
Happy Reading
***
"Ngapain lo sekolah ja***g" kata Aurel.
Lyandra menepuk roknya yang kotor. Aurel tertawa kecil. Ia menatap sinis Lyandra.
"Percuma lo bersihin rok lo karena lo itu udah kotor dari luar dan dalam" kata Aurel.
Lyandra memiringkan kepalanya lalu menatap lekat wajah Aurel ia kemudian melihat penampilan Aurel dari atas sampai bawah. Aurel yang merasa di perhatikan oleh Lyandra langsung berteriak.
"Lyandra" teriak Aurel.
"Kenapa" tanya Lyandra.
"Kau sudah sangat berubah" kata Aurel.
"Apanya" tanya Lyandra.
"Sifat lo" kata Aurel.
"Oh ya" kata Lyandra.
"Ja***g lo ngapain ke sekolah cuma mau ngotorin sekolah mending jangan kesini dan sebentar lagi lo bakal out dari sekolah ini" kata Bella.
"Ayolah, sekolah pasti tak mau menerima murid seperti dia dasar pela**r" kata Chely.
Chely mendorong Lyandra untuk menjauh. Lyandra mundur lima langkah ke belakang.
"Kau jauh jauh dari kami kami tak ingin berdekatan dengan orang sepertimu" kata Rio.
Rio menarik tangan Aurel dan Chely menjauhi Lyandra. Semua berjalan meninggalkan Lyandra . Namun beberapa langkah Lyandra langsung berbicara membuat semua orang berhenti melangkah menjauh dari Lyandra.
"Kalian jahat" kata Lyandra ia menundukan kepalanya tangannya terkepal keras. Ia berusaha menahan air matanya supaya tidak menetes. Dan dia sanggup ia sekarang sadar bukan waktunya menangis dan semua akan ia selesaikan dengan cepat.
Semua membalikan badannya menatap Lyandra. Mereka melihat Lyandra yang sedang menunduk dengan tangan terkepal. Aurel yang melihat itu hanya tertawa bersama Jessy dan Chely mereka menganggap Lyandra sedang drama.
"Kau cocok menjadi artis Lyandra" kata Jessy.
"Ya, aku memang sangat pantas dan kalian tau aku akan membuat film berjudul 'Apakah kepercayaan itu ada'. Di dalam cerita itu akan ada beberapa tokoh protagonis dan antagonis. Si gadis yang tak di percaya oleh sahabat sahabatnya padahal mereka telah membangun persahabatan selama bertahun tahun. Beribu perjuangan dan cara gadis itu lakukan untuk sahabat sahabatnya supaya sahabat sahabatnya dapat hidup tenang dan bahagia bahkan nyawa taruhannya pun ia tetap lakukan. Tapi di suatu saat persahabatan mereka hancur karena ke salah pahaman tapi semua telah selesai. Si gadis hatinya berubah menjadi batu semua sudah selesai dalam satu cara dendam gadis itu terbalaskan. Gadis itu merasa puas karena semua musuhnya menderita walau banyak korban jiwa ia tak peduli. Karena sudah banyak yang ia korbankan dari yang penting dan tidak. Dan akhirnya adalah happy ending banyak korban jiwa dan balas dendam terbalaskan itu membuat gadis itu senang dan menjadi happy ending. Ok, apakah cerita itu menarik atau perlu ku praktekan terlebih dulu. Ha ha ha..." teriak Lyandra.
Lyandra tertawa jahat di akhir kalimatnya. Walau masih menunduk ia tersenyum jahat di sana saat itu. Semua yang mendengar itu langsung takut banyak yang merekamnya dari lantai satu, dua, dan tiga karena berita Lyandra datang menyebar dengan cepat lebih cepat dari api. Aurel, Chely, Jessy, Rio, Bella dan Rangga langsung pucat.
__ADS_1
Lyandra mundur beberapa langkah lagi. Banyak murid turun dan berjalan menuju lapangan walau masih banyak yang hanya ada di lantai 2 Lyandra. Lyandra melihat dirinya menjadi sorotan kini memulai aksinya.
"Apakah itu menarik ?" tanya Lyandra sekali lagi ia masih menundukan wajahnya.
"Kau bilang itu salah paham" teriak Chely.
Chely berjalan mendekati Lyandra lalu mengangkat wajah Lyandra dengan jarinya.
"Ini balasan kau karena telah main maij dengan kau" kata Chely.
Chely menampar Lyandra lalu memukul perutnya dan wajah Lyandra. Chely memang tak jago bela diri tapi ia pernah belajar bersama Lyandra dulu.
Lyandra mengelap darah di sudut bibirnya. Lyandra yang mendapatkan serang dari Chely tak merasakan kesakitan pasalnya serangan chely merpakan hal biasa bagi Lyandra.
"Kau memakai cara yang ku ajarkan" kata Lyandra
Dan seketika Chely terdiam ia mencerna kata kata Lyandra. Ia memang memakai cara yang Lyandra ajarkan.
"Bukankah kau membenciku lalu kenapa memakaikan cara yang kuajarkan" kata Lyandra.
"Bukan kerena apa apa" kata Chely.
Tangan Chely sedikit berdarah dan memerah karena melawan Lyandra. Lyandra yang melihat itu melempar sebuah sapu tangan yang Chely berikan kepada Lyandra di ulang tahun ke 10 tahun.
Lyandra tertawa semua yang melihatnya bingung. Lyandra mengeluarkan semua foto foto barang barang yang ia beli dan di beri oleh mantan sahabatnya kepadanya. Lyandra melemparnya ke depannya tepat di mana ada sapu tangan yang di beri oleh mantan sahabatnya. Ia menuangkan bensin ke beberapa foto lalu mengeluarkan sebuah korek api. Ia membakar semua barang barang itu di depan mantan sahabatnya. Sahabatnya terkejut melihat perilaku Lyandra.
"Kau" teriak Chely.
Ia berusaha mematikan api tapi sayang semua sudah terbakar habis. Semua terkejut, kaget dan tercegang melihat Lyandra.
"Kenapa kau membakarnya semua" kata Chely.
"Karena itu sudah tak penting bagiku" kata Lyandra
"Kau tak menghargai barang yang di berikan oleh orang lain" terika Chely.
"Lalu apa kau menghargaiku" tanya Lyandra
"Sudahlah kak Chely untuk apa kau mengkhwatirkan atau memikirkan ja***g itu" kata Bella ia menatap tajam Lyandra.
"Sudahlah kita tak usah memikirkannya mau di bakar, di gunting, di hancuri, di simpan kek terserah dia" teriak Rio.
"Oh ia untuk apa aku memukirkan itu"kata Chely ia berjalan mendekati Aurel.
__ADS_1
"Aurel ngapain lo nangis" tanya Chely.
Ia melihat Aurel meneteskan air matanya. Semua mata tertuju pada Aurel yang tangisnya menderas.
" Hiks... hik... Lo jahat, Ra. Hiks... hiks..." kata Aurel di sela tangisnya.
"Lo rebut Satria dari gue" kata Aurel ia menunjuk Lyandra lalu dirinya.
"Gue benci lo, Ra" teriak Aurel.
"Tapi gue gak bisa lo sahabat gue lo teman gue lo udah gue anggap adek tapi lo malah nikung gue" kata Aurel ia menghapus tangisnya. Lyandra hanya dia ia hanya mengamati.
"Aurel stop nganggap dia sahabat lo" teriak Chely.
Ia marah ia tak suka melihat adiknya menangis.
"Tapi"
" Gak ada tapi tapian Lyandra bukan sahabat lo. Dia udah rebut Satria dari lo dan itu cukup buat lo benci dia" bentak Chely.
"Segitu bencikah kalian kepadaku" tanya Lyandra
"Gue benci sama lo. Lo udah ambil kebahagiaan adik gue lo udah rebut Satria dari adik gue dan gue gak suka sama lo" teriak Chely di depan Lyandra.
"Kalian salah" kata Lyandra.
Lagi lagi Chely mengangkat tangannya hendak menampar Lyandra tapi tangan Chely sudah lebih dulu di cengkram oleh seseorang.
***
AUTHOR
HAI SEMUANYA 👋
SERU GAK ????
GIMANA MAKIN PENASARAN GAK ???
JANGAN LUPA KOMEN, LIKE AND VOTE, OK !!!
JANGAN LUPA YA GUYS !!!
BABAY 👋👋
__ADS_1
TBC