Lyandra Is Fake Nerd

Lyandra Is Fake Nerd
Bab 40


__ADS_3

Happy Reading


***


Semuanya masih duduk di tempat masing masing. Padahal mereka beberapa kali berseru kata semangat tapi mereka tak semangat sama sekali. Kaki mereka masih lemas tak ada semangat untuk bangun atau berdiri. Kehilangan Lyandra membuat semua merasa sedih.


"Aku tak bisa melupakan Lyandra" kata Aurel


"Kau pikir kau saja" kata Rio


"Aku tak sanggup untuk hidup tanpanya" kata Jessy


"Kita masih harus mengurus jasad Lyandra" kata Zio


"Tapi aku saja masih tak sanggup untuk berdiri apa lagi melihat jasadnya. Kau pikir itu mudah, susah dan kau tau aku tak bisa melihat Lyandra sedih apa lagi harus melihat jasadnya aku pasti akan merasa bersalah karena aku tak bisa menjaga Lyandra" kata Aurel air matanya kembali mengalir deras. Chely yang melihat itu langsung mendiamkan Aurel.


"Udah Aurel jangan nangis lagi kok lo jadi cengeng sih" kata Jessy


"Semua salah kita kita gak bisa ngejaga Lyandra hiks.. hiks.." kata Aurel


"Kalau Lyandra ada di sini dan lihat kita kayak gini gimana, dia pasti marah gak ya" tanya Chely


"Ya pasti marah" kata seseorang


Semua yang ada di sana langsung menoleh ke arah sumber suara itu. Semua terkejut melihat itu karena yang mereka lihat adalah orang yang sedang mereka tangisi.


"Lyandra" teriak semua orang


Aurel yang menangis langsung berlari dan memeluk Lyandra. Setelah selesai memeluk Lyandra, Aurel langsung melihat keadaan Lyandra yang sudah acak acakan.


Rambutnya sudah tak rapi satu kepangannya terlepas, seragam putihnya sudah bercampur dengan tanah yang terkena air, banyak luka gores di tangan dan di kakinya, dan ada luka benturan di dahinya.


Tapi tanpa disangka Rio memukul wajah Lyandra dan memukul perutnya juga. Semua membulatkan matanya melihat itu.


"Apa kau gila" teriak Rio ia mendorong Lyandra hingga terjatuh kelantai.

__ADS_1


Lyandra yang terjatuh langsung bangun dan membenarkan kaca matanya. Lyandra tertawa pelan lalu bertanya.


"Kau kenapa" tanya Lyandra


"Kau membuat kami menangis dan merasa bersalah atas kepergian. Dan ternyata kau masih hidup dan masih bisa tertawa melihat kami seperti ini. Sungguh keterlaluan" teriak Rio ia marah melihat Lyandra.


"Kau membuat kami khawatir Lyandra dan itu sungguh keterlaluan bahkan kau hampir membuat Rio dan Zio bertengkar dan itu sungguh keterlaluan" kata Danzel yang ikut ikutan marah kepada Lyandra.


"Kenapa kalian marah aku hanya ingin menyelamatkan kalian dan tak ingin membuat kalian terluka, lagi pula aku tak apa apa, aku selamat" kata Lyandra ia duduk di salah satu meja. Ia membenarkan rambutnya yang berantakan.


"Kau pikir itu benar Lyandra. Kau mempertaruhkan nyawamu dan ini bukan permainan yang sering kau mainkan di ponselmu dan kau pikir kalau kau tidak selamat nanti bagaimana dengan kami kau selalu mementingkan kebahagiaanmu" kata Chely


Lyandra langsung marah mendengar perkataan Chely. Lyandra merasa tak pernah mendapat kebahagiaan dan kebahagiaan apa yang pernah ia dapat. Semua kebahagiaan hanya lewat dan menjauh dari Lyandra dan yang datang hanya kekecewaan, sedih, pengkhianatan, dan kekesalan.


"Coba kakak ulang sekali lagi" kata Lyandra sambil berusaha tersenyum walau air mata mulai menetes.


"Aku selalu mementingkan kebahagiaanku. Hahahaaaa. Kak, aku tanya kapan kebahagiaan datang kepadaku dan dulu kalian ingin tau apa yang ku inginkan di dunia ini. Yang pertama adalah kebahagiaan dan yang kedua adalah keluarga" kata Lyandra ia menahan tangisnya saat mengatakan itu. Ia mengambil nafas panjang.


"Kak aku tau kalian semua sayang sama aku, sering kasih perhatian, dan keluarga kalian juga sama apa lagi mama maya dia udah nganggap aku sebagai anaknya" kata Lyandra ia menghapus dengan kasar air matanya.


" Semua kebahagiaan menjauh dariku dan yang datang adalah kekecewaan, pengkhianatan, kesedihan dan kekesalan" kata Lyandra


"Aku selalu iri dengan kalian melihat kalian tertawa dengan keluarga saling menyayangi kakak dan adik kalian dan kalian saling bercanda bersama keluarga kalian" kata Lyandra


Semua langsung kaget dan bingung mendengar yang di ucapkan Lyandra


"Tapi persetanan dengan takdir. Aku tak pernah merasa bahagia semua yang kudapatkan tak cukup untuk menutupi kekosonganku" teriak Lyandra.


"Kalian liat senyum ini" kata Lyandra sambil tersenyum.


"Itu senyum palsuku aku sudah sering menggunakannya dan aku mahir mneggunakannya sampai dapat membuat kalian tertipu akan senyuman palsu itu" kata Lyandra semua kaget mendengar itu kaget ternyata tak pernah ada senyum tulus dari Lyandra.


"Kalian tak pernah tau hidup tanpa keluarga bahkan aku rela menukar semuanya asal aku dapat keluarga" kata Lyandra air matanya mulai menetes.


"Kalian tak pernah mengerti hidup tanpa keluarga itu bagaimana. Sedih selalu menyerang saat tak ada yang bisa di panggil mama atau ayah. Dari kecil aku tak pernah merasakan itu. Semua selalu mengatakan aku anak haram yang di buang keluarga. Kalian tak pernah tau itu aku selalu berusaha tersenyum jika ada yang berkata itu walau hati ini sakit" kata Lyandra ia memukul mukul dadanya.

__ADS_1


"Semua tidak adil" teriak Lyandra ia memukul meja yang ada di dekatnya membuat meja itu hancur dalam sekali pukulan. Semua kaget mendengar itu. Aurel, Chely dan Jessy menutup telinga mereka.


"Aku tak pernah menginginkan kekuasaan, harta atau yang lain aku hanya ingin keluarga" teriak Lyandra ia menendang kursi, memukul tembok, dan menghancurkan barang barang di sekitarnya.


Ia jatuh dan bersandar di tembok penampilannya sekarang sangat memprihatinkan tangannya mengeluarkan darah karena telah memukul tembok, rambutnya sudah seperti orang gila dan bajunya sudah terkena darah dan kotoran tanah.


Zio memeluknya dan mengelus kepalanya. Ia mencoba menenangkan Lyandra.


"Kau tenang saja Lyandra kami akan menjagamu dan kau akan mendapatkan keluarga bersama kami" kata Zio ia mengecup kepala Lyandra.


"Tapi semua tidak adil aku sudah sering kehilangan hiks.. hiks.." kata Lyandra


"Kau tak boleh egois Lyandra"kata Danzel ia memegang tangan Lyandra ia mencoba mengelap darah yang mengalir di tangan Lyandra.


"Kau tak mememikirkan bagaimana kondisi kami saat kehilangan kamu"kata Aurel


"Aku salah"kata Lyandra


"Tapi aku butuh sendiri" kata Lyandra ia bangkit dari duduknya.


Ia berjalan menuju pintu kelas. Tapi sebelum keluar ia berkata.


"Jangan pernah mencariku" kata Lyandra ia loncat dan langsung berlari setelah mendarat dengan aman di lapangan.


***


**AUTHOR:


BAGAIMANA CERITANYA TEMAN TEMAN MENARIK GAK SIH??? KASIH KOMENNYA DONK!!!!!


DAN JUGA JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA VOTE DAN LIKE YA TEMAN TEMAN!!!! KARENA DUKUNGAN KALIAN SEMANGAT AUTHOR!!!


BYE BYE READERS


TBC**

__ADS_1


__ADS_2