
Happy Reading
***
Hari ini Lyandra berangkat lebih siang karena semalam ia mengerjakan tugas sekolah san berkas berkas yang harus ia tanda tangani karena selama seminggu ia sama sekali tak memikirkan sekolah dan perusahaannya.
Lyandra berjalan dengan tergesa gesa menuju kelasnya. Banyak yang menatapnya tidak suka. Ok, memang Lyandra mendapat tatapan tak suka tapi kali ini lebih aneh semua mengatakannya pela**r dan jal**g. Ok, Lyandra sudah punya firasat buruk tentang ini. Lyandra berjalan dan akhirnya sampai di kelasnya.
Aurel dan Jessy langsung berlari mendekati Lyandra. Mereka langsung menatap Lyandra penuh tanda tanya dan tatapan marah.
"Lyandra apa maksudnya ini" tanya Aurel ia melampar beberapa lembar foto kepada Lyandra.
Dengan santai Lyandra mengambil selembar foto. Lalu Lyandra membulatkan matanya melihat isi foto yang sangat mengejutkan baginya.
"Dasar jal**g" teriak Aurel.
Aurel menampar pipi Lyandra. Air mata milik Aurel mengalir deras. Lyandra yang melihat itu hanya bisa terdiam dan berusaha mencari solusi untuk masalahnya ini.
"Ini gak benar, Rel" kata Lyandra ia berusaha menjelaskan itu.
"Diam lebih baik lo jauh jauh dari gue" teriak Aurel dan ia mendorong Lyandra.
Lyandra berusaha menjelaskan semuanya. Tapi apa boleh buat foto yang ada di depan lebih di percaya oleh Aurel.
"Lyandra aku sudah membawa surat pengunduran diriku" kata Jessy sambil mengambil surat pengunduran dirinya yang ada di meja lalu memberikannya pada Lyandra.
"Kontrak kerja kita sudah selesai nona Lyandra" kata Jessy.
"Kita pergi saja Aurel kau butuh sendiri sekarang" kata Jessy sambil merangkul Aurel untuk pergi jauh.
"Lyandra aku kecewa kepadamu" kata Chely yang tiba tiba datang. Ia menampar pipi Lyandra mambuat pipinya yang merah menjadi lebih merah.
"Kau begitu hina aku bahkan tak menyangka kalau itu sifat aslimu" kata Rio ia mendekati Lyandra.
"Aku membencimu Lyandra" bisik Rio tepat di telinga Lyandra dan pergi menjauh.
"Lempari dia teman teman" teriak Rio dari kejauhan.
Semua teman teman kelasnya melempari Lyandra dengan telur busuk dan sampah ada yang melemparinya tepung. Lyandra menerima dwngan senang hati. Lagi pula ia belum punya cara untuk menyelesaikan masalah ini.
Setelah semua puas melempari Lyandra dengan telur busuk dan tepung. Mereka kembali ke kursinya masing masing. Lyandra keluar dati kelas dan tak tentu arah yang membawanya ke rooftop. Lyandra melempar tasnya dengan sembarangan.
Lyandra membuka seragamnya dan roknya ia sobek untung dia memakai kaus putih dan celana pendek berwarna Hitam. Lyandra berjalan mendekati pembatas rooftop. Ia memikirkan satu cara untuk lari dari masalahnya.
__ADS_1
'Apa yang harus aku lakukan' batin Lyandra
"Bunuh diri"
Satu kata yang terlintas di kepala Lyandra. Tak ada siapapun yang menginginkannya kali ini benar benar tak ada seorang pun.
"Aku benci semuanya" teriak Lyandra
"Mereka tak pernah benar benar menyayangiku" teriak Lyandra
"Kenapa harus aku yang mengalami ini" teriak Lyandra
"Bunuh diri, Ya. Bunuh diri cara satu satunya untuk membuatku jauh dari semua masalah" teriak Lyandra.
"Dengan ini aku tak akan mendapat masalah atau harus menyelesaikan masalah" kata Lyandra.
"Ternyata tinggi juga ya" kata Lyandra
Lyandra melihat sekelilingnya. Semua oranh sepertinya sedang belajar dan dia pasti tidak akan di ganggu jika ingin bunuh diri.
"Tak ada yang akan merasa kehilangan diriku nanti" kata Lyandra
Saat ingin menerjunkan dirinya seseorang meneriaki namanya. Dengan kesal Lyandra menatap orang yang meneriaki namanya. Ternyata orang itu tidak sendiri.
"Jika kau maju satu langkah pun aku akan loncat" kata Lyandra Ia berjalan mundur satu langkah.
"Lyandra berhenti bertindak bodoh" teriak Zio
"Hei, apa pedulimu" teriak Lyandra
"Aku Zio, temanmu, kakak kelasmu dan kakakmu" kata Zio
"Aku tak punya teman semua tak pernah ada yang percaya kepadaku lalu untuk apa aku hidup" teriak Lyandra
"Kau jangan egois" teriak Ken
"Kau tak boleh mementingkan dirimu sendiri. Ok, kau pikir semua masalahmu akan selesai setelah kau bunuh diri. Kau akan di cap sebagai jal**g setelah kau mati dan tak akan pernah di anggap baik oleh orang yang mengenalmu dulu" kata Ken sekali lagi ia berusaha mencegah Lyandra untuk bunuh diri.
"Apa aku tak boleh egois kali ini. Apa aku tak pantas bahagia? Aku hanya ingin bahagia tak ada yang lain. Kalian pikir aku apa. Aurel, Jessy, Chely dan Rio mereka menjauhiku dan mereka lebih percaya pada foto itu dari pada aku sahabat mereka. Kalian tau aku tak pernah menyangka kalau persahabatanku akan hancur karena foto itu" kata Lyandra ia menangis. Lyandra duduk dan menangis. Ia bingung kenapa nasib dan takdirnya seburuk ini bahkan persahabatan yang mereka bangun bertahun tahun bisa goyah karena sebuah foto sialan.
"Lyandra semua masalah pasti punya sebuah solusi dan aku akan membantumu menyelesaikan masalahmu" kata Danzel ia berusaha mendekati Lyandra yang sedang menangis secara perlahan.
"Aku yakin kita akan bisa menyelesaikannya bersama sama" kata Danzel ia mendekati Lyandra tapi Lyandra mencegahnya lebih dulu.
__ADS_1
"Jangan mendekat" kata Lyandra ia memberhentikan tangisnya sebentar.
"Kenapa" tanya Danzel dengan wajah bingungnya.
"Aku bau busuk" kata Lyandra
Danzel tertawa kecil. Ia pikir karena apa sehingga Lyandra menghentikannya dirinya. Danzel tetap mendekati Lyandra.
"Kita akan bersama baik suka maupun duka" kata Danzel sambil mengelus tangan Lyandra.
"Tolong jangan berbohong sudah cukup sering aku di bohongi" kata Lyandra ia menepis tangan Danzel.
"Aku tak akan pergi jauh darimu aku akan selalu ada di sampingmu baik itu buruk maupun baik" kata Danzel.
"Tolong tinggalkan aku" kata Lyandra ia membalikkan badannya.
"Kita akan pulang kau harus istirahat aku akan menunggumu di parkiran" kata Danzel berjalan pergi.
"Kenapa kalian membantuku" tanya Lyandra sebelum Danzel dkk pergi.
"Karena suatu hal" kata Danzel lalu pergi meninggalkan Lyandra
Lyandra membereskan barang barangnya. Lyandra masuk kedalam ruangan pribadinya. Lyandra membersihkan dirinya. Untung rambutnya sedikit terkena telur busuk. Setelah selesai membersihkan badannya. Lyandra berjalan menuju lemarinya mengambil dan memakaikaus hitam dan celana jeans hitam tak lupa ia memakai jaket hitam untuk menutupi dirinya.
Ia berjalan menuju parkiran. Ia melihat Danzel, Zio dan Ken menunggunya.
'Maafkan aku karena aku tak mungkin menemui kalian ada yang inginku selidiki dulu'batin Lyandra
Lyandra berjalan menuju mobilnya dan segera pergi dari sekolah dan menuju markasnya hanya untuk menyelesaikan salah satu masalah.
AUTHOR :
**HAI PARA READER'S 👋
BAGAIMANA CERITANYA ????
MENARIK GAK SIH ???
JANGAN LUPA KOMEN, VOTE, DAN LIKE YA !!!!
BABAY TEMAN TEMAN 👋👋
TBC**
__ADS_1