Lyandra Is Fake Nerd

Lyandra Is Fake Nerd
Bab 64


__ADS_3

Happy Reading


***


"Run or Death" teriak Lyandra dengan tawa jahatnya.


Bella berdiri dan mulai berlari. Lyandra membiarkan Bella berlari sedikit jauh baru Lyandra berjalan mengejarnya.


"Bella kau ada dimana aku mencarimu. Ayo main denganku" kata Lyandra sambil berjalan kebelakang mansion megah itu. Disana ada hutan buatan yang cukup luas.


"Kemari kau Bella" kata Lyandra.


***


Lyandra terus meneriaki nama Bella hari sudah semakin larut banyak hewan yang cukup buas tersebar di hutan buatan itu. Seperti ular, harimau yang masih kecil yang berada di tengah hutan, seekor singa kecil, kelelawar, anjing hutan. Lyandra berjalan sambil membawa pisau bedah kecil ditangan kanan dan sebuah cambuk di tangan kiri. Semua yang ada disana atau bisa disebut para hewan disana sangat menyayangi Lyandra mereka tak suka jika ada yang mengganggu Lyandra.


Lyandra berjalan sambil melihat kekanan dan kekiri ia mengikuti jejak kaki Bella yang tercetak jelas di tanah apa lagi sukarang sudah gerimis. Tetesan air mulai berjatuhan membasahi baju Bella dan Lyandra. Sesekali ia menyeka air di wajahnya.


"Bella" teriak Lyandra ia mendengar suara orang berjalan terseok seok. Lyandra berjalan mendekat pura pura tak tau.


"Bella kamu ada dimana" tanya Lyandra ia berjalan sambil membawa pisaunya ia bersiap menghabisi Bella.


"Hahaha.. Dimana keberanianmu dulu Bella. Bukankah kau yang dulu suka membullyku hah" tanya Lyandra dengan awalan tawa jahat.


Lyandra melihat Bella sedang meringkuk dan bersembunyi di bawah pohon. Ia menyeringai ia mendekati Bella dengan hati hati.


"Banyak hewan buas disini kemarilah aku tau kau tak akan bisa menemukan jalan pulang" kata Lyandra ya mereka hampir berada ditengah tengah hutan.


Lyandra bersiul dan siulannya membuat beberapa hewan peliharaan Lyandra datang dan langsung mendekati Bella yang merupakan orang yang pertama kali yang mereka lihat setelah mendengar siulan itu. Mereka tak suka dengan orang baru. Dengan ganas mereka mendekati Bella beberapa ular mulai menjelajahi tubuh Bella dan melilitnya.


Harimau dan singa Lyandra mereka berjalan menuju Bella. Bella sudah sangat ketakutan ia mengambil beberapa ranting kayu yang cukup besar lalu memukul mukuli ular yang melilit kakinya ia membuang ular itu.


"Jangan mendekat hiks, hiks, hiks. Tolong tolong aku" kata Bella dengan tangisnya luka di kepalanya mengalirkan darah membuat darahnya mengalir dan bercampur dengan air mata Bella. Seketika Bella terlihat seperti orang yang sedang menangis darah.


"Lyandra tolong aku, hiks hiks, tolong aku, tolong, pergi jangan mendekat hiks" kata Bella


Ia meminta tolong kepada Lyandra karena Lyandra yang ada didekatnya sekarang.


Lyandra langsung berjalan mendekati Bella yang meringkuk ketakutan.


"Menyedihkan sekali hidupmu" guman Lyanda


Ia menghempaskan tangannya menyuruh hewan hewannya pergi. Semua hewan pergi menuruti perintah ratu mereka.


"Kau takut Bella" tanya Lyandra


"Maafkan aku Lyandra hiks, hiks, hiks" kata Bella

__ADS_1


"Maaf, tak ada maaf bagi kau Bella" kata Lyandra ia mengangkat cambuknya lalu mencambuk kaki Bella.


"Itu karena kau sudah terlalu banyak melakukan kesalahan kepada ku Bella" teriak Lyandra.


'Ctarr'


'Ctarr'


'Ctarr'


'Ctarr'


Lyandra dengan ganas ia mencambuk kedua kaki Bella dan punggungnya. Bella terjatuh karena tak sanggup menahan rasa sakit di tubuhnya. Lyandra tersenyum sinis. Ia menatap Bella dangan tatapan pura pura kasihan.


Ia berjongkok di depan Bella. Ia menyentuh luka Bella.


"Apakah itu sakit" kata Lyandra sambil menekan luka di kaki Bella.


"Ahk.. Sakit bodoh" teriak Bella.


"Kau bilang aku bodoh sungguh aku makin ingin menyiksamu" teriak Lyandra.


"Liat saja aku akan membuat kau makin menderita" kata Lyandra.


"Berdiri" teriak Lyandra


Bella tak kunjung berdiri membuat Lyandra kesal.


Bella yang mendapat tatapan tajam langsung berdiri tapi tak kuat. Lyandra kesal. Ia menarik tangan Bella menyeretnya menuju mansionnya. Ia sudah hapal akan jalan yang akan ia lalui ia tak peduli bagaimana keadaan Bella yang ia seret entah terkena batu, kayu ranting atau apapun.


Ia akhirnya sampai di mansionnya ia melempar Bella ke tengah ruang tamu. Ia melihat ternyata disana masih ada orang orang tadi. Semua terkejut melihat keadaan Bella yang sudah sangat sangat memperhatinkan.


Bahkan mamanya Danzel hampir pingsan disana Aurel langsung membawa mamanya Danzel menuju kamar yang disana ada Glend, Derick, Devano dan dua orang babysitter.


Setelah mamanya Danzel pergi Lyandra tertawa jahat melihat kondisi Bella. Tiba tiba Danzel datang dan membawa sebuah amplop dan memlemparnya kehadapan Bella.


"Ini surat cerai kita" kata Danzel.


Bella terkejut ia sekarang sangat terpojok.


"Bahkan suamimu sendiri tidak membantumu Bella. Ck, malang sekali nasibmu" kata Lyandra.


"Danzel tolong aku bagaimana dengan anak kita Glend jika tidak ada aku" kata Bella ia berjalan ia bersujud dikaki Danzel.


"Ck, jangan berbohong Glend bukan anak kita kan dia kau adopsi dari panti asuhan karena sebelum kamu melahirkan anak itu kau telah keguguran" teriak Danzel.


Bella tiba tiba tertawa membuat semua orang kaget akan hal itu semua langsung terkejut, kaget, dan bingung melihat itu.

__ADS_1


"Kalian ternyata sudah tau tentang itu ya" kata Bella setelah selesai tertawa.


"Kalian bodoh bisa ditipu oleh ku" kata Bella.


"Aku tau sebentar lagi adalah ajalku jadi aku akan ungkapkan sebuah rahasia" kata Bella.


"Glend adalah anak yang aku adopsi sebentar lagi ia akan tiada ia menderita penyakit yang mematikan" kata Bella.


"Aku akan mengangkatnya menjadi anakku aku akan menyembuhkannya" kata Lyandra.


"Sayangnya itu tidak akan terjadi" kata Bella.


Bella mengeluarkan sebuah benda ia memencet benda itu. Ia tertawa jahat.


"Sebentar lagi dia akan mati benda ini telah menyelesaikan tugasnya racun yang sangat berbahaya telah menyebar di tubuh anak itu" kata Bella.


Tiba tiba Dara berlari sambil menggendong Glend yang sudah memuntahkan darah wajahnya membiru.


"Nona, tuan muda Glend tiba tiba muntah saya tidak tau kenapa dia" kata Dara.


Lyandra mengambil Glend dari tangan Dara dan menidurkannya di sofa.Lyandra mengeluarkan sebuah pil lalu memasukannya kedalam mulut Glend. Mamanya Danzel menangis walau anak itu bukan cucu kandungnya tapi ia sudah terlanjur sayang. Danzel berjalan memeluk anaknya.


Tubuh Glend tiba tiba kejang kejang walau sudah di berikan pil obat untuk mengurang atau memperlambat racun supaya tak cepat menyebar tapi tetap saja racun itu sudah terlambat.


Semua langsung tegang dan cemas melihat itu. Lyandra langsung memeriksa denyut nadi Glend saat Glend sudah tidak kejang kejang.


Lyandra tiba tiba terjatuh. Tangannya dan kakinya sudah lemah. Air matanya mengalir. Lagi lagi ada korban karena masalahnya.


"Maafkan aku" kata Lyandra


Semua bingung dengan ucapan Lyandra. Danzel langsung menggoyang goyangkan tubuh Lyandra.


"Glend tidak apa apa bukan" tanya Danzel.


"Maafkan aku Danzel" kata Lyandra ia menundukan kepalanya.


"Jawab Lyandra ada apa dengan Glend" kini bukan Danzel yang bertanya melainkan Raymond ayah Danzel.


"Glend sudah tiada. Maafkan aku aku penyebab semua ini maafkan aku" kata Lyandra


Semua terkejut Raymond langsung menghampiri mayat cucunya. Mamanya Danzel yang baru turun dari lantai dua yanitu kamar Derick dan Devano pun langsung berlari menuju cucunya. Mereka bertiga menangis sejadi jadinya sambil memeluk Glend yang sudah tidak bernyawa dengan busa keluar dari mulutnya.


"Hahaha... Anak sialan itu akhirnya mati" kata Bella ia tertawa didepan semuanya. Semua menatapnya dengan tatapan tajam.


Danzel bangun dari duduknya ia menghampiri Bella lalu ia menampar wanita jal**g didepannya. Ia menendang perut Bella membuat Bella sedikut terlempar.


Ia mengambil cambuk yang ada didekatnya. Ia mencambuk tubuh Bella. Ia juga seorang mafia jiwa pembunuh tertanam di tubuhnya. Ia bahkan hampir membunuh Bella namun sudah di cegat oleh Lyandra.

__ADS_1


"Aku sudah punya permainan yang lebih seru lagi Danzel"


TBC


__ADS_2