Lyandra Is Fake Nerd

Lyandra Is Fake Nerd
Bab 24


__ADS_3

Happy Reading


***


' Plak '


Bella menampar pipi mulus Lyandra membuat semua orang terkejut kejadian itu.


" Apa yang kau lakukan, Bella " teriak Danzel


" Kau sepertinya mempunyai keberanian yang sangat besar sehingga kau berani menamparku Nona Bella " kata Lyandra penuh penekanan. Ia menatap tajam Bella membuat Bella takut.


" Kau tau aku tak suka ada yang menyentuhku tanpa seijinku " kata Lyandra sambil membenarkan rambut Bella yang berantakan di dekat area telingannya lalu menyelipkannya di telinganya.


" Sepertinya kau sudah bermain main dengan orang yang salah Nona tunggu saja pembalasanku suatu saat nanti walau kau bersujudpun aku tak akan memaafkanmu " bisik Lyandra tepat di telinga Bella dengan nada yang membuat siapapun takut kalau mendengarnya.


" Tuan Lucas saya pergi dulu dan selamat ulang tahun pernikahan Kalian yang ke17 tahun " kata Lyandra


" Kita pergi, Jes " kata Lyandra


" Baik Nona " kata Jessy


Lyandra berjalan keluar di susul Jessy dan Veno yang ikut ikutan pulang.


' Berani beraninya dia menampar pipiku lihat saja nanti Bella akan kupastikan hidupmu akan sangat menderita nanti sehingga dirimu pun lebih menginginkan mati dari pada hidup ' batin Lyandra


Lyandra sudah sampai di depan mobil acara sudah dimulai kembali setelah Lyandra pergi. Lyandra tak mau tau bagaimana keadaan Bella apakah dia di olok olok atau tidak dia tak peduli. Lyandra memasuki mobilnya ia mengganti sepatu high hellsnya dengan sendal biasa.


' Dorrr '


Suara tembakan terdengar membuat Lyandra mengurungkan niatnya untuk pulang. Lyandra berlari menuju ruangan itu tampak ada sekumpulan orang. Lyandra mendekati kumpulan orang itu. Lyandra melihat ternyata Tuan Lucas tertembak di bagian lengan kananya membuat darah segar mengalir deras di tangannya. Lyandra menghampiri Tuan Lucas yang tergeletak lemas di lantai istrinya menangis dan anaknya ikut menangis.


" Jessy antar Tuan Lucas kerumah sakit biar aku yang urus " teriak Lyandra ia mengeluar kan Pistol yang simpan di roknya. Ia hendak pergi tapi di tahan oleh Jessy.


" Kau mau apa, Ara " tanya Jessy


" Lakukan saja perintahku aku Bos di sini " kata Lyandra.

__ADS_1


Lyandra melihat ada orang yang mencurigakan di lantai 3. Lyandra berlari mendorong setiap tamu yang menghalangi jalannya. Akhirnya sampai di Lantai 3 tak ada orang itu. Lyandra bingung ia berjalan menyusuri setiap ruangan. Sampai di sebuah Ruangan ia penasaran ia masuk kedalam jendelanya terbuka. Lyandra melihat dan ternyata pelakunya belum jauh Lyandra mengarahkan Pistolnya.


' Dorr '


Peluru itu masuk ke lengan kanan pelaku. Peluru itu sudah ia kenapa obat bius membuat si pelaku pingsan. Lyandra loncat dari kamar itu sekencang mungkin ia berlari menuju si pelaku yang sudah pingsan. Lyandra sudah dekat dengan si pelaku ia membuka topeng dan topi yang di pakai pelaku dan ternyata dia menyamar menjadi seorang pelayan.


Lyandra menelpon seseorang.


" Veno bawa anggota untuk membawa orang ini ke markas kita " kata Lyandra


" Ok "


Lyandra mematikan teleponnya. Lyandra berlari masuk kedalam tempat di selenggarakan acara yang kini tinggal beberapa tamu. Ia melihat Zio dan Ken disana bersama Danzel dan orang tuanya.


" Kenapa kalian tidak pergi ke rumah sakit " tanya Lyandra


" Kami sedang melakukan penyelidikan " kata Zio


Terlihat Zio sedang melihat CCTV rumahnya melalui Laptopnya.


" Aku kerumah sakit L'A Hospital " kata Lyandra dia berlari menuju Mobilnya.


Lyandra mengendarai mobilnya dengan kecepatan di atas rata rata. Walaupun sudah malam tapi masih banyak mobil yang ada di jalannan membuat mereka mengumpat kesal melihat Lyandra mengendarai mobil dengan ugal ugalan.


Lyandra sampai du rumah sakit ia langsung menanyakan kepada dokter dimana ruang UGD. Walaupun Lyandra pemilik rumah sakit tapi ia tak tau betul denah rumah sakitnya. Lyandra sampai di UGD ia melihat Jessy tengah menenangkan Istri dari Tuan Lucas yang ternyata Tante Maudy orang yang pernah Lyandra selamatkan.


" Bagaimana keadaannya " tanya Lyandra


Belum Jessy menjawab pertanya Lyandra seorang Dokter keluar dari ruang UGD.


" Bagaimana keadaan suami saya dok " tanya Tante Maudy


" Suami anda kehilangan banyak darah dan dirumah sakit ini sedang kosong golongan darah O sehingga kita harus mencari pendonor secepatnya " kata Dokter itu


" Golongan saya A dan anak anak saya gak mungkin bisa ngedonorin darah mereka punya penyakit Anemia sama seperti saya " lirih tante Maudy.


" Saya akan mendonorkan darah saya Dok " kata Lyandra

__ADS_1


" Makasih ya nak " kata Tante Maudy


" Hmmm " balasku


Aku mengikuti Dokter. Beberapa jam berlalu. Donor darah pun sudah selesai. Beberapa jam berlalu dengan cepat. Lucas sudah bangun dan anak anaknya sudah datang. Lyandra masuk kedalam ruang inap VVIP yang dimana tempat Lucas di rawat.


" Bagaimana keadaanmu Tuan Lucas " kata Lyandra dia menggunakan jaket hitam dan masker untuk menutupi wajahnya.


" Sudah membaik Nona Ara " kata Lucas


" Kalau begitu aku pulang dulu " kata Lyandra sambil berbalik.


" Terima kasih atas darahnya " kata Zio


" Sama sama " kata Lyandra tanpa menatap orang yang berterima kasih kepadanya.


" Bye " kata Lyandra lalu berjalan.


***


Lyandra sudah sampai di tempat yang ia tuju yaitu markasnya. Ia mendapat kabar bahwa pelaku penembakan Lucas sudah sadar. Lyandra memasuki Ruangannya dan duduk di singgasananya.


" Nona si pelaku sudah sadar apa Nona ingin menemuinya sekarang " tanya Veno


" Baik aku akan menemuinya sekarang aku tak ingin buang waktu " kata Lyandra lalu berdiri dan berjalan menuju ruang penyiksaan yang ada di bawah tanah.


**AUTHOR :


BAGAIMANA CERITANYA ????


SEGINI DULU YA !!


JANGAN LUPA KOMEN, LIKE, AND VOTE !!!!!


BYE 👋👋👋


TBC**

__ADS_1


__ADS_2