Lyandra Is Fake Nerd

Lyandra Is Fake Nerd
Bab 41


__ADS_3

Happy Reading


***


"Jangan pernah mencariku" kata Lyandra ia langsung loncat dan berlari setelah mendarat dengan aman dilapangan.


***


Setelah kejadian itu Lyandra mengurungkan dirinya di apartemennya. Dia hanya menangis dikamarnya. Selama mengurungkan dirinya Jessy menginap di kediaman William yaitu rumah Aurel. Lyandra tak mandi maupun makan. Selesai menangis ia akan tidur dan kembali menangis setelah bangun.


Sekarang Lyandra sudah bangun. Tak terasa waktu berjalan dengan cepat sekarang sudah satu minggu Lyandra mengurung dirinya.


Lyandra mengedarkan pandangannya. Kamarnya sudah seperti kapal pecah. Pecahan kaca ada di sekelilingnya. Lyandra menghela nafas melihat keadaan kamarnya.


Lyandra berjalan menuju kaca riasnya yang sudah pecah. Lyandra menatap dirinya yang acak acakan. Seragam yang ia pakai seminggu yang lalu masih melekat di badannya. Matanya yang sembab dan luka gores yang ada di pipi dan tangannya tak ia obati.


"Apakah ini Lyandra" tanya Lyandra pada dirinya sendiri saat melihat keadaannya.


"Tapi aku rasa ini bukan Lyandra" kata Lyandra sambil membenarkan rambutnya yang acak acakan.


"Ini bukan Lyandra. Lyandra bukan gadis cengeng. Lyandra pemberani" kata Lyandra sambil tersenyum jahat lalu kembali berkata.


"Tunggulah aku teman teman Lyandra yang asli akan datang" kata Lyandra


Ia tertawa jahat lalu menghancurkan kembali kaca di depannya walah sudah setengah hancur. Lyandra berjalan menuju kamar mandi ia membersihkan badannya yang sudah seminggu tak di bersihkan. Setelah selesai ia berjalan mencari bajunya dan memakainya. Ia sekarang memilih pindah karena apartemennya perlu di bersihkan dan di ganti barang barang yang telah Lyandra hancurkan.Setelah selesai ia langsung berangkat menuju mansion miliknya.


***


Paginya Lyandra berangkat menuju sekolahnya. Ia masih memakai penyamarannya karena belum menyelesaikan misinya. Semua menatapnya. Bagaimana tidak dengan wajah penuh lebam dan plester yang ada di badan dan dahinya membuat orang orang penasaran.


Lyandra berjalan masuk ke kelasnya. Semua juga menatapnya ada yang terang terangan bertanya kemana dia tidak hadir selama seminggu, kenapa dahi dan badannya penuh lebam, dan kenapa seminggu yang lalu ia kabur dari kelas. Dan Aurel, Jessy, Danzel dan Ken menatapnya kaget semua datang mendekati Lyandra dan langsung bertanya.


"Lyandra lo kenapa" tanya Aurel sambil menyentuh dahi Lyandra yang di plester.


"Gak kenapa napa" jawab Lyandra dengan datar.


"Ra, lo tau gak kami selama lo gak sekolah khawatir tau gak " kata Jessy


"Hmmm" balas Lyandra ia lebih memilih mendengarkan lagu dengan earphonenya.


Semua menatap Lyandra bingung. Lyandra berubah pikir mereka. Ini bukan Lyandra yang dulu yang ramah. Semua kembali ke tempat duduk karena guru telah datang.


***


Sekarang sudah bel istirahat berbunyi. Semua murid berhamburan ke kantin untuk mengisi tenaga mereka setelah belajar. Sama halnya dengan Lyandra dkk mereka berjalan menuju kantin dan memilih meja yang sama.


"Hai, Ra" sapa Rio sambil melambaikan tangan lalu duduk di kursi kosong sama halnya dengan Chely dan Zio yang baru datang.


"Hmmm" balas Lyandra.


Ia memakan makanan yang telah datang dan ada di depannya setelah tadi di pesan oleh Aurel dan Ken.

__ADS_1


"Ra, gimana keadaan lo" tanya Zio


"Baik" kata Lyandra


"Lo kemana kemarin, Ra" tanya Chely


"Apartemen" kata Lyandra


"Lo berubah" kata Danzel ia meletakan sendok yang ia pegan secara tiba tiba lalu menatap Lyandra dengan tajam.


"Gak" kata Lyandra


"Lo pikir kita bodoh" kata Danzel


"Gak" kata Lyandra


"Lo berubah mana Lyandra yang biasanya ramah dan hangat selalu menjawab semua pertanyaan dengan baik bukan yang sekarang yang dingin dan jutek" kata Danzel suaranya cukup besar membuat banyak orang menatap mereka.


"Aku tak pernah berubah" kata Lyandra dengan tegas.


"Apa yang terjadi kali ini" tanya seseorang yang datang dengan tiba tiba dan tidak diinginkan.


"Kau diam, Bella" teriak Danzel.


Ya, orang itu adalah Bella.


"Wah kenapa dengan wajah teman cupu kita kali ini kenapa wajahnya penuh lebam dan plester" kata Bella sambil ingin mengelus pipi Lyandra tapi sudah di tepis dengan kasar oleh Lyandra.


"Jangan pernah kau menyentuhku dengan tanganmu" bentak Lyandra sambil mentap tajam Bella.


"Dan jangan pernah membentak adikku" kata Rangga


Ia memegang dengan keras tangan Lyandra tapi Lyandra tak meringis sedikit pun.


"Karena kau akan membayar dengan besar kalau kau sampai membentak atau menyakiti adikku" kata Rangga


"Oh ya" kata Lyandra ia menepis tangan Rangga. Lalu berjalan mendekati Rangga lalu berbisik tepat di telinganya.


"Aku punya sebuah video yang dapat membuat keluarga kalian malu. Dan kalian tidak akan pernah berani menampakan wajah busuk kalian akan dunia ini. Apa kau penasaran koruptor?" bisik Lyandra membuat wajah Rangga pucat dan sedikit marah.


"Hahaha"


Lyandra tertawa kecil sambil berjalan kembali ketempat duduknya.


"Kenapa wajahmu pucat


"Kenapa wajahmu pucat Rangga" tanya Lyandra


"Bye" kata Lyandra


Ia meletakan selembar uang 100 ribu di meja. Lalu berjalan keluar kantin tanpa menunggu jawaban dan melihat wajah Rangga yang sudah merah.

__ADS_1


'Benar benar menyebalkan' batin Lyandra


Lyandra berjalan menuju ruang pribadinya. Ia membuka kepangan dan kaca matanya.


"Kenapa aku selalu tak biaa menahan amarahku" kata Lyandra


"Aku tak bisa menyiksa mereka dengan sekali serangan karena itu tak akan membuat mereka merasakan apa yang pernah aku lakukan" kata Lyandea


"Sepertinya aku punya suatu hukuman untuk mereka" kata Lyandea sambil tersenyum jahat.


"Lyandra psikopat dan kejam inilah yang aku suka" batin Lyandra sambil menyeringai di depan kaca riasnya.


***


Lyandra berjalan menyju kelasnya setelah bel berbunyi. Ia berjalan seolah tak melakukan apapun padahal banyak orang yang menatapnya sengit.


'Sepertinya berita saat aku membuat Rangga merah sudah menyebar luas' batin Lyandra.


Ia masuk kedalam kelas bersamaan dengan Danzel. Lyandra sempat melihat wajah Danzel yang merah tanda ia sedang marah.


Tapi Lyandra tak peduli. Ia tetap berjalan menuju kursinya.


"Ra, lo kenapa" tanya Aurel


"Gak kenapa napa" jawab Lyandra


"Setelah kejadian itu lo gak pernah nelpon atau sekolah lo kemana" tanya Aurel


"Gak kenapa napa" jawab Lyandra


Lyandea membuka bukunya untuk pura pura untuk sibuk. Tapi Aurel dan Jessy tau kalau Lyandra sadang pura pura sibuk.


"Lyandra berhenti berpura pura sibuk" kata Aurel sambil menarik buku yang dibaca oleh Lyandra.


"Hmmm"


"Kau jahat Lyandra" kata Aurel


Lalu Aurel dan Jessy pergi meninggalkan Lyandra seorang diri. Lyandra yang melihat itu hanya tersenyum tipis melihat teman temannya marah kepadanya.


"Aku akan menyelesaikan masalah ini dengan cepat" kata Lyandra sambil membuka bukunya yang tadi di ambil Aurel saat Aurel dan Jessy sudah pergi.


**AUTHOR:


GIMANA CERITANYA KALI INI ????


MENARIK GAK SIH ????


JANGAN LUPA KOMEN DI BAWAH YA TENTANG CERITANYA !!!!


DAN JANGAN LUPA JUGA DUKUNG AUTHOR DENGAN LIKE DAN VOTE YA !!!!

__ADS_1


BABAY 👋👋**


__ADS_2