Lyandra Is Fake Nerd

Lyandra Is Fake Nerd
Bab 49


__ADS_3

Happy Reading


***


Lyandra mengambil liontin yang ada di leher Bella.


"Ini punyaku dan akan selalu menjadi punyaku" kata Lyandra


Lyandra memasang liontin dan gelang kakinya itu.


***


"Kau tau, Bella. Siapa yang menerormu beberapa hari yang lalu" tanya Lyandra.


"Jangan bilang kau yang meneror kami" teriak Rangga.


"Ah, kak Rangga pinter deh" ucap Lyandra.


"Bukan kah aku pernah mengirim pesan kalau ada kupon menuju neraka apa kalian menyimpannya" tanya Lyandra


Arthur membawa sebuah kursi dan Lyandea duduk di kursi itu sambil menatap Rangga dan Bella.


"Kau mau aku hukum seperti apa ?" tanya Lyandra


"Diam kau aku akan pastikan kau tak akan selamat dariku" kata Rangga.


Rangga mengeluarkan pistol yang ia simpan di saku celananya. Ia menodongkan pistol itu ke arah Lyandra. Semua yang melihat Rangga menodongkan pistol takut melihatnya dan ada juga yang merekamnya.


"Kau 0 dan aku 1" kata Rangga


"Jangan bertindak bodoh Rangga" kata Lyandra.


"Nona apa yang harus kami lakukan" kata Arthur ia berusaha mendekati Rangga.


"Jika kau maju satu langkah lagi nonamu akan ku pastikan tiada di tempat ini" kata Rangga ia menatap tajam Arthur.


Lyandra yang melihat Rangga sedang tak memperhatikannya dan dengan cepat Lyandra menendang tangan Rangga. Pistol itu melayang ke udara dan dengan cepat Lyandra melompat untuk menangkap pistol itu lalu menodongkannya ke kepala milik Rangga.


"Satu sama" kata Lyandra ia tersenyum jahat. Lyandra berjalan maju sambil menodongkan pistol itu dan Rangga berjalan jauh.


"Lyandra jangan bunuh kakak ku hiks... hiks..." kata Bella.


Bella menghapus air matanya ia berlari dan berdiri di depan pistol demi menggantikan Rangga.


"Kau bunuh saja aku jangan kakakku" kata Bella


"Kau pikir aku bodoh" kata Lyandra ia menendang Bella untuk menjauh.


"Jika kau menghalangiku akan kupastikan kau akan sangat menderita" kata Lyandra sambil menatap tajam Bella yang sudah ketakutan.


"Kalian dulu menyiksaku dengan keberanian kalian kalian semua mengusirku" kata Lyandra


"Sekarang semua sudah berbalik" kata Lyandra


"Hentikan Lily" teriak seseorang.


"Papa Mommy" teriak Rangga dan Bella.


Bella berlari kepelukan mommynya.


"Turunkan pistol itu" teriak Ayah tirinya bernama Rendra.


"Untuk apa" tanya Lyandra.


"Aku akan membayar beberapa uang pun yang kau minta" teriak Rendra.


"Uang kau bilang perusahaanmu saja mengutang banyak kepada ku dan sudah dua bulan tak kau bayar dan kau telah menggadaikan semua yang kau punya maka dari itu kau tak punya apa apa sekarang" teriak Lyandra


Semua kaget karena baru tau kalau perusahaan milik keluarga Mahendra sudah berada di ambang kehancuran.

__ADS_1


"Arthur sebarkan kepada media tentang kehancuran perusahaan Mahendra group" kata Lyandra.


'Kau sekarang akan menjadi budakku' batin Lyandra.


Lyandra berjalan menuju Rangga yang sedang malamun.


"Aku sunggu kasihan padamu Lyandra" kata Rangga.


"Aku tak butuh rasa kasihan di sini kau lah yang patut di kasihanni" kata Lyandra.


"Keluargamu membuangmu dan sekarang kau menghancurkan keluargamu" teriak Rangga.


"Kau bagai anak terkutuk yang di kutuk sehingga tak ada seorangpun yang mengasihanimu" teriak Rangga ia tertawa melihat Lyandra.


"Kau masih bisa tertawa rupanya" kata Lyandra.


Lyandra menendang Rangga. Rangga terjatuh akibat tendangan dari Lyandra. Lyandra memukul dan menendang Rangga dengan brutal. Rangga pun sampai tak bisa membalas Lyandra. Lyandra tertawa sinis melihat Rangga hampir saja mati karena menjadi pelampiasannya. Lyandra memegang dagu Rangga. Lalu berkata.


"Katakan sampai jumpa kepada keluargamu" kata Lyandra.


"Sampai jumpa" kata Rangga.


Lyandra mengangkat pistolnya tepat ke kepala Rangga.


'Dorr'


'Dorr'


'Dorr'


3 peluru menembus kepala Rangga. Lyandra sudah puas karena satu hama hidupnya sudah pergi selamanya.


Semua terkejut melihat Lyandra baik guru maupun murid dan Danzel dkk pun ikut kaget.


"Lyandra kau jangan bertindak lebih jauh" teriak Chely.


"Apa hak mu melarangku" tanya Lyandra.


"Hahaha..."


Lyandra tertawa mendengar perkataan Chely.


"Kau terlalu percaya diri Chely. Kau sekarang bukan siapa siapa di hidupku" kata Lyandra ia menatap malas Chely.


"Sekarang giliran kalian" kata Lyandra sambil mengambil sebuah pedang yang sudah ia siapakan.


"Nona tuan Rendra sudah kabur" kata Arthur dengan wajah sedih, takut, dan khawatir.


"Biarkan saja" kata Lyandra


Ia menatap Bella dan mama tirinya yang sudah ketakutan.


"Adakah yang mau membela mereka" teriak Lyandra.


Hening tak ada suara apa pun.


"Baiklah akan kita lanjutkan di mansion" kata Lyandra


Ia tak ingin acaranya di ganggu oleh orang lain.


"Bawa jasadnya" kata Lyandra.


"Dan mereka bawa ke mansionku" kata Lyandra sambil menunjuk Bella dan mama tirinya.


"Baik nona" kata mereka.


Semua berkerja sesuai yang di rencanakan dan diperintahkan. Tak lama semua selesai. Murid sudah di bubarkan atau bisa di bilang di pulangkan. Disana hanya tinggal ada Lyandra, Danzel, Ken, Zio, Chely, Rio, Aurel, Jessy, Zein, Dito, dan Arthur.


Lyandra sedang membuka kemejanya karena ia memang sudah memakai kaus dari awal.

__ADS_1


Semua menatap Lyandra. Lyandra yang merasa di tatap langsung bertanya.


"Apa" tanya Lyandra


"Kau iblis kecil" kata Danzel.


"Itulah aku" kata Lyandra


"Kau mau bergabung denganku" kata Danzel. Dia berniat mengajak Lyandra masuk kedalam mafianya.


"Aku sudah punya sendiri" kata Lyandra


Danzel kecewa mendengar hal itu. Tapi ia tersenyum.


"Kau cantik" kata Danzel sambil merangkul Lyandra.


"Aku tau" kata Lyandra.


"Ternyata kau Ara yang sedang menyamar menjadi nerd, ya" kata Ken


"Bisa di bilang seperti itu" kata Lyandra sambil memperhatikan liontin yang ia pakai.


"Liontin yang bagus dari mana kau mendapatkannya" kata Zio yang dari tadi hanya diam dan memperhatikan Lyandra.


"Aku tidak tau. Liontin dan gelang kaki ini kupakai dulu saat aku kecil tapi di rampas oleh Bella sebelum aku di usir" kata Lyandra.


"Oh"


"Kalian bisa pulang dan bersenang senanglah dengan liburan kalian selama sebulan" kata Lyandra


"Baik nona" kata Arthur dan Zein lalu menunduk dan berjalan pergi tapi berhenti dan berbalik menatap Lyandra.


"Apa nona bisa menangani mereka sendiri" tanya Zein.


"Tentu bisa. Sudah sana keluarga kalian sudah menunggu" kata Lyandra.


"Terima kasih nona" kata Arthur dan Zein mereka berlari menuju kendaraan masing masing.


"Kita ngapain sekarang" kata Dito.


"Apa kalian ingin ikut" tanya Lyandra kepada Danzel dkk.


"Apa boleh" tanya Danzel.


"Why not" kata Lyandra.


Lyandra menggandeng tangan Danzel hendak pergi ke parkiran tapi suara seseorang menghentikannya.


"Lyandra maaf" kata Chely.


"Untuk apa" tanya Lyandra


"Bukankah kalian tak mau berteman denganku" kata Lyandra


"Kami salah paham sama kamu jadi maafin kami ya" kata Rio


"Maaf kalian bilang. Kemarin kalian membuatku dikatakan jal**g dan sekarang kalian minta maaf. Hahaha...." kata Lyandra.


"Sepertinya aku terlalu baik kepada kalian sehingga kalian terlalu percaya diri" kata Lyandra


"Maafin kami ya" kata Jessy ia berusaha supaya Lyandra memaafkan mereka.


"Jangan harap" kata Lyandra


AUTHOR


HAI SEMUANYA 👋


GIMANA CERITANYA ???

__ADS_1


JANGAN LUPA KOMEN, LIKE, DAN VOTE YA !!!!


BABAY 👋


__ADS_2