Lyandra Is Fake Nerd

Lyandra Is Fake Nerd
Bab 23


__ADS_3

Happy Reading


***


Seminggu berlalu. Lyandra menjalani hari harinya dengan biasa Bella dkk dan keluarganya Liburan ke Eropa membuat mereka tidak sekolah dan mengganggu Lyandra. Danzel dkk memang sering menggangu Lyandra membuat mereka menjadi dekat.


Hari ini hari Pesta topeng diadakan. Lyandra sudah mengambil bajunya dari Butiknya tentu dia tak membayar tapi ia tetap memberi tip ke Jenny karena telah membuat Dress yang seperti ia inginkan.


Lyandra dan Jessy mengendarai mobilnya masing masing. Akhinya mereka Sampai di mansion Keluarga Vonderenty. Lyandra memasuki tempat acara menggunakan Topengnya. Banyak yang memfoto dan memuji kecantikan Lyandra dan Jessy walau memakai topeng.


Lyandra berjalan menuju Penyelenggara acara yang sedang berbicara dengan pengusaha terkaya ke dua yaitu dari keluarga Xavier.


" Selamat malam Tuan Lucas Vonderenty dan Tuan Raymod Xavier " kata Jessy


" Selamat malam " balas mereka


" Tuan Lucas dan Tuan Ray perkenalkan Ini pemilik Perusahaan L'AC entertaiment " kata Jessy memperkenalkan


" Nama Saya Ara senang berkenalan denganmu Tuan " kata Lyandra dengan Sopan.


" Senang bertemu denganmu juga Nona Ara " kata Lucas


" Jangan panggil aku Nona panggil saja Ara itu lebih baik " kata Lyandra


" Kalau begitu jangan panggil aku Tuan panggil saja Paman " kata Lucas


" Ok, Paman " kata Lyandra


" Bagaimana rapat minggu lalu maaf aku tak bisa hadir hingga harus menyuruh putraku untuk datang " kata Raymond


" Rapat berjalan dengan baik, Tuan Raymond " kata Lyandra


" Sepertinya saya harus pergi sebentar " kata Lyandra yang melihat Veno si tangan Kanannya.


" Saya permisi dulu " kata Lyandra


" Silahkan, Nona Ara " kata Lucas dan Raymond


Lyandra menghampiri Veno. Veno sedang bersama seorang Wanita yang ternyata Bella.


' Semua dia ambil ' batin Lyandra yang melihat Bella menggoda Veno.


" Hai Veno " sapa Lyandra


" Hai Nona " kata Veno


" Bisa kita bicara sebentar " tanya Lyandra yang melihat kalau Bella terus memeluk tangan Veno dengan erat.


" Maaf Nona Bella saya permisi sebentar " kata Veno sambil melepaskan tangan Bella dari tangannya.


Lalu berjalan menuju Lyandra dan pergi ketempat sepi. Mereka pergi ke taman disamping Kanan yang menurut mereka tempat yang cocok untuk berbicara.


" Kau sudah menemukan dimana markas mereka " tanya Lyandra


" Sangat susah Nona mereka selalu pindah tempat setiap saat " kata Veno


" Bagaimana dengan perkembangan perusahaan kita " tanya Lyandra


" Perkembanangn perusahaan kita Naik drastis keuntungan kita makin besar dan Ada satu hal lagi " kata Veno


" Apa " tanya Lyandra


" Perusahaan Mahendra meminjam dana kepada kita dan mereka menggadaikan semua aset mereka kepada kita " kata Veno

__ADS_1


" Bagus kalau begitu kapan mereka meminjam dana kepada kita " tanya Lyandra


" 2 bulan yang lalu " kata Veno


" Ku kira siapa yang meminjam dana sebanyak 10 miliar dari ku " kata Lyandra


" Dan ada satu lagi " kata Veno


" Apa " tanya Lyandra


" beberapa hari ini selalu ada yang meneror Markas, Perusahaan, bahkan Mansion lo yang ada di sana " kata Veno


" Dan tadi sebelum aku berangkat ada yang mengirim pesan kepadaku ' Hati hati ' itu pesannya " kata Veno


" Untung aku sudah membawa peralatanku " kata Lyandra


Peralatan yang di maksud adalah Pistol yang ia simpan di bawah gaunnya dan di dalam tasnya, Sebuah suntikan yang ia taruh sebagai pulpennya ia hanya membawa itu karena menurutnya tak perlu membawa banyak dengan tangan kosongpun ia yakin bisa melawan jika mereka datang.


" Sebaiknya kita masuk " kata Veno


" Ok " kata Lyandra mereka masuk kedalam.


Sekarang adalah acara pesta dansa Lyandra menghampiri Jessy yang tengah mengobrol.


" Jessy " panggil Lyandra


" Ia Nona " kata Jessy


" Jangan panggil aku Nona jika aku tak menginginkannya " kata Lyandra


" Perkenalkan Nama saya Danzel Edgar Xavier " kata Danzel


Ya, yang mengobrol dengan Jessy adalah Danzel dkk.


" Gue Kenzio Frans Vonderenty panggil saja Zio " kata Zio


" Nama saya Kenzo juliano Vonderenty panggil saja Ken " kata Ken


" Hai Ara " sapa Rio


Rio memang tau kalau Ara adalah pemilik perusahaan L'AC entertaiment dia adalah satu satunya orang yang tau setelah Jessy di sekolahnya.


" Lo kenal dia " tanya Danzel


" Dia mantan pacarku " kata Rio


Memang benar kalau Lyandra mantan pacar Rio. Mereka pacaran karena dulu saat Di london Rio dan teman temanya mengajak Lyandra bermain Truth or Dare dan saat botol mengarah ke Rio dan dia pilih tantangan. Tantangannya adalah Rio harus pacaran dengan Lyandra dan Lyandra menerimanya.Hubungan mereka terjalin selama 2 minggu.


" Mau berdansa " tanya Danzel sambil mengulurkan tanganya.


" Boleh " kata Lyandra walau dia sebenarnya tidak mau tapi apa boleh buat ia sedang ada di depam umum.


Lyandra dan Danzel berjalan ke lantai dansa. Lyandra tentu bisa berdansa karena itu adalah hal wajib baginya.


" Kau cantik Nona Ara " kata Danzel


" Kau juga tampan Tuan Danzel " kata Lyandra dengan senyumannya. Di dalam hatinya ia ingin muntah dengan ucapannya.


" Berapa umurmu " tanya Danzel


" Untuk apa kau bertanya seperti itu " kata Lyandra


" Aku hanga ingin tau saja " kata Danzel

__ADS_1


" Umurku 15 tahun " kata Lyandra


" Tapi kau terlihat sangat dewasa " kata Danzel


" Oh ya " kata Lyandra


" Dan suaramu aku merasa sering mendengarnya tapi dimana " kata Danzel


" Mungkin kau salah. Oh ya sebentar lagi lagu ini akan selesai aku pergi dulu " kata Lyandra lalu keluar dari lantai dansa padahal lagunya masih belum selesai.


" Lyandra kau di panggil oleh Tuan Raymond sepertinya dia akan menjadi Ayah mertuamu " goda Jessy saat Lyandra sudah ada di dekatnya setelah selesi berdansa dengan Danzel.


" Baik " kata Lyandra ia menghampiri Raymond yang masih setia berbicara dengan Lucas dan keluarganya.


" Hai Ara " kata Danzel saat Lyandra sudah mendekati Keluarga Vonderenty dan Xavier.


" Ara ayo duduk disini " kata Lucas sambil menunjukan kursi kosong di sampin Danzel.


" Kau sangat Cantik Nona Ara " kata Raymond


" Tadi kita tak sempat berbicara " kata Lucas


" Kami dengar usiamu masih 15 tahun " kata Lucas lagi


" Usia saya memang masih 15 tahun apakah kalian ingin membatalkan kerja sama kalian dengan perusahaan kami " tanya Lyandra ia hanya ingin kalau Kliennya masih ingin berkerja sama atau tidak dengan pengusaha muda sepertinya.


" Tidak kami tidak akan membatalkan kerja sama kami dengan perusahaan besar anda kami hanya bingung dan takjub saja di usiamu yang muda bahkan sangat muda kau sudah bisa mendirikan perusahaan menjadi perusahaan terbesar ke tiga " kata Raymond


" Kenapa harus bingung kalau kita mampu dan berusaha semua pasti tercapai " kata Lyandra sambil meminum minuman yang di sajikan di depanya.


Tiba tiba sebuah suara membuat mood semua orang menjadi buruk setelah melihat itu Lyandra akhirnya tau siapa pemilik suara itu.


" Hai Sayang " kata Bella dengan nada yang di buat buat. Lalu dia mencium pipi Danzel secara tiba tiba membuat orang yang ada di sana kaget dengan hal itu. Bahkan sekarang mereka sudah menjadi tontonan.


" Kenapa kau mencium ku " kata Danzel dengan tegas. Ia berdiri menatap Bella.


" Kau kan Pacarku " Kata Bella sambil memeluk tangan kekar milik Danzel.


" Kita sudah putus " kata Danzel sedikit berteriak.


" Apa kau memutuskan ku karena gadis ini " teriak Bella sambil menunjuk wajah Lyandra dan membuka Topengnya.


" Dia tak ada sangku pautannya dengan hubungan kita " Kata Danzel


" Lalu kenapa kau memutuskanku " teriak Bella


" Kau terlalu possesive, manja, lebay, dan menor kau selalu menggangguku kau tak perna memberiku waktu sendiri " Teriak Danzel ia sudah muak melihat sikap Bella yang selalu menempel kepadanya.


Tawa pelan keluar dari mulut Lyandra. Jessy yang melihat itu langsung menyikut Lyandra menyuruhnya diam. Bella menatap tajam Lyandra tapi bukan Lyandra kalau takut akan tatapan Bella yang menurutnya tak menakutkan.


' Plak '


Bella menampar pipi mulus Lyandra membuat semua orang terkejut melihat kejadian itu.


**AUTHOR :


BAGAIMANA CERITANYA????


MENARIK GAK SIH ????


JANGAN LUPA KOMEN,VOTE,DAN LIKE!!!


BYE👋👋

__ADS_1


TBC**


__ADS_2