
Happy Reading
***
"Angel Chris" teriak Derick
***
Saat Angel membuka matanya. Ia melihat ruangan serba berwarna putih. Ia duduk ia melihat ia memakai pakaian khusus pasien. Ia melirik kekanan disana ia melihat ponselnya. Ia mengambil ponselnya lalu menelpon Derick.
"Hallo Kak" kata Angel.
"Angel kamu sudah sadar" kata Derick.
"Ah, kakak bisa kah kau kemari" kata Angel.
"Aku akan segera kesana" kata Derick.
Pangilan itu diakhiri. Angel kembali tidur. Tiba tiba jendelanya terbuka. Ia menatap hendela yang terbuka. Laki laki dengan pakaian tertutup datang.
"Ah, kau lagi" kata Angel.
"Kau sudah bangun" kata laki laki itu lalu meletakkan setangkai mawar putih.
"Seperti yang kau lihat" kata Angel.
"Aku senang kau selamat" kata laki laki itu.
"Hmmm" balas Angel.
"Aku pergi, bye" kata laki laki itu.
Angel menatap laki laki itu pergi melalui jendela. Tak lama dari laki laki itu pergi Derick sampai dikamar Angel dengan wajah yang penuh keringat.
Detick segara berlari kearah Angel dan memeluk wanita itu. Angel membalas pelukan Derick. Ia menatap malas Derick yang penuh keringat.
"Dimana Chris? Apa dia tak apa apa" tanya Abgel ia ingat dengan anaknya.
"Sudah jangan membicarakan dia kita harus memanggil dokter untuk memeriksDerickkata Derick. Ia segera memanggil Leo dokter pribadi Angel.
Leo memeriksa Angel dengan teliri lalu tersenyum.
"Dia baik baik saja hanya ia tak boleh banyak gerak" kata Leo.
Angel memegang kepalanya yang di perban. Lalu bertanya kepada Leo.
"Kapan ini akan sembuh" tanya Angel.
"Paling beberapa hari lagi. Janga. terlalu banyak berpikir itu akan berpengaruh" kata Leo.
"Dimana Chris?" tanya Angel sekali lagi.
"Ia sudah dirawat dan ia sedang bermain" kata Derick dengan senyumnya.
"Aku ingin bertemu dengannya" kata Angel.
"Kau tak bisa bertemu dengan banyak orang sekarang" kata Leo.
__ADS_1
"Kau bisa menemuinya setelah kau sembuh" kata Leo.
"Kalian harus berjanji" kata Angel.
"Ia kami janji" kata Loe dan Derick bersamaan.
"Kau istirahat lah" kata Derick.
Angel kembali menutup matanya dan tak lama ia akhirnya tertidur.
Derick dan Leo keluar dari ruangan Angel dengan wajah sedih. Mereka tak bisa mengatakan yang sebenarnya sekarang.
"Aku tak bisa berbohong kepadanya" kata Derick.
"Tapi jika kita memberitahu dirinya itu akan lebih bahaya dan dapat membuatnya dan penyakitnya semakin parah" kata Leo.
"Tapi aku sangat khawatir jika dia tau yang sebenarnya" kata Derick.
"Kita harus menyembunyika itu" kata Leo lalu pergi meninggalkan Derick.
Derick menyenderkan dirinya dipintu ruangan Angel. Ia menutup matanya.
"Maafkan aku" kata Derick.
Tiba tiba seseorang berpakaian hitam datang mendekatinya.
"Aku bisa membantumu" kata orang itu.
***
"Kenapa mereka mengurungku" tanya Angel pada dirinya sendiri.
"Ah, aku bosan" kata Angel.
Ia tak boleh turun dari tempat tidurnya. Jika itu tidak penting.
Ia mengambil air minumnya setelah itu Angel mengambil beberapa cilan dimeja. Sambil menonton ia sesekali memakan cemilannya.
Ia menatap tokoh antagonis dengan senyuman manis.
"Kalo gini baru cewek berani. Di hina itu di balas bukannya malah senyam senyum" kata Angel dengan tangan mengecungkan jempol.
Pintu dibuka tampak sosok yang ia suka datang.
"Pagi Ngel" kata Derick.
"Kapan mommy sama Daddy datang" tanya Angel.
"Mereka gak bisa datang paling minggu depan soalnya lagi banyak kerjaan" kata Derick.
"Ah, selalu seperti itu" kata Angel.
"Aku ingin pulang" kata Angel.
"Kau belum boleh pulang" kata Derick.
"Aku bosan aku ingin bertemu dengan Chris" kata Angel.
__ADS_1
"Gak boleh" kata Derick.
"Kalau gitu VC an sekali boleh kan" kata Angel.
"Udah mending kamu bobo aja. Nanti aja mikirin itu" kata Derick.
Angel menatap malas Derick. Jika Angel bertanya dengan Derick tentang Chris selalu saja menjawab itu lama kelamaan ia .enjadi sedikit curiga tapi ja tepis ia harus berpikir positif.
"Jangan berbohong padaku ya kak" kata Angel.
Deick sedikit terkejut me dengar itu. Lalu ia segera mengangguk menjawab kata kata Angel.
"Aku percaya sama kakak kok" kata Angel.
Ia memegang tangan kakaknya lalu tersenyum dan menutup matanya.
"Aku tau kakak gak mungkin berbohong" kata Angel.
"Ia kakak gak mungkin berbohong" kata Derick sambil tersenyum manis namun itu palsu.
'Maafkan aku' batin Derick
Ia mengang erat tangan adiknya air matanya menetes. Untung saja adiknya sudah tertidur. Ia tak perlu memakai topeng itu lagi.
"Maafka aku karena telah berbohong. Tolong jangan marah padaku. Aku mohon" guman Derick ia membenamkan wajanya di tempat Angel tidur.
"Maafkan aku yang banyak kesalahan ini" kata Derick.
***
Didalam mimpi Angel bermimpi. Ia melijat seorang anak kecil yang tidur disebuah kasur berwarna putih. Banyak mawar putih di dekat anak itu tidur. Angel tak bisa menatap jelas anak itu. Ia mendekati anak itu.
Ia marasakan seseuatu yang aneh saat mekihat anak itu. Rindu dan rasa sayang yang besar. Tiba tiba semua berubah. Ia melihat seorang anak laki laki bermain di sebuah ayunan. Laki laki itu berfiri dan mengukir sebuah nama di pohon itu.
'CCC'
itu tulisannya. Tulisan itu cukup jelas dimata Angel. Angel merasa pernah melihat pohon itu. Anak laki laki itu menyenderkan tubuhnya ditembol lalu memejamkan matanya. Angel melihat sekumpulan anak laki laki berjalan sambil membawa tepung dan telur. Mereka hendak melempar tepung dan telur itu namun saat ingin dicegah oleh Angel tapi tepung dan telur itu melewari tubuhnya.
"Angel menatap bingung itu semua. Laki laki yang dilemar tepung terbamgun dengan menatap malas kumpulan laki laki itu. Anak laki laki tadi mulai menghajar dengan brutal laki laki didepannya semua itu. Angel kihat itu sedikit terkejut. Namun baru saja selesai peerengkaran itu dan dimenangkan oleh anak laki laki itu dan anak laki laki itu terjatuh dengan darah yang keluar dari hidungnya. Tiba tiba semua kembali seperti awal. Angel beejalan mendekati laki laki itu. Saat ia ingin menyentuh anak laki laki itu tiba tiba tangan nya tersetrum dan sedikit terpental ia menvoba sekali lagi dan semua tetap sama ia tersetrum dan terpental sedikit jauh. Angel tiba tiba merasakan kesepian yang sangat besar, penyesalan, sedih, rindu, amarah, putus asa yang beegabung. Ia jadintak terkendali. Ia menagis dan maraj secara bersamaan. Ia menutup matanya tapi ia tetap merasakan itu.
"Mommy" suara seorang anak kecil terdengar.
****
AUTHOR :
HAI SEMUANYA 👋👋
GIMANA CERITANYA ?
MOHON MAAF JIKA ADA KESALAHAN, YA
JANGAN LUPA KOMEN LIKE AND VOTE, OK
DADAH BYE BYE SEMUANYA 👋👋
TBC
__ADS_1