat dan dicambuki. Ia melihat seorang laki laki yang memakai topeng ada duduk di kursi besarnya sambil tertawa melihat keluarganya tersiksa.
"Hentikan" teriak Lyandra
Semua mata tertuju padanya. Lyandra dengan penuh emosinya. Ia menarik tangan orang yang berani mencabuk orang kesayangannya. Ia memukul wajah orang itu sampai hancur dan terakhir ia menembakan 3 peluru ke jantungnya.
"Wah, wah wah, ternyata kau sudah datang nona L" kata orang bertopeng itu.
"Berhentilah menggangguku" teriak Lyandra
"Aku tak akan berhenti sebelum aku mendapatkan apa yang aku mau" kata orang itu.
"Cepat katakan apa yang kau mau lalu kau pergi dari hidupku" teriak Lyandra.
"Kau menginginkan harta bukan" teriak Lyandra ia mengambil buku cek yang ada di sakunya ia menuliskan nominal uang yang ia dapat dari kakek Andrew lalu melempar ke depan orang yang bertopeng itu.
"Kau pergi sekarang semua yang kakek berikan sudah ku kembalikan" teriak Lyandra.
" Hai Lyandra sudahlah berhenti berteriak nanto tenggorokanmu sakit" kata orang itu.
"Apa pedulimu" kata Lyandra sinis.
"Lyandra dulu aku pernah menawarkan kepadamu supaya menjadi adikku bukan" kata Orang itu sambil berjalan mendekat ke Lyandra.
"Aku tak pernah mau menjadi adikmu" kata Lyandra.
"Kau memang tidak menjadi adikku tapi akan menjadi wanitaku" kata prang itu sambil mengelus pipi Lyandra.
"Menjauhlah kau dari adikku" teriak Zio.
__ADS_1
"Diam lah kau" teriak orang itu.
"Bukankah kau ingin tau siapa orang yang telah menculikmu lalu membuangmu" kata orang itu.
"Aku tak mau tau itu yang ku mau kau pergi" teriak Lyandra.
"Sayang kau tak boleh galak akan kuberitahu sebuah rahasia besar yang selama ini di sembunyikan aku akan menjelaskan siapa yang baik dan siapa yang jahat dan siapa yang pura pura baik dan siapa yang pura pura jahat" kata orang itu.
"Kau diam lah kau pergi bawa uang itu aku tak butuh uang karena aku sudah punya mereka" teriak Lyandra.
"Kau tau Lyandra siapa yang sayang padamu aku tau kau tak pernah benci kepadaku" kata orang itu.
"Aku benci. Aku benci kau. Aku sangat membencimu" kata Lyandra ia mengepalkan tangannya sambil menundukan kepalanya banyak orang yang mati hanya karena orang bertopeng itu. Air mata mulai menetes dari mata Lyandra.
"Kau telah membunuh Rikoku, kau telah membunuh kakek, kau telah mengambil kebahagiaanku kau juga mengambil Rina" kata Lyandra ia menangis.
"Semua salahku aku yang telah merebut harta yang seharusnya kau dapat
jadi lebih baik kau bunuh aku saja" kata Lyandra.
"Kau pikir aku bodoh aku akan membuat kau menderita lebih dahulu sayang" kata orang itu.
"Serang dia" teriak orang itu.
Beberapa pasukan orang itu berlari mulai menyerang Lyandra.
'Dia pikir aku mendapat gelar leader mafia dengan cuma cuma' batin Lyandra.
Lyandra menyerang oramg orang itu dengan tangan kosong dan diakhirnya ia menembak orang orang itu dengan Pistol yang ia bawa.
."Hai, Tuan W kau lupa aku siapa kekuatanku dan kau itu berbeda" kata Lyandra.
"Aku tak akan pernah kalah darimu dan akan ku pastikan kau jatuh ke tanganku" kata Tuan W.
Ia mengambil salah satu pedang yang tergeletak begitupun Lyandra. Mereka beradu pedang. Lyandra yang cukup ahli pun dapat bersaing dengan Lyandra. Mereka beradu cukup lama.
"Kau taernayata ahli juga" kata Tuan W kepada Lyandra.
__ADS_1
"Aku Lyandra si leader mafia dan pengusaha hebat aku ahli dalam segala hal" kata Lyandra
"Kau ingin menyerah atau tidak" tanya Lyandra lagi
"Aku laki laki tetap saja tenagaku tetap lebih kuat" kata Tuan W
"Kau pikir aku akan mudah dikalahkan" kata Lyandra
Saat Lyandra memukul wajah tuan W secara tiba tiba membuat topengnya terbuka. Lyandra kaget dan hampir saja terjatu kerena kaget.
"Kau melepas penyamaranku, Ra" kata Lyandra.
"Leonard" guman Lyandra.
Lyandra mundur beberapa langkah. Ia tak menyadari di belakangnya ada orang yang menunggunya.
"Aku yang sebenarnya disini sayang" kata orang yang ada dibelakan Lyandra. Orang itu menyuntikan sesuatu kepada Lyandra membuat ia tak sadarkan diri dan jatuh kepelukan laki laki di belakangnya.
"Kapan semua selesai" guman Lyandra saat kesadarannya mulai menghilang.
***
Seorang gadis mulai membuka matanya setelah beberapa hari pingsan. Gadis itu menatap sekelilingnya. Tempat yang belum pernah ia datangi. Ruangan berwarna putih. Sebuah meja kecil di depannya. dan ada beberapa album foto disana. Lyandra menatap bingung kesekelilingnya. Tangan dan kakinya di ikat kesebuah kursi. Sebuah lampu yang sangat terang mulai menyilaukan matanya yang berada di atas kepalanya. Terlintas dipikirannya ia terlihat seperti tawanan. Pakaiannya sudah di ganti dia memakai Kaus putih dan rok hitam. Rambutnya yang tadi terurai sekarang terikat. Ia mencari cara untuk kabur tapi sepertinya tak akan bisa apa lagi pintunya di kunci.
'Dimana aku' batin Lyandra
'Kenapa aku ada disini' batin Lyandra
Sebuah ingatan terlintas dikepalanya. Lyandra memegangi kepalanya sakit yang ia rasakan. Lyandra ingat ia sedang berkelahi dengan tuan W tapi Lyandra malah melihat wajah sahabatnya yaitu Leonard dan saat terakjirnya ia mendengar suara orang yang ia rindukan.
Kapan semua berakhir ia baru mendapat keluarganya. Keluarganya bagaimana ia tak tau mereka masih hidup atau tidak ia tak tau ia hanya ingat ia dibawa oleh orang yang ia rindukan. Kenapa semua orang dimasa lalunya mulai berdatangan. Lyandra akui dia punya banyak musuh. Hampir disetiap negara dia punya musuh. Tapi ia juga punya banyak teman karena baginya lawan dan teman harus setara banyaknya.
Lyandra ia mencoba membuka ikatannya ternyata ikatan itu tidak bisa di buka. Lyandra mulai frustasi tempatnya ini membuatnya seperti orang gila. Tak ada celah untuk ia kabur. Semua tertutup. Lyandra hanya bisa menunggu orang yang menculiknya datang dan membuka ikatannya.
Sampai beberapa jam tak ada yang datang menemuinya membuat ia sedikit kesal. Membuat ia bertanya tanya kemana orang ia yang telah menculiknya.
TBC
__ADS_1