
Happy Reading
***
Lyandra berjalan tenang keluar dari kantin dan berlari dengan sangat cepat saat sudah jauh dari kantin.
Lyandra berlari ke arah rooftop. Ia menaiki tangga dengan cepat. Sampailah ia di rooftop. Ia membuka pintu rooftop dengan hati hati. Lyandra melihat beberapa laki laki berpakaian hitam di sana ia sudah tau siapa mereka. Kalau kalian jawab itu orang orang Lyandra kalian semua salah besar mereka adalah musuh Lyandra.
Lyandra berjalan dengan perlahan dan bersembunyi. Sampai suara seseorang membuatnya langsung keluar dari persembunyaiannya.
"Keluarlah nona L" kata orang itu.
"Kalian sudah tau rupanya" kata Lyandra ia keluar dari persembunyian.
"Lepaskan mereka" teriak Lyandra.
Saat di kantin Lyandra melihat beberapa orang berpakaian hitam dengan lambang W dan beberapa murid dan itu yang memvuat Lyandra curiga. Lyandra tentu marah saat tau murid itu adalah Aurel, Chely, Jessy, dan Rio. Lyandra memang sudah tak memiliki hubungan apa apa lagi tapi tetap saja mereka pernah ada di hidup Lyandra.
"Untuk apa nona L" tanya mereka.
"Bukankah kalian menginginkan aku" tanya Lyandra.
"Kami memang menginginkanmu" kata salah satu dari mereka.
"Karena jika kekayaan mereka di gabung pun tak akan menanfingin kekayaanmu" kata mereka.
"Jadi kalian mau uang" kata Lyandra.
"Kami tidak mau uangmu tapi mau dirimu" kata orang itu.
"Tapi tetap saja kalian ingin uangku" kata Lyandra.
"Cepat kau menyerahkan dirimu atau kau mau aku membunuh teman temanmu lalu menarikmu secara paksa" teriak orang itu
"Aku tidak mau" teriak Lyandra
"Siksa mereka" kata orang itu kepada bawahannya untuk menyiksa Aurel dkk.
'Ctarrr'
'Ctarrr'
'Ctarrr'
'Ctarrr'
Empat cambuka mengenai masing masing punggung temannya. Lyandra tersenyum tipis melihat temannya tersiksa. Setidaknya ia melihat kalau teman temannya tersiksa dan merasakan sedikit apa yang ia rasakan.
"Berhenti" teriak Lyandra.
"Serahkan dirimu" kata orang itu
"Jangan harap" kata Lyandra sambil meludah di depan orang berpakaian hitam.
"Kau mau mati ya" teriak orang itu.
Lyandra mengeluarkan sebuah pulpen yang ternyata itu adalah sebuah pedang yang ia rancang seperti pulpen.
"Kita lihat siapa yang lebih dulu mati tuan tuan" kata Lyandra.
__ADS_1
Ia memencet tombol rahasia. Pedang panjang pun muncul. Lyandra langsung tersenyum jahat ia mulai mengayunkan pedangnya.
"Serang dia" teriak orang itu.
Beberapa orang berpakaian hitam yang sama dengan orang itu muncul dan mulai mengepung Lyandra.
'Bugkk'
'Crekk'
'Dorrr'
'Bugkk'
Lyandra menendang, memotong, dan menwmbak dengan pistol yang ia rampas dari orang berseragam hitam itu. Sepuluh menit para penjahat berseragam hijau itu sudah tewas di tangan Lyandra banyak yang sudah tidak utuh dari tubuhnya. Lyandra memang sengaja membuat banyak orang itu tidak utuh lagi supaya ia menunjukan sifat kejamnya kepada sahabat sahabatnya.
"Bukankah kau lihat mereka yang mati bukan aku" kata Lyandra sambil mengarahkan pedangnya ke leher orang yang telah meremehkannya.
"Kau salah mencari lawan tuan" kata Lyandra yang langsung menebas kepala orang itu.
"Terlalu lemah" kata Lyandra.
Lyandra berjalan menuju arah teman temannya. Ia langsung memotong tali yang mengikat Aurel lalu Rio, Jessy, dan Chely.
"Terima kasih, Lyandra" kata Chely
"Hmmm" balas Lyandra
"Lyandra maafin kami. Keluarga kami sekarang butuh bantuan kamu" kata Aurel sambil memeluk kaki Lyandra.
"Apa yang kau butuhkan" tanya Lyandra.
"Aku tidak bisa berjanji" kata Lyandra.
"Lyandra kalau kau tak bisa berteman dengan kami setidaknya berilah kami uang untuk membayar beberapa utang kami" kata Aurel dan Rio.
Memang setelah Lyandra membatalkan kerja samanya perusahaan milik keluarga Aurel dan Rio mengalami kerugian besar yeng membuat mereka menggadaikan aset aset mereka.
"Aku bisa membantu kalian dengan satu cara" kata Lyandra.
"Apa" tanya mereka dengan penuh penasaran.
Lyandra membisikan sesuatu lalu setelah membisikan itu Lyandra keluar dari gedung sambil menyuruh beberapa orang yang ia akan ia suruh untuk membersihkan beberapa mayat tak berguna untuk dibawa kemarkas untuk di jadikan makan siang hewan peliharaannya sedangkan Aurel, Jessy, Chely, dan Rio langsung kaget mendengarnya.
***
Hari berlalu Lyandra sedang berada dikamarnya. Hari sudah siang Lyandra masih tidur dikasurnya. Tiba tiba sebuah ketukan membangunkannya. Lyandra berjalan kearah pintu lalu membuka pintunya. Ia membualatkan matanya menatap beberapa orang ada di depan pintunya.
"Kenapa kalian kesini" tanya Lyandra.
"Kami sudah lama menunggumu di sekolah" kata Zio.
Benar Zio dan teman temannya serta Ken dan Danzel ada di depan kamar Lyandra.
"Lyandra sekarang sudah jam 9" kata Danzel.
"Benarkah"
Lyandra berlari kemejanya dan melihat jam benar saja sekarang sudah jam 9 lebih 15 menit.
__ADS_1
"Maaf" kata Lyandra.
"Kau cepat mandi" kata Danzel sambil menunjuk kearah pakaian Lyandra.
Lyandra memakai memakai piyama yang kancing atasnya tak terkancing memperlihatkan belahan dadanya.
"I'm sorry" kata Lyandra
Lyandra menutup pintunya. Ia langsung berlari kekamar mandi dan membersihkan badannya.
Setelah selesai membersihkan diri Lyandra berjalan menuju ruang tamu di sana ada Bella yang sedang membawa beberapa minuman.
"Hai Danzel" sapa Bella kepada Danzel.
"Hmmm" balas Bella.
"Danzel bisakah kau membebaskanku" tanya Bella dengan ragu ragu.
"Aku tidak bisa" kata Danzel.
"Kenapa bukankah aku pernah singgah di hatimu setidaknya ada rasa cinta yang tersisa untukku" kata Bella.
"Tidak ada" kata Lyandra tiba tiba.
"Kau. Aku tak bertanya padamu" kata Bella ia mengemgam kuat serbet yang ia bawa.
"Dia calon tunanganku sebentar lagi kami akan bertunangan" kata Lyandra sambil terseyum sinis ke arah Bella.
"Danzel apakah itu benar" tanya Bella dengan mata berkaca kaca.
"Ia benar" kata Danzel setelah mendapatkan kedipan mata dari Lyandra tanda ia harus mengikuti permainan Lyandra.
"Kau jahat Danzel kau sudah pernah tidur denganku bahkan sekarang aku mengandung anakmu" kata Bella sambil memukul mukuli lengan Danzel dan melempar sebuah benda kecil kehadapan Lyandra dan Danzel.
"Diam kau Bella" bantak Danzel
"Tapi aku mengandung anakmu" kata Bella
Lyandra mengambil benda itu dan memang disitu menunjukan kalau Bella benar benar hamil.
"Lyandra aku memang pernah tidur dengan Bella tapi aku selalu pakai pengaman" kata Danzel ia memegang tangan Lyandra. lyandra hanya menatap bingung Danzel kenapa Danzel harus menjelaskan itu karena sebelum Lyandra mendengar penjelasannya pun Lyandra tau kalau Bella bukan mengandund anak Danzel.
"Kau yakin dia anak Danzel" tanya Lyandra.
Bella terdiam dan menatap lantai dengan tatapan kosong.
"Banyak laki laki yang menemanumu di ranjang dan kau seorang pemuas nafsu mungkin setelah kau tidur dengan Danzel kau pernah tidur dengan seseorang" kata Lyandra.
Bella hanya mencerna kata kata Lyandra. Berapa laki laki yang pernah meniduri dia karena ia tau ia berkerja seperti itu dari kelas 8 smp dan siapa ayah dari anaknya ini. Banyak pertanyaan yang muncul dikepala Bella.
"Aku akan membiayai anakmu karena dia juga adalah manusia dan manusia punya hak untuk hidup" kata Lyandra ia mengelus perut Bella yang masih rata.
"Jaga dia baik baik dan kau jangan membuat kesalahan karena aku tak mungkin menyakitimu dalam keadaan mengandung" kata Lyandra
"Tapi kalau kau membuatku sangat marah jangan salahkan aku" kata Lyandra.
"Ayo teman teman" kata Lyandra
Lyandra dan teman temannya berjalan keluar meninggalkan Lyandra yang diam berdiri disana.
__ADS_1