
Happy Reading
***
2,5 tahun berlalu
Seorang gadis dengan tatapan kosongnya ia menatap dinding di depannya. Sudah 2 tahun lebih 5 bulan ia berada disana walau gadis itu tidak tau pasti berapa lama ia ada disana. Tak ada yang menemuinya selain pelayan pelayan yang ada disana dan dan pernah sekali seseorang yang ia sayang dulu tapi sekarang ia benci datang dan membawa berita buruk. Mereka selalu menyuapi gadis itu walau awal awalnya gadis itu menolak. Gadis itu hanya bisa menatap yang ada di sekitarnya. Kalau sudah waktunya mandi ia dibius oleh para pelayan karena takut gadis itu kabur.
Gadis itu sekarang sedang menatap tembok putih didepannya. Ia bagai mayat. Tak ada tanda kehidupan didepan matanya. Ia kadang berpikir bagaimana keadaan perusahaannya, sisa keluarganya karena dulu laki laki yang ia benci mengabarkannya kalau Ayah mama kakek dan neneknya meninggal karena kecelakaan pesawat dan Lyandra sudah terima seiring berjalannya waktu kalau keluarganya hanya tersisa Zio dan Ken dan para mafianya apa mereka masih bahagia. Mungkin ia akan bahagia melihat orang orangnya bahagia bersama sama disana walau ia tak ada.
Saat sedang asik berpikir sebuah suara membuatnya sedikit terganggu.
"Lyandra"
Panggil orang itu tapi gadis itu tetap menatap kosong dinding didepannya.
"Lyandra"
Panggil orang itu lagi. Tapi tetap tak ada jawaban.
"Lyandra"
Teriak orang itu. Ia menatap tajam gadis didepannya. Ia tidak suka melihat gadisnya seperti itu.
Orang itu memeluk gadis itu. Gadis yang menerima pelukan hangat itu langsung terkejut dan tersenyum mendapat perilaku hangat dari laki laki itu tapi itu langsung sirna saat mengingat terakhir kali ia bertemu laki laki itu.
"Menyingkirlah" teriak Lyandra.
Sebuah tamparan keras mendarat di wajah cantik gadis itu. Wajahnya merah dan jelas terasa perih. Air mata mengalir di wajah gadis itu membuat laki laki yang menamparnya merasa sedih dan langsung menghapus air matanya dengan lembut.
"Menyingkirlah dariku Darren" kata gadis itu sambil memalingkan wajahnya.
"Aku mencintaimu Lyandra" kata laki laki yang bernama Darren itu.
"Aku membencimu aku hanya mencintai Danzel" teriak Gadis itu.
"Jangan menyebut nama laki laki lain dihadapanku Lyandra" teriak orang itu sambil menendang meja dihadapannya.
"Aku hanya mencintai Danzel" teriak gadis itu
"Lyandra Anatasha Carrolina Vonderenty berhentilah menyebut nama laki laki itu" teriak Darren ia sudah mengangkat tangannya hendak menampar gadis didepannya.
"Dan kau Darren Wilson berhenti menggangguku dan lepaskan aku" teriak Lyandra.
__ADS_1
Darren mengambil rokok di sakunya lalu menyalakan rokok itu lalu menghembuskan asapnya di depan wajah Lyandra. Lyandra tak suka rokok. Lyandra batuk beberapa kali mencium bau.
"Kau tidak menyukainya bukan" kata Darren
"Aku juga tak menyukai kalau kau sebut nama lelaki ******** itu" teriak Darren
Kata kata itu membuat Lyandra bingung. Darren yang melihat wajah bingung milik Lyandra langsung tertawa sinis.
"Kebahagaian selalu menjauh darimu" kata Darren.
Darren mengambil hpnya lalu memperlihatkan sebuah foto dimana laki laki yang ia cintai menikahi pembantunya yaitu Bella.
Air mata makin mengalir. Ia merasa dipermainkan oleh takdir. Orang yang ia sayang adalah musuhnya yang sebenarnya.
"Anak yang dikandung Bella adalah anak kandung dari Danzel kau tau itu Lyandra" teriak Darren.
"Kau pasti bohong bukan" teriak Lyandra.
"Kalian selalu berbohong" teriak Lyandra
"Aku tidak berbohong Lyandra" kata Darren.
"Sudah kubilang berapa kali. Kau seharusnya bersamaku saja Lyandra akan kuberikan kebahagiaan dan kau akan senang bersamaku" kata Darren.
"Bukan kah dia biang dia mencintaiku lalu apa ini dia menikah bersama Bella dan mereka hidup bahagia dengan Bella dan anaknya" kata Lyandra ia mengingat saat saatnya bersama Danzel walau hanya sebentar.
"Dia memang berkata kepadamu kalau ia akan bersamamu tapi takdir berkata lain Dia sudah menghamili Bella dan dia harus bertanggung jawab Lyandra" kata Darren.
"Dulu memang dia berkata itu bukan anaknya tapi biar kau tau kalau sebelum Danzel suka kepadamu ia sudah berapa kali tidur dengan Bella untuk melampiaskan hasratnya bahkan sudah putus juga mereka tetap bersama" kata Danzel.
"Kenapa mereka jahat" tanya Lyandra.
"Mereka tidak jahat tapi memang sudah takdir yang berkata dan aku tau sebelum Danzel resmi menjadi kekasihmu dia sudah lebih dulu menjalin kasih dengan Bella dan seharusnya kau yang disebut pelakor disana" kata Darren
"Aku pelakor" kata Lyandra sambil menundukan kepalanya roknya sudah basah terkena air matanya saat menangis.
"Lupakan mereka semua Lyandra dan kita buat hidup baru" kata Darren.
"Tapi aku tak bisa Darren" teriak Lyandra.
"Kau belum mencobanya" teriak Darren.
"Banyak rahasia yang harus kau tau tapi aku tak pernah ingin membuatmu sedih" kata Darren mengambil salah satu kursi dan duduk pas di depan Lyandra.
__ADS_1
"Beritahu aku semuanya aku tak mungkin selalu mendapat berita buruk bertahap tahap aku ingin semua langsung sekarang" kata Lyandra.
"Kau terlalu lemah Lyandra aku tak mungkin memberitahu itu aku takut kau depresi mendengar itu dan kau menjadi gila jadinya nanti" kata Darren.
"Aku tidak lemah" teriak Lyandra.
"Buktinya kau langsung menangis mendengar kekasihmu diambil orang" kata Darren.
"Ingat suatu hal Tuhan tak akan menguji kita di luar batas kemampuan kita dan ingat kembalu saat saat kita dan jika kau sudah inagt mungkin aku akan memberitahu semuanya kepadamu" kata Darren lalu berjalan keluar dan kembali mengunci pintu.
***
Lyandra mencerna kata kata Darren. Selama ini ia salah Tuhan adil kepadanya. Ia di berikan kekuasaan, harta berlimpah, dan banyak kelebihan lainnya untuk menggantikan keluarganya. Seharusnya ia bersyukur ia tak boleh serakah. Dan juga manusia tak bisa menentukan takdir seseorang tapi bisa merencanakan apa yang dilakukan nanti.
Lyandra kembali mengingat masa masanya bersama Riko dan Darren yang merupakan sahabatnya saat di Jerman dimana Kakek Andrew masih hidup.
Riko, Lyandra, dan Darren sedang berjalan di jalan setapak di sebuah taman musim dingin mulai berakhir tapi dinginnya malam tetap terasa membuat orang orang memilih dirumah menyalakan perapian dan meminum coklat panas tapi ketiga anak kecil ini memilih berjalan jalan.
"Rik, Ra" kata Darren.
"Hmmm" balas Lyandra dan Riko.
"Darren mau pergi" kata Darren.
"Kamu mau kemana Darren" tanya Lyandra wajahnya sedih mendengar orang yang ia sayang akan pergi matanya sudah merah tanda ia akan menangis sebentar lagi.
"Benar, kau mau kemana Darren" tanya Riko yang berada di sebelah Lyandra.
"Aku mau melakukan sesuatu nanti saat semua selesai aku akan kembali kepada kalian" kata Darren.
"Kau janji akan kembali lagi kak" tanya Lyandra.
"Aku akan kembali walau tak tau kapan" kata Darren sambil membenarkan syal yang dipakai oleh Lyandra.
"Kau jangan lama lama" kata Lyandra ia memeluk Darren disusul oleh Riko.
"Ok, jangan bersedih mari aku traktir coklat panas" kata Darren.
Lyandra teringat kejadian itu saat itu Lyandra sangat sedih melihat Darren pergi menjauh darinya tapi sekarang ia ingin pergi dari sisi Darren.
Sekarang semua yang ada dimasa lalunya mulai berlomba lomba datang kembali kehidupnya dengan membawa peran dan keinginan masing masing.
TBC
__ADS_1