
Happy Reading
***
Lyandra dan Darren berjalan dengan anggun ke atas panggung. Tak terasa sudah setengah jam mereka di atas sana. Darren berpidato panjang lebar membuat Lyandra mengumpatti Darren dalam hati. Akhirnya Lyandra dan Darren turun dari atas panggung. Sekarang semua sudah tau kalau mereka suami istri dan mempunyai dua anak. Banyak wartawan yang bertanya kapan dan dimana mereka menikah dan Darren menjawabnya dengan santai padahal jawaban itu membuat semua orang bingung karena anak mereka sudah berusia beberapa bulan lalu mereka baru menikah beberapa bulan. Lyandra menhampiri Raymond dan Naya. Mereka sudah menjadi ayah dan mama angkat Lyandra dan Danzel menjadi kakak angkatnya. Danzel juga sudah mengikhlaskan Lyandra.
"Pidatomu panjang sekali" kata Raymond sambil menepuk pundak Darren pelan.
"Sampai adik kecilku itu cemberut kesal" kata Danzel. Danzel memanggil Lyandra dengan sebutan adik kecil.
"Aku kan hanya ingin terlihat hebat di depan semua orang" kata Darren.
"Ya ya ya, jangan melibatkan ku seperti itu juga" kata Lyandra.
"Hai Lyandra" sapa seseorang.
"Hai Cindy" balas Lyandta saat melihat orang yang menyapanya.
Cindy temannya saat di Jerman. Cindy anak seorang disainer berlian disana.
Cindy langsung tersenyum senang lalu memeluk seorang laki laki disamping Lyandra.
"Danzel aku merindukanmu" kata Cindy yang sukses membuat semua orang terkejut.
"Kau makin cantik Cindy" kata Danzel.
Wajah Cindy memerah tanda ia sedang malu. Lyandra yang melihat itu langsung menggoda Cindy.
"Apa kalian pacaran" tanya Lyandra sambil mencubit pelan pinggang Cindy.
"Ya" jawab Danzel
"Tidak" jawab Cindy.
"Yang bener tuh yang mana sih kok gue jadi bingung" kata Lyandra ia menatap Cindy dengan tatapan mengintimidasi.
"Kami pacaran" kata Cindy sambil menundukan kepala.
"What" teriak semua orang.
Semua bingung plus heran Danzel baru bercerai dengan Bella tapi sekarang sudah berpacaran dengab Cindy. Itu sungguh membingungkan ternyata Danzel playboy kelas kakap.
"Apa maksudnya ini Danzel" tanya Naya mamanya Danzel.
"Aku sudah pacaran dengan Cindy selama 1 tahun" kata Danzel. Ia langsung memegang tangan Cindy dan membawanya kedepan mamanya.
"Izinkan kami menikah" kata Danzel.
"Cindy anak yang baik mah" kata Lyandra.
"Hmm, baiklah" kata Naya.
Naya memeluk tubuh Cindy dan Cindy juga memeluk Naya dengan penuh kasih sayang.
"Jangan kecewakan aku seperti wanita jal**g itu." kata Naya ia tersenyum menatap Cindy.
__ADS_1
Cindy yang tau siapa yang dimaksud calon mertuanya mengangguk pelan dan langsung tersenyum.
"Aku berjanji akan mencintai Danzel dengan sepenuh hatiku tak akan ada kebohongan, tipuan, dan rahasia dalam rumah tangga kami nanti. Aku mencintai dia dengan tulus dan akan menyayangimu sama seperti aku menyayangi kedua orang tua ku" kata Cindy
"Selamat kau akan menjadi kakak iparku nanti" kata Lyandra ia memeluk Cindy.
"Ahk, kau adik iparku rupanya" kata Cindy sambil tersenyum sinis.
"Aku akan menjadi kakak ipar yang jahat untukmu karena kau telah meninggalkanku di Jerman sendiri" kata Cindy sambil mencubit tangan kanan Lyandra.
"Ahk, ahk, lepasin Cindy, sakit, ahk ,ahk" kata Lyandra memohon supaya Cindy tak mencubitnya lagi.
Cindy langsung melepaskan cubitannya dan tertawa melihat Lyandra kesakitam namun langsung diam melihat tatapan tajam Darren.
"Apakah itu sakit sayang atau mau dibawa kerumah sakit" kata Darren ia mengelus elus tangab Lyandra yang sudah merah.
"Tak perlu hanya kau cium saja tanganku sudah sembuh" kata Lyandra sambil tersenyum.
'Cup'
Darren mencium tangan Lyandra yang sudah memerah. Lyandra tersenyum suaminya sangat penurut.
"Ahk, aku jadi tidak tahan melihat mereka aku ingin cepat menikah juga" kata Danzel
"Baik minggu depan kalian akan menikah" kata Naya.
Danzel dan Cindy saling berpelukan. Lyandra tertawa kecil melihat sepasang kekasih tang sangat senang karena di beri restu.
"Cindy selamat ya" kata Lyandra sambil merangkuk Cindy.
"Ayo, Ra. Kita jalan jalan sekalian ketemu klien" kata Darren.
***
Sekarang adalah hari pernikahan Danzel. Lyandra memakai gaun putih sama seperti mama angkatnya Naya. Lyandra berjalan sambil menggendong anaknya. Setelah beberapa jam acara pernikahannya selesai Danzel dan Cindy sedang menyapa para tamu. Lyandra dan Darren menghampiri Danzel dan Cindy.
"Selamat ya, Kak" kata Lyandra sambil menyalam Danzel dan Cindy.
"Ini kado dariku" kata Darren sambil menyerahkan sebuah amplop merah dengan pita emas.
"Thanks" kata Danzel sambik menerima amplop merah yang di berikan Darren.
"Kalian setelah ini mau kemana" tanya Danzel.
"Kata Darren kami akan kembali ke Jerman. Disana pusat perusahaannya. Jadi, kami akan tinggal disana" kata Lyandra yang dibalas anggukan oleh Darren.
"Kau pergi dengan cepat, Ra" kats Darren sambil memasang wajah sedih di depan Lyandra.
"Hei kau sudah punya istri entar gue di bilang pelakor sama bini lo terus gue di siksa sama laki gue entar" kata Lyandra.
Danzel langsung diam dia menatap istrinya yang sedang cemburu. Lyandra menyeringai lalu berjalan mendekati Danzel. Lalu berbisik di telingan kiri Danzel sehingga Cindy pun masih bisa mendengarnya.
"Jika kau berani mendekati kakak iparku akan ku pastikan juniormu itu tak akan bisa terpakai lagi dan kepalamu sudah tak akan ada di tempatny" bisik Lyandra dengan suara yang sangat mengerikan di telinga Danzel. Cindy tersenyum mendengar kata kata Danzel lalu ia memeluk Lyandra.
"Kau selalu melindungiku. Aku berjanji akan selalu ada disisimu baik dikeadaan apapun" kata Cindy sambil mengelus punggung Lyandra yang sedang ada di dalam pelukannya.
__ADS_1
"Terima kasih. Memang seharusnya aku melinfungimu katena kau adalah kakakku" kata Lyandra.
"Ok, sueah selesai acara peluk pelukannya sekarang kita harus memberitahu Zio dan Ken tentang kepergian kita karena Lusa kita harus segera terbang" kata Darren.
"Bya" kata Lyandra sambil meninggalkan sepasang suami istri yang baru menikah.
***
Lyandra berjalan menuju Ken, Zio, dan para istri dan anaknya. Mereka sedang bersama Raymond dan Naya.
"Hai" sapa Lyandra.
"Kami mau bicara seauatu" kata Lyandra
"Ya, apa sayang" kata Naya.
"Kami mau balik ke Jerman" kata Lyandra.
"Kamu gak mau tinggal disini" kata Naya ia sedih anak perempuannya mau pergi.
"Maaf, ma. Kami harus pergi Darren banyak kerjaan" kata Lyandra
"Kalo itu keputusan kamu Kakak gak apa apa kamu sama Darren" kata Zio.
"Makasih kak. Kami bakal ke Jerman lusa" kata Lyandra.
"Ya, gak apa apa . Kamu hati hati disana kalau Darren ngelukain kamu sedikit aja lapor sama kakak" kata Ken.
"Ok kak" kata Lyandra.
"Kalo gitu Devano sama Derick kemana tantenya ini mau bermain sama dia" kata kelsya istri Ken.
"Itu" tunjuk Lyandar kepada babysitter anaknya yang sedang menidurkan anaknya.
"Kalo gitu aku kesana ya" kata Kelsya.
***
Hari hari berlalu sudah saatnya Lyandra dan Darren pergi. Kini mereka ada di bandara. Mereka akan menaiki pesawat pribadi milik Darren untuk pergi ke Jerman. Lyandra sedang memeluk Zio yang menangis melihat Lyandra akan pergi lagi.
"Ara jaga diri kamu baik baik ya" kata Zio.
"Ok kak" kata Lyandra.
"Janga adek gue awas kalo lecet" kata Zio kepada Darren.
"Hmm" balas Darren.
"Ayo sayang" kata Darren kepada Lyandra.
"Bye semuanya Ara bakal kesini kalo libur" kata Lyandra sambil melambaikan tanganya dari kejauhan.
Setelah beberapa jam akhirnya mereka sampai di Jerman. Lyandra dan keluarga kecilnya turun dari pesawat banyak bodyguard mereka yang berjejer saat Lyandra dan jeluarganya turun dari pesawat yang membuat beberapa orang bahkan hampis semua yanga ada disana menatap kearah mereka dan melupakan kegiatan mereka. Lyandra dan lainnya memasuki sebuah mobil hitam dan akhirnya sampai di sebuah mansion mewah yang sangat besar.
Lyandra melangkahkan kaki kanannya.
__ADS_1
"Inilah awal hidup baruku"
TBC