
Happy Reading
***
"Kau kenapa" tanya Alvaro.
Angel menggeleng pelan. Tangannya mengenggam erat roknya. Ia tak menundukan kepalanya.
"Ayo turun hujan semakin deras" kata Alvaro.
Angel mengangguk. Ia sedikit kesal.
"Bantu aku berjalan ya" kata Angel.
"Oh ia aku lupa" kata Alvaro
Alvaro mengangkat kaki Angel yang terkilir dan menaruhnya diatas pahanya.
"Kau mau apa" tanya Angel.
"Tenang saja" kata Alvaro.
Angel hanya memperhatikan Alvaro tiba tiba.
'Krekk'
"ahhh, sakit" kata Angel.
"Coba kau berdiri" kata Alvaro.
Angel mencoba berdiri dan dia berhasil. Ia meloncat senang dan kepalanya terbentur dan malah jatuh diatas tubuh Alvaro.
"Maaf" kata Angel ia segera menjauh.
"Ayo kita turun" kata Alvaro
Mereka turun dari mobil. Lalu belari menuju teras rumah.
"Kita akan disini sampai hujan reda" kata Alvaro
Mereka masuk kedalam sana. Tak ada siapa siapa. Alvaro menunjukan kamar yang boleh ditempati oleh Angel. Alvaro juga memberikan kaus dan celananya yang kecil untuk dipakai Angel.
***
Angel masuk kedalam kamar mandi. Ia menyalakan shower. Ia duduk dibawah pancuran air setelah setengah jam ia keluar. Ia memakai baju yang diberikan Alvaro. Ia menatap dirinya dikaca. Pakaian yang kebesaran. Ia tak melihat ada pengering rambut. Ia terpaksa menggunakan handuk. Tiba tiba ada yang mengetuk pintu.
'Tok... tok... tok...'
Angel berjalan menuju pintu. Ia membuka pintu. Ia melihat ada Alvaro didepannya.
"Sepertinya sangat kebesaran" kata Alvaro sambil tertawa pelan. Angel mengangguk lalu bertanya.
"Apa" tanya Angel.
"Makanan sudah siap. Ayo makan" kata Alvaro.
Angel mengangguk lalu mengikuti Alvaro menuju meja makan. Ada sup dan bubur disana dan ada coklat panas juga.
"Kau yang memasaknya" tanya Angel
"Ia apa kau tak yakin dengan yang ku masak" tanya Alvaro.
"Ah, bukan hanya saja aku bingung kau suka masak ya aku kira kau akan mememsan makannan dari luar" kata Angel.
"Aku garus pandai memasak karena aku hidup sendiri" kata Alvaro.
"Kau akan segera menikah dengan Adelia. Sabar sebentar lagi kau akan punya istri" kata Angel.
"Dia tak bisa perkerjaan rumah" kata Alvaro.
__ADS_1
"Wah, sayang sekali" kata Angel.
Ia dufuk disepan Alvaro ia mengambil makanan yang sudah diberikan oleh Alvaro.
"Apa kau bisa mencarikanku istri yang baik" tanya Alvaro.
"Akan ku coba sebutkan saja ciri ciri yang kau suka" kata Angel.
"Aku akan memberitahumu nanti" kata Alvaro.
Tak lama kemudian Angel sudah selesai makan begitu juga Alvaro.
"Ah, sudah malam ayo kita tidur" kata Alvaro.
Mereka berjalan menuju kamar masing masing. Angel masuk kedalam kamar itu.
Ia tak bisa tidur ia yakit tentang itu. Ia tak membawa obatnya. Petir saling bersautan Angel naik keatas kasur. Ia menutup dirinya dengan selimut didalam selimut ia menutup terlinganya dan matanya.
"Hiks... hikss...."
Jika mendengar suara hujan dan petir akan membuatnya teringat masa lalu. Saat menangis tiba tiba lampu mati. Angel makin ketakutan. Ia menutup mata dan telinganya dengan kuat.
"Hiksss.... hiksss... Caca takut" kata Angel. Ia tanpa sadar mengucapkan panggilan yang ia benci.
Pintu terbuka Alvaro datang sambil membawa lilin. Hpnya mati karena habis baterainya.
"Angel" panggil Alvaro.
"Hikss.... hiksss takut" kata Angel. dengan barengi tangisnya.
"Hiksss hiksss hiksss"
Alvaro langsung mendekati Angel ia membuka selimut yang menutupi Angel. Ia melihat Angel yang menangis sambil menutup telinga dan matanya.
Ia meletakan lilin yang ia bawa. Ia naik keatas kasur. Ia memeluk Angel. Angel sedikit tenang tapi ia tetap menangis.
"Tenang saja aku ada disini" kata Alvaro ia mengelus pungung Angel untuk menenangkannya.
"Kau mimpi buruk" tanya Alvaro.
Angel menggeleng.
"Aku takut dengan petir" kata Angel.
"Kau tidurlah aku akan menemanimu" kata Alvaro.
Angel mulai tertidur sambil memeluk tangan Alvaro. Ia akhirnya bisa tertidur tanpa harus meminum obat obatnya.
***
Angel terbangun ia melihat Alvaro tidur disampingnya. Ia terkejut tapi ia kembali ingat kalau ia tadi malam tak bisa tidur.
Ia turun dari kasur lalu ia membersihkan wajahnya. Ia turun kebawah ia mulai memasak untuk mereka makan nanti. Dalam setengah jam semua masakannya sudha selesai.
Saat ia baru saja menaruh semuanya dimeja Alvaro turun dari atas.
"Kau sudah bangun" kata Angel.
"Ah, ia" kata Alvaro.
"Ayo makan" kata Angel.
Mereka pun sarapan bersama. Saat makan tak ada yang berbicara hanya ada dentingan sendok.
"Aku akan pulang sekarang" kata Angel
"Aku akan mengantarmu" kata Alvaro.
"Oh tidak. Aku akan pulang sendiri aku sudah merepotkanmu" kata Angel ia menolak tawaran Alvaro.
__ADS_1
"Tidak juga aku juga harus pergi keperusahaan jadi aku bisa sebentar mengantarmu" kata Alvaro.
"Ok" kata Angel.
***
Angel segera menganti pakaiannya saat sudah sampai dirumah. Setelah selesai ia segera berangkat keperusahaan nya. Selama sehari penuh ia mengerjakan semua berkas berkas dikantornya. Lalu ia menelpon Alex untuk memesankan tiket untuknya.
Kini Angel sudah berada dibandara. Ia berjalan menuju parkiran ada orang yang menungunya disana. Angel langsung menghampiri orang itu. Orang itu menyerahkan 2 kunci yang pertama kunci apartemen dan kunci mobil.
"Nona semua sudah siap" kata Orang itu.
"Aku akan keperusahaan saat aku sudah selesai bertemu dengan anakku" kata Angel ia mengambil kunci itu lalu masuk ke dalam mobil.
"Baik nona" kata orang itu lalu pergi.
***
Angel sudah sampai dihotel yang ditempati oleh Chris. Ia menghampiri Chris dan teman temannya yang sedang berkumpul di dekat bus.
"Sore anak anak" sapa Angel. Semua menatap kearah Angel. Tomy yang disebelah Chris berlali memeluk Angel.
"Sore Tan" kata Tomy.
"Teman teman ini Tante Angel. Mamanya Chris pemilik sekolah kita" kata Tomy memperkenalkan Angel. Semua terkejut lalu menatap Chris yang berdiri sambil bersender di tembok.
"Sore Nona Angel" kata mereka sambil tersenyum.
"Hmmm, apa kah tour kalian menyenangkan" tanya Angel.
"Sangat menyenangkan" kata mereka dengan penuh semangat.
"Wahh, semangat sekali kalian" kata Angel.
"Oh, ia dimana pak kepala sekolah" tanya Angel.
"Katanya Pak Gio sedang mencari seseorang" kata Salah satu dari mereka.
"Bagaimana kalau Tante traktir kalian makan" kata Angel.
"Mau" kata mereka.
"Ada restoran yang makanannya enak tak jauh dari tempat ini kalian masuk kedalam bus tante yang akan menyetir" kata Angel. Semua masuk kedalam bus. Angel meminta izin kepada supir bus dan kepala sekolah. Mereka pergi kesebuah restoran saat sudah sampai direstoran itu semua turun dan masuk kedalam restoran jumlah murid kelas empat ada 40 orang semau menduduki tempat masing masing.
"Kalian pesan yang kalian mau tante yang bayar" kata Angel mesan makanan yang mereka mau.
Selama setengah jam mereka disana kini mereka kembali keparkiran dan berbaris didepan dekat bus.
"Tante kan antar kalian ke hotel setelah itu kalian masuk kedalam bersama kepala sekolah dan guru guru lain kalian tak.boleh pergi ketempat lain ok karena itu akan menjadi bahaya untuk kalian" kata Angel.
"Ok, tante" kata mereka.
"Ayo masuk" kata Angel.
Semua masuk kedalam mobil dan Angel mengantar mereka semua ke hotel. Saat sudah sampai semua masuk kedalam hotrl kecuali Chris dan Tomy.
"Mommy akan pergi kerja kalian jangan jauh jauh dari huru" kata Angel.
"Ok mom/tan" kata Chris dan Tomy bersama an.
"Sudah sana masuk guru kalain menunggu" kata Angel
"Bye mom" kata Chris lalu berjalan pergi.
"Dadah tante" kata Tomy sambil berlari menyusul Chris.
"Kita selalu bertemu ya" kata Seseorang...
BERSAMBUNG~
__ADS_1