
Happy Reading
***
7 tahun kemudian
London - Inggris
"Mommy" teriak anak laki laki nan tampan sambil menggoyang goyangkan tubuh wanita cantik disampingnya yang masih memakai pakaian kerjanya.
"Yes, boy" kata wanita itu.
"Kau pulang larut malam lagi" tanya anak laki laki itu.
"Tidak, Mommy pulang tepat"
"Saat aku sudah tidur bukan" potong anak laki laki itu. Wanita itu hanya tertawa pelan.
"Ayolah, jangan marah mari tidur lagi" kata Wanita itu.
"Kau harus kerja mom" kata anak laki laki itu.
"Hmmm" balas Wanita itu namun tak beranjak dari kasur yang ia tiduri.
"Mommy akan terlambat nanti. Apa peelu ku seret mommy kekamar mandi" teriak anak laki laki itu.
"Tak ada kata terlambat buat seorang Presdir perusahaan yang besar ini" kata wanita itu. Ia bangun dan segera duduk.
"Beri aku ciuman maka aku akan segera peegi dari sini" kata wanita itu. Anak itu segera mencium pipi mommynya.
Wanita itu memeluk anaknya. Ia mencium pipi anaknya sambil tertawa pelan.
"Happy Brithday" kata wanita itu.
"Mommy mengingatnya" kata anak laki laki itu.
"Kau segalanya bagi mommy dan mommy tak akan melupakan apapun tentangmu" kata wanita itu.
Anak laki laki itu memeluk dengan erat wanita didepannya. Air mata menetes. Ia menatap keatas melihat wajah mommynya.
"Makasih. Mommy selalu menjagaku dan merawatku" kata anak laki laki itu.
"Kau anakku. Aku tak mungkin jahat kepadamu" kata wanita itu.
"Kau ada jadwal hari ini mari kita pergi bersama" kata wanita itu. Ia membuka jas yang ia pakai dan kemudian sepatunya.
"Mommy tidak kerja" tanya Anak laki laki itu.
"Mommy izin sehari. Sekarang ulang tahunmu mari kita jalani bersama" kata Wanita itu.
"Mommy yang terbaik" kata anak laki laki itu.
"Mommy akan siap siap dulu" kata Wanita itu ia berjalan keluar. Ia menutup pintu kamar dengan pelan. Ia bersender kepintu.
"Kau memang tak akan pernah bisa punya ayah maka aku akan menjadi ibu sekaligus ayah buatmu" kata wanita itu.
__ADS_1
"Aku harap kau bahagia denganku" kata Wanita itu.
Ia mengambil ponsel di tasnya. Ia memencet sebuah nama.
"Hallo" kata Wanita itu.
"Nona. Presdir, hari ini kau ada banyak jadwal" kata orang diseberang sana.
"Batalkan semuanya" kata wanita itu.
"Tidak bisa. Hari ini kau harus hadir dalam rapat" kata Orang disebarang sana.
"Kau lupa jabatanmu apa hah" kata Wanita itu.
"Aku bawahamu" kata orang disebrang sana.
"Kau ingat maka dari itu diam dan laksanakan" kata wanita itu.
"Baik Nona. Presdir" kata orang disebrang sana.
"Itu baru bawahanku" kata Wanita itu.
"Lakukan yang terbaik nanti" kata Wanita itu.
"Baik Nona. Presdir" kata orang disebrang sana.
Panggilan itu diputuskan sepihak oleh wanita itu. Ia melempar ponselnya kekasur. Ia matap dirinya di kaca.
"Ah mataku seperti panda" gerutunya.
"Cepat sekali" tanya Wanita itu.
"Hahahaha... Kau saja yang lama Mom" kata anak laki laki itu dengan tawa yang dibuat buat.
"Kau tunggu dibawah aku akan memasakan sesuatu untukmu" kata Wanita itu.
"Ok, mom" kata anak laki laki itu lalu keluar dari kamar.
Wanita itu segera berlari kekamar mandi ia dengan cepat mandi dan lalu memakai pakaiannya. Ia langsung turun kebawah.
Disana ada anaknya yang sedang bermain dengan anjing kecil mereka. Anak laki lakinya berlari memeluk dirinya.
"Apa benar kalau aku bakalan sembuh" tabya anak laki laki itu.
"Ia nanti mommy temenin kamu berobatnya tapi kalo udah diobatin kamu gak boleh kecapean dulu sampe obatnya benar benar bereaksi sama kamu gak boleh asal makan apa apa ya" kata wanita itu kepada anak laki laki itu.
"Ok, mom" kata anak laki laki itu.
"Ayo katanya mau makan" kata wanita itu.
Mereka memasak bersama sama tawa menyertai mereka. Jika orang lain melihat itu pasti akan berkata bahwa mereka keluarga yang bahagia walau tak lengkap. Wanita itu selalu memenuhi apa saja yang diminta anaknya. Ia tak akan membiarkan kalau anaknya terluka sedikit pun. Anaknya punya sebuah penyakit yang diakaibatkan oleh dirinya. Ia akan menebus kesalahannya. Hari ini adalah pengobatan terakhir anaknya. Beberapa bulan kedepan anaknya akan bebas seperti anak anak lain. Tak ada kata tidal boleh. Selama ini anaknya seperti burung kecil yang dikurung dikandang. Ingin kebebasan itu yang diinginkan anaknya. Ia senang anaknya tak seperti anak anak lain yang selalu susah diurus. Anaknya sangat pintar seperti dirinya. Tapi anaknya tak bisa bebas belajar dan bermain karena fisiknya yang lemah. Ia selalu membatasi semua yang dilakukan anaknya tapi beberapa bulan kedepan semuanya berubah.
***
1 tahun kemudian
__ADS_1
Anak laki laki itu sudah bebas melakukan apa saja tapi tetap diawasi oleh wanita itu. Sekarang mereka sedang ada dipantai. Mereka sedang merayakan ulang tahun anaknya yang ke 7 tahun. Mereka berlari keana kemari menikmati hari bahagia mereka.
"Mommy" panggil anak laki laki itu.
"Apa" jawab wanita itu yang sedang membereskan barang barangnya dan memasukan kedalam mobil.
"Apa mommy punya keluarga" tanya anak laki laki itu dengan wajah penasaran. Wanita itu terkejut mendengar pertanyaan anak laki laki itu.
"Mommy hanya punya dirimu" kata wanita itu dengan wajah sedih.
"Tenang mom. Mommy punya aku jadi jangan sedih ya" kata anak laki laki itu.
"Oh ia boy. Bulan depan kita harus pindah karena perusahaan mommy sedang ada masalah" kata wanita itu dengan wajah malasnya. Ia sebenarnya tak pernah mau pindah kenegara itu tapi ia harus profesional. Ia tak bisa selalu mengutamakan perasaannya.
"Kemana mom" tanya anak laki lakinya.
"Indonesia" jawab wanita itu.
"Oh, untung mommy selalu mengajarkan ku bahasa Indonesia" kata anak laki laki itu
"Nanti kita akan selalu bertemu Tony bukan" kata wanita itu.
"Kenapa harus dia mom" kata anak laki laki itu.
"Kau akan sekolah bersamanya nanti" kata wanita itu.
"Tapi kita tidak tinggal bersama orang orang itu kan" tanya anak laki laki itu
"Mommy ini punya baik uang untuk apa menumpang dirumah orang" kata wanita itua.
"Kau yanv paling hebat Mom" kata anak laki laki itu.
***
Hari ini wanita itu menginjakan kakinya lagi ditanah penderitaannya. Dan anak laki laki itu pertama kali pergi kesana. Seorang wanita dan anak laki laki lain berlari kearah mereka.
"Hai semuanya" sapa anak laki laki yang masih beberapa langkah didedepan mereka.
"Hai Tony" sapa wanita itu ia menyeret kopernya.
"Diana, bisakah kau membantuku mencari apartemen" tanya wanita itu kepada wanita didepannya.
"Disamping apartemenku ada yang kosong kau bisa disana" kata Diana.
"Oh, itu lebih baik" kata Wanita itu.
"Mommy" panggil anak laki laki itu dengan suara dinginnya.
"Hanya beberapa hari saja" kata wanita itu.
"Kita akan bertetangga" kata Tony.
***
Jangan lupa Komen, Vote, Dan Like ya ✋✋
__ADS_1
TBC