Lyandra Is Fake Nerd

Lyandra Is Fake Nerd
Bab 59


__ADS_3

Happy Reading


***


"Aku ingin mencari Jessy" kata Lyandra sukses membuat Arthur dan Dito terdiam dan menatap Lyandra bingung.


***


"Kau sudah gila Lyandra" bentak Darren.


Darren marah karena Lyandra mau mencari anak dari musuhnya yang sebenarnya.


"Aku tidak gila" kata Lyandra ia membersihkan wajahnya karena sebantar lagi ia akan tidur.


"Kau mau mencari dia" kata Darren ia bingung melihat istrinya itu. Dia sama sekali tak mengerti tentang jalan pikirnya.


"Kau kenapa sih" tanya Lyandra saat melihat suaminya yang menatapnya tajam.


"Dia musuhmu sudahlah tak usah kau urus dia lagi" kata Darren.


"Kita lebih baik menikmati hidup kita tidak perlulah kau mengurusi masalah itu lagi" kata Darren ia memeluk istrinya.


"Tapi aku tak bisa" kata Lyandra


"Sudah lupakan kita nikmati saja waktu berdua kita" kata Darren


***


Lyandra sekarang ada di salah satu mall miliknya. Ia masuk kedalam sambil menggendong anaknya. Hari ini hari minggu dimana sudah peraturan kalau mereka akan merayakan hari hari mereka dengan belibur kemana saja. Lyandra mengajak anaknya ke toko mainan. Para pelayan dan pekerja disana langsung menunduk hormat kepada Lyandra.


"Mereka sangat menghormatimu" kata Darren yang sedang menggendong Derick.


"Aku mengajari mereka tata krama" kata Lyandra.


"Kita akan beli apa bukankah semua sudah kubeli" tanya Darren.


"Aku mau memantau tokoku bukan mau beli barang" kata Lyandra.


"Kalau gitu kita dirumah saja" kata Darren


"Sebentar aku mau bicara dengan menejernya dulu" kata Lyandra


Ia menyerahkan Devano ke babysitter.


Lyandra menghampiri meneger yang ada disana. Lyandra langsung berbicara pada intinya. Tak lama Lyandra kembali menghampiri Darren dan kedua anaknya.


"Kau sedang apa sih" tanya Darren


"Kau lupa anak Kak Zio akan ulang tahun aku harus memberinya hadiah bukan apa lagi ulang tahun anaknya ulang tahun pernikahan mereka juga" kata Lyandra


"Hmm, aku sampai lupa dengan kakak ipar" kata Darren


"Kau harus mengingat mereka sayang" kata Lyandra.


Mereka berjalan pulang. Lyandra dan Darren bermain de gan anaknya. Ia sangat antusias melihat anaknya yang sangat cerdas walau masi beberapa bulab usianya. Lyandra memfoto semua kegiatan anaknya tapi ia merasa berlebihan apa lagi anaknya masih berusia beberapa bulan sudah ia paksa bergerak. Tak lama setelah menyusui anaknya Lyandra kembali kekamarnya karena anaknya sudah tidur.


"Apa selelah itu" tanya Darren yang melihat istrinya membaringkan tubuhnya dikasur.


"Kau tau usiaku masih 19 tahun lewat 1 bulan tapi kau sudah membuatku merawat 2 anak secara bersamaan" kata Lyandra ia menaikan badanya ia tiduran di paha Darren.


"Tapi semua terbayar melihat wajah mereka yang tampan dan sangat imut" kata Lyandra


"Tentu aku ayahnya" kata Darren dengan bangga.


"Keturunan Wilson memang tampan" kata Lyandra.


"Tapi Vonderenty tidak kalah ya" kata Lyandra.

__ADS_1


"Hmmm terserah kau saja istriku" kata Darren


"Apakah kau tak ingin memberikan mereka adik" tanya Darren


"Ini terlalu cepat" kata Lyandra


"Lebih cepat lebih baik" kata Darren ia langsung ******* bibir istrnya dan membuka perlahan dan satu persatu kancing kemeja yang Lyandra pakai.


***


Hari yang di tunggu sudah tiba. Lyandra menggunakan gaun berwarna putih dengan hiasan berwarna biru di bawahnya. Panjang gaun itu hanya sebatas lutut dan itu memperlihatkan kaki putih dan mulus milik Lyandra. Lyandra menggunakan liontin kesayangan dan gelang kaki pemberian orang tuanya dan ditangannya melingkar jam tanga. mewah dan cincin pernikahannya.


Dia berjalan bersama suaminya Darren menuju mobil yang disiapkan. Kedua anaknya juga ikut yang sekarang sedang di urus oleh ke dua baby sitternya ia ingin memperkenalkan anak dan suaminya kepada kakak kakak dan teman temanya.


Tak lama Lyandra dan keluarga kecilnya sampai di pesta meriah yang dibuat Zio. Lyandra dan keluarganya sengaja terlambat dan kedatangan mereka disambut semua tatapan kagum dan iri kepada Lyandra.


Lyandra berjalan bersama suaminya dia atas karpet merah wartawan memfoto mereka. Lyandra sengaja selalu bersama baby sitternya untuk menjaga keamanan anaknya. Ia berjalan menghampiri sebuah kerumunan.


"Hai" sapa Lyandra sukses membuat kerumunan itu menatap Lyandra.


Mereka kaget melihat Lyandra dan salah satu dari mereka memeluk Lyandra.


"Apa kau ini Lyandraku" kata orang itu


"Ia, kak. Aku Lyandra" kata Lyandra kepada kakaknya Zio.


Ken memeluk Lyandra setelah Zio. Ia mengecup pipi Lyandra.


"Kau tambah cantik" kata Ken


"Selalu kembaranku" kata Lyandra.


Lyandra melirik Bella dan Danzel. Bella yang melihat suaminya menatap Lyandra langsung memeluk erat tangan Danzel.


"Selamat" kata Lyandra sambil menjulurkan tanganya kepada Bella. Tapi tak ada balasan


Lyandra menatap anak laki laki kecil itu ia tau iti anak Bella.


"Hello boy" kata Lyandra ia menggendong anak kecil itu.


"Hai Aunty" kata Anak itu.


"Sepertinya ketampanan dan kepintaran ayahmu diwariskan kepadamu" kata Lyandra


"Siapa namamu" tanya Lyandra.


"Glend aunty" kata anak itu.


"Nama yang bagus" kata Lyandra


"Nama aunty Ara. Glend panggil saja Aunty Ara" kata Lyandra


"Berikan anaku" kata Bella dengan tatapan tak suka.


"Ok" kata Lyandra ia menyerahkan Glend.


"Hai Chely, Rio, Aurel, dan Danzel" kata Lyandra menyapa semuanya.


Semua menatap Lyandra bingung melihat cincin ada ditangan Lyandra. Sedangkan Lyandra ia masih menatap Bella yang cemburu kepadanya.


"Tenang aku tak akan merebut suamimu" kata Lyandra


"Lagian aku sudah menikah" kata Lyandra sukses membuat mereka terkejut.


"Dengan siapa Lyandra bukannya kau menghilang selama ini" tanya Zio ia memerikasa semua badan dan wajah Lyamdra takut ada yang rusak.


"Perkenalkan dia Darren" kata Lyandra

__ADS_1


"Hai" balas Darren dengan wajah dinginnya.


"Dia pemilik perusahaan terbesar kedua yang sekarang bisa menjatuhkan Perusahaan Smith menjadi perusahaan terbesar ke 5" kata Lyandra


"Dia juga adalah Tuan W" kata Lyandra


"Kau menikahi musuhmu" tanya Ken


"Apa dia maksamu katakan saja biar ku bunuh dia" kata Zio


"Tidak aku mencintai dia dari dulu" kata Lyandra


"Dan ini anak kami" kata Lyandra menunjukan anaknya yang sedang di gendong oleh Babysitter.


"Kau sudah punya anak" tanya Aurel dan Chely yang sukses terkejut.


"Hmm baru beberapa bulan" kata Lyandra


"Ini Derick dan ini Devano" kata Lyandra


"Wajah mereka berbeda" kata Rio.


"Mereka kembar tak identik" kata Lyandra.


"Mereka sangat tampan seperti ayahnya" kata Bella.


"Tentu dia anak suamiku yang tampan ini" kata Lyandra.


"Berarti kau tak akan merebut Danzel dariku kan" kata Bella.


"Tidak aku sudah mencintai Darren" kata Lyandra


"Ohk ia hadiahnya nanti akan ku kirimkan" kata Lyandra.


"Kalian bisa bermain dengan anakku aku akan bertemu dengan kolega bisnisku" kata Lyandra.


"Lyandra bisakah kita berbisnis" tanya Danzel.


"Kau konfirmasi kepada suamiku saja" kata Lyandra lalu berjalan meninggalkan semuanya.


Ia menghampiri Tuan Raymond ayah dari Danzel yang bersama beberapa pengusaha.


"Selamat malam" sapa Lyandra.


"Selamat malam. Anda siapa" tanya Raymond.


"Saya Ara dari perusahaan LA'C entertaiment" kata Lyandra


"Ternyata anda nona Ara" kata Raymond


"Bagaimana dengan bisnis kita tuan Raymond" kata Lyandra.


***


Tak terasa sekarang sudah jam 10 malam Lyandra hendak berpamitan dengan Zio tapi ia disuruh menginap karena acara yang mereka adakan ada di mansion mereka d


yaitu di kediaman Vonderenty.


"Darren badanku pegal semua" kata Lyandra tapi ia masih setia menggendong putra pertamanya yang belum tidur.


"Kau bisa tidur aku akan menidurkan dia" kata Darren.


"Ok lah" kata Lyandra ia memberikan Derick kepada Darren.


"Goodnight, Honey" kata Lyandra sebelum tertidur.


TBC

__ADS_1


__ADS_2