Lyandra Is Fake Nerd

Lyandra Is Fake Nerd
Bab 62


__ADS_3

Happy Reading


***


"Kau tau aku belum belum lama merasakan hidup bersama orang tua kau tau itu aku belum pernah makan bersama dan tertawa bersama dan bahkan jalan jalan bersama aku belum merasakan bagaimana diantar ayah mau kesekolah. Kau tau itu" kata Lyandra tak terasa air matanya mulai menetes ia mengelap dengan kasar air matanya.


"Aku benci padamu" teriak Lyandra.


***


Lyandra bangkit dari duduknya. Dengan amarah, rasa kecewa sedih yang menyatu. Ia menusuk perut Davidson. Ia menusuknya sampai berkali kali. Ia bahkan menebas kepala Davidson dan menotong motong tubuh Davidson dengan asal asalan. Ia merasa sedikit puas hasratnya sudah tersampaikan tapi ia satu mainan yang akan ia mainkan nanti. Ia membalikan badannya. Disana ada beberapa Anggotanya dan Darren.


"Hai Ven lama tak jumpa" sapa Lyandra melihat Veno orang yang mengurus perusahaan utamanya.


"Hai Lyandra" kata Veno dengan wajah pucatnya. Beberapa anggotanya ada yang mual. Dan Ia melihat Arthur, Darren, dan Veno yang pucat melihatnya.


"Kalian kenapa" tanya Lyandra


"Itu kejam Lyandra" kata Darren


"Itu tidak kejam itu biasa biasa saja" kata Lyandra.


"Hanya tersisa satu lagi" kata Lyandra.


"Ada yang mau" tanya Lyandra


Beberapa anggotanya mengacungkan tangan melihat tubuh Jessy yang sexy dan cantik.


"Kau pikir dia akan mau" tanya Darren


"Bukankah itu hobi dan hasratnya" kata Lyandra.


"Kita pulang" kata Lyandra.


"Kau urus mereka Arthur dan Vemo" kata Lyandra.


"Kalian bisa memakainya sampai seminggu minggu depan aku akan menjadi hari terakhirnya" kata Lyandra.


Darren mencium pipi istrinya.


"Kau hebat" kata Darren


"Kau tak tau aku siapa aku sangat hebat bukan hebat saja" kata Lyandra.


"Mari kita pulang sayang ini hari kita" kata Darren.


"Kami pulang, Bye" kata Lyandra


Ia pamit kepada Veno, Arthur, dan anggotanya. Ia menuju mobilnya dan segera pulang.


"Aku lelah" kata Lyandra.


"Baik aku akan memijitmu saat sampai dirumah" kata Darren.


"Terimakasih, Sayangku" kata Lyandra


***

__ADS_1


Hari hari berlalu dengan cepat Lyandra sedang berada diruangan penyiksaan. Ia menatap semua yang ada disana semua anggotanya menunduk hormat kepadanya. Lyandta berjalan menuju Jessy yang tertidur. Ia mengambil air panas yang berada di sebuah ember lalu menyiramkannya ke Jessy membuat kulit Jessy melepuh karena panas.


"Ahk, panas" teriak Jessy


"Apakah sangat panas Jessy sampai kau berteriak" kata Lyandra


"Dasar iblis lepaskan aku aku ingin pergi" teriak Jessy


"Kau membuatku seperti budak kau menyuruh anggota anggotamu untuk memperkosaku" kata Jessy dengan lantang.


Lyandra tertawa jahat membuat orang oranv merinding apalagi mereka merasakan aura milik Lyandra. Aura jahat dan membunuhnya membuat orang takut.


"Memperkosa? Bukannya kau menikmatinya juga? Itu bukan pemerkosaan namanya" Teriak Lyandra.


"Kau melakukannya antara mau dan mau dan kau suka bukan apalagi para anggotaku ini semua cogan alias cowok ganteng benar bukan anggotaku tersayang" kata Lyandra dengan kencang semua yanga ada disana mengangguk malu. Di puji oleh Dewi itu salah satu keinginann mereka.


"Kau tau semua anggotaku bertubuh atletis dan berwajah tampan tentu keahlian mereka sangat hebat gaji mereka sama seperti seorang mentri, mereka kaya tapi tak sombong" kata Lyandra.


"Aku akan beri pilihan menjadi budakku dan budak nafsu mereka atau kau kubunuh" kata Lyandra


"Aku tak mau menjadi budakmu" teriak Jessy.


"Oh seperti itu rupanya kau tak maukan berarti kau harus menerima hukumanmu sayang" kata Lyandra.


Lyandra mengambil cambuk dan mulai mencambuk Jessy sebanyak 50 kali. Lyandra merasakan perih dipunggungnya yang terkena cambukan apa lagi Lyandra mencambuknya dengan keras. Jessy menangis. Ia terus meminta maaf dan meminta pertolongan tapi taka ada yang mau membantunya.


"Kau tau kau sangat menjijikan Jessy" kata Lyandra ia menatap jijik Jessy.


"Kau berkhianat kepada mamammu sendiri apa kau bodoh dia adalah orangtuamu kau harusnya tidak melakukan itu" teriak Lyandra.


"maafkan aku Lyandra" kata Jessy.


"Berikan dia kepada Lion ku" kata Lyandra. Ia melempar pistolnya lalu berjalan pergi.


"Maafkan aku Jessy karena telah berbuat jahat kepadamu tapi ini balasan atas perlakuanmu" kata Lyandra.


Ia lengdung pukang ia kangen dengan anaknya padahal ia baru berpisah selama 3 jam.


Dengan kecepatan diatas rata rata ia menuju rumahnya. Ia melihat beberapa mobil terparkir disana Lyandra mengira ia sedang ada tamu. Ia dengan santai masuk kedalam disana ada Zio, Aurel, Chely, Ken dan istrinya Nelsya, Danzel dan Bella mereka membawa anak mereka masing masing. Lyandra menetap mereka sebentar lalu membuka jaket yang ia pakai lalu memberikanya kepada pelayan.


"Ada tujuan apa kalian datang kemari" tabya Lyandra.


"Bukankah kami boleh datang kesini apa kau tak ingin kami datang" kata Zio dengan wajah sedihnya.


"Kalian boleh datang kapanpun" kata Lyandra.


"Hai kakak ipar Nelsya" kata Lyandra kepada istri Ken.


"Hai adik ipar ternyata kau tau namaku ya" kata Nelsa dengan senyum manisnya.


"Aku tahu semua baik yang baik dan buruk semua aku tau dan kau sangat cocok menjadi kakak iparku karena kau baik dan tak pernah punya catatan keburukan atau kesalahan di dalam hatiku" kata Lyandra.


Aurel merasa tersindir. Ia pernah berbuat salah apa ia tak pantas menjadi kakak ipar Lyandra.


"Kalian sudah makan atau belum mari kita makan bersama" kata Lyandra


"Apa tak menunggu suamimu dulu" kata Danzel.

__ADS_1


"Untuk apa ditunggu dua selalu ada didekatku lebih tepatnya di hatiku" kata Lyandra sambil menujukan dimana hatinya berada. Danzel sedikit sedih melihat ternyata Lyandra benar benar sudah melupakannya. Ia sudah tak punya harapan lagi dan ia memilih mencintai kembali Bella yang sekarang sudah berubah menjadi wanita lembut dan ramah. Ia juga tak pernah menghina orang lain. Bahkan menurutnya Bella akan melakukan apa saja demi Danzel mencintainya dan anaknya.


"Lyandra aku pulang" teriak seseorang dari pintu.


Lyandra berjalan menghampiri suaminya. Ia mengambil tas kerjannya. Ia manatap kemeja suaminya ada bekas lipstik.


"Siapa wanita yang mendekatimu" tanya Lyandra.


"Dia salah satu model di perusahaanku dia menggodaku berkali kali walau aku sudah mengusirnya dari ruanganku" kata Darren


'Beraninya dia menggangguku liat saja nanti' batin Lyandra


Ia tersenyum jahat merencanakan rencana jahatnya ia kembali sadar saat Darren menepuk nepuk pipinya.


"Lyandra kau tak apa apa" tanya Darren


"Gaka pa apa ayo kiyta makan ada Danzel dkk" kata Lyandra


"Baiklah" kata Darren ia menggandeng istrinya menuju meja makan yang besar yang mampu memuat 10 orang lebih.


"Hai semuanya selamat malam" sapa Darren


"Kau terlijat sibuk" kata Zio


" Seperti itulah kakak ipar aku akan melakuakan apapun demi semua yang dimaui istriku tercapaikan" kata Darren membuat Bella iri melihat Darren lebih kaya, tampan dan hebat.


Lyandra melihat Bella menatap suaminya dengan pandangan yang tak biasa ia langsung menyeringai.


'Cupp'


Lyandra memcium bibir Darren semua orang yang ada disana terkejut hanya Bella yang dengan ekspresi marah.


"Ayo kita makan" kata Lyandra sambil mengandeng tangan Darren menuju kursi yang ada disana.


***


Makan malam terencena dengan baik. Lyandra terus memanas manasi Bella dengan cara ia bermanja manja dengan Darren. Lyandra membuat Darren sedikit terkejut melihat istrinya yang biasanya dingin menjadi manja tapi langsung paham setelah melihat Bella memandangi mereka dari tadi.


"Sayang apa kau tidak merasa ada yang kurang" tanya Darren kepada Lyandra saat semua sudah pulang.


Kini Lyandra dan Darren sedang ada dikamar.


"Apa" tanya Lyandra dengan wajah bingungnya.


"Kita belum punya putri bukan" kata Darren


"Lalu" tanya Lyandra.


"Kita harus membuatnya bukan" kata Darren.


"Ini terlalu cepat sayang" kata Lyandra


"Lebih cepat lebih baik" kata Darren


Ia mulai ******* bibir Lyandra dan melucuti semua pakaian Lyandra.


***

__ADS_1


TBC


__ADS_2