
Happy Reading
***
"Semua tak sesuai dengan perkiraanku" teriak Angel.
'Prangg'
'Bughh'
'Srekkk'
'Prangg'
Banyak benda yang berhancuran. Kaca kaca yang pecah dan benda benda yang hancur lainnya.
"Kenapa. Kenapa aku tak bisa menolak?" teriak Angel.
Setelah kepergian Derick dari tempat itu. Angel tersadar dirinya sudah mulai mendekatkan lagi kekeluarganya. Ia bukannya menjauh malah mendekat. Ia yang salah seharusnya ia pergi bukan mendekat.
Kamarnya sudah hancur. Ia sekarang sedang berada di rumah yang ia punya dulu. Di tengah hutan yang sepi. Ada dua rumah disana. Atu tempat penyiksaan bagi orang orang yang menggangunya dan satu lagi tempat dimana ia menyendiri. Ia keluar dari kamarnya ia berlari menuju rumah yang satu lagi.
Ia membuka pintu rumah itu. Ia berjalan ke lantai dua. Ia membuka sebuah kamar. Banyak pecahan kaca disana. Itu tempat terakhir kali yang ia datangi sebelum ia pergi ke Inggris.
Ia membuka sebuah lemari. Ia mangambil botol minuman. Ya, itu lemari tempat ia menyimpan minuman. Dan yang berserakan disana adalah minuman keras yang sudah lama ia minum.
Angel meneguk sebotol minuman itu. Kepalanya mulai sakit. Ia berjalan kearah balkon setelah mengambil beberapa botol minuman.
"Aku sudah bertemu dengan keluargaku dan beberapa orang baru" kata Angel ia manatap langit langit.
"Apa hidupku akan sama dengan yang dulu. Apa aku akan menjadi tawanan seseorang lagi" tanya Angel ia berbalik lalu duduk sambil bersender di pagar balkon.
"Aku bisa membahagiakan orang tapi kenapa untuk diriku sendiri tidak bisa" tanya Angel kepada dirinya sendiri.
"Apa salahku dimasa lalu? Apa salahku? Apa" tanya Angel
"Semua seakan membenciku dan membuatku tertekan akan dunia ini" teriak Angel.
"Apa aku hanya bisa bermimpi? Apa orang begitu membenciku?" teriak Angel.
Ia memeluj lututnya dan mulai menangis.
"Hiks hiks hiks. Apa salahku?" teriak Angel.
"Aku hanya ingin hidup tenang dan menemukan pasanganku bukan ingin hidup dengan penuh drama. Disatu sisi aku ingin bahagian sendiri tanpa ada orang yang ku kenal" kata Angel. Ia meneguk minuman yang ada ditangannya.
Ia kembali menagis sambil memeluk lututnya.
"Tapi aku punya Chris yang harus kuurus" kata Angel. Matanya mulai tertutup. Ia sudah tak sadarkan diri akibat telalu banyak minum.
'Brukk'
Seseorang melompat dari jendela kekamar Angel. Orang berjalan mendekati Angel yang sudah tak tersadarkan diri. Ia tersenyum lalu berjongkok manatap wajah Angel.
Ia membenarkan rambut rambut Angel. Ia membuang botol yang ada di tangan Angel.
"Bodoh" umpatnya.
"Jika kau butuh pelampiasan bukan pada minuman ini" kata Orang itu ia mendekatkan wajahnya lalu mengecup dahi Angel.
"Aku akan selalu ada disisimu" kata orang itu.
Ia mengendong Angel lalu menidurkannya di kasur yang ada dikamar itu. Ia menyelimuti Angel. Lalu tersenyum.
"Sebentar lagi aku akan menjemputmudan dirinya dan kita akan pergi jauh kesuatu tempat" kata orang itu ia meletakkan sebuah surat kecil.
"Sampai jumpa sayangku" kata Orang itu Ia loncat dari balkon dan meninggalkan Angel yang tengah tak sadarkan diri.
***
Keesokan harinya. Hari sudah siang. Mata hari sudah berada diatas kepala namun Angel varu saja tersadar. Ia memegang kepalanya yang masih terpengaruh minuman yang ia minum. Ia meraba raba meja disampingnya. Namun bukan air minum yang ia dapat melainkan Sebuat surat kecil.
Ia terkejut melihat itu dan kembali terkejut setalah ia menyadari kalau dirinya tertidur diatas kasur.
"Surat apa ini? Dan siapa yang sudah memindahkan ku? Tak ada yang tau tempat ini" tanya Angel.
Ia bertanya tanya pada dirinya.
Ia membuka surat yang ada dimeja tadi.
'Selamat Pagi Sayang Ku'
Angel semakin bingung setelah membaca surat itu.
"Sayang" gumannya.
__ADS_1
"Siapa yang tau tempat ini selain diriku" tanya Angel.
"Alex" tebaknya lalu ia mengeleng.
"Ia tak menyukai wanita sepertiku" kata Angel
"Atau Leo" tebak Angel lagi.
Lagi lagi ia menggeleng lalu ia mengambil ponselnya yang tak berada jauh darinya. Ponselnya berbunyi. Ia mengangkat ponselnya.
"Ya" kata Angel dengan malas ia berdiri dari kasur ia berjalan ke kamar mandi. Sambil cuci muka dan sikat gigi ia mendengarkan si penelponnya berbicara.
"Ia Alex aku akan segera kesana" kata Angel ia menutup panggilan itu secara sepihak. Ia melihat tangannya yang terkena beberapa luka goreas. Ia langung mengobati luka itu dan memperban luka nya.
Setelah selesai ia segera mengganti bajunya. Dengan kaus hitam dan celana jeans hitam ia memakai jaket hitam dan snearkres putih. Ia menuruni tangga. Ia berjalan dengan hati hati karena ditangga ada bekas darah yang sudah lama. Ia tak ingin mengotori pakaiannya.
"Aku harus mencari orang untuk membersihkan temoat ini lalu membunuhnya" guman Angel. Ia berlari setelah sampai di teras rumah dan berlari kearah mobilnya. Ia segera masuk kedalam dan langsung berangkat menuju kantornya.
Tak lama ia sampai dikantornya. Ia melihat tontonan gratis disana. Ada seorang perempuan yang sedang berkelahi dengan sekretarisnya.
"Wah wah wah ada apa ini" tanya Angel ia menatap datar semua orang yang ada disana.
"Apa kalian pikir ini tempat yang bagus untuk bermain drama" tanya Angel ia menarik tangan Alex.
"Ada urusan apa kau sampai berbicara dengan sekretaris ku. Dan asal kau tau semua orang di sini punya banyak tugas dan karena mu semua tak fokus pada tugasnya" kata Angel.
"Nona Angel. Sekretarismu telah membuatku Hamil" kata Wanita itu.
"Hei aku tak pernah bertemu denganmu dan bagai mana aku bisa membuatmu hamil" kata Alex.
"Apa kau yakin itu anak dari Alex" tanya Angel. Ia menatal curiga wanita didepannya.
'Setauku Alex tak akan pernah tidur dengan orang sembarangaan' batin Angel.
"Beberapa bulan yang lalu kamu bertemu dengan tak sengaja diklub malam. Dia mengajak ku minum dan saat aku tak sadarkan diri dia malah merenggut kesucianku. Hikss.. hiks.. hiks.." Kata wanita itu dengan tangisannya.
"Apa maksud mu aku tak pernah menghamilimu" kata Alex.
"Semua sudah jelas hanya kau yang pernah melukkan itu kepadaku. Orang tuaku memarahiku karena mu" kata Wanita itu.
"Nona Angel tolong bantu aku. Beri aku keadilan. Kita ini sesama wanita tentu kamu memahamiku" kata wanita itu ia bersujud di depan Angel.
"Kamu memang benar nona" kata Angel. Wajah wanita itu terlihat senang mendengar jawaban Angel.
Angel membalikan badannya menatap Alex.
"Dan juga kami baru kemari sebulan yang lalu tapi perutmu menunjukan seseirangbyang sudah hamil 7 bulan. Kau pikir aku bodoh hah. Aku sudah pernah hamil. Seharusnya kau belajar banyak nona jika ingin mengganggu kami. Jika kulihat kau ada dan menginjakan kakimu di tempat ini walau hanya se senti. Aku akan menendangmu pergi menjauh" kata Angel ia menatap wanita itu dengan tajam dan mengeluarkan aura membunuhnya. Dan bahkan bebrapa orang disana saja merasakan aura yang sangat terasa itu. Ada yang merinding dan ada yang mulai gemetar.
Wanita itu langsung tegang mendengar ucapan Angel. Ia masih tetap beroegang teguh perkataannya. Ia maju dan memegang kaki Angel sambil menangis. Seseorang dibelakang wanita itu mengeluarkan hpnya dan merekam semua itu.
"Nona Angel tolong bantu aku" kata wanita itu sambil menunjukan wajah sedihnya ke kamera.
"Aku sudah dihamili oleh Sekretarismu nona" kata wanita itu. Lalu Angel melihat wajah yang meremehkannya sambil merekam dan wanita itu.
"Aku tak pernah melakukan itu" teriak Alex.
Angel menendang wanita itu. Wanuta yang mereka itu tertawa setelah selesai mereka mereka.
Wanita yang bersujud dikaki Angel berdiri. Lalu tersenyum sinis.
"Aku bisa mengalahkanmu" kata wanita itu.
"Dengan video ini kau akan dianggap sebagai wanita yang tak punya hati dan membuat rumor burukmu terdengar sampai keluar negri" kata wanita itu.
"Ayo kita pergi kak" kata Wanita itu.
Mereka berdua berjalan keluar. Alex menatap tak percaya Angel. Namun Angel bukan hanya diam saja. Ia mengambil sesuatu dibalik jas Alex dan.
'Dorrr'
'Dorrr'
Angel meluncurkan dua peluru yang mengenai kedua jantung wanita itu. Yang dia ambil dibalik jas Alex adalah pistol. Angel berjalan mendekati dua wanita yang sudah sekarat itu.
"Jangan pernah meremehkan presdir muda ini" kata Angel ia mengambil ponsel yang ada disaku wanita itu lalu menginjaknya. Dan tak sampai disitu saja ia menembak kembali kepala kepala wanita itu.
"Dia terlalu meremehkanku" kata Angel ia melihat sebuah tato di leher wanita itu dan tato itu adalah lambang musuhnya yang bernama Nicho.
"Tapi ini mulai menjadi memuakkan" kata Angel.
Ia mengambil foto tato itu dengan hpnya lalu berjalan kearah Alex.
"Urus mayat kedua wanita itu aku sedang ada urusan nanti" kata Angel.
"Baik nona" kata Alex ia segera menyeret mayat kedua wanita itu dibantu oleh para sekruriti yang hanya memperhatikan saja.
__ADS_1
"Yang lain jika masih ingin berkerja disini segara kembali ke tempat masing masing" teriak Angel dan semua kembali ketempat masing masing.
***
"Dasar ******** tua dia ingin bermain denganku ya" kata Angel ia membenarkan ikatan rambutnya.
Ia melirik kesampingnya Tas yang dipenuhi olah beberapa senjata. Ia memakai pelindung supaya peluru tak menembus badannya. Ia memasang beberapa pistol dan satu pedang di pinggangnya. Ia sedang dalam perjalanan menuju rumah Nicho.
Ia sudah sampai di depan rumah besar atau bisa disebut mansion. Banyak penjaga yang menjaga disana. Angel melempar sebuah bom ke dalam rumah besar itun dan beberape penjaga mati. Bom yang ia lempar tak terlalu berbahaya jadi dampaknya tak besar. Setelah beberapa penjaga mati Angel masuk kedalam pertarungan pun dimulai. Ia menembak semua penjaga yang ia temui. Belum ada satu pun lawan dari tadi yang bisa melukainya. Ia sampai diruang tamu. Ia melihat laki laki tau yang bernama Nicho itu tengah bercanda dengan anak laki lakinya dan beberapa istrinya.
Angel tersenyum ia menghampiri mereka sambil membawa pedangnya yang sudah bersimbah darah.
"Sepertinga kalian sedang sangat bahagia" kata Angel tiba tiba. Nicho dan beberapa oarang disana menatap Angel.
"Angel" guman Nicho.
"Kau mengingatku ya" kata Angel.
"Kay tau bukan apa akibat dari melanggar perjanjian" tanya Angel ia membersihkan darah yang ada dipedangnya ke pakaian anak laki laki Nicho.
"Mati itu bukan" kata Angel.
'Srekkk'
Angel menebas kepala anak laki laki Nicho didepan semuanya.semua memucat mekihat angel beberapa pelayan kabur tapi Angel degan cepat menembak semuanya dengan pistol yangada ditangan kirinya.
"Siapa yang selanjutnya" tanya Angel.
Semua berlari tapi tak ada yang selamat. Angel menebas dan menembak mereka semua dengab senjata yang ia bawa. Ia masih membiarkan Nicho. Mereka ada dilantai 3 mansion megah dan mewah itu.
"Angel maafkan aku" kata Nicho.
"Ah, tak mungkin" kata Angel.
"Kau mengirim wanita murahan dan membuatnya mengatakan kalau dia hamil anak sekretarisku supaya aku membuat mereka menikah dan dia memata matai perusahaan ku bukan" tanya Angel.
"Dasar bodoh" umpat Angel. Ia berjalan mendekati laki laki tua itu membuat laki laki itu berjalan mundur.
"Aku tak akan berubah menjadi bodoh walau kau membenturkan kepalaku ke tembok 100 kali apa lagi kau menyuruh orang orang bodoh itu mencuci otakku" kata Angel.
"Orang orangku adalah orang orang pintar, pemilih, dan cerdas. Mereka tak mau yang sembarangan walau itu hanya seorang OB" kata Angel
"Kau lebih bodoh dari seorang anak sd" kata Angel.
Dia mendorong laki laki itu dan.
'Brukk'
Laki laki itu jatuh dari lantai 3 mansionnya Angel tersenyum penuh kemenangan. Ia mengingat janji antara laki laki itu dengan nya.
"Nona Angel bagaimana jika kita membuat kesepakatan" kata Nicho ditengah tengah pertarungan.
Mereka tengah bertarung diantara hidup dan mati dan disini yang terlihat akan menang adalah Angel.
"Apa kesepakataan yang ingin kamu bilang" tanya Angel.
"Aku tau obat yang dapat menyembuhkan anakmu" kata Laki laki itu.
"Tapi kau tak boleh membunuhku" kata laki laki itu.
Angel berpikir sejenak lalu menganggukkan kepalanya.
"Aku setuju" kata Angel.
"Tapi jika kau yang menyerang lebih dulu aku tak akan membuatmu hidup lama" kata Angel lagi dan laki laki itu mengangguk.
Setelah itu laki laki mengangguk ia memberitahu siap yang bisa menyelamatkan Anaknya. Dan setelah ia pulang setelah mengetahui itu tapi ternyata dokter pun sudah mengetahui obat penyakit anaknya. Dia sedikit menyesal karena telah menyetujui orang itu tapi ia biarkan saja.
Hari ini Angel menyudahkan perjanjian bodoh itu. Ia sudah tau dari lama kalau Nicho menginginkan perusahaannya. Tapi ia biarkan karena ia tau itu mustahil. Angel meloncat dari lantai 3 kebawah dan mendarat dengan sempurna. Ia melihat mayat Nicho yang dipenuh darah akibat sudah jatuh dari atas. Angel mengambil sebuah liontin berwarna biru muda lalu memasukannya kedalam saku celananya.
"Kau memang yang paling menarik ya sayang ku" kata seseorang dan Angel berbalik dan menatap orang itu.
"Kau" teriak Angel setelah melihat orang itu
AUTHOR :
HAI SEMUANYA 👋👋
GIMANA CERITANYA ???
ADA YANG KURANG ATAU BANYAK KESALAHAN ???
DISINI AKU BUKAN MENANYAKAN MENARIK ATAU TIDAK ???
JADI JANGAN LUPA KOMEN DAN LIKE YA SEMUANYA !!!
__ADS_1
BYE BYE 👋👋
TBC