
Happy Reading
***
" Pertama kali kami temenan saat kami... "
Belum sempat Aurel bercerita ada yang berteriak memanggil nama Lyandra membuat sang empunya nama menoleh ke arah suara.
" Lyandra " teriak orang itu sekali lagi.
" Ya " kata Lyandra lalu menghampiri Orang itu karena ia kenal orang itu yang merupakan tangan kanannya.
" Kenapa kau kemari " tanya Lyandra sedikit berbisik setelah mereka pergi menjauh dari kantin. Karena tadi banyak yang menatap mereka karena mereka melihat tangan kananya yang memakai pakaian berjas dan ada yang membawa pistol.
" Kau menakuti mereka " kata Lyandra lagi.
" Mereka kembali " kata Tangan kanannya yang bernama Mike.
" Kau sudah melacak keberadaaannya " tanya Lyandra dengan wajah kesalnya.
" Kami sedang berusaha Nona " kata Mike
Mereka memang sering memanggil Lyandra dengan sebutan Nona.
" Kau cari keberadaannya dan jangan sampai dia tau keberadaanku karena dia cuma satu satunya Cara menemukan yang ku cari " Kata Lyandra
" Baik Nona " kata Mike
" Kalian bisa pulang dan perketat keamanan Perusahaan, semua Mansion, Apartemen,Markas dan Sekolah jangan sampai ada penyusup masuk " kata Lyandra
Lyandra memang seorang Leader Mafia tapi Markas Mafianya lebih sering di urus oleh tangan kanannya yang lebih sering di panggil King oleh anggotanya yang bernama Veno.
" Baik Nona saya juga akan memberitahu Tuan Veno tentang hal ini " kata Mike.
" Ok, kau boleh pergi " kata Lyandra
Lalu Tangan kanan dan para anggotanya pergi setelah memberi salam. Lyandra kembali ke kantin.
" Siapa mereka " tanya Zio
" Rentenir " jawab Lyandra dengan ketus ia tidak suka dengan Zio karena kepo dan suka mengatur.
" Kau mengutang berapa kepafa mereka " tanya Ken
" 250 M " kata Lyandra dengan asal asalan
" Untuk apa kau mengutang sebanyak itu " tanya Danzel
" Untuk mengganti semua barang yang Kaila rusak, membeli baju baju Kaila dan acara terakhirnya " jawab Lyandra.
" Kenapa kau yang membayarnya " tanya Zio
" Karena aku yang sudah berjanji untuk membayar semuanya " kata Lyandra ia pergi dari kantin ia bosan melihat sikap Zio yang banyak tanya.
***
Hari ini hari Libur Lyandra memakai Dress putih, Sneakers putih, dan tas putih. Ia kali ini akan ke perusahaanya yang bernama L'AC entertaiment. Ia harus mengikuti sebuah rapat yang di ikuti oleh para Pengusaha atau lebih tepatnya Sekretarisnya yang mengikutinya. Ia akan mengamati rapat dari jauh atau lebih tepatnya lewat CCTV. Lyandra memiliki banyak perusahaan setiap perusahaan memiliki sekretaris yang berbeda membuat Lyandra harus menghapal setiap sekretarisnya.
" Jessy kali ini engkau yang mewakili ku sebagai perwakilan dari L'AC entertaiment " kata Lyandra
" Baik Nona " kata Jessy.
" Aku akan memperhatikan rapat dari CCTV saja " kata Lyandra
" Kapan kau akan mengungkapkan kalau kau Pemilik perusahaan L'AC perusahaanmu ini besar tak mungkin selamanya kau menyembunyikan dirimu terus " kata Jessy
" Ia Ia nanti setelah aku bertemu keluargaku " kata Lyandra
' Padahal aku punya perusahaan yang lebih besar ' batin Lyandra.
__ADS_1
Jessy memang tidak tau kalau Lyandra pemilik Perusahaan terbesar di dunia dia hanya tau kalau Lyandra pemilik perusahaan terbesar Ke tiga.
Jessy pun masuk kedalam Ruangan rapat benyak yang menyapanya. Ternyata Danzel pun datang ke Rapat tersebut mewakili Perusahaan ayahnya.
1 Jam berlalu. Rapat sudah selesai Lyandra keluar dari Ruangan dimana dia memantau Rapat. Lyandra menghampiri Jessy yang tengah mengobrol dengan Klien.
" Hai Jessy " Sapa Lyandra
" Eh, Ra. Lo udah nunggu lama " tanya Jessy.
" Banget " guman Lyandra
" Kenalin ini Klien kita dari perusahaan V'Grup " kata Jessy
" Oh, Perkenalkan nama saya Lilypanggil saja Lily, Senang berkerja sama dengan Anda tuan Lucas Vonderenty " kata Lyandra
Lyandra tentu tau semua nama nama pengusaha yang ada di tempat ia tinggal. Lyandra tidak mengungkapkan kalau dia adalah Pemilik tapi dia akan memperkenalkan diri sebagai Karyawan.
" Kau kerja sebagai apa, Ly " tanya Lucas
" Ohk, Saya sebagai Karyawan biasa " kata Lyandra
" Kamu hebat bisa kerja di perusahaan besar pasti kau senang " kata Lucas
" Aku akan menjadi senang jika bisa memimpin perusahaan ini bersama keluargaku " kata Lyandra tentunya dalam hati.
" Aku sangat senang Tuan kerena peminpin perusahaan ini sangat baik, dermawan, dan ramah " puji Lyandra kepada dirinya sendiri. Jessy yang mendengar itu memutar bola matanya malas.
" Kenapa " guman Lyandra yang didengar oleh Jessy.
" Jijik gue " kata Jessy
" Nona Jessy beberapa hari lagi ada Acara Pesta di Rumahku. Pesta itu diadakan untuk merayakan apa Nona dan pemilik perusahaan ini bisa datang " tanya Lucas sambil memberikan Sebuah undangan.
" Saya akan mengajak Nona CEO untuk ikut Tuan Lucas " kata Jessy.
" Kalau gitu saya pergi dulu Nona Jessy " Pamit Lucas kepada Jessy
" Pesta topeng " Guman Lyandra membaca undangan.
" Aku ikut " kata Lyandra saat sudah masuk kedalam mobil.
" Wah baru kali ini Nona Ara mau datang ke acara Pesta biasanya ngumpet " kata Jessy.
" Terserah gue bilang ikut ya ikut " kata Lyandra
Lyandra mengambil Hpnya dan menelpon tangan kanan perusahaannya dan Mafianya yaitu Veno. Veno yang bertanggung jawab jika Lyandra tak ingin ikut rapat bertemu Klien dan mengikuti konfrensi.
" Hai " kata Lyandra
" "
" Kau datang ke Acara Pesta topeng di kediaman Vonderenty. Kita akan bertemu di sana " kata Lyandra
" "
" Nanti aku kirim undangannya " Kata Lyandra
" "
" Bye " kata Lyandra lalu mematikan Panggilannya.
" Siapa " tanya Jessy yang sedang menyetir.
" Teman " jawab Lyandra
" Kapan kita belanja " tanya Jessy
" Buat apa " tanya Lyandra
__ADS_1
" Acara pesta topeng mewajibkan semua orang menggunakan Dress merah dan topeng untuk wanita dan Jas Hitam untuk laki laki. Lalu kau tak akan membeli Dress untuk pesta nanti " tanya Jessy
" Aku akan memesan Dress Merah yang indah dari Desainer terkenal tempatku biasa memesan baju " kata Lyandra
" Aku ikut " kata Jessy
" Aku akan pergi nanti malam " kata Lyandra
" Ok, aku ikut ya nanti " pinta Jessy
" Hmmm " balas Lyandra
***
Malamnya Lyandra dan Jessy pergi ke Butik milik Lyandra yang memiliki banyak Desainer terkenal di sana. Lyandra menghampiri Desainer kesukaanya yang bernama Jenny. Desainer laki laki yang setengah perempuan nama aslinya Jeno.
" Hai Cantik " sapa Jenny
" Hai " balas Lyandra
" Jes, ini yang gue maksud Desainer terfavorit gue " kata Lyandra
" Kenalin Jen ini Jessy " kata Lyandra kepada Jenny
" Halo manis nama gue Jenny nama aslinya Jeno " kata Jenny sambil mengulurkan tangan kepada Jessy
" Jessy " kata Jessy sambil membalas uluran tangan Jenny dengan ragu ragu.
Setelah acara perkenalan. Lyandra langsung memesan Dressnya sesuai dengan keinginannya yang tak terlalu rumit, sederhana, namun elegan sedangkan Jessy dia malah mencari Desainer yang lain.
Saat menunggu Jessy. Lyandra melihat wanita yang pernah ia tolong. Wanita yang pernah ia tolong menghampirinya.
" Hai " sapa wanita itu
" Tante yang pernah saya tolong terus ketemu di rumah tante Maya kan " kata Lyandra
" Ia, nama Tante Maudy nama kamu siapa " tanya tante Maudy
" Nama saya Ara, tan " Kata Lyandra
" Kamu cantik ya " kata Tante Maudy
" Makasih, Tante " kata Lyandra
" Wajah kamu mirip sama saya tapi versi mudanya " Kata Tante Maudy
" Masa, Tan " kata Lyandra sambil memegang wajahnya.
" Tapi sedikit mirip juga sama Suami saya " kata Tante Maudy
" Kombinasi yang pas " kata Tante Maudy lagi
" Kamu Cantik banget " kata Tante Maudy. Air matanya tiba tiba menetes.
" Tante jangan nangis kalau tante nangis nanti Ara juga nangis " kata Lyandra sambil menghapus air mata yang mengalir di wajah Maudy.
" Tante gak nangis kok " kata Tante Maudy saat air matanya yang kini sudah tidak mengalir.
" Kalo gitu Tante pergi ya takutnya suami tante entar kelamaan nunggu " kata Tante Maudy.
" Bye, Tan " kata Lyandra sambil melambaikan tangan melihat kepergian tante Maudy.
**AUTHOR :
BAGAIMANA CERITANYA !!!!
JANGAN LUPA KOMEN, VOTE, DAN LIKE YA KAWAN KAWAN !!!!
KASIH SARAN YA TENTANG CERITANYA !!!
__ADS_1
BYE 👋👋👋
TBC**